
Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Tengah, Istana Kerajaan, Di dalam Kediaman Wu Liang.
Wu Lan yang terluka akibat serangan dari Kakak nya itu akhirnya di bawa ke kamarnya untuk di obati, sedangkan Wu Feng telah meminta maaf pada adik nya itu dan tak akan mengulangi kejadian ini lagi.
Wu Liang juga menyuruh Wu Feng untuk pergi mencari beberapa bahan obat yang kurang untuk mengobati Wu Lan, Wu Feng pun tak ingin berlama lama karena tak ingin melihat adiknya kesakitan lagi, ia pun pergi membeli bahan bahan obat yang kurang itu.
Sementara itu, di dalam kamar Wu Lan.
"Bu, aku baik baik saja..."
"Katakan pada Ayah, agar tak memarahi Kakak lagi...". Kata Wu Lan yang sedang berbaring lemas di tempat tidurnya.
"Ayahmu tak memarahi Kakak mu lagi nak, dia hanya menyuruh Kakak mu untuk membeli beberapa bahan obat yang kurang untuk pengobatan luka mu itu, kau tak usah khawatirkan itu, Ayahmu tau batasannya". Balas Wu Yue sang Ibu dengan senyum khas seorang Ibu.
"Begitu ya, aku mengerti bu...". Ucap Wu Lan.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Wu Liang sang Ayah memasuki kamar Putri kesayangannya dengan cemas.
"Anakku, apa kau baik baik saja??". Kata pertama saat Wu Liang memasuki kamar anaknya adalah ia langsung menanyakan keadaan putri kesayangannya itu.
"Ayah, Lan Lan sudah bilang sebelumnya. Lan Lan baik baik saja, tidak usah terlalu berlebihan mengkhawatirkan Lan Lan...". Ucap Wu Lan dengan manja.
"Hahahaha..... Ayahmu memang selalu begitu, sebetulnya Ibu juga khawatir sekali tadi.."
"Ketika kami kehilangan Wu Shen, adikmu... Kami sudah sepakat akan selalu dekat dengan kalian berdua, jadi kau juga harus mengerti mengapa Ayah dan Ibu selalu khawatir ketika mendengar kalian berdua terluka bahkan sedikit saja". Sang Ibu berkata dengan perasaannya, Wu Yue dan Wu Liang memang sebelumnya sudah berjanji untuk hal itu saat setelah Wu Shen menghilang atau sekarang sudah di katakan meninggal.
"Begitu ya Bu, Lan Lan mengerti sekarang kenapa Ayah cemas sekali tadi...". Kata Wu Lan sambil melihat Ayah nya yang menghampirinya.
Wu Liang segera memeluk Wu Lan dengan air mata cemasnya yang telah mengalir daritadi, "Syukurlah, kau baik baik saja... Lan Lan putriku..". Kata Wu Liang dengan perannya yang sebagai seorang Ayah.
"Putri siapa dulu?? Hehe.... Ayah yang kuat pasti anaknya juga kuat, hehehe....". Canda Wu Lan dengan manja.
Sang Ibu dengan lembut mengelus rambut panjang yang halus dari Wu Lan, ia juga tersenyum melihat kelakuan suami dan anak perempuan nya.
~
Di sudut Kota dari Istana Kerajaan Tengah.
Terlihat 2 sosok pria remaja yang sedang memerhatikan Istana Kerajaan, mereka berdua adalah Shen Long dan Yu Zuan.
"Kakak, apakah kita akan terus berada di sini?". Tanya Yu Zuan yang terus melihat Kakak Ketiganya memerhatikan Gerbang masuk Istana Kerajaan Tengah.
"Yah, kita akan mengamatinya di sini. Kita tunggu hingga salah satu dari Kakak ku muncul, lalu kau ajak dia ke tempat sepi dan kita hajar dia....". Balas Shen Long sambil tersenyum seram yang membuat bulu kuduk Yu Zuan berdiri.
"Gulgp..". Terdengar suara air liur yang di telan oleh Yu Zuan, dia merasa saat ini Kakak Ketiganya agak menyeramkan.
Beberapa saat yang lalu, mereka telah masuk ke Gerbang Kota dari Kerajaan Tengah namun saat mereka akan memasuki Gerbang Istana Kerajaan Tengah, mereka di halangi oleh penjaga yang berjaga.
