KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
41. Seseorang Menghadang 1: Pria Rambut Kuning


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Atas, Kota Zong, dekat Wilayah Hutan Kematian, Di Kediaman Li Guan, Ruang Pelatihan, Di Atas Ring Pertarungan.


Xuan Hu berlatih seperti biasa bersama Chu Ning, sedangkan Yu Zuan sedang latihan menggambar untuk pondasi Jurus Pasukan Sendiri nya bersama Guru Li, Shen Long sendiri saat ini sedang memperhatikan Yu Zuan dan latihan yang di ajarkan Guru Li pada Yu Zuan.


Di sini yang tidak latihan hanya Shen Long, karena ia memang belum di beri latihan khusus dari Guru Li, jadi ini kesempatan terbaiknya untuk melihat metode latihan dari Jurus Pasukan Buatan menurutnya.


(Karena di zaman ini pengguna belum tau nama asli Jurus Pasukan Sendiri, jadi di dunia nyata Author akan memakai kata Jurus Pasukan Sendiri, namun jika ada hubungannya dengan Shen Long atau Wu Shen dan ke 7 Hewan Mitologi Kuno nya, Author akan memakai Jurus Pasukan Buatan).


Yu Zuan terus melatih menggambarnya hingga mendekati sempurna, ia tak ingin terus terusan tak bisa melakukan banyak hal, ia ingin bisa melakukan banyak hal seperti yang kakak nya bisa lakukan.


Gambar demi gambar ia lukis dengan baik menurutnya, namun Guru Li terus saja mengatakan bahwa lukisan tersebut sangat buruk.


Shen Long yang melihat adegan Yu Zuan cemberut karena tak bisa menggambar dengan baik terus menahan tawa di buatnya, ia tak ingin menertawakan adik juniornya dengan keras karena memang menggambar itu sulit.


"Guru, ini sudah ke 24 kali nya aku gagal menggambar dengan baik, sampai kapan lagi aku harus menggambar seperti ini?". Protes Yu Zuan pada Guru Li.


"Baru saja 24 kali, dulu kedua kakak seniormu itu menggambar hampir 500 kali demi menyempurnakan Teknik Menggambarnya dengan baik, jangan mengeluh! Gambar lah sebanyak banyaknya hingga mendekati sempurna!! Kalau bisa, sudah di bilang sempurna!!!". Jawab Guru Li membandingkan Yu Zuan dan kedua Kakak Seniornya.


"Baik, Guru...". Jawab Yu Zuan dengan agak malas, tangannya sudah gemetaran karena memegang alat tulis untuk melukis, dan ia harus terus melukis hingga hasil yang mendekati atau sudah di bilang sempurna.


Guru Li hanya menggelengkan kepalanya, dulu saat ia mengajar Xuan Hu dan Chu Ning juga seperti ini, mereka banyak memprotes hal yang tidak perlu.


Ini membuat Guru Li mengingat kenangannya saat masih muda, ia bersama dengan Guru nya yang dulu mengajarinya Jurus Pasukan Sendiri, ia juga banyak mengeluh mengenai hal seperti ini.


Hari menjelang sore, latihan akhirnya di sudahi dengan istri dari Guru Li yang memanggil murid dari suaminya itu untuk beristirahat, Guru Li juga mengakhiri Latihan nya hari ini.


~


Di malam harinya, Chu Ning beserta murid lainnya meminta izin untuk keluar, ia ingin mengajak Xuan Hu, Shen Long dan Yu Zuan untuk makan malam bersama di Restoran mewah, ia sudah berjanji kemarin.


"Kakak Pertama, kita akan makan di Restoran mana?". Sambil jalan, Shen Long bertanya arah tujuan nya.


"Kita akan makan di Restoran Mewah yang ada di Kota Zong, nama nya adalah 'Restoran Banyak Rasa'. Di sana banyak sekali menu makanan yang berbeda dan rasanya juga beda, itulah mengapa di namakan Restoran Banyak Rasa". Jawab Chu Ning dengan semangat.


Mereka berempat sepakat untuk tidak makan malam karena mereka ingin makan banyak di Restoran nanti, Chu Ning dan Xuan Hu sudah siap dengan uang mereka yang nantinya akan keluar banyak pastinya.


Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di depan 'Restoran Banyak Rasa'. Hal pertama yang di lihat oleh Shen Long dan Yu Zuan adalah bangunan dari Restoran tersebut.


Bangunan yang berjajar rapi ke atas itu memiliki tingkatan hingga 3 lantai, meski hanya 3 lantai namun bangunan tersebut sangat besar dan lebar di luar nya.


