
Di sini kakak meninggalkan sejumlah asset dana segar untuk perputaran bisnis kita, selama kamu tidak pergi mencari perkara, dan menjalankan bisnis masing-masing dengan baik bersaing secara sehat.
Kakak yakin groups Xie pasti akan tetap bertahan.
Dengan pamor groups Xie selama ini kakak yakin tidak akan ada groups lain yang berani mencoba mencari gara-gara dengan groups kita.
Selama kakak tidak ada kamu jaga dirimu baik-baik.
Hiduplah dengan bahagia, tidak perlu pergi mencari kakak.
Bila suatu hari semua urusan kakak selesai pasti kakak akan kembali menemui mu
Di hari pernikahan mu nanti kakak janji pasti akan datang menghadirinya.
Jaga diri baik-baik kakak menyayangi mu selalu.
Ohh ya hampir lupa, mengenai pria bernama Lu Sun, itu kakak sudah menyelidikinya.
Dia dan Lu Cin Bao adalah orang yang sama, cuma karena berhasil mendapatkan kekuatan nya kembali dia bertransformasi menjadi Lu Sun.
Kita bukan tandingan orang itu, kakak sarankan bekerja sama lah dengan nya dengan baik, atau jauhi dia jangan pernah pergi mencari masalah dengan nya.
Bagaimana pun dulu kita lah yang memulai duluan mengganggunya, jadi wajar dia datang membalas.
Cuma itu saran kakak, ...sampai jumpa.."
Setelah menulis surat itu, Lu Sun menggunakan bingkai foto itu menahan surat yang dia tulis untuk Cindy agar tidak terbang terbawa angin.
Tak lama kemudian Lu Sun terlihat terbang menggunakan Jin Tou Yun meninggalkan apartemen mewah tersebut pulang kerumahnya.
Sejak jalan-jalan terakhir di mall bersama kedua istrinya dan Maya, tak terasa Lu Sun sudah meninggalkan rumah hampir sebulan lebih.
Persiapan pernikahan nya sendiri sedikit terbengkalai karena membantu Cindy membereskan masalah internal perusahaan groups Xie.
Saat kembali kerumah Lu Sun sangat kaget, pagi-pagi di halaman depan rumahnya sudah dipenuhi beberapa mobil mewah berwarna hitam yang berderet rapi, ada apa ini pikir Lu Sun di dalam hati.
Lu Sun memasuki ruang tamu rumahnya, terlihat sangat banyak bule bertubuh tinggi besar berjas hitam memakai kacamata hitam sedang duduk santai bergerombol di sana.
Mereka sedang asyik ngobrol dengan beberapa bodyguard keamanan rumahnya.
Melihat kehadiran si botak George yang sedang tersenyum kepada nya.
Lu Sun pun tahu siapa tamu yang telah datang kerumah nya sehingga terlihat begitu ramai dan diwarnai kegembiraan.
Lu Sun maju berangkulan dengan George dan berkata,
"Apa kabar teman ?"
George mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Baik tuan.."
"Sejak kapan kalian tiba ? Sandra tidak mengabari ku dia mau datang .."
tanya Lu Sun sambil melepaskan pelukannya dan menatap George.
"Kami sudah tiba dari tiga hari yang lalu ? kalau masalah itu aku kurang tahu..tuan.."
ucap George sambil tersenyum sopan.
Lu Sun tersenyum dan menepuk bahu George sambil berkata,
"Kamu santai saja, anggap saja rumah sendiri, aku mau kedalam dulu."
George mengangguk dan berkata,
"Silahkan tuan.."
Begitu masuk keruang tengah, Lu Sun melihat nenek dan Ketiga istri tercintanya sedang asyik ngobrol santai diruang keluarga.
Melihat kedatangan Lu Sun, Giok Lan yang pertama berteriak dan berlari meloncat kedalam pelukannya.
Sun ke ke...! Sun ke ke..!"
Tanpa malu-malu di saksikan yang lainnya, Giok Lan langsung mencium bibir Lu Sun dengan hangat dan mesra.
Lu Sun awalnya sedikit terkejut, tapi kemudian dia membalasnya dengan penuh kasih sayang menikmati ciuman gadis super cantik dan sudah lama dia rindukan ini.
"Sayang kenapa datang tidak mengabari ku lebih dulu, ? biar aku bisa atur waktu menjemput mu."
tanya Lu Sun sambil menatap gemas kearah Giok Lan.
Sambil tertawa Giok Lan berkata,
"Tidak usah aku tahu kamu pasti sedang sibuk, jadi aku tidak ingin menganggu kesibukan mu."
"Anggap saja sebagai suprise.."
Lu Sun tersenyum dan menarik Giok Lan kedalam pelukannya dan mencium kening gadis cantik itu dengan lembut.
Setelah itu dia membimbing Giok Lan kembali ke kursi ruang keluarga di mana nenek Lu, Xue Yen dan Ying Ying sedang menantinya.
Lu Sun menganggukkan kepalanya kearah Nenek Lu dan berkata,
"Nenek anda terlihat semakin segar saja.."
Nenek Lu tertawa dan berkata,
"Nenek masih banyak memerlukan bimbingan dari mu, soal berkultivasi."
__ADS_1
"Sayang nya istri-istri mu tidak ada satupun yang tertarik dengan ilmu kesehatan dan kebugaran badan ini."
ucap Nenek sambil menatap kearah Xue Yen dan Ying Ying yang terlihat tertunduk.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Mereka masih muda nek dan masih segar jadi tidak terlalu tertarik dengan latihan-latihan itu."
"Di jaman ini terlalu banyak hal-hal indah dan menarik untuk di nikmati, ketimbang menghabiskan waktu berkultivasi pagi siang dan malam."
"Beda dengan jaman dulu yang tidak memiliki banyak hiburan, jadi kultivasi dan latihan pergerakan ilmu silat di jadikan sebagai hiburan.."
Mendengar ucapan Lu Sun,
Xue Yen Ying Ying dan Giok Lan tersenyum malu tidak bisa berkata-kata.
Yang di katakan Lu Sun memang benar hari biasa sibuk bekerja, hari libur dipakai shoping dan ke salon kecantikan, pulang-pulang sampai rumah udah malam tidur.
Besok pagi kembali beraktivitas kerja lagi, mana ada waktu untuk kultivasi dan latihan pergerakan bela diri.
Seperti Giok Lan dan Xue Xue yang jelas-jelas masih memiliki ingatan tentang segala ilmu yang mereka memiliki.
Tapi mereka tidak ada keinginan sama sekali dan niat untuk berlatih mengembalikan kekuatan mereka yang hilang.
Ini bukan masalah sumberdaya dan kitab ilmu yang kurang, ini masalah niat dari hati mereka yang kurang.
Lu Sun memegang tangan Giok Lan menatap nya dan berkata,
"Sayang kamu datang kemari bagaimana dengan usaha mu di sana..?"
Giok Lan menepuk tangan suaminya dengan lembut dan berkata,
"Aku sudah membereskannya, sebagian ku serahkan ke paman Clooney mengurusnya."
"Sebagian lagi ku serahkan ke profesional yang ku gaji besar untuk mengurus semuanya."
"Aku tinggal memantau hasilnya saja, jadi tidak terlalu sibuk."
"Dan kedatangan ku kali ini tidak berencana pulang lagi, kecuali kamu tidak menginginkan ku lagi, baru aku akan pulang.."
ucap Giok Lan sambil tersenyum mesra menatap Lu Sun.
Lu Sun terbelalak terkejut dia tidak menyangka Giok Lan akan mengambil keputusan seperti ini.
Lu Sun memegang tangan Giok Lan dengan erat dan berkata,
"Sayang kamu serius ? tidak sedang bercanda dengan ku kan ?"
Giok Lan mengangguk dan berkata sambil membelai wajah Lu Sun.
__ADS_1
"Tentu serius, aku tidak pernah anggap hubungan kita buat main-main."
Lu Sun tertawa gembira dan menarik Giok Lan kedalam pelukannya.