KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
TERJEBAK


__ADS_3

Bahkan sampai mati dan putus kedua tangannya juga tidak akan dia lepaskan cengkraman nya.


Meski kakinya tetap terseret ikut dengan Lu Sun melayang kesasar danau.


Tapi gadis itu kini terlihat tersenyum girang penuh kemenangan.


Kini dia tidak perlu merasa risih dengan tatapan cabul dan jalang dari Lu Sun lagi, kedua matanya kini tertutup rapat oleh tumbuhan yang melilit seluruh tubuhnya.


Gadis itu berpikir tidak lama lagi Lu Sun pasti akan tamat, kehabisan nafas.


Setelah itu dia baru mencari akal memotong lengan Lu Sun, baru memotong jari tangan Lu Sun satu persatu.


Untuk melepaskan tangan menjijikkan itu dari kakinya yang indah.


Tiba-tiba gadis itu terkejut melihat apa yang terjadi pada Lu Sun yang sedang terbungkus oleh rumput rambat.


Dari tubuh Lu Sun kini di kelilingi oleh 30 bola matahari dan bulan yang berputar-putar di sekeliling tubuhnya.


Lalu pilar air dan tumbuhan yang melilit tubuhnya meledak hancur berantakan tidak ada yang sanggup menahan kekuatan puncak Im Yang Sen Kung yang luar biasa itu.


Sebelum gadis itu sadar dari keterkejutan nya, tiba-tiba Lu Sun, sudah menarik kedua kakinya mendekat ke Lu Sun.


Gadis itu terkejut dan kaget sampai berteriak kecil, yang membuat gelembung udara keluar dari mulutnya.


Dia terlihat sedikit kelabakan dan agak panik kakinya terus terseret mendekati Lu Sun.


Tapi dia segera bersikap tenang tidak meronta lagi, pura-pura tidak berdaya.


Saat sudah berada dalam jarak dekat tiba-tiba dia menusuk mata dan tenggorokan Lu Sun dengan kedua jari tangannya.


Lu Sun memiringkan kepalanya, lalu melepaskan sepasang kaki gadis, dia kini merangkul punggung gadis itu tubuhnya menempel seperti lintah.


Dan terus menyedot tenaga dalam gadis itu yang membanjir keluar karena gadis itu panik secara reflek meronta sekuat tenaga dari pelukan Lu Sun.


Saat menyadari apa yang terjadi dengan tubuhnya, gadis itu seperti seekor kupu-kupu cantik yang terjerat oleh jaring laba-laba.


Semakin kuat meronta semakin kuat terlilit dan tidak berdaya.


Gadis itu kakinya yang kini terlepas menendang liar kesana kemari, kemudian kedua pahanya juga di kunci dengan jepitan kaki Lu Sun.


Sehingga sekarang kakinya pun tidak bisa bergerak lagi, Lu Sun yang mulai kehabisan nafas, tiba-tiba membuka mulutnya menempel di mulut gadis itu dan menyedot udara dari mulutnya.


Gadis itu terkejut matanya terbelalak ketakutan wajahnya yang cantik sebentar merah sebentar pucat.


Tangannya yang memukul-mukul punggung Lu Sun juga ikut menempel tak bisa digerakkan