KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KECEMBURUAN


__ADS_3

Mereka berdua langsung menuju ke kafe di mana Lan Lan sedang bersantai.


Lan Lan ada mengirim pesan ke Nenek Lu, memberitahu posisinya, agar tidak susah mencarinya, bila mereka ingin pulang.


Begitu Nenek lu dan Xue Xue datang pelayan penyambut tamu langsung menyambut mereka berdua dengan hormat dan mengantar mereka menuju ruang eksekutif, di mana Lan Lan sedang bersantai.


Xue Xue dan Nenek saling pandang, kenapa sebelum mereka berkata ingin mencari Lan Lan, pelayan tersebut seperti mengenal dan sedang menanti kedatangan mereka.


Kalau saja mereka tahu, pelayan tersebut memang sudah di sewa oleh Lan Lan khusus untuk menunggu kedatangan mereka.


Tentu mereka tidak bingung, Lan Lan sengaja menyewa seorang pelayan khusus menunggu kedatangan Nenek dan Xue Xue.


Lan Lan juga sudah menggadaikan foto nenek dan Xue Xue ke pelayan itu.


Sehingga begitu nenek datang pelayan tersebut langsung mengenali mereka.


Dan buru-buru mengantarnya menemui Lan Lan..


Dengan menyelesaikan pekerjaan mudah ini, si pelayan bisa langsung mendapatkan gaji 2 harinya dalam hitungan jam.


Lan Lan dapat seenak hati mengacak-acak sistem peraturan karyawan di sini, karena cafe ini adalah cafe franchise dari perusahaan pusat nya di Amerika, di mana Lan Lan di perusahaan pusat tersebut termasuk salah satu pemegang saham cukup dominan.


Lan Lan sengaja memilih kafe ini untuk bersantai, karena dia tahu cafe ini masih termasuk anak perusahaan nya.


Dia cukup menelpon ke direktur di pusatnya, maka pimpinan di sini tidak akan ada yang berani, tidak melayani semua permintaannya dengan baik.


Lagipula Lan Lan tetap bayar sama seperti tamu lain, jadi pihak pemilik franchise tidak ada yang dirugikan sama sekali.


Manajer dan pemilik malah sangat surprise dan gembira, karena ini adalah kali pertama mereka menerima tamu dari pusat tanpa merugikan mereka.


Biasanya bila tamu pusat yang lain datang, mereka sudah habis duit habis waktu, terkadang masih terancam di cabut lisensinya dengan alasan fasilitas mereka tidak sesuai standar.


Kali ini justru berbeda mereka hanya perlu melayani permintaan Giok Lan dengan baik, mereka tidak di audit malah di bayar.


Begitu masuk ke dalam ruangan di mana Giok Lan berada, nenek hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan cucu mantunya yang ketiga ini.


Sedangkan Xue Xue kembali cemberut melihat Giok Lan ternyata begitu santai dan enak-enakan disini.


Sedangkan dia malah harus bercapek-capek menemani nenek tanpa hasil.


Lebih sial lagi bukan hanya tidak dapat hasil, dia malah hampir dilecehkan oleh para bajingan itu.


Giok Lan terlihat duduk dengan santai makan minum tertawa sendiri, kedua kakinya pun dia letakkan diatas meja sambil di goyang-goyang kan.


Kedua telinga nya tertutup headset sehingga dia tidak menyadari kehadiran Nenek lu dan Xue Xue di belakangnya.

__ADS_1


Dia masih asyik tertawa terbahak-bahak seorang diri, sambil menatap ke layar telivisi dimana film Mr bean sedang diputar.


Tangannya tidak berhenti mengambil popcorn Carmel wadah besar yang diletakkan diatas pangkuannya.


Sesekali dia mengambil minuman ringan di meja untuk minum.


Pelayan yang mengantar Nenek lu dan Xue Xue dengan hati-hati mendekati Giok Lan dari samping dan menepuk bahu Giok Lan dengan lembut..


Mendapatkan tepukan tersebut Giok Lan baru sadar dia segera menoleh kebelakang.


