KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
GILIRAN AFEI MENUNJUKKAN KEMAMPUAN NYA


__ADS_3

"Sedangkan untuk Jian Su kamu gunakan saja tarian pedang badai dan salju milik ibu Xue Yen."


"Dao Su kamu mainkan saja ilmu Golok pencabut nyawa milik Tan Kee Lok yang merupakan penyederhanaan Ilmu Golok Maut."


"Kamu bisa kan ?"


"Bisa guru.."


"Nah sedangkan Kun Su dan Jiang Su kamu bisa mainkan 20 jurus tombak pembunuh naga dan 36 jurus tongkat pembasmi Iblis dan Dewa."


"Tapi untuk Kun Su jangan gunakan Chi, nanti rusak seluruh arena, jurus guru Wu Kung tidak boleh buat main main."


"Hasilnya nanti terserah pada wasit lah, kalau mereka maksa kamu harus memainkan jurus yang mereka standar itu."


"Kamu bisa gunakan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa meniru gerakan mereka.."


ucap Lu Sun menutup penjelasan nya.


"Baik guru murid mengerti."


"Kalau San Da, guru gak khawatir dengan jurus ke 8 saja dari Xiang Lung Se Pa Cang, guru yakin musuh mu tidak akan ada yang kuat bertahan melawan mu.."


ucap Lu Sun kembali sambil menyetir.


San er hanya duduk diam mendengarkan, dia tidak berkata apa-apa.


Dalam hati dia bertekad, dia juga akan rajin mempelajari semua ilmu itu, agar tidak kalah dari adiknya Afei.


Meski agak telat, tapi San er yakin dengan tekad kuat dia pasti bisa.


Saat mereka tiba di sekolah Kuang Ming, Afei langsung memisahkan diri, bergabung dengan Pak Ma dan para guru pembimbingnya.


Sedangkan San er dia memilih tetap ikut di sisi ayahnya, dia tidak menghiraukan panggilan dan ajakan dari teman temannya untuk bergabung dengan mereka.


Selma tiga hari ini dia tidak masuk ke sekolah, Ying Ying sudah mintakan ijin ke gurunya dengan alasan anaknya sakit.


Lu Sun Ying Ying Giok Lan dan Ketiga putra mereka, rombongan itu duduk bergabung dengan para penonton.


Saat acara pembukaan di mulai, terlihat Guru Ciu muncul sebagai pembawa acara.


Dia mengundang presiden Xi dan Paman Mao untuk maju kedepan menyampaikan pidato.


Lu Sun pura-pura tidak tahu, tapi Giok Lan terus menyenggol tangan Lu Sun sambil tertawa mengejeknya.


Ying Ying yang melihat hal itu, dia coba memperhatikan dengan baik kearah mimbar.


Ying Ying sangat terkejut saat melihat guru Ciu yang berdiri di depan menjadi pembawa acara benar benar memiliki wajah sampai semua gerak geriknya sangat mirip dengan dirinya.

__ADS_1


Dia seperti sedang melihat dirinya sendiri di depan cermin.


Ying Ying melirik Lu Sun dan berkata,


"Dia ya ? guru Ciu yang sempat membuat mu hampir mengambil istri ke 4.?"


"Uhuk..uhuk...uhuk...!"


Lu Sun langsung terbatuk-batuk tersedak air ludahnya sendiri.


Sambil batuk dia menggoyangkan tangannya didepan wajah Ying Ying dengan panik.


Giok Lan tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.


Dia tidak seperti Xue Yen yang kaku dan cemburuan.


Giok Lan menanggapi guru Ciu dengan sikap biasa' aja, selama Lu Sun suka dan bahagia dia tidak akan melarangnya.


Selama Lu Sun tetap menyayangi dan mencintai dirinya, baginya itu sudah cukup.


Tapi tidak dengan Ying Ying, dia mempelototi Lu Sun dengan wajah kesal.


Giok Lan memberikan botol minum ke Lu Sun dan berkata,


"Minumlah dulu, tak perlu panik, seperti kucing ketahuan nyuri ikan.."