Cahaya lampu lampion yang berwarna merah menghiasi setiap sudut sisi bangunannya, banyak sekali orang yang berdatangan ke Restoran ini meskipun terbilang mewah.


"Ayo kita masuk". Kata Chu Ning dengan melangkah masuk ke dalam Restoran dan di ikuti dengan ketiga murid lainnya.


Ketika masuk ke dalam, pemandangan akan Restoran yang ramai terlihat di depan, Shen Long dan Yu Zuan juga mencium bau sedap makanan yang di sajikan untuk para pengunjung.

__ADS_1


Antrian panjang terlihat di lantai 1, "Ayo kita ke lantai 2, di sini sangat ramai". Kata Chu Ning yang melangkah ke lantai 2, serta di ikuti oleh murid lainnya.


Di lantai 2 hanya memiliki sekitar 20 meja makan dan juga sudah ramai akan pengunjung, namun jika di bandingkan dengan lantai pertama tadi, masih ramai di lantai pertama.


Karena Chu Ning tak suka dengan keramaian, jadi ia melanjutkan ke lantai 3.


"Chu Ning, apa kau yakin ingin ke lantai 3? Biayanya agak mahal...". Bisik pelan Xuan Hu.


"Tenang saja, aku membawa uang yang lumayan banyak untuk jaga jaga". Jawab Chu Ning dengan tenang.


Xuan Hu hanya berdiam diri saja dan mengikuti Chu Ning, ia juga sebenarnya membawa banyak uang untuk berjaga jaga.


Keempatnya akhirnya naik menuju lantai ketiga, ada 7 meja saja yang tersedia di lantai 3 dan 6 meja sudah penuh terisi, untungnya ada 1 meja yang masih kosong.


Chu Ning dan lainnya akhirnya duduk di meja tersebut dan memanggil pelayan untuk memesan makanan, Chu Ning dan Xuan Hu berharap makanan di lantai ke 3 harganya tak jauh berbeda dengan yang ada di lantai 2.


Chu Ning dan Xuan Hu sudah sering datang dan makan di Restoran Banyak Rasa ini, namun mereka hanya bisa makan di lantai 1 dan 2 karena di lantai 3 di katakan sangat mahal harganya, namun hari ini mereka sungguh membawa uang banyak karena itu uang hasil tabungan mereka.


"Tuan dan Nona, selamat datang di Restoran Banyak Rasa di lantai ke 3. Silahkan untuk memesan menu makanan nya, saya akan mencatat pesanan kalian". Seorang gadis muda memberi catatan menu pada hari ini, ia adalah pelayan di lantai ketiga.


Chu Ning melihat harga yang terpampang di samping menu, ia sangat menyesal naik ke lantai 3 karena menunya berbeda serta harganya juga agak mahal.


"Kalian pesan dahulu, aku belakangan". Kata Chu Ning pada Yu Zuan dan Shen Long.


Shen Long melirik sedikit ke Yu Zuan begitu juga sebaliknya, "Baiklah, aku akan memesan menu Daging Serigala Bulu Perak dengan sayuran nya yang masih segar, minumnya air biasa saja". Kata Shen Long memesan makanannya.


Chu Ning dan Xuan Hu melihat menu yang di pesan Yu Zuan dan Shen Long, mereka merasa terkejut dengan yang di pesan oleh kedua juniornya, karena kedua pesanan mereka termasuk yang termurah di menu makanan hari ini.


Chu Ning dan Xuan Hu hanya memesan bubur dengan suiran daging ayam biasa dan minumannya juga biasa saja, mereka ingin menghemat uang mereka. Dan untungnya kedua Juniornya memesan makanan yang murah.


Si Gadis Pelayan tersebut sudah mencatat apa yang di pesan oleh keempat tamu pelanggannya, "Baiklah, tunggu sebentar ya". Kata Gadis Pelayan tersebut dengan mengambil kembali catatan menu hari ini dan berjalan ke dalam, untuk menyerahkan catatannya pada koki yang memasak.


Sambil menunggu hidangan datang, Chu Ning dan lainnya bercakap dengan canda dan tawa, baru kemarin mereka bersama namun kebahagiaan sebagai keluarga terlihat saat ini.


Sudah sekitar 20 menit, akhirnya pesanan mereka datang. Mereka berempat menyudahi percakapannya dan bersiap untuk makan, mereka makan dengan keadaan yang senyap dan tanpa suara, yang ada hanya suara kunyahan mulut mereka saat makan, itu adalah keadaan yang sopan saat seseorang sedang makan maka seharusnya mereka makan dalam diam tanpa suara.


Mereka makan tanpa memperhatikan siapapun di sekitar, fokus mereka hanya pada makanan yang ada di depan mereka.


