
Pagi-pagi Lu Sun dan Victor sudah berada di depan gedung lama milik group Lu.
Lu Sun sudah mengambilnya kembali dari tangan keluarga Xie.
Kini dia dan Victor datang melakukan pengecekan renovasi dan pengisian kembali semua peralatan dan perlengkapan kantor.
Untuk bagian dalam gedung Lu Sun sudah menyerahkan kepada desain interior profesional .
Lu Sun hanya perlu menyampaikan keinginannya kepada ahli design itu, dan ahli design akan menunjukkan beberapa design gambar virtual sebagai contoh untuk Lu Sun pilih.
Untuk kantor Lu Sun mempercayakan kepada Sekretaris Yang untuk mengurusnya.
Semua karyawan lama juga melalui sekretaris Yang satu persatu di panggil kembali bekerja.
Sekretaris Yang dengan cerdik merekrut dan menghubungi beberapa direktur dan wakil direktur masing-masing departemen.
Meminta mereka kembali bekerja, selanjutnya untuk perekrutan bawahan masing-masing departemen.
Sekretaris Yang menyerahkan sepenuhnya kepada wewenang mereka, dia tidak mau terlibat dan ikut campur.
Hanya departemen pemasaran Sekretaris Yang angkat tangan, karena masalah David terlalu berat bukan dirinya yang bisa ikut campur tangan.
Setelah meninjau sebentar, Lu Sun melanjutkan peninjauan ke pabrik obat-obatan miliknya dulu yang sempat terhenti dan di segel oleh pemerintah.
Setelah semua perijinan dan semua kelengkapannya diurus oleh Lu Sun bersama pengacaranya Edison Chen.
Kini pabriknya sudah boleh mulai beroperasi, Jason dan Jasmine bertindak sebagai orang kepercayaan Lu Sun yang ditunjuk langsung oleh Lu Sun untuk mengurus dan mengawasi kinerja pabrik.
Lu Sun cukup puas, setelah berbincang sejenak dengan Jason dan Jasmine.
Lu Sun dan Victor melanjutkan mengunjungi toko barang antik yang diurus oleh kakek Huang Fei Nan.
Hanya toko ini satu-satunya usaha Lu Sun yang selamat dari usaha penghancuran yang di lakukan secara beramai-ramai oleh ke 4 keluarga besar yang bekerjasama.
Kakek Huang Fei Nan tersenyum senang menyambut kedatangan Lu Sun dan Victor.
Kakek ini terakhir bertemu Lu Sun di pesta pernikahan nya, kakek ini dan beberapa teman lama dari kantor Groups Lu, sempat terkejut dan mengira mereka salah masuk ketempat resepsi orang lain.
Tapi saat melihat nenek Lu dan Ying Ying yang hadir sebagai pengantin wanita di atas mimbar, mereka menjadi ragu.
Baru setelah mendapat penjelasan dari Viktor, mereka semua jadi tahu ternyata Cin Bao yang gendut, kini telah berubah menjadi Lu Sun yang bertubuh tinggi besar dan kekar.
Cin Bao yang tadinya terlihat lucu dan tidak berguna, kini terlihat penuh wibawa dan sedikit garang.
"Tuan muda Lu apa kabar ? apa yang bisa orang tua ini lakukan untuk mu..?"
tanya kakek Lu mempersilahkan Lu Sun masuk kedalam ruang kantornya yang cukup mewah.
__ADS_1
Lu Sun mengikutinya dari belakang, kemudian duduk di hadapan Kakek Huang dan berkata,
"Kabar ku cukup baik, terimakasih, pertama-tama supaya kamu tetap sehat dan bisa terus bekerja untuk ku."
"Ambillah salinan kitab 9 matahari ini, bila ada yang tidak kakek mengerti boleh hubungi saya."
ucap Lu Sun sambil meletakkan kitab 9 matahari di depan kakek Huang.
"Setelah Kakek menembus level 9, kakek baru boleh makan buah bodhi darah ini, yang akan membantu kakek menembus level selanjutnya."
ucap Lu Sun menyodorkan sekotak buah Bodhi darah.
