
Supir mobil Cherry sangat terkejut, dia segera melakukan rem mendadak, tapi karena jarak mobil sudah sangat dekat.
Meski mobil sudah di rem hingga ban mobilnya berdecit decit, tapi mobil tetap tidak bisa berhenti melaju menabrak kearah Hei Pai Suang Kui.
Hei Pai Suang Kui mendorong Sepasang telapak tangan terbuka mereka kedepan sebuah diagram kuno muncul, menghadang di depan mereka.
Mobil yang terus meluncur maju menabrak diagram tersebut hingga menimbulkan suara benturan yang sangat keras.
Seperti logam membentur logam.
Mobil yang di tumpangi oleh Deborah dan kedua orang tuanya, sampai terangkat ban belakangnya keatas, saking kencangnya benturan yang terjadi.
Kaca depan mobil pecah berantakan,
bagian depan mobil, melesak kedalam sopir Deborah yang berada di depan terjepit dan tewas seketika ditempat.
Deborah dan kedua orang tua nya sangat terkejut dan ketakutan, tapi mereka bertiga mengenakan sabuk pengaman.
Sehingga mereka tetap selamat meski sedikit kaget, tubuh mereka selain tertahan oleh sabuk pengaman, juga di lindungi oleh busa angin sistem pelindung keamanan dari mobil Lexus yang canggih.
Tabrakan beruntun terjadi di sekitar tol tersebut, karena berusaha menghindari mobil Deborah yang ngerem mendadak.
Sebuah truk gandeng yang membawa gelondongan kayu raksasa, kehilangan kendali menabrak pagar pembatas tol.
Terbang ke ruas jalan lain nya, terguling di sana dengan muatan gelondongan kayu yang terlepas dari ikatannya.
Sehingga terbang kemana mana menghantam apapun yang menjadi area lintasan gelondongan kayu raksasa tersebut.
Selain itu tabrakan beruntun pun terjadi, di sekitar mobil Deborah yang ringsek parah.
Suara jeritan ketakutan dan tangisan histeris terdengar di mana-mana, banyak orang yang keluar dari dalam mobilnya dalam kondisi linglung dengan sekujur tubuh terluka dan berdarah darah.
Setelah insiden tabrakan terjadi, juga di susul dengan suara ledakan kendaraan yang terbakar di mana mana.
Bahkan ada beberapa penumpang yang berlarian di jalan dengan tubuh diselimuti api, mereka menjerit-jerit histeris kesakitan.
Belati kesana kemari mencari pertolongan,tapi tidak ada yang berani mendekat dan memberi pertolongan.
Akhirnya tubuh tersebut ambruk keatas aspal dalam posisi gosong dan terus mengeluarkan asap dari tubuhnya yang hangus terbakar.
Bau sangit daging terbakar memenuhi sekitar area tersebut.
__ADS_1
Mobil Deborah yang menungging ban belakangnya keatas, di tahan oleh sesosok manusia bertubuh kekar berambut panjang.
Sosok itu perlahan lahan menurunkan mobil Deborah dengan hati-hati keatas aspal.
Kemudian dia berjalan menuju pintu samping mobil dengan sekali cengkraman dan tarik pintu mobil terlepas dari engselnya dan di buangnya kesamping secara asal.
Hei Pai Suang Kui sedikit terkejut melihat
kemunculan sosok tersebut di hadapan mereka,
Mereka berdua buru buru melepaskan tenaga pukulan hitam putih kearah sosok tersebut.
Dua bola raksasa yang bersinar hitam dan putih, yang di belakangnya diikuti oleh diagram berukiran huruf kuno melesat kearah sosok tersebut dengan kecepatan tinggi.
Sosok itu hanya tersenyum sinis, mengibaskan tangannya kesamping, sehingga muncul sebuah Cahaya setengah lingkaran besar dan tebal yang di lapisi cahaya Merah dan biru bergerak menyambut serangan Hei Pai Suang Kui yang datang.
Benturan dahsyat terjadi di udara, menimbulkan suara ledakan yang mengguncang sekitar area tersebut, hingga aspal di jalan tol tersebut mengalami retakan panjang di mana mana.
