
Beberapa hari kemudian ditempat lain di sebuah pulau kecil berpasir putih yang sekelilingnya adalah lautan tak berujung.
Tidak jauh dari pulau tersebut terlihat sebuah kapal pesiar pribadi berukuran sedang dengan mesin 6 baling-baling.
Sedang terparkir diam tak bergerak terombang ambing air laut.
Sepertinya kapal tersebut di pasangi jangkar yang menahannya tidak terseret oleh gelombang air laut.
Sedangkan di tepi pantai terlihat sebuah perahu karet berukuran kecil, tergeletak di sana, tidak terlihat ada yang menunggui perahu karet yang terlihat canggih dan masih baru itu.
Di sebuah gua alam yang sedikit tertutup oleh akar akar pohon terlihat Cindy sedang sibuk memasak air dan memasak ramuan obat dari akar tumbuhan yang direbus dengan sebuah Periuk tanah liat.
Dengan menggunakan api unggun yang dibuat secara sederhana oleh Cindy.
Bau obat yang sangat kuat memenuhi seluruh ruangan, bahkan sampai ke tepi pantai di dekat gua pun masih tercium.
Di sebuah batu datar buatan alam, terbaring sesosok tubuh yang memunggungi pintu gua dan Cindy.
Sosok tubuh pria itu diam tidak bergerak berbaring miring menghadap tembok dengan nafas satu-satu seperti orang terluka parah.
Di tempat lain ditengah lautan terlihat sebuah kapal pesiar lain yang tidak kalah mewah sedang melaju dengan kecepatan tinggi membelah lautan.
Di anjungan kapal terlihat 6 orang pria sedang menggunakan teropong ditangan mereka masing-masing mengamati kearah pulau kosong yang sedang menjadi tujuan mereka.
Mereka berenam terlihat tersenyum gembira saat melihat ada sebuah kapal pesiar lain yang terparkir tidak jauh dari pulau, selain itu juga ada sebuah perahu karet yang terparkir ditepi pantai.
Setelah melepaskan teropong dari mata mereka, ke 6 orang itu saling pandang kemudian sambil tertawa terbahak-bahak, mereka saling mengadakan Toss tangan.
"Sayang kakak pertama tiba-tiba mengundurkan diri, entah apa yang ada di benaknya si orang tua pikun itu."
ucap Xie Ding San orang ketiga dari tetua keluarga Xie.
"Benar sekali, aku juga bingung, kenapa dia sampai mentransfer semua uangnya yang ada di bank ke rekening kita.?"
ucap Xie Ding Li orang nomer dua membenarkan.
"Alasannya cuma satu dia pikun dan menjadi bodoh..!"
ucap Xie Ding Kang yang berwajah brewokan sambil tertawa keras yang lain pun semua ikut tertawa kecuali Xie Lung dia hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"Ayo kita berangkat sekarang tunggu apalagi ?"
ucap Xie Ding San tidak sabaran.
Xie Lung mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Kita memang akan berangkat kesana, tapi harus di lakukan secara diam-diam dan terencana jangan gegabah."
"Bagaimana pun informasi ini kita tidak tahu itu benar atau salah, sehingga kita harus menyelidikinya lebih dahulu."
"Kekuatan Ceng Lung yang di warisi dari pelindung keluarga Xie, senior Yang bukan Nisa buat mainan."
"lihat si gendut dari keluarga Lu yang sakti itupun lumpuh di buatnya."
"Jadi sebelum kita memastikan keadaan nya, benar-benar sangat lemah."
"Kita tidak boleh bertindak gegabah, dengan satu telunjuknya saja senior Yang bisa mengguncang dunia, jadi kita harus hati-hati terhadap ahli warisnya ini."
ucap Xie Lung panjang lebar menasehati ke 5 saudaranya.
Mereka semua mengangguk patuh tidak banyak membantah.
Mereka ber 6 menggunakan sebuah perahu karet bergerak mendekati pulau.
Sedangkan kapal pesiar mereka ditinggalkan di tengah lautan dalam posisi parkir.