Orang orang yang menempati meja pertama hingga ke 6 diam diam memperhatikan meja ke 7 yang di isi oleh Chu Ning dan lainnya.


"Senior, mereka dari Perguruan Berbintang...". Kata salah satu dari mereka.


"Aku tau, ayo kita pergi". Jawab Pria yang memiliki tindik di hidung dan telinganya, ia yang paling Senior di antara lainnya.


Bawahan Senior tersebut berjumlah sekitar 24 yang mengisi ke 6 meja yang ada di lantai 3, bersama Senior itu berarti ada 25 orang.

__ADS_1


Wajahnya yang garang dan memiliki rambut berwarna kuning cerah menambah kesan yang menakutkan untuk di pandang bagian wajahnya, ia saat ini berdiri dan berjalan ke bawah untuk pergi serta di ikuti dengan para bawahannya.


Chu Ning dan lainnya tak memperhatikan gerak gerik orang yang di curigai ini, karena mereka datang ke Restoran Banyak Rasa ini memang untuk makan saja bukan untuk mencari masalah.


Beberapa detik kemudian, ke 6 meja di lantai 3 kosong dan hanya di isi 1 meja saja yaitu gerombolan dari Perguruan Berbintang, gerombolannya Chu Ning dan lainnya.


"Kakak Pertama, kenapa mereka pergi secara bersamaan?". Tanya Yu Zuan yang melihat gerombolan dari meja 1 hingga 6 beranjak pergi.


"Mungkin mereka sedang sibuk dengan urusannya, sudah kau makan saja jangan urusi urusan orang lain". Jawab Chu Ning sambil memegang sendok yang sudah di isi oleh makanannya.


Yu Zuan hanya diam tanpa kata apapun dan melanjutkan makannya, sedangkan di sampingnya, Shen Long melihat adanya rasa haus darah terpancar dari gerombolan sebelumnya.


'Ketua Kong, apa kau juga merasakannya?? Rasa haus darah...'. Batin Shen Long, ia ingin memastikan sesuatu.


'Yah, aku juga merasakannya. Pria dengan rambut kuning barusan memiliki aura yang sangat tebal akan haus darah saat ia menatap ke arah kalian, kurasa kau harus hati hati saat pulang nanti'. Tanggapan dari Ketua Kong membuat kecurigaan Shen Long terjawab.


'Terima kasih Ketua Kong, aku akan berhati hati'. Jawab Shen Long sambil menghabiskan makanannya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya gerombolan Chu Ning selesai dengan makannya dan bersiap untuk kembali ke Perguruan Berbintang.


Chu Ning dan Xuan Hu hanya menghabiskan sekitar 530 Koin Emas saja karena memang makanan mereka adalah yang termurah hari ini di lantai 3, setelah membayar mereka pun pulang.


Jalanan sudah hampir sepi atas pengunjung dan pedagang, karena hari sudah mendekati jam 10 malam di Kota Zong.


Mereka berempat menyusuri jalan besar, jalan kecil dam gang gang.


Karena Perguruan Berbintang sendiri terletak di dekat Hutan Kematian, jadi jalan yang mereka lalui agak kecil dan panjang.


Saat mereka melintasi jalanan kecil itu, ada segerombolan orang yang menghadang mereka saat mereka ingin lewat, sekitar 25 orang terlihat saat ini.


"Berhenti di situ!!". Kata pria dengan rambut kuning yang berada di depan menghentikan langkah keempat murid Perguruan Berbintang itu.


"Haah... Sudah kuduga, ini pasti akan terjadi". Keluh Shen Long dengan menghembuskan nafas kesalnya, ia sudah kenyang hari ini dan ingin tidur, namun kejadian ini terjadi.


"Siapa kalian?". Chu Ning membuka suara dengan sangat merdu.


"Kalian tak perlu tau siapa kami..". Jawab Pria rambut kuning itu.


"Apa tujuan kalian menghentikan kami??". Suara dengan nada serius di tunjukkan oleh Xuan Hu, ia seperti Shen Long ingin langsung tidur di kamarnya karena sudah ngantuk.


"Tak ada tujuan, kami hanya ingin memberi kalian pelajaran saja. Hehehehe.....". Dengan suara yang ringan, pria rambut kuning tersebut menjawab.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menghabisi kalian dalam sekali serang...". Kata Xuan Hu lagi dengan suara nada yang serius dan berat.


"Menghabisi kami dalam sekali serang?? Haha.... Apa kau bercanda?". Jawaban nada serius juga di berikan dari pria rambut kuning itu.

__ADS_1


"Majulah...". Lanjut nya lagi.


__ADS_2