
Lu Sun menepuk bahu kakek Choi dan menyalurkan energi 9 matahari nya, dalam sekejap mata.
Kaki Kakek Choi mulai kembali digerakkan, es abadi yang mengunci kakinya telah mencair dan menguap ke udara.
"Hari ini kamu sebagai seorang senior terkenal, membawa orang-orang datang mengacau di kediaman ku."
"Kalau kamu mau perpanjang masalah ini, kita bisa bertemu di pengadilan.."
"Aku akan jamin kamu bakal bisa merayakan ulang tahun mu yang ke 80 dipenjara."
"Selain itu ada kemungkinan kamu akan melewatkan sisa hidup mu dipenjara.."
"Sekarang terserah padamu mau di perpanjang masalah ini, atau di sudahi di sini saja, semua putusan ada ditangan mu."
ucap Lu Sun panjang lebar sambil menatap tajam kearah kakek Choi.
"Kakek Choi mengerti posisinya, dia tidak bisa berkata apa-apa,
Sambil merangkapkan kedua tangannya didepan dada, dia berkata,
"Terimakasih atas kemurahan hati Tuan Lu, saya mengerti saya akan membawa mereka semua pergi urusan ini dianggap selesai sampai di sini saja.."
Kakek Choi kemudian memberi kode agar anak buahnya yang bergelimpangan, saling bantu naik keatas truk dan meninggalkan tempat itu.
Sedangkan cucunya si botak yang mengalami luka parah, masih bisa di selamatkan nyawanya, karena Lu Sun sudah menotok beberapa jalan darah nya menghentikan pendarahan.
Setelah rombongan kakek Choi pergi, Lu Sun dan keluarganya juga berangkat menuju bandara di antar oleh supir baru dengan menggunakan mobil Limosin yang baru Lu Sun beli.
Rombongan kecil itu akhirnya tiba di bandara, sambil menggendong Lu San, Lu Sun dan ketiga istrinya masuk kedalam pesawat jet pribadi yang baru dia beli.
Pesawat jet Giok Lan yang biasanya sering mereka gunakan sedang di gunakan mengantar David ke Miami.
Di dalam pesawat yang mewah itu masing-masing tempat duduk di beri nama oleh pramugari.
Karena di setiap bangku masing-masing istrinya Lu Sun sudah menyiapkan kado surprise kesukaan mereka masing-masing.
Seperti Xue Yen dia menemukan sebungkus permen jelly berbalut gula yang merupakan kesukaan nya.
Begitupula dengan Giok Lan yang sangat menyukai permen lollipop pelangi, dia juga menemukan itu di bangkunya.
Sedangkan Ying Ying yang menyukai coklat dan es krim, dia juga menemukan sekotak coklat berbentuk hati dan sekotak es krim untuk Lu San.
Lu Sun sendiri duduk santai di hadapan Ying Ying sambil memangku anaknya yang sedang asyik makan es krim.
Setelah pesawat sudah mengudara, Lu Sun pun meninggalkan bangku pergi ke kamar untuk istirahat.
__ADS_1
Sedangkan Lu San di urus oleh kedua pengasuhnya.
Dia terlihat sibuk dengan berbagai macam mainan baru yang Lu Sun belikan kemaren.
Begitu pula dengan Giok Lan Xue Yen dan Ying Ying mereka juga pergi beristirahat di kamar sendiri-sendiri.
Perjalanan cukup jauh apalagi sesuai pesan dari Giok Lan, mereka akan mampir ke Miami dulu, karena ada beberapa bisnis yang harus dia urus di sana.
Setelah menempuh perjalanan hampir seharian akhirnya pintu kamar Lu Sun di ketok oleh pramugari.
"Ya ada apa ? "
ucap Lu Sun membuka pintu kamar nya.
"Maaf pak, pesawat kita sebentar lagi akan mendarat di bandara Miami, demi keamanan dan kenyamanan harap tuan bisa kembali ke bangku penumpang.."
ucap pramugari cantik itu sambil tersenyum.
