KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERTARUNG DENGAN JACK


__ADS_3

Lu Sun memegang wajah Xue Yen mengangkatnya melihat kearah nya, Kemudian menghapus air mata Xue Yen dan berkata,


"Sudah jangan menangis lagi, nanti jadi jelek matanya."


"Aku berjanji pada mu, bila dia tidak mencari dan memaksa ku, aku akan melupakan semuanya, dan menjauh dari kalian."


"Sudah aku pergi dulu sampai jumpa."


ucap Lu Sun sambil tersenyum lembut.


Kemudian dia pun berjalan dengan santai meninggalkan Xue Yen yang masih duduk termenung menatap bayangan punggung Lu Sun.


Lu Sun Setelah berjalan menjauhi taman dengan langkah sempoyongan sambil memegangi dadanya.


Dia membungkuk memuntahkan darah segar berulang kali.


Kesedihan yang ditahan-tahan telah melukai organ dalam nya, akibat sirkulasi tenaga dalam dan Chi yang kacau balau.


Lu Sun memegang sebatang pohon, untuk menopang dirinya agar tidak roboh.


Tubuhnya yang tinggi besar dan kokoh kini terlihat lemah dan tidak bersemangat, wajahnya pucat tubuhnya gemetaran.


Airmata terus mengalir membasahi pipi nya, langit yang tadinya cerah kini tiba-tiba berubah menjadi mendung dan hujan pun turun dengan deras.


Seakan-akan langit pun turut bersedih, melihat kondisi Lu Sun yang mengalami pukulan batin cukup berat.


Lu Sun bersandar di pohon membiarkan air hujan membasahi seluruh tubuhnya.


Seakan-akan biar hujan mencuci bersih segala luka dihatinya.


Membersihkan semua kepahitan dan kesedihan dalam kehidupannya saat ini.


Airmata Lu Sun yang terus mengucur kini bercampur jadi satu dengan air hujan yang turun dengan deras, menetes membasahi seluruh rambut dan wajahnya.


Saat Lu Sun hendak memejamkan matanya, terdengar suara tertawa yang sangat di kenal nya.


Benar tidak salah lagi, itu adalah suara tertawa musuh besarnya.


Lu Sun membuka kembali matanya dan menatap tajam musuh besarnya.


"Aku telah berjanji dengan istri mu, pergilah dari hadapan ku, sebelum aku berubah pikiran."


ucap Lu Sun kemudian kembali memejamkan matanya.


Jack tertawa semakin keras dan berkata,


"Dulu kondisi mu sedang fit saja bukan tandingan ku, apalagi seperti saat ini."


"Menurut mu apa aku sebodoh itu melepaskan diri mu di saat ada kesempatan bagus melenyapkan duri dalam mata ku.?"

__ADS_1


"Pria bodoh yang naif karena cinta, kuberitahukan pada mu satu hal."


"Istri mu itu tubuhnya sungguh sangat memuaskan dan hebatnya, dia ternyata masih gadis murni."


"Tapi sekarang tentu tidak lagi karena aku sudah menghisap habis kesuciannya, kini hanya barang bekas."


"Bila kamu ingin aku boleh berikan pada mu secara gratis."


Mendengar ucapan Jack dada Lu Sun bergelombang, darahnya mendidih hebat.


Tutup mulutmu bedebah..!!"


teriak Lu Sun terpancing emosi nya.


Melihat reaksi Lu Sun Jack semakin tertawa puas, lalu berkata.


"Kamu tahu tidak saat dia terkena racun perangsang dari ku, bagaimana reaksinya."


"Dia merangkak-rangkak memohon pada ku agar menidurinya."


"Kamu tahu bagaimana reaksinya saat aku memasukkan barang ku dan menungganginya...Ha..ha..ha..kamu bayangkan saja sendiri.."


"Bagaimana jeritan dan rintihan nya... pokoknya puas dan nikmat...Ha..ha..ha..!"


"Sangat memuaskan ha..ha...ha...!"


"Keparat...!!"


Mengincar mulut dan tenggorokan Jack sampai menimbulkan suara angin bercuitan.


Lu Sun sambil menyerang bergumam,


"Maafkan aku Xue Xue dia yang memancing ku."