Kakek Huang menatap dengan sepasang mata terbelalak lebar, melihat kearah kedua benda dihadapan nya, yang bahkan mimpi pun belum tentu bisa ditemukan nya.
Kakek Huang dengan tangan gemetar mengambil kitab yang ada di hadapannya untuk di lihat lebih teliti.
Begitu membuka halaman pertama melihat isinya, matanya terbelalak tidak berkedip mulutnya juga terbuka lebar.
Untungnya ruangannya sangat bersih dan bebas lalat, sehingga kakek Huang terhindar dari bahaya tersedak lalat.
Lu Sun hanya tersenyum melihat reaksi kakek Huang,
"Kakek dengan tenaga dalam dari kitab ini, tubuh kakek akan selalu terjaga kesehatannya."
"Dan kakek akan terlihat lebih muda bila sudah menembus level 15 keatas."
Kakek Huang menatap Lu Sun dan berkata,
"Tuan...tuan anda tidak sedang bercanda dengan ku kan ?"
Lu Sun tertawa lebar dan berkata,
"Kakek tenang saja, sudah ada contoh barangnya jadi kakek tidak perlu ragu lagi."
"Apa kakek lupa bagaimana bentuk ku dulu ?"
"Ohh ya, nenek juga dengan giat berlatih kitab 9 bulan bagaimana menurut kakek penampilan nenek akhir-akhir ini.?"
Dengan wajah sedikit merah kakek Huang berkata,
"Kamu benar tuan, nyonya besar kini terlihat jauh lebih muda ketimbang dulu."
Victor yang berdiri di belakang Lu Sun, menutup mulutnya menahan tawa.
"Bos giginya bisa tumbuh lagi tidak ?"
celutuk Victor menggoda kakek Huang yang sudah ompong tak bergigi lagi.
__ADS_1
"Secara tehnis aku yakin bisa, asal dia sudah menembus level 9 keatas.."
ucap Lu Sun santai.
Kemudian dia mengeluarkan puluhan macam barang antik dan menjejernya diatas meja.
"Kakek Huang tolong hubungi pihak pelelang di Dubai sana, serahkan saja semua barang ini kepada mereka untuk di lelang."
"Tolong kabarin aku, bila sudah ditentukan tanggal acara pelelangannya."
"Sekalian bookingan satu tempat untukku, aku ingin berangkat ke sana melihat keramaian."
"Tuan tolong jangan terus mengagetkan aku yang sudah tua ini, aku bisa mati jantungan bila begini terus."
ucap kakek Huang sampai berdiri dari kursinya, dia menggunakan sebuah lensa pembesar, untuk meneliti puluhan benda yang ada di hadapannya.
Lu Sun tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya dan berkata,
"Kakek Huang silahkan di teliti pelan-pelan, aku permisi dulu."
Kakek Huang terlalu bersemangat, dia hanya memberi kode dengan tangannya, tanda bahwa dia tidak mengantar.
Lu Sun dan Viktor langsung meninggalkan tempat itu, tanpa memperdulikan kakek itu lagi.
Setelah duduk di dalam mobil , Victor pun bertanya,
"Kemana kita sekarang bos ?"
"ke Bar Rodeo Jizz aku ingin ketemu dengan David ."
ucap Lu Sun sambil menyandarkan tubuhnya disandarkan kursi.
"Siap boss.."
ucap Victor yang segera menyalakan mobilnya dan meluncur kearah Bar yang terletak persis didepan apartemen David.
Tak lama kemudian mobil mewah dua pintu milik Victor sudah memasuki halaman Bar Rodeo Jizz
Setelah memarkirkan mobilnya, Lu Sun dan Victor berjalan masuk kedalam Bar Rodeo Jizz yang terlihat sepi.
Lu Sun mendorong pintu masuk kedalam Bar yang bernuansa agak gelap itu.
Di dalam bar terlihat sepi, bahkan tidak terlihat ada penyanyi yang sedang bernyanyi.
Hanya ada suara musik yang diputar . dengan Soundsystem milik bar tersebut.
Semua kursi terlihat di naikan keatas meja, karena jam segitu, di mana semua orang sedang sibuk bekerja.
__ADS_1
Mana ada orang normal yang bakalan datang untuk minum-minum.