
"Paman Xie apa kabar, masih ingat tidak dengan ku.?"
"Ha..ha..ha..tentu masih ingat, seumur hidup juga kakek tua ini tidak akan pernah lupa akan kebaikan tuan muda Cin Bao."
"Ada apa ini kamu tiba-tiba teringat dengan tua Bangka bau tanah ini.?"
"Paman Xie, anda sebagai bagian dari group Xie, bagaimana pendapat anda dengan group Xie saat ini ?"
Paman Xie menghela nafas panjang dan berkata,
"Kepada anda aku tidak akan berputar-putar lagi, saat ini group Xie hanya ada satu kata kacau."
"Apa maksud paman berkata begini ?"
"Tuan muda aku tahu perselisihan dan permusuhan antara Groups lu dan Groups Xie."
"Aku percaya padamu, aku akan bercerita padamu, begini Groups Xie sejak kehilangan senior Topeng Besi, di susul dengan mundurnya Ceng Lung dar kursi ketua."
"Groups Xie mulai terpecah menjadi dua kubu, kubu pertama adalah kubu adik Ceng Lung Cindy sedangkan kubu kedua adalah kubu para tetua groups Xie."
"Paman sendiri ada di kubu mana ?"
tanya Lu Sun ingin tahu.
"Untungnya aku ada berada di cabang yang independen, jadi meski sedikit lebih simpati dengan nona Cindy."
"Tapi aku tetap mengambil sikap independen, tidak mendukung siapa pun."
"Saat ini yang paling lemah posisi dan tertekan adalah nona Cindy, apalagi sejak mendapatkan kabar Ceng Lung yang berimigrasi ke Canada."
"Tiba-tiba menghilang, hal ini membuat 7 tetua groups Xie semakin merajalela."
"Apa yang sebenarnya menjadi pemicu perpecahan mereka.?"
tanya Lu Sun.
Kakek Xie menghela nafas dan berkata,
"Yang pertama tentu perebutan kekuasaan, kedua yang menjadi pangkal perpecahan adalah Nona Cindy menolak keras untuk menganggu keluarga Lu, tapi ke 7 tetua memaksa."
"Akhirnya mereka bekerja sama dengan keluarga Liu, Sun dan keluarga Chu yang selalu bersikap rahasia dan tertutup."
"Untuk menjebak dan menjatuhkan kekuatan keluarga Lu."
Lu Sun mengangguk-angguk mendengar penjelasan kakek Xie.
Sambil tersenyum Lu Sun bertanya,
__ADS_1
"Kakek tahu kah kamu no telpon alamat tempat tinggal nona Cindy, atau bisakah kamu menghubungkan aku untuk bertemu dengan nya.?"
Kakek Xie berpikir sejenak kemudian berkata,
"Kalau aku mengatur pertemuan kalian, bila di ketahui kelompok tetua itu, aku bisa terseret."
"Bagaimana kalau aku berikan no telpon dan alamatnya saja, biar tuan muda, mencari waktu dan tempat yang tepat untuk menemuinya sendiri."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Baiklah, begitu juga baik, terimakasih banyak paman Xie maaf sudah merepotkan mu."
Terdengar suara tertawa paman Xie di seberang sana dan berkata,
"Tidak perlu sungkan tuan muda, ada pesan apa sampaikan saja yang tua ini pasti akan berusaha sebisa mungkin membantu anda."
"Kalau ada waktu main-main lah kesini, nanti aku akan menyediakan kendaraan dan pemandu wisata untuk anda."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Terimakasih banyak paman Xie sampai jumpa, kapan-kapan aku akan menghubungi anda kembali."
Tidak lama setelah Lu Sun mematikan ponselnya sebuah pesan dari paman Xie masuk ke HP nya.
Menginformasikan no telpon dan alamat dan tempat yang biasanya jadi tempat favorit Cindy, bila sedang ingin rileks dan bersantai.
Lu Sun membaca sekilas kemudian tersenyum.
"Halo bos apa kabar kapan tiba di Nan Jing ?"
terdengar suara gembira Viktor saat menerima panggilan dari Lu Sun.
"Kemarin baru tiba, aku baik-baik saja."
