
Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Atas, Kota Zong, di atas Arena Pertarungan Kerajaan Atas.
Semua peserta yang bertanding saat ini telah menunjukan seluruh kemampuan yang mereka miliki, para penonton di sugukan dengan menariknya pertunjukkan yang ada di Arena saat ini.
Di Ruang VIP banyak sekali para wakil dari Sekte, Clan dan Perguruan pendukung peserta yang bertarung, mereka bersorak dengan ramai karena ingin jagoan nya menang dan lanjut ke babak selanjutnya.
Di bawah Arena Pertarungan, di kursi peserta. Ada 4 orang yang duduk di kursi, mereka adalah Qin Liang, Xiao Na dan Shen Long (Author akan sebut Wu Shen sebagai Shen Long karena saat ini dia memang sedang menyamar) mereka bertiga adalah dari Kelompok 3, dan di samping itu ada juga seorang lelaki yang sangat pendiam dia adalah Yu Zuan.
Tak hanya Yu Zuan saja yang diam namun Kelompok 3 juga menonton pertandingan di atas Arena Pertarungan dalam diam, karena mereka sedang membaca arah pertarungan dari Kelompok 1 dan Kelompok 2, setelah pertarungan ini selesai di antara kedua kelompok itu pasti akan melawan mereka.
"Bagaimana menurutmu, Shen Long?". Tanya Qin Liang tiba tiba, mereka bertiga duduk dalam kursi yang berjejer, di tengah ada Shen Long, samping kiri ada Qin Liang dan di sebelah kanan nya ada Xiao Na.
"Bagaimana menurutmu, apa??". Tanya balik Shen Long, dia tak mengerti maksud perkataan Qin Liang.
"Di antara kedua kelompok itu, menurutmu kelompok mana yang akan memenangkan pertarungan di Babak ini?". Jelas pertanyaan Qin Liang.
"Saat ini mereka masih seimbang, masing masing dari tim memiliki kelebihan dan kekurangan nya sendiri, jadi aku tak tau kelompok mana yang akan kita lawan nanti. Intinya, aku meyakini kelompok yang akan kita lawan nanti adalah kelompok yang sangat kuat, di sisi lain aku juga yakin kita pasti akan menang". Shen Long menjelaskan tentang teorinya.
"Hmm... Begitu ya, jadi kau yakin kita akan menang? Jika aku mengurangi Tenaga Dalam ku nanti, apakah aku bisa mengandalkan mu??". Pertanyaan ini membuat Shen Long memelototi Qin Liang, Xiao Na juga melakukan hal yang sama.
"Apa kau bilang? Aku yakin kau orang yang kuat, tapi bagaimana bisa kau meremehkan orang lain?". Protes Xiao Na.
"Aku tak meremehkan orang lain, aku hanya mencoba untuk mengandalkan orang lain". Jawab Qin Liang.
"Jika kau berkata seperti itu, artinya kau tak mempercayai kelompok 3 ini yang nanti akan bertanding, percayalah diri dan kita hadapi bersama sebagai kelompok bukan individu!". Balas Xiao Na, dia ingin membuat kelompok yang saling percaya satu sama lain.
"Percaya pada diri sendiri yah?? Aku selalu begitu kok, baiklah mari kita saling bekerja sama sebagai kelompok nanti". Jawab Qin Liang lagi, dia sadar dengan apa yang dia bicarakan tadi salah.
"Sekarang, apa kau mengerti??". Sekarang giliran Shen Long bertanya.
"Mengerti apa?". Tanya Qin Liang kembali.
"Aku yakin kau sebelumnya belum pernah bekerja sama dalam satu misi di hari hari biasa mu, kau selalu memperhatikan diri sendiri dan tak pernah percaya pada orang lain, makanya kau anggap kami bukan kelompok tapi hanya kelompok". Jawab Shen Long.
"Apa bedanya? Kelompok dan Hanya Kelompok?? Bukankah itu sama saja?". Pertanyaan kembali di lontarkan untuk Shen Long.
"Maksudku adalah kau menganggap Kelompok hanya sebuah cover dari buku tanpa melihat isinya, artinya jika kau memiliki kelompok kau selalu melakukan misi sendiri tanpa bicara dengan kelompok mu"
"Kau tak percaya pada kelompok mu, kau hanya mengandalkan diri sendiri tanpa memperhatikan kelompok mu yang juga ikut bekerja keras, sadarlah kita bertiga bukan sendiri, kau bisa mengandalkan kami dan sebaliknya!!". Jawab Shen Long.
Saat masih di Dunia Modern dulu, Wu Shen selalu menjalankan misinya sendiri tanpa bantuan orang lain, namun ketika dia dan Alex dalam tim yang sama dia bisa memahami tentang kerja sama satu tim.