Jack dengan mudah menghindari serangan Lu Sun dengan Wu Ying 72 Pian Pu.


Tubuhnya menghilang dari hadapan Lu Sun, Kemudian memberikan beberapa serangan jari pedang penembus jantung dari belakang Lu Sun.


Lu Sun juga kini menghilang dengan Wu Ying 72 Pian Pu Yang dia pelajari dari kitab peninggalan Wu Song.


Lu Sun muncul diatas kepala Jack dan melayang turun dengan kecepatan tinggi.


Seperti seekor elang menukik menyambar kepala musuhnya dibawah.


Tapi Jack kembali menghilang dan muncul disamping Lu Sun memberikan sebuah tendangan putar dari jurus ke


10 Tapak Penahluk Naga.


Lu Sun juga menghilang dan memberikan serangan balasan.

__ADS_1


mereka berdua saling serang muncul dan hilang, mulai membuat hutan di taman buatan mulai rusak.


Lu Sun yang khawatir keributan ini terdengar oleh Xue Yen dan membuatnya sedih.


Akhirnya mengigit bibir bawahnya memanggil Jin Tou Yun kemudian melarikan diri kesebelah timur.


Tapi Jack yang mengira Lu Sun kuwalahan, karena terluka dan takut sehingga melarikan diri.


Dia melakukan pengejaran terbang mengejar Lu Sun, kejar-kejaran pun terjadi.


Akhirnya Lu Sun berhenti melarikan diri, terbang mengambang di udara, menunggu kedatangan Jack yang terus mengejarnya.


Mereka berdua pun kembali terlibat saling serang diudara, dengan berbagai macam pukulan dan tendangan yang membuat mereka masing-masing terpental menjauh.


Kemudian mendekat lagi dan terpental lagi, kejadian tersebut terus berulang ulang.


Mereka berdua terlihat seimbang tidak ada yang kalah maupun menang.


Masing-masing masih berusaha mencari titik lemah musuhnya, dan berusaha menyarangkan pukulan dan tendangan maut mereka.


Mereka berdua tidak menyadari, mereka sedang bertempur di atas sebuah air terjun yang sangat luas dan besar.


Di saksikan oleh ribuan pengunjung wisata air terjun Niagara yang terkenal.


Orang-orang sibuk menonton dan menunjuk kearah mereka, kemudian mulai banyak orang menggunakan HP mereka merekam momen langka.


Yang aneh tapi nyata, mungkin dalam kurun waktu seribu tahun pun belum tentu terjadi.


Lu Sun dan Jack yang sedang fokus konsentrasi penuh dengan pertarungan mereka.


Mereka berdua tidak sadar sama sekali mereka kini sedang menjadi pusat tontonan orang-orang sedunia.


Diantara para penonton terlihat di sana ada Giok Lan,.selain itu Xue Yen juga terlihat hadir di sana.


Menyaksikan pertarungan itu dengan cemas, dia terus meremas-remas jari tangannya sendiri.


Dia benar-benar tidak mengharapkan siapapun di antara mereka berdua ada yang cedera atau terluka.


Sementara itu Giok Lan yang kembali ke taman, mencari Lu Sun karena perasaan nya tidak tenang, dia ingin memastikan keadaan Lu Sun baik-baik saja, setelah berkumpul kembali dengan istrinya Xue Yen.


Bila sudah melihat mereka berdua berkumpul kembali dalam keadaan baik-baik saja dan berbahagia dia baru bisa dengan tenang kembali pulang ke Amerika.


Tapi ketika sampai di dekat hutan taman, dia melihat dua bayangan melesat cepat terbang meninggalkan taman.


Maka dia pun diam-diam melakukan pengejaran dan memantau pergerakan mereka dari jarak jauh.


Saat melihat Lu Sun berhenti di atas air terjun Niagara, Giok Lan pun paham mereka akan melakukan pertempuran mati hidup di sana.


Giok Lan pun mencari tempat sepi, untuk mendarat membaur dengan para penonton.

__ADS_1


Menyaksikan pertarungan itu dari jarak jauh, untuk menghemat tenaga Chi nya, bila diperlukan nanti.


Untuk menolong Lu Sun, tapi dia yakin Lu Sun pasti bisa mengalahkan musuhnya.


__ADS_2