KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
SUARA ANCAMAN


__ADS_3

Sehingga cengkraman Naga Siluman Semesta menemui tempat kosong.


Kelima anak panah yang seperti bernyawa, kini dua melesat menuju sepasang mata Naga Siluman Semesta, sedangkan tiga lagi mengarah ke bawah tenggorokan Naga itu.


Naga siluman semesta tiba-tiba membelokkan tubuhnya, sehingga ekornya lah yang menerima serangan tersebut.


Dengan sekali kibas kelima anak panah energi cahaya, membalik kearah Mike Li.


Kelima anak panah itu karena milik Mike Li sendiri, dengan mudah melewati lingkaran perisai.


Dan langsung menembus tubuh Mike Li yang masih berdiri terbelalak tak percaya.


Sebelum dia menyadari lebih jauh, Naga Siluman Semesta sudah datang mencaploknya.


Berikut lingkaran perisai ciptaan nya yang hancur berantakan, tidak kuat menahan kekuatan energi Naga Siluman Semesta.


Saat Bayangan Naga Siluman Semesta sirna, hanya terlihat seonggok tubuh dengan kepala terpisah diam tidak bergerak lagi di atas tanah.


Pa Sha sangat terkejut adik seperguruan nya tewas begitu saja di hadapannya.


Padahal dia tadi sempat berharap agar, Mike Li akan memberikan serangan dari tempat persembunyiannya, saat dia sedang berhadapan dengan Lu San.


Tapi kini harapan tinggal harapan, dia harus berjuang sendirian menghadapi Lu San.


Lu San tersenyum dingin menatap kearah Pa Sha dan berkata,


"Maaf mengecewakan harapan mu, siapa tadi Pa..Pa.. Kow..(Pa si anjing) Pa Mao..(Pa Si kucing). ! entahlah..!"


"Kau..!!"


teriak Pa Sha geram, sambil menunjuk kearah Lu San.


Lu San sambil tertawa berkata,


"Habis nama mu tidak normal,.. jadi jangan salah kan aku, salahkan saja yang memberi nama itu.."


"Mungkin saat memikirkan nama mu, otaknya sedang terganggu.."


ucap Lu San sambil tertawa nakal.


"Kau keparat,...! mampuslah..!"


teriak Pa Sha marah dan melepaskan pukulan sinar hijau berbentuk tinju secara berantai kearah Lu San.


Lu San dengan ringan menghilang dari tempat nya, dengan ilmu Wu Ying 72 Pian Pu.


Sehingga lima buah pukulan dahsyat yang di lepaskan oleh Pa Sha semuanya menghantam tanah menimbulkan ledakan dahsyat.


Tanah yang menjadi sasaran nya berubah menjadi sebuah lubang yang cukup dalam.


Pa Sha mengejar kearah Lu San kini dia terus menyerang Lu San, sedangkan Lu San bergerak menangkis sambil mundur.

__ADS_1


Setiap pukulan Pa Sha yang tidak mengenai sasaran ataupun melenceng di tangkis oleh Lu San.


Akan menimbulkan ledakan dahsyat di tempat pukulan itu mendarat.


Seluruh tebing di sekitar area pertempuran tersebut, sudah berlubang lubang terkena pukulan Pa Sha.


Lu San mencoba meredam serangan Pa Sha dengan 18 Tapak Penahluk Naga Siluman Semesta.


Tapi sepasang tinju cahaya hijau Pa Sha memang sangat kuat dan Dahsyat dia mampu mengimbangi


pukulan pukulan berbentuk Naga Siluman Semesta.


Bahkan menghancurkan nya dengan kekuatan Cahaya hijau miliknya yang meledak ledak.


Berulang kali mereka berdua bertukar pukulan dari atas tanah hingga melayang di udara.


Mereka selalu sama sama terpental mundur oleh kekuatan tenaga keras mereka masing masing.


Tidak bisa di tentukan siapa menang siapa kalah.


Lu San akhirnya mencoba merubah nya dengan totokkan Jari matahari, dan Liu Mai Sen Cien.


Di padu dengan kecepatan Wu Ying 72 Pian Pu, yang bisa membuat Lu San lebih leluasa menyerang Pa Sha.


Tapi Pa Sha ini memang kuat, dengan membuat lingkaran lingkaran cahaya hijau bertulisan kuno.