__ADS_1
Karena tidak ada surat undangan dan tak ada yang mengundang mereka, akhirnya mereka pun tak di izinkan masuk oleh penjaga itu.
Yu Zuan saat itu ingin menghajar penjaga gerbang itu, namun di halangi oleh Shen Long, karena ia tak ingin menimbulkan kekacauan di Wilayah Istana Kerajaan Tengah.
Maka dari itu, mereka terus mengamati Istana Kerajaan Tengah dari sudut Kota dekat Istana Kerajaan.
Saat mereka sedang mendiskusikan perihal tentang rencana, dari dalam Istana Kerajaan keluarlah seorang pria yang Shen Long kenal.
"Itu dia! Kakak Pertamaku.... Wu Feng!!". Kata Shen Long sambil menunjuk Wu Feng yang terpaut agak jauh dari jaraknya saat ini.
"Kita lakukan rencananya!!". Lanjut Shen Long sambil memberi perintah pada Yu Zuan.
Ketika Wu Feng telah keluar dari Gerbang Istana Kerajaan Tengah, tentunya ia tak sendirian.
Dia di temani oleh 2 penjaga pribadinya atas perintah Ayahnya, agar kejadian seperti Wu Shen dulu tak terulang kembali.
2 Penjaga itu juga berkemampuan, kedua nya ada di Tingkat Kristal Bintang 2, itu selangkah dari Tingkat Kultivasi Wu Feng.
Pada saat itulah, Yu Zuan datang menghampiri ketiganya dengan perintah dari Shen Long.
Shen Long memerintahkan agar Yu Zuan langsung membawa Wu Feng ke tempat yang di janjikan dengan Kakak Ketiganya itu untuk bertemu.
"Hei, ada apa denganmu anak muda? Apa kau tersesat??". Ucap salah satu penjaga yang melihat seseorang menghalangi jalan Tuan nya lewat.
"Aku ingin berbicara dengan dia, apakah boleh?". Tanya anak muda tersebut dengan menunjuk Wu Feng.
"Apa kau bilang?? Hahaha.... Anak muda, kau tidak kenal dengan orang yang kau tunjuk??". Tanya penjaga satu nya dengan tawa nya.
"Aku tau, dia adalah sepupu dekat dari Raja Kerajaan Tengah". Jawab Yu Zuan singkat sambil menatap penjaga itu dengan serius.
"Kalau begitu, kenapa kau menyinggungnya?". Tanya penjaga itu lagi.
"Aku hanya ingin bicara dengannya...". Jawab singkat Yu Zuan lagi.
"Sudahlah, kalian berdua tunggu dulu sebentar di sini". Ucap Wu Feng yang kesal dengan perdebatan itu, dia di suruh untuk membeli bahan obat obatan yang kurang untuk mengobati luka adiknya, namun dengan perdebatan panjang itu ia menjadi kesal.
"Baiklah, aku akan ikut denganmu...". Lanjutnya dengan berjalan menuju arah Yu Zuan.
Kedua penjaga itu dengan sigap menuruti perkataan Tuan Muda mereka, Wu Feng mengikuti Yu Zuan tanpa mencurigai apapun, karena ia sadar bahwa seluruh warga ataupun penjual di sekitar Wilayah Kerajaan Tengah mengenalnya dengan baik.
Awalnya Wu Feng memang tak curiga tentang apapun, namun lama kelamaan jalan yang di tuntun oleh pemuda di depannya menjadi semakin sepi.
"Pemuda, mau di bawa kemana diriku ini?". Tanya Wu Feng dengan sopan.
"Bisa sopan juga kau yah, ikuti saja diriku!!". Balas Yu Zuan dengan kesal, sifatnya berubah seperti itu sejak saat Shen Long menceritakan kejadian tentang percobaan pembunuhan dirinya yang di lakukan oleh kedua kakak nya.
"Haah?? Bicara apa kau barusan?". Nada serius di lontarkan dari mulut Wu Feng, ia memang memiliki sifat yang lembut dan dermawan saat ketika ia sadar bahwa yang ia lakukan dulu pada adiknya adalah hal yang salah, namun saat ini dia juga bersifat tegas karena pemuda di hadapannya itu berbicara tak sopan padanya.