Begitu melihat di belakang pelayan yang sedang tersenyum memberi hormat padanya ada nenek dan Xue Xue, dengan terkejut Giok Lan berdiri dari duduknya.


Karena buru-buru popcorn dalam pangkuannya tumpah berserakan, sambil melepas headset nya Giok Lan buru-buru berkata.


"Nenek lak Xue Xue maaf aku tidak tahu kalian sudah tiba di sini.."


"Sudah mau pulang sekarang ? ayo kita pulang.."


"Itu kamu baru saja bikin tempat ini jadi berantakan.."


tegur Xue Xue..


Giok Lan tersenyum canggung menatap kearah pelayan tersebut.


Pelayan tersebut buru-buru berkata,


Giok Lan sambil tertawa berkata,


"Kalau begitu terimakasih ya Mery... sampai jumpa kami tinggal dulu."


Setelah berkata itu, Giok Lan dengan santai menggandeng tangan nenek dan tangan Xue Xue meninggalkan ruangan tersebut.


Ketika melewati kasir Giok Lan memberikan Black Card nya untuk digesek.


Kasir buru-buru menjalankan tugas nya, setelah selesai dia mengembalikan kartu Giok Lan dengan penuh hormat.


Tanpa mengambil struk tagihan Giok Lan langsung menyimpan Black Card-nya kedalam tas.


Kemudian dia kembali menggandeng tangan Nenek dan Xue Xue meninggalkan tempat itu.


Terbawa oleh sikap ceria Giok Lan yang cuek, pelan-pelan rasa kesal di hati Xue Xue karena cemburu tadi, perlahan-lahan mereda.


Mereka bertiga akhirnya kembali ke rumah, saat tiba dirumah mereka bertiga menemukan Lu Sun sedang duduk santai diruang tengah.


Lu Sun sedang minum teh sambil menonton film komedi yang dibintangi Stephen chow.

__ADS_1


Di sana hanya ada Lu Sun seorang diri baik Ying Ying maupun anaknya Lu San tidak ada yang terlihat.


Hal ini memang sengaja di setting oleh Ying Ying untuk mengurangi ke cemburuan Giok Lan dan Xue Xue.


Terutama Xue Xue, Ying Ying yang setelah cukup lama bergaul.


Sudah hapal akan sikap Xue Xue yang gampang minder kurang percaya diri dan memiliki sifat cemburu yang besar.


Melihat kedatangan mereka, Lu Sun segera berdiri dan menghampiri mereka bertiga sambil tersenyum berkata,


"Bagaimana puas mainnya ?"


Nenek mengangguk sambil tersenyum berkata,


"Aku mau kembali ke ruang rahasia kalian teruskan saja.."


Melihat nenek pergi Giok Lan dengan manja langsung maju merangkul lengan Lu Sun dan berkata,


"Sun ke ke gak adil...Sun ke ke ninggalin kami pulang dengan kak Ying Ying."


Lu Sun tersenyum dan menyentuh lembut ujung hidung Giok Lan dan berkata,


"Aku pulang duluan karena di paksa monster kecil itu, kalian kan paham gimana sifat monster itu.."


"Lagipula tanpa aku bukannya kalian bisa lebih bebas shopping shoping tanpa khawatir aku bosan nunggu kelamaan,. "


ucap Lu Sun mencoba memberi alasan.


"Kalian teruskan saja, aku capek mau ke kamar.."


ucap Xue Yen dingin .


Dengan wajah cemberut dia langsung berjalan menuju kamarnya.


Giok Lan meleletkan lidahnya dan berbisik,


"Tuh kan kak Xue Xue jadi ngambek.."


"Sun ke ke sih pulang main langsung pulang aja, Sun ke ke gak tahu kan kak Xue Xue tadi hampir di lecehkan orang di mall."


"Serius Lan Lan kamu sendiri gimana ?"


tanya Lu Sun sambil menatap seluruh badan Giok Lan dengan khawatir.


"Ihh Sun ke ke ini ngawur deh.. maksudku kak Xue Xue bukan aku..aku ma baik-baik saja.

__ADS_1


ucap Giok Lan sambil tersenyum lucu dan menggemaskan.


__ADS_2