"Sayang kamu jangan salah paham, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa.


Lagipula begitu kamu muncul di mimpi menyuruh ku menjauh dari nya.


Malam itu juga aku langsung memutuskan berhenti dari sekolah dan tidak akan menemuinya lagi.


"Bukannya kamu berhenti dan menjauhinya karena di suruh adik Yen.?"


ucap Ying Ying penuh selidik.


"Itu cuma sebagian alasan saja sayang, yang jelas pengaruh utama nya adalah kemunculan mu di mimpiku itu.."


ucap Lu Sun sejujurnya.


Ying Ying yang melihat tatapan mata penuh kejujuran suaminya, dia pun tersenyum bahagia dan merangkul lengan Lu Sun.


Melupakan semua kecurigaan nya barusan ini..


Setelah presiden Xi memberikan pidato singkat, dan turun dari mimbar.


Guru Ciu mempersilahkan semua perwakilan sekolah maju kedepan memperkenalkan diri mereka dan asal sekolah mereka.

__ADS_1


Setelah itu dia pun mengundang para juri dan wasit menempati posisi mereka masing-masing.


Setelah itu perlombaan pun di mulai, satu persatu murid perwakilan setiap sekolah maju menunjukkan kebolehan mereka dalam perlombaan Tao Lu.


Sedangkan perlombaan San Da baru akan di gelar setelah lomba cabang Tao Lu ini selesai.


Afei yang belum di panggil untuk maju, dia selalu fokus memperhatikan setiap gerakan yang di tunjukkan oleh setiap peserta.


Afei melihat nya dari mengkombinasikan dengan pengetahuan tenaga sakti Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa yang bisa meniru dan meretur semua serangan lawan nya.


Sambil menonton kadang tanpa sadar dia mengerahkan kaki tangan nya.


Setiap selesai memperhatikan jurus yang di mainkan oleh tiap peserta yang semuanya hampir mirip.


Afei akan memejamkan matanya membayangkan setiap jurus yang mereka mainkan secara berurutan serta mencari titik kelemahannya.


Dengan demikian proses penguasaan Afei menjadi jauh lebih cepat dan efektif.


Saat namanya di panggil Afei pun dengan tenang maju dan memberi hormat kepada beberapa juri yang merupakan Master beladiri Wu Shu dan beberapa cabang bela diri tradisional China.


Di sana ada ahli Chang Quan, Nan Quan, Pat Kwa Cang, Ba Qi Quan, Yung Cun, bahkan perwakilan dari kuil Shaolin pun hadir di sana.


Setelah memberi hormat Afei pun berkata,


"Para juri terhormat, terus terang saja, penguasaan saya bukan di jurus yang sama dengan teman teman sebelum nya."


"Tapi aku tetap akan menunjukkan ilmu yang ku kuasai bila di ijinkan."


"Bila tidak, aku terpaksa akan menunjukkan jurus jurus yang sama dengan teman teman sebelumnya, yang bukan jurus andalan maupun keahlian ku.."


Beberapa juri itu terlihat saling berunding menyatukan pendapat mereka.


Akhirnya setelah sepakat, mereka mempersilahkan seorang master beladiri Shaolin, yang paling tua usia di antara mereka semua untuk berbicara.


"Anak muda, kami sudah berunding dan memutuskan, kamu boleh tunjukkan dahulu ilmu dan jurus andalan mu."


"Tapi setelah itu kamu tetap wajib menunjukkan jurus yang sama dengan teman teman mu sebelumnya.."


"Bagaimana pendapat mu anak muda..?"


"Terimakasih banyak guru besar Shaolin dan guru besar lainnya atas kesempatan yang diberikan kepada murid. "


"Murid akan mencoba menunjukkan kebodohan murid di hadapan para guru..mohon tidak di tertawakan."


ucap Afei sambil memberi hormat kearah para juri .


Afei berdiri di tengah tengah lapangan sepasang kakinya sedikit terbuka agak ditekuk sedikit kebawah.

__ADS_1


Sepasang telapak tangan yang terbuka di samping kiri kanan mulai diangkat keatas dengan pelan.


__ADS_2