Atas anjuran dari Xie Lung, Xie Ding San mendaratkan perahu karet mereka di sebuah tempat yang sepi dibalik sebuah batu karang.
Sesuai dengan arahan Xie Lung mereka berenam bergerak dengan sangat hati-hati mencari keberadaan Cindy dan Jack.
Mereka berenam mencium aroma obat yang sangat kuat yang berasal dari sebuah gua alam di hadapan mereka.
Di bawah pimpinan Xie Lung mereka berenam berendap-endap menghampiri gua tersebut.
Mereka diam-diam mengamati situasi di dalam gua tersebut, mereka melihat sesosok pria tidur menyamping memunggungi mereka.
Selain pria yang sedang tidur terlihat Cindy sedang sibuk menggodok obat.
duduk menunggu di depan api unggun sambil menambah kayu kering.
Xie Ding Kang ingin bergerak, tapi bahunya ditahan oleh Xie Lung yang memberinya kode agar bersabar.
Xie Ding Kang pun kembali berjongkok dan mengamati keadaan di dalam gua.
Tak lama kemudian, terlihat Cindy mengangkat pegangan Periuk tanah liat menuangkan cairan hitam di dalam Periuk kedalam sebuah mangkok.
Kemudian setelah meniup-niup uap panas dari mangkok tersebut, Cindy membawa mangkoknya duduk di samping pria itu.
Lalu dia membantu pria tersebut untuk duduk bersandar di dinding batu, kemudian dengan hati-hati menyingkirkan rambut yang menutupi wajah pria itu dan berkata.
"Kakak minum dulu obat ini "
__ADS_1
Pria itu mengangguk lemah, menerima suapan Cindy sesendok demi sesendok, baru pada suapan sendok kedua.
Keenam orang itu muncul di depan gua kemudian berjalan masuk dengan santai, salah satu dari mereka Xie Ding Li dengan suara sinis berkata,
"Bagaimana kabarmu ketua muda Jack yang perkasa ?"
"Kenapa kamu bisa menjadi seperti ini ?"
Jack terbatuk-batuk, ingin berkata tapi tidak bisa.
Cindy yang melihat kondisi kakaknya cepat berkata,
"Kakak jangan pedulikan mereka jaga kondisi mu baik-baik."
Cindy berdiri menghadang di depan kakaknya dan berkata,
"Kalian berenam kenapa datang kemari ? apa yang kalian inginkan ?"
Sambil tertawa keras Xie Ding Li berkata,
"Ha..ha..ha..! hei gadis kecil dengarlah baik-baik."
Serahkan kedua kunci mas milik kalian pada kami, juga serahkan semua sumberdaya dan kitab pusaka ilmu silat warisan Senior Yang kepada kami."
"Maka aku akan melepaskan kalian berdua pergi dari gua ini.."
Cindy tertawa sinis dan berkata,
"Dengan kemampuan kalian ingin berbuat macam-macam di sini, simpan saja mimpi mu itu."
"Lihat serangan...!"
Cindy menggerakkan selendang yang di lilitkan di pinggangnya, untuk menyerang Xie Ding Li yang berdiri paling depan dan sedang berbicara dengan nya.
Xie Ding Li bisa menjadi seorang tetua juga bukan orang lemah dia segera menghindar dari serangan Cindy.
Serangan Cindy menghantam dinding batu di belakang Xie Ding Li sehingga menimbulkan suara ledakan.
"Banggg...!"
Dinding batu alam yang keras pun gompal terkena senjata selendang Cindy Yang mengandung tenaga sakti.
Xie Ding Li setelah menghindari serangan tersebut, dia meloncat memberikan dua tendangan keras kearah kepala dan dada Cindy.
Cindy menggeser tubuhnya sedikit ke kanan kemudian membalas menyerang dengan melilitkan selendangnya kearah kaki Xie Ding Li dan menyentaknya.
__ADS_1
Tapi selendang Cindy putus saat di gunakan menyentak kaki Xie Ding Li yang terlilit oleh selendangnya.