__ADS_1
Yu Zuan yang mendengar keluhan Wu Feng menghentikan jalannya karena Wu Feng juga berhenti jalan ketika dia mengatakan hal itu, "Aku bicara, bisa sopan juga kau??". Yu Zuan mengatakan hal yang sama lagi.
"Kau tau? Aku juga termasuk Keluarga Kerajaan, jadi kesopanan adalah hal utama yang harus di pelajari oleh diriku, namun kenapa kau berbicara seperti itu??". Tanya Wu Feng yang menurutnya pemuda di hadapannya lah yang tak sopan berbicara padanya.
"Minta maaflah padaku! Kaulah yang sudah berbicara tak sopan padaku". Lanjut Wu Feng.
"Minta maaf? Tak sopan?? Hah??? Apa kau bercanda? Aku membawamu ke sini bukan untuk meminta maaf dan berbicara tentang sopan santun, seharusnya kaulah yang meminta maaf pada nya nanti...". Jawab Yu Zuan dengan sedikit senyum remeh nya.
"Pada nya? Siapa?? Sebetulnya apa yang ingin kau bicarakan padaku??". Tanya Wu Feng dengan rasa curiga nya saat ini.
"Ikutlah saja!". Balas Yu Zuan singkat sambil membalikkan badannya dan lanjut jalan.
Wu Feng tak menjawabnya dan tak mau berjalan.
"Apa kau tak ingin jalan? Aku bisa menghabisi mu di sini dengan satu jentikan saja loh!!". Kata Yu Zuan sambil menunjukkan kekuatan aslinya yang sudah di Tingkat Kristal Bintang 5.
"Apa? Kau?? Bagaimana bisa anak muda sepertimu sudah di Tingkat Kristal Bintang 5???". Wu Feng bertanya dengan nada yang agak bergetar, ia saat ini merasa takut dengan kekuatan yang di tunjukkan Yu Zuan padanya, seperti dirinya punya kesalahan pada seseorang yang menyangkut pemuda di hadapannya.
"Sudah, tak usah banyak bicara! Ikuti saja aku!!". Balas Yu Zuan dengan tegas dan mengembalikan Tenaga Dalam nya lagi, lalu melanjutkan jalannya.
Wu Feng yang sudah terlanjur di bawa oleh Yu Zuan akhirnya menuruti perkataan pemuda di hadapannya itu, ia mengikuti Yu Zuan dengan perasaan yang tak enak.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang sepi namun masih dalam kawasan Istana Kerajaan Tengah.
"Kakak, aku sudah sudah membawanya". Kata Yu Zuan pada Shen Long.
Di sini Wu Feng melihat seorang anak remaja yang mungkin menurutnya lebih muda darinya dan pemuda yang membawanya, dari arah belakang pemuda tersebut memiliki rambut berwarna merah, ia membelakangi Wu Feng.
Ketika pemuda rambut merah itu bergerak menghadap Wu Feng, ia mulai berkata dengan mulut nya.
"Akhirnya, aku bisa membalas dendam juga...". Senyum seram terlihat di wajah Shen Long saat ini.
"Hah??". Di sisi lain Wu Feng heran dengan perkataan pemuda rambut merah itu.
~
Sampai di sini dulu ya, lanjut di Chapter selanjutnya... :)
~
Terima kasih buat kalian para readers yang telah mendukung novel karya Author ini, buat kalian yang belum dukung.
Dukung karya Author dengan cara Like setelah baca, beri Poin atau Koin agar Author lebih semangat lagi, jangan lupa juga beri Bintang 5 yah, dan Favorit kan agar tahu update tan selanjutnya.
Sebelumnya Author minta maaf karena Update 2 hari sekali, alasan Author update 2 hari sekali adalah karena beberapa hal atau masalah yang harus Author selesaikan di dunia nyata, jadi mohon untuk kalian para Readers bisa mengerti itu.
Jangan lupa juga buat kalian para readers untuk mendukung karya Author ini yang sedang ikut Lomba Update Tim dengan cara VOTE sebanyak Poin yang kalian inginkan, terima kasih yang sudah melakukannya. Hehe.... :)
__ADS_1
Terakhir, Author butuh komentar dan saran kalian jika ada beberapa kata yang kurang atau salah dari setiap Chapter nya.