KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERAYAAN ULANG TAHUN YAYASAN YING YING


__ADS_3

Berbagai selang kecil tipis transparan dan kabel juga di sambungkan oleh robot yang di kendalikan lewat komputer.


Argggghhhh...!!! Arghhh...!!"


Terdengar suara teriakan kesakitan dari Cin Liong.


Seluruh tubuhnya bergetar hebat, setelah mengalami beberapa kejang hebat, akhirnya tubuhnya terkulai lemah.


Berbagai cairan ditubuhnya berpindah ke tubuh Ming Dao melalui selang-selang kecil yang terpasang di tubuh mereka.


Dari layar monitor Black Panther bisa melihat anak istrinya mulai dilepaskan oleh Ming Dao.


Tatapan matanya yang menahan rasa sakit yang amat sangat, perlahan-lahan mulai tenang.


Bibirnya yang kering dan pecah-pecah mulai menyunggingkan senyum sedih.


Rambutnya yang tadinya biru kehitaman, kini berubah menjadi putih semua, wajahnya mulai di hiasi keriput yang bermunculan perlahan-lahan.


Tubuhnya yang tinggi besar dan kekar, kini mulai menyusut menjadi kulit berbalut tulang.


Dia tergolek tak berdaya, dia tidak memiliki tenaga sama sekali.


Bahkan untuk menggerakkan jarinya saja terasa begitu berat apalagi bangun untuk duduk dan berlari menghampiri anak istrinya.


Hatinya begitu ingin untuk bangun berdiri, pergi memeluk istrinya dan menggendong anaknya.


Tapi apa daya, semua itu hanya keinginan yang tidak pernah bisa dia wujudkan lagi, di saat-saat terakhirnya menjelang ajalnya tiba.


Sedangkan di pihak Ming Dao dia terlihat semakin segar, bahkan tubuhnya yang tadinya sedikit kerempeng kini mulai berubah menjadi kekar dan berotot.


Tadi saat proses pemindahan kekuatan, tubuhnya juga sempat mengalami kejang dan harus menahan rasa sakit yang luar biasa.


Hanya saja semua itu cuma berlangsung sebentar saja, kini pun dia merasakan tubuhnya di penuhi Kekuatan luar biasa yang mengalir deras dalam tubuhnya.


Semua jalan darah yang tadinya tersumbat, kini sudah terbuka semua, bahkan titik Meridian yang kecil-kecil pun kini terbuka dan sangat lancar di lewati sirkulasi udara darah dan tenaga yang seperti tiada habisnya terus mengalir lancar dalam tubuhnya.


Dia merasa tubuhnya penuh tenaga dan sangat ringan, mata dan pendengarnya juga sangat tajam, aura biru kini mulai terpancar dari seluruh tubuhnya.


Dengan gembira Ming Dao memberi kode agar anak buahnya melepaskan Monica Sun dan anaknya.


Sebuah pintu Titanium terbuka lebar, dari ruangan sebelah sana, dua buah tabung yang mengurung Monica Sun dan anaknya juga otomatis terbuka.


Monica Sun secara otomatis keluar dari dalam tabung yang mengurung dirinya, lalu dia membantu anaknya untuk keluar dari tabung yang berukuran lebih kecil.


Setelah itu mereka berdua dengan wajah panik berlari ke bangku di mana Black Panther kini terbaring lemah.

__ADS_1


"Ayah...ayah...ayah...!"


terdengar teriakan Sani putri semata wayang Cin Liong sambil berlarian bersama ibunya.


Dengan airmata bercucuran Ibu dan anak itu berdiri di samping kursi di mana black Panther terbaring lemah.


"Liong ke ke maafkan aku, aku yang mencelakai mu, aku sungguh istri yang tak berguna.."


ucap Monica Sun penuh penyesalan.


Black Panther menghela nafas panjang kemudian berkata,


"Kamu jangan begitu...hidup..hidup lah dengan baik.. besarkan..anak kita.."


"Ada pertemuan..tentu..ada perpisahan..tak ada.. yang perlu di sesalkan.."


"Aku bisa hidup sampai sekarang... mempunyai istri dan anak bersama mu..itu sudah merupakan anugrah terbaik.."


"Aku... aku.. mencintai..ka..ka.."


ucapan belum selesai sudah tidak ada suara yang keluar dari mulut Cin Liong.