"Kau benar, mungkin aku yang terlalu egois. Terima kasih telah mengingatkan, Shen Long. Mari kita bekerja sama dan menunjukkan seluruh kemampuan kita, serta menang di pertandingan selanjutnya!!". Kata Qin Liang, dia merasa bersalah karena telah berkata seperti itu.
"Baiklah, kita tunjukkan kerja sama kita nanti pada kelompok selanjutnya!!". Jawab Xiao Na, dia merasa senang karena Qin Liang sadar akan kesalahannya tadi.
"Nah sekarang, kita tinggal menunggu dan melihat hasilnya. Siapakah di antara Kelompok 1 dan Kelompok 2 yang akan lanjut ke pertandingan selanjutnya? Kelompok yang lanjut akan bertarung melawan kita, seperti kata Xiao Na kita tunjukan seluruh kemampuan kita nanti!!". Tegas Shen Long, dia merasa punya kelompok yang saling mempercayai satu sama lain sekarang.
Di atas Arena Pertarungan.
"Yu Kong, Bola Api mu sungguh menyusahkan". Kata Su Jin yang saat ini sedang memegang pedang airnya di tangan kanannya, nafasnya juga terengah engah.
__ADS_1
"Su Jin, apa kau sudah melemah sekarang??". Kata Yu Kong sambil meremehkan Su Jin, dia juga memegang Pedang Api di tangan kanannya, di tangan kirinya ada 3 buah Bola Api yang melayang dan siap menyerang Su Jin kapanpun itu.
"Apa kau bilang? Aku lemah? Baiklah, akan ku tunjukkan kekuatanku!!". Su Jin yang di remehkan oleh lawan di hadapannya, akhirnya maju menyerang Yu Kong dengan membabi buta, dia tak ingin di remehkan.
Saat ini, di atas Arena Pertarungan waktu sudah berjalan selama 1 jam lebih, namun kedua kelompok belum menyerah satu sama lain.
Di sisi lain dari arah Kin Bersaudara, kakak beradik ini bertarung dengan sangat apik dan menjadi pusat perhatian banyak penonton, di banding dengan pertarungan Hu Rong dan Xu Yui mereka lah peran utama di Pertarungan Pertama pada Babak Kedua kali ini.
"Kakak, kau memang selalu menjadi yang terbaik di mana pun, sehingga aku ingin mengalahkan mu dari segi manapun!!". Kata Kin Shin yang memerhatikan Kin Xin, entah itu di dalam rumah atau di luar.
"Terima kasih atas pujiannya adik, sekarang kemarilah dan kalahkan aku, jika bisa hehe...". Kin Xin selalu menerima semua tantangan yang di ajukan orang lain, saat ini sang kakak seperti sedang bermain dengan adiknya.
"Baiklah, beriaplah Kak Xin!!". Kata Kin Shin sambil berlari dengan tenaga dalamnya yang tinggi.
Kin Bersaudara sendiri adalah Keluarga Bangsawan dari Keluarga Kin, mereka selalu berlatih dengan ayah mereka yang merupakan salah satu Komandan dari Kerajaan Atas, mereka bukan dari Keluarga Kerajaan melainkan hanya Keluarga Bangsawan kelas atas saja.
Ayah Kin Bersaudara ini bernama Kin Song, memiliki sosok ayah yang seorang Komandan Pasukan Kin Shin selalu mengagumi ayahnya, dia juga iri pada kakaknya yang terpilih akan menjadi Pasukan Kerajaan Atas di masa depan.
Karena faktor kemampuan, Kin Shin termasuk anak yang semangat dan ceria, dia selalu berpikiran positif. Dia memiliki sifat ibunya, di sisi lain Kin Xin adalah anak yang tegas dan berwibawa tinggi, dia seperti ayahnya yang keras dan memiliki jabatan tinggi yang membuatnya di kagumi banyak orang.
Keluarga Kin memiliki kekuatan yang sama yaitu Elemen Petir, di masa jayanya Keluarga Kin selalu melakukan riset hingga menemukan banyak Penemuan Baru melalui Elemen Petir tersebut.
Kin Song sang kepala keluarga sekarang, memiliki Elemen Petir peringkat 1 yaitu Petir Hitam. Sementara Kin Shin, dia masih ada di Tahapan Awal Tingkat Emas Bintang 4 dan memiliki Petir Emas. Kin Xin sebagai kakaknya yang terlahir lebih dulu, selalu ada di atas adiknya, dia memiliki tingkat kultivasi di Tahapan Awal Tingkat Emas Bintang 5 dengan Petir Biru Gelapnya.
Meskipun mereka sering berselisih, di manapun tempatnya mereka akan selalu menjadi saudara, di antara mereka sekalipun tak ada kebencian sama sekali.