Dia mampu menahan segala jenis pukulan dan totokkan jari yang di Lesatkan oleh Lu San.


Tapi hasilnya sama saja, perisai itu hanya mengalami retakan sedetik kemudian kembali lagi ke normal.


Semburan nafas api hijau juga bisa di tahan oleh perisai hijau bertulisan kuno itu.


Awalnya Pa Sha hanya menggunakan sepasang tangannya yang mengeluarkan cahaya hijau.


Tapi melihat Lu San terus merubah cara bersilat untuk terus mendesaknya.


Akhirnya Pa Sha, pun mengimbanginya dengan memberikan tendangan yang juga mengeluarkan cahaya hijau yang tidak kalah kuat di banding sepasang tinju nya.


Sehingga dia tetap bisa mengimbangi serangan serangan yang di lancarkan oleh Lu San.


Lu San yang awalnya terus mendesak Pa Sha untuk bergerak bertahan sambil mundur.


Perlahan lahan setelah Pa Sha juga melengkapi serangan nya dengan bantuan sepasang kakinya.


Lu San mulai balik terdesak dan terpaksa main mundur, sambil bergerak mundur Lu San memeras otak untuk mencari cara menjebak lawan alotnya ini.


Lu San yang tadinya terus mundur, kini maju menerima kedua tinju Pa Sha secara serentak dengan kedua telapak tangan terbuka.


Pa Sha tersenyum gembira, dia meningkatkan kekuatan pukulan nya hingga maximal.


Hasilnya dia sangat terkejut, kedua matanya terbelalak ketakutan.

__ADS_1


Dia merasa pukulan nya lenyap tenggelam kedasar laut, tidak sampai di situ saja.


Bahkan ada kekuatan dahsyat yang berusaha menyedot habis seluruh kekuatannya.


Bagaimana dia meronta dia tetap tidak bisa melepaskan diri.


Bahkan tenaganya semakin deras membanjir keluar.


"Apa apa an ini ?!"


teriak Pa Sha dalam hati.


Tiba-tiba Pa Sha menjadi nekad, dia berkata,


"Kamu ingin mencuri kekuatan ku,? boleh saja, aku akan berikan semua nya bila kamu mau, terimalah..!!"


Teriak nya sambil melontarkan seluruh kekuatannya bermaksud meledakkan tubuh Lu San.


Tapi dia tidak tahu Lu San memiliki kekuatan lain untuk menyeimbangkan kekuatan sedotan nya ini.


Tenaga Pa Sha yang datang nya bagaikan gelombang laut yang mengamuk.


Disambut Lu San dengan tenang, setelah dipindahkan mengelilingi seluruh tubuhnya.


Tenaga itu kemudian di lontarkan kembali dengan kekuatan 2 kali lipat.


Lu San menggunakan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa, sesuai arahan ingatan Lu Fan.


Hasilnya sangat luar biasa, tubuh Pa Sha yang tinggi besar melayang bagaikan layang layang putus.


Menghantam dinding tebing, hingga melesak kedalam, tubuh Pa Sha menancap di sana dalam kondisi kehilangan nyawa.


Dari panca indera nya mengalir darah segar, sepasang matanya melotot kearah Lu San dengan tatapan penuh kebencian.


Lu San mengedarkan pendengarnya, setelah memastikan di sana tidak ada lagi tanda tanda kehidupan.


Dengan sekali tebasan pedang cahaya inti matahari.


Habislah perkampungan itu berubah menjadi lautan api.


Setelah itu Lu San pun bermaksud meninggalkan tempat itu.


Tapi baru saja dia mau terbang ke angkasa, terdengar suara di belakangnya.


"Mau kemana kamu ?"


"Setelah membuat kekacauan di sini, jangan harap kamu bisa pergi dari sini dengan selamat.."


Lu San sangat terkejut saat tiba-tiba ada suara yang muncul di belakangnya tanpa terdeteksi oleh pendengarannya yang super tajam.


Lu San secara reflek langsung memutar tubuhnya menghadap ke belakang.

__ADS_1


Tapi tidak ada siapa-siapa di sana, Lu San mengedarkan pandangannya ke sekeliling akhirnya dia terbelalak terkejut melihat kejadian yang ada di depan mata nya.


__ADS_2