"Vic tunggu aku di cafe Doom di rainbow mall ya?"
"Ok boss.., siap sampai ketemu di sana."
Lu Sun mengambil satu stel pakaian olahraga lengkap dengan sepatu dan handuk.
Kemudian dia masukkan kedalam tas dan disimpan di gelang nya.
Lalu dengan santai dia keluar dari kamar, melihat dan mencium Lu San yang sedang bermain dengan suster penjaganya.
Lu Sun tidak melihat Nenek Lu, Lu Sun memperkirakan neneknya itu kelihatannya keranjingan ilmu simpanan keluarga Lu, saat ini pasti sedang berlatih ditanam rahasia.
Lalu Lu Sun pun pergi ke garasi mengambil kunci mobil Wrangler yang tergantung rapi di sana.
__ADS_1
Semua mobil koleksi Lu Sun telah di tebus kembali oleh Ying Ying dan terawat dengan baik.
Lu Sun menyalakan mobil tersebut kemudian dengan hati-hati dia membawanya keluar dari garasi.
Lu Sun sudah bertekad, dia harus bisa menyetir sendiri, tidak boleh selalu terus merepotkan Ying Ying yang sudah repot.
Tak lama kemudian mobil Lu Sun sudah turun ke jalan raya, dengan menggunakan GPS Lu Sun berangkat menuju Rainbow mall.
Lu Sun sengaja cari parkiran yang luas dan mudah memarkirnya.
Meski agak miring posisi parkirnya tapi Lu Sun cukup puas.
Lu Sun yang bertubuh tinggi besar sangat cocok dengan mobilnya yang tinggi besar dan gagah.
Lu Sun berjalan santai masuk kedalam mall menuju cafe Doom.
Lu Sun yang tinggi besar dengan wajah yang sangat tampan, sangat menarik simpati kaum hawa yang melihatnya.
Lu Sun beberapa kali berpapasan dengan gadis cantik yang menatapnya dengan kagum, Lu Sun sengaja sedikit menurunkan kaca mata hitam nya.
Kemudian dia memberikan senyum dan anggukan kepala simpatik kearah gadis-gadis itu.
Melihat mereka tersenyum dan tersipu malu dengan wajah sedikit merah.
Lu Sun terlihat sangat menikmati suasana narsis yang dia ciptakan itu.
Lu Sun akhirnya memasuki cafe Doom, dari jauh Lu Sun sudah melihat Victor yang datang bersama kekasihnya Cynthia yang Sexy dan cantik.
Lu Sun teringat Chintya ini yang dari dulu selalu sentimen dan bersikap jijik dengan nya., Lu Sun jadi tertarik untuk menggoda dan mengerjainya.
Baik Victor maupun Chintya tidak ada yang mengenali penampilan terbarunya ini.
Lu Sun berjalan menghampiri meja mereka.
Chintya yang kebetulan sedang menatap kearah Lu Sun, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat penampilan Lu Sun.
"Kamu pasti Victor dan kamu Chintya kan, ? kenalkan aku Lu Sun sepupu Cin Bao, aku di utus Cin Bao kesini menemui mu."
Ucapan Lu Sun yang tenang dan simpatik ditambah dengan aura wibawa dan percaya diri yang terpancar dari tubuhnya, membuat Chintya semakin kagum melihatnya.
Victor buru-buru mengulurkan tangannya menyalami Lu Sun, di susul dengan Chintya dengan wajah sedikit tersipu dan grogi saat berhadapan dengan pria setampan Lu Sun.
Lu Sun sengaja menyambut uluran tangannya dengan lembut, kemudian membungkuk memberikan ciuman mesra di punggung tangan Chintya dan berkata,
"Nona Chintya kamu ternyata cantik sekali, berbeda dengan penjelasan yang di sampaikan oleh sepupuku Cin Bao."
"Sambil tersenyum malu-malu, Chintya langsung bertanya dengan penuh penasaran "apa yang di katakan oleh nya ?"
__ADS_1
Lu Sun sambil tersenyum lembut berkata,
"Ahh cuma ucapan sembarangan jangan terlalu ditanggapi."