Kembali ke Cerita.
Saat ini Kin Shin secepat kilat melaju ke arah Kin Xin, dia menggunakan Petir Emasnya yang saat ini mengelilingi tubuhnya, sekarang Kin Shin terlihat seperti Dewa Petir dalam warna Emas utuh.
Kin Xin sendiri selalu mengetahui tentang sang adik, karena mereka selalu berlatih tanding selama berada di rumah, dan Kin Shin selalu mengalami kekalahan telak.
"Kakak!! Jangan meremehkanku! Tunjukan kekuatanmu yang sebenarnya padaku!!". Kin Shin mengetahui bahwa kakak nya selalu menghindar dari serangan nya tanpa membalas serangan itu.
"Baiklah, jika itu maumu. Jangan menyesal nanti, hehe...". Kata Kin Xin dengan bercandanya, itu memang salah satu sifat aslinya.
Saat itu juga Kin Xin dari yang biasa saja, sekarang dia di kelilingi oleh Petir Biru Gelap nya, karena itu adalah Petir dalam peringkat Kedua, jadi ketika Petir melawan Petir yang terjadi adalah perubahan alam.
Awan hitam mulai menghiasi area di dalam Arena Pertarungan, dari awan hitam tersebut percikan percikan Petir Emas dan Petir Biru Gelap keluar.
Sambaran demi sambaran di keluarkan dari Awan Hitam itu, akibatnya para juri yang bertugas sampai membuat pelindung untuk para penonton yang hadir, biar para petarung yang ada di atas Arena saja yang menerima dampaknya.
Di arah lain, keempat peserta yang bertanding menghentikan bertarungnya satu sama lain, Yu Kong dan Xu Yui saling bertatapan satu sama lain, mereka memiliki 1 pernyataan di dalam benaknya.
'Ini waktunya!!'. Batin mereka berdua, Hu Rong dan Su Jin masih melihat ke arah awan hitam itu dan memandang ke pertarungan antara Kin Bersaudara, mereka sekarang mengerti kenapa Kin Shin yang harus menghadapi Kin Xin.
Saat ini kekuatan Kin Xin berhasil di kendalikan hingga rata rata sama dengan kekuatan Kin Shin, Kin Xin melirik ke arah kedua kelompoknya dengan isyarat nya dan di balas dengan anggukkan kedua nya.
"Elemen Api: Nafas Naga Api!!". Saat Hu Rong masih menatap ke awan hitam itu, tiba tiba Xu Yui menyerang nya.
Terlihat Xu Yui menyemburkan nafasnya yang sudah dalam bentuk Api, dia menggiring Hu Rong ke arah pertarungan antara Kin Bersaudara.
__ADS_1
"Elemen Api: Kibasan Tornado Api!!". Hal yang sama di lakukan oleh Yu Kong, saat Su Jin masih beralih ke awan hitam itu.
Yu Kong mengibaskan kedua tangannya hingga membentuk kobaran api seperti tornado, dia juga menggiring Su Jin ke arah pertarungan antara Kin Bersaudara.
Kin Shin sendiri masih mengendalikan kekuatannya hingga batas maksimalnya, di sisi lain Kin Xin dengan tiba tiba menaikkan batas maksimalnya yang setara dengan kemampuan Kin Shin sebelumnya.
Saat Nafas Naga Api dan Kibasan Tornado Api berhasil menggiring Hu Rong dan Su Jin ke dalam pertarungan antara Kin Bersaudara, Kin Shin baru menyadari rencana rahasia dari Kelompok 2 itu.
"Sial, kalian berdua. Cepat keluar dari area ini! Sangat berbahaya!!". Kin Shin gugup saat ini, dia berusaha semampunya untuk mengurangi kekuatannya saat ini.
"Sudah terlambat, hehe...". Kin Xin sudah di batas maksimalnya sekarang, walaupun Kin Shin mengurangi kemampuannya namun itu tak mempengaruhi Kin Xin karena mereka berdua mempunyai kemampuan yang berbeda.
"Gawat, Hu Rong kau memiliki Elemen Tanah dan Air. Lindungi kami!!". Teriak gugup Kin Shin.
Seolah bisa mengerti dengan apa yang di katakan Kin Shin, Hu Rong membuat pertahanan dengan kedua Elemennya.
"Elemen Ari: Perisai Pelindung". Hu Rong melapisi Kelompoknya dengan bulatan Air yang di buatnya, meski tak cukup kuat, mungkin itu bisa mengurangi serangan yang akan terjadi nantinya.
"Elemen Tanah: Dinding Tanah dan Perisai Pelindung Tanah!!". Hu Rong membuat dinding tanah yang besar dan kokoh, dia juga membuat bulatan besar yang terbuat dari tanah, itu melindung ke dua kelompoknya beserta dirinya.
"Itu tak akan cukup, bersiaplah...". Dengan pembawaan yang sinis, Kin Xin siap untuk menunjukkan kemampuannya yang sebenarnya, dia tak salah Kin Shin yang menyuruhnya seperti itu.
"Elemen Petir: Naga Halilintar, Kirin!!". Dari Awan Hitam tersebut muncul sesosok naga dengan warna Biru Gelap, sosok naga tersebut sangat menakutkan dan mengintimidasi.
Para penonton menyaksikan Naga yang keluar dari balik awan hitam tersebut dan sangat tercengang, pasalnya Jurus ini adalah milik Komandan Pasukan dari Kerajaan Atas yaitu Komandan Kin Song.
"Dia... Apakah anak dari Komandan Kin Song??". Tanya salah satu penonton.
"Apa kau tak mendengar nya saat nama mereka di umumkan sebagai pemenang Babak Pertama? Mereka adalah Kin Bersaudara, anak dari Komandan Kin Song!!". Jelas salah satu dari penonton, seluruh penonton bersorak gembira karena kejadian selanjutnya mungkin akan menjadi cerita yang menggemparkan di Kerajaan Atas ini kedepannya.
Sosok Naga Biru Gelap tersebut masih mengintip di balik Awan Hitam itu, seakan menunggu perintah dari tuannya Naga tersebut bersiap untuk turun dan menghancurkan siapapun yang di targetkan.
"Turunlah, Kirin!!". Dengan kibasan tangan kanan Kin Xin, Naga tersebut di perintahkan untuk turun.
Terlihat sekelebatan Petir Biru Tua dari arah langit ke target, yaitu Kelompok 1. Kecepatannya sangat luar biasa hingga orang awam hanya melihat kilatan Petir itu sendiri saja, saat Naga tersebut mengenai target yang terjadi selanjutnya adalah ledakan yang dahsyat.
"DUAAAAARRRR........". Sambaran Petir Biru Gelap serta Tenaga Dalam yang tinggi mengakibatkan daya hancur yang besar, karena itu setelah jurus itu menabrakkan diri ke target kerusakannya akan sangat parah.
Asap Putih Kehitaman mulai mengumpul di area atas Arena Pertarungan, saat ini para penonton dan yang lainnya penasaran apakah Kelompok 1 masih hidup dan utuh?.
Setelah beberapa lama kemudian, asap abu abu tersebut menghilang. Para penonton dan lainnya di buat terkejut dengan dampak dari serangan itu, bulatan besar dan lebar terpampang jelas di depan mata semua nya.
Dan ketiga peserta dari Kelompok 1 terkapar tak berdaya dengan luka bakar yang agak parah, namun akibat perlindungan dari Hu Rong serangan mematikan tadi berhasil membuat mereka masih bernafas dan tubuhnya utuh walaupun ketiganya sekarang hanya terbaring tak berdaya di tanah, di sisi lain Kin Xin mengeluarkan banyak tenaganya dan sekarang dia lelah serta nafasnya sudah terengah engah.
"Karena Kelompok 1 tak bisa bergerak sekarang, jadi otomatis Pemenang dari Pertandingan Pertama di Babak Kedua, antara Kelompok 1 vs Kelompok 2 di menangkan oleh Kelompok 2!!". Hasil sudah jelas, bahwa Pertandingan ini di menangkan oleh Kelompok 2, yaitu Kin Xin, Yu Kong dan Xu Yui.
Para penonton masih terkejut dengan dampak dari serangan yang di perlihatkan oleh Kin Xin, penonton juga mengagumi peserta Hu Rong karena pertahanannya masih bisa sedikit menghalang serangan mematikan tersebut, walaupun mereka bertiga sekarat sekarang.
"Baiklah, para petugas medis. Sekarang giliran kalian untuk bekerja dan petugas lainnya bantu perbaiki kerusakan itu!"
"Selamat untuk Kelompok 2 karena sudah menang dan menunjukkan seluruh kemampuan kalian, seluruh penonton yang melihat kalian sangat mengagumi kalian saat ini"
__ADS_1
"Pertandingan selanjutnya akan di mulai 30 menit lagi, jadi kalian bisa beristirahat dan mengisi Tenaga kalian, silakan turun dari Arena Pertarungan untuk istirahat terlebih dahulu".
Hong Fang mengumumkan hasilnya, dia juga memerintahkan petugas yang bertugas untuk menjalani tugasnya, dia juga memuji Kelompok 2 dan pertandingan selanjutnya akan di mulai 30 menit lagi karena kerusakan yang di timbulkan sangat parah, butuh waktu untuk memperbaikinya.