KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERUBAHAN RENCANA


__ADS_3

Tubuh mereka tidak bisa di gerakan bahkan mereka merasa ada kekuatan tak terlihat menekan paru paru mereka sehingga kesulitan untuk bernafas.


Bahkan untuk menggerakkan jari mereka menarik pelarut pun tidak bisa, hanya sepasang bola mata mereka yang dapat di gerakkan.


Mereka hanya melihat teman sanak saudara mereka satu persatu bertumbangan dengan kepala terlepas, tubuh terbelah, mayat bertumpuk tumpuk berserakan di mana-mana.


Padahal mereka tidak melihat Lu Sun menyentuh salah satu dari mereka, seolah-olah anggota tubuh itu terlepas sendiri.


Mereka hanya melihat Lu Sun mengibaskan tangannya kesana kemari, setiap kibasan pasti ada tubuh yang terbelah.


Setelah membunuh para pengepungnya hingga tak bersisa, dengan santai Lu Sun kembali masuk ke kamar 333 melihat hasil penyalinan data.


Setelah itu Lu Sun mengamati wajah 10 pimpinan cabang di Beijing berikut nama mereka.


Lu Sun mencoba mencari data tentang pimpinan mereka di Sin Jiang, tapi dia tidak berhasil menemukannya.


Di sana hanya ada data rumah apartemen lantai dan nomer berapa yang di huni oleh kelompok mereka.


"Kalian suka menghancurkan keluarga orang lain, hari ini akan ku tunjukkan pada kalian bagaimana bila keluarga mu sebentar lagi menyusul mu.."


"Hari ini akan ku tunjukkan pada kalian apa arti mencabut rumput hingga ke akarnya.."


gumam Lu Sun sambil tersenyum sadis.


Semua kemarahan kebencian kesedihan kekecewaan akibat takdir yang membuat nya harus melihat kedua istrinya meninggal di depan matanya.


Membuat akal sehat Lu Sun mulai terganggu, matanya mengeluarkan cahaya kemerahan seperti sedang berdarah.


Tiba-tiba Lu Sun sudah menghilang dari kamar tersebut satu persatu kamar apartemen di lantai 30 yang menjadi tempat tinggal kelompok itu bersama keluarga mereka.


Di habisi Lu Sun tanpa sisa, ada beberapa yang berusaha melarikan diri dan mencoba bersembunyi di kamar tetangga.


Tapi Lu Sun bagaikan setan kelaparan, yang bisa mencium bau kemana mereka bersembunyi, Lu Sun yang dalam wujud Haidar tetap muncul dan menghabiskan mereka semua tanpa sisa.


Beberapa anggota kelompok itu, yang tinggal di lantai lain juga tidak terluput dari incaran Lu Sun.


Lu Sun kini berubah dalam wujud si tinggi kurus kacamata yang bernama Ishak, dengan santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Dia sempat beberapa kali berpapasan dengan petugas keamanan yang sedang menuju ke lantai 30


Ishak berpura-pura ketakutan dan melaporkan ada orang gila yang sedang melakukan pembantaian.

__ADS_1


Setelah itu dia buru-buru meninggalkan tempat itu


Suara keributan di lantai 30 terdengar hingga ke pos penjaga keamanan gedung, bunyi tembakan senjata dan ledakan granat yang dahsyat.


Menimbulkan kekagetan dan kepanikan para penghuni juga para petugas keamanan.


Sebelum meninjau ke lokasi petugas keamanan sudah menghubungi pihak berwajib.


Saat petugas keamanan tiba di lantai 30 melihat pemandangan di hadapan mereka, mereka langsung muntah muntah..


Yang tidak kuat langsung pingsan di tempat, akhirnya para petugas itu memilih meninggalkan lokasi, dan mengisolasi lantai tersebut sambil menunggu kedatangan pihak berwajib.


Saat pihak berwajib tiba di lokasi membereskan kekacauan yang Lu Sun tinggalkan, Lu Sun sendiri sudah sedang menuju lokasi lain dengan menggunakan mobil rental nya.


Mobil sedan putih yang di kendarai Lu Sun akhirnya memasuki kawasan Chang Qiao residen, perumahan di sini terlihat jauh lebih padat ketimbang lokasi pertama tadi.