"Apa maksudnya mendarat di Miami, bukannya harusnya kita mendarat di Dubai.?"
Pramugari terlihat bingung, tidak tahu mau jawab apa.
Untungnya pintu kamar Giok Lan terbuka, dia berjalan keluar dari dalam kamar sambil berkata,
"Sekalian kita bisa mampir menjenguk Viona dan David bukankah itu bagus ?"
Lu Sun sedikit terkejut mendengar planning Giok Lan, tapi dia tidak bisa menolaknya dan. hanya bisa tersenyum Canggung.
"Ya sudah kalau begitu, kita duduk kembali ke kursi penumpang saja."
ucap Lu Sun kemudian kembali duduk di kursi penumpang.
Xue Yen dan Ying Ying juga sudah lebih dulu duduk di kursi masing-masing.
Begitu pula dengan Lu San dan kedua pengasuhnya, mereka juga sudah kembali ke bangku masing-masing.
Saat pesawat mendarat dan mereka turun dari pesawat George si botak sudah menunggu mereka di dan dengan mobil Limosin nya.
Saat berada di dalam mobil Lu Sun terlihat gelisah dan salah tingkah.
Mobil terus melaju, akhirnya mereka tiba di hotel dan restoran yang di titipkan ke Viona untuk di urus.
Lu Sun berjalan paling terakhir dengan wajah segan dia mengikuti ketiga istrinya dan George yang berjalan di depan.
Viona dan David berjalan keluar dari dalam restoran sambil menggandeng tangan anak mereka Ervan menyambut kedatangan rombongan Lu Sun sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Di belakang mereka ikut seorang wanita paruh baya yang cukup cantik dengan wajah cemberut dan terus mengomel panjang pendek.
Tapi begitu melihat kehadiran Lu Sun yang berjalan paling belakang, sepasang matanya langsung berbinar binar.
"Mantu ku...! akhirnya kamu datang juga... kamu datang tepat waktu."
ucapnya sambil berlarian menghampiri Lu Sun, memeluk dan menarik tangan nya dengan gembira.
"Untung kamu datang cepat, lihat si kacamata yang seperti cicak kering itu, dia terus menempel bersama Viona."
"Aku sungguh khawatir Viona akan berselingkuh dari mu mantu ku yang cakep.."
"Viona...! Viona..! kemari kamu..!ini suami mu datang bukan nya di sambut dengan mesra.."
"Kamu malah terus bergandengan tangan dengan di cicak kering berkacamata.."
"Mantu ku si cicak kering itu pasti sudah mengguna-gunai Viona sehingga mau dengan nya.."
Viona Wajah nya menjadi merah menahan malu tidak tahu mau bicara apa.
Sedangkan Lu Sun menatap kearah ketiga istrinya yang kaget dengan tatapan tak berdaya.
George yang sudah mengetahui hal ini dari awal dia hanya berusaha menahan tawa dengan menutupi mulutnya.
Hal inilah yang paling di takuti Lu Sun, makanya dia sebelumnya bersikeras tidak datang kesini.
Dan selalu bersikap gelisah saat menuju kemari.
"Mantu ku siapa ketiga wanita ini, jangan-jangan mereka ini tiga jalang yang selalu menggoda mu.."
ucap ibu Viona sambil menatap Giok Lan Xue Yen dan Ying Ying dengan sikap bermusuhan.
Lu Sun hanya bisa terdiam tidak tahu mau bicara apa.
Dia terlihat bingung dan seba salah.
Viona buru-buru maju menarik ibunya dan berkata,
"Maaf semuanya ibu ku,.sedikit terganggu pikirannya, tolong jangan diambil hati atas kata-katanya yang kurang sopan.."
"Sembarangan kamu yang tidak sopan berani mengatai ibu mu sendiri gila...!"
"Otak mu pasti sudah dipengaruhi oleh si cicak kering itu.."
"Mantu ku beri pelajaran si cicak kering itu, dan rebut kembali Viona.."
__ADS_1