Tapi ajaibnya di sekitar mobil Deborah tidak terjadi guncangan sama sekali.
Karena ada sebuah kubah cahaya biru merah yang melindungi area disekitar mobil tersebut.
Kedua orang tua Deborah memandang kearah sosok itu dengan tatapan tidak percaya.
tanya papa Deborah dengan sepasang mata terbelalak.
Sosok itu tersenyum dan berkata,
"Aku bukan Superman, Superman itu palsu dan hanya ada dalam cerita.."
"Sedangkan aku asli, aku calon mantu masa depan mu Lu San.."
ucap Lu San tenang sambil tersenyum.
Lalu dengan sekali tebasan ringan menggunakan Wu Xiang Cien Chi, Lu San membuat busa angin tersebut kempes sehingga dengan mudah, mereka bertiga bisa keluar dari dalam mobil.
Deborah langsung maju merangkul Lu San, dia melingkarkan sepasang tangannya di belakang leher Lu San, kemudian sambil tertawa gembira, dia memberikan ciuman di pipi dan di kening kekasihnya.
Lu San menyambutnya kemudian menurunkan tubuh kekasih nya ke bawah dan berkata,
"Sayang kamu bawa papa dan mama menjauhi tempat ini sejauh mungkin, sebentar lagi mobil ambulance akan tiba kalian pergi saja dengan mobil itu.."
__ADS_1
"Aku akan menghadapi dua mahluk aneh itu, yang telah berani membuat kekacauan besar di sini."
Deborah mengangguk cepat dan melepaskan pelukannya, lalu dia segera membimbing kedua orang tuanya yang masih menatap bengong kearah Lu San.
"Papi..mami...! ayo kita harus segera tinggalkan tempat ini... tempat ini berbahaya.."
ucap Deborah sambil membimbing kedua orang tuanya meninggalkan tempat tersebut.
Saat sudah agak jauh dia menoleh kearah Lu San dan berkata,
"Sayang hati hati, aku akan selalu menunggumu,..I love you...muach...!"
Lalu sambil tertawa Deborah berlari meninggalkan tempat tersebut, bersama kedua orang tua nya.
Sementara itu Hei Pai Suang Kui setelah terpental mundur, akibat ledakan serangan pertama mereka.
Mereka kembali maju memanfaatkan situasi di mana Lu San sedang ngobrol dengan Deborah dan kedua orang tuanya.
Mereka berulang kali melepaskan serangan mereka secara bertubi-tubi kearah Lu San.
Tapi serangan mereka selalu tertahan oleh kubah pelindung Im Yang Sen Kung yang sangat kuat dan tebal.
Setiap pukulan yang mereka lancarkan sekuat apapun akan lenyap begitu saja saat membentur kubah pelindung yang diciptakan oleh Lu San.
Hei Pai Suang Kui akhirnya mengeluarkan senjata pusaka mereka yang berbetuk seperti bulan sabit hitam dan putih dengan pegangan di bagian tengah nya.
Masing-masing dari mereka memegang sepasang pedang cahaya bulan sabit di tangan mereka.
Secara serentak kedua orang itu terbang naik keatas udara, kemudian menebaskan senjata bulan sabit mereka kebawah.
Sambil di ikuti dengan tubuh mereka yang ikut meluncur kebawah dengan sepasang senjata berbentuk bulan sabit di tangan mereka.
Kedatangan serangan mereka di awali dengan 4 buah cahaya berbentuk bulan sabit berwarna hitam dan putih meluncur dahsyat kearah kubah pelindung ciptaan Lu San.
Lu San hanya tersenyum dingin menanggapi serangan kedua orang itu.
Lu San mengagkat kedua tangannya keatas memperkuat kubah pelindung api dan es yang dia ciptakan.
Benturan dahsyat kembali terjadi, kini benturan tersebut berhasil membuat kubah perisai Lu San retak retak.
Area di sekitar tempat pertempuran kini mengalami retakan parah di atas jalan tol tersebut.
__ADS_1
Rekahan semakin lebar hingga terbentuk jurang jurang kecil yang dalam.
Bahkan ada mobil yang mulai jatuh terperosok kedalam rekahan yang semakin lama semakin lebar..