Meski terlihat dia ingin berkata banyak tapi pita suaranya sudah kaku, akhirnya dia tersenyum pasrah menatap anak istrinya.


Perlahan-lahan dia memejamkan matanya.


..hu..hu...!"


"Ibu..ibu...ayah kenapa ibu...?"


teriak Sani sambil menatap ibunya dengan air mata bercucuran membasahi pipinya.


Monica meraih kepala anaknya ke dalam pelukan dan berkata,


"Ayah telah pergi nak...ayah telah pergi..."


Perlahan-lahan wajah Cin Liong semakin keriput dan terus berubah menjadi semakin tua dan terus berubah, hingga akhirnya menjadi seonggok tulang dan terakhir hancur menjadi debu.


Monica dan anaknya hanya bisa menangis sedih melepas kepergian suami dan ayah tercinta mereka.


Ming Dao sendiri sudah meninggalkan tempat itu.


Sebelum pergi dia memberi pesan agar para pengawalnya, mengantar ibu anak itu kembali kerumah kediaman mereka.


Dia juga mengatur pemakaman yang layak untuk Cin Liong, seolah-olah Cin Liong meninggal karena sakit.

__ADS_1


Hal ini dia lakukan, karena sebagian besar asset Group Sun, semuanya atas nama Monica Sun.


Dia tidak bisa sembarangan menyingkirkan ibu dan anak itu, sebelum semua asset group Sun dipindah tangankan menjadi namanya.


Monica Sun juga tidak bodoh, bila dia saat ini berkonfrontasi dengan kakak tirinya itu.


Selain tidak ada gunanya, dia bahkan bisa membahayakan putrinya.


Kini dia sudah kehilangan suaminya yang merupakan pelindung utama dia dan anaknya.


Saat ini yang paling tepat adalah memilih diam dan terus mengawasi perkembangan situasi.


Dia harus menunggu dengan sabar sampai waktu yang tepat tiba, baru dia akan bertindak menghabisi kakak tirinya itu.


Makanya saat di pemakaman dia memilih diam dan tidak membongkar borok kakak tirinya.


Bahkan saat Lu Sun datang melayat pun.


Dia tidak mau meminta tolong pada Lu Sun, dia hanya memilih diam, agar tidak menimbulkan kecurigaan Ming Dao yang diam-diam mengawasinya dari belakang.


Monica Sun yakin cepat lambat kakak tirinya akan pergi mencari keributan dengan Lu Sun.


Bila waktu itu tiba, dia baru akan menghukum Ming Dao dengan cara setimpal.


Ming Dao sendiri sangat gembira setelah dia berhasil menyerap seluruh kekuatan Black Panther secara sempurna.


Setelah acara pemakaman selesai, Ming Dao memilih mengurung diri, menyesuaikan Kekuatan barunya tersebut dengan di padukan dengan serum yang bisa meningkatkan kemampuan nya dalam bertarung.


Sebelum semuanya matang, dia memilih bersabar berlatih menyesuaikan diri dengan kekuatan barunya tersebut.


Karena belum ada pergerakan dari Ming Dao setelah kematian Black Panther, Lu Sun memilih musuh tidak bergerak dia pun tidak bergerak.


Lu Sun memilih diam-diam melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik Ming Dao.


Tapi setelah 3 bulan berlalu, Ming Dao tetap tidak ada tanda-tanda akan melakukan hal apapun.


Lu Sun akhirnya memilih konsentrasi dengan bisnisnya, dia perlahan-lahan mulai melupakan ancaman yang mungkin datang dari Ming Dao.


Apalagi setelah setahun berlalu dengan aman, tanpa pernah ada bahaya apa pun yang datang mengancam kehidupan keluarganya.


Lu Sun pun menganggap kematian Black Panther ada kemungkinan akibat salah berlatih yang terlalu terburu-buru.


Sehingga mendatangkan efek samping yang membunuh dirinya sendiri.


Pagi itu terlihat Ying Ying mengendarai mobil merahnya meninggalkan kediaman keluarga Lu.

__ADS_1


Hari ini adalah hari ulang tahun ke 10 yayasan yang dia didirikan berdiri.


Sehingga dia harus datang untuk menghadiri acara tersebut.


__ADS_2