Setelah melewati beberapa deretan pertokoan, akhirnya Lu Sun memarkir mobil nya di depan sebuah toko kembang gula.


Lu Sun masuk kedalam toko berbelanja beberapa macam kembang gula khas Beijing.


Setelah itu dia baru dengan santai berjalan kaki menuju target kedua, yang bermarkas di lantai 20 apartemen Chang Qiao.


dan pemimpin kelompok itu bernama Salahudin berdiam di kamar 233 yang menjadi markas pusat kegiatan kelompok itu.


Lu Sun dengan santai langsung menuju lantai 20 kamar 233, di sini tidak seperti apartemen Dashilan yang ketat pengamanannya.


Di sini termasuk apartemen kelas menengah kebawah yang agak kumuh dan berantakan.


Di balkon jendela setiap kamar terlihat bergelantungan jemuran pakaian yang menjulur ke luar dari jendela kamar mereka.


Setiba di kamar 233 Lu Sun mengetuk pintu kamar tersebut sesaat kemudian pintu terbuka, terlihat beberapa orang yang bersenjata Ak 47 dengan hormat mempersilahkan dirinya untuk masuk.


Tanpa banyak bicara, hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Lu Sun diantar mereka menuju ruangan dalam, di mana terlihat Salahudin dan keluarganya sedang sarapan.


Dengan ramah dia mempersilahkan Lu Sun untuk duduk dan sarapan bersama, dia berbicara dengan bahasa lokalnya ke Lu Sun.


Tentu saja Lu Sun tidak mengerti, tadinya Lu Sun berpikir ingin memanfaatkan Salahuddin mengumpulkan semua anggotanya.


Agar dia mudah musnahkan mereka semua, tidak mengulangi cara di Dashilan yang terlalu repot.


Tapi begitu Salahuddin berbicara dengan nya dalam bahasa lokal, Lu Sun langsung sadar rencananya tidak dapat di lanjutkan.

__ADS_1


Karena keterbatasannya, untuk berbicara dalam bahasa mereka.


Tanpa menjawab dengan tersenyum dingin Lu Sun melepaskan aura Naga nya menekan seluruh penghuni kamar tersebut sehingga tidak dapat bergerak.


Lalu Lu Sun menghabisi mereka semua dengan cepat.


Beberapa pengawal penjaga kediaman Salahuddin tidak bisa bergerak, mereka hanya bisa melotot dengan marah melihat Lu Sun melakukan pembantaian.


Tapi kemarahan mereka tidak berlangsung lama, karena mereka juga mendapatkan giliran tanpa bisa melakukan perlawanan.


Setelah membunuh semua penghuni di sana, dan mencuri semua data file yang Salahuddin miliki.


Lu Sun keluar dari kamar 233 menuju kamar 234 mengetuk pintunya.


Penghuni kamar buru-buru membuka pintu memberi salam ke Lu Sun, yang kini berwujud Salahuddin dengan penuh hormat dan mempersilahkan Lu Sun untuk masuk.


Tapi Lu Sun menolak dan berkata,


"Hasan kumpulkan semua anggota kita, termasuk seluruh keluarganya, aku tunggu di lantai terbuka paling atas dari gedung ini.."


"Ada yang ingin ku sampaikan langsung kesemuanya.."


Mendengar Salahuddin yang berbicara dalam bahasa Han, Hasan menatap Lu Sun dengan sedikit curiga.


Dengan cerdik Lu Sun berkata,


"Masuk ke kandang macan pakai kulit macan, masuk ke kandang domba pakai kulit domba."


"Bila tidak berlatih pergerakan kita akan jadi sulit.."


Hasan kembali mengangguk dengan hormat dan berbicara dalam bahasa Han yang kaku.


"Siap ketua.."


Lu Sun tertawa sambil menepuk pundak Hasan, "Kamu masih harus banyak berlatih nak.."


"Hasan mengangguk patuh, dia mulai menghubungi satu persatu anggota mereka agar semuanya naik ke Roof top.


Salahuddin palsu sendiri berjalan santai menuju lift, lalu dia menuju ke lantai paling atas menggunakan lift.


Dia duduk bersila dengan santai di bagian atap gedung sambil menunggu kedatangan seluruh anggota kelompok itu.

__ADS_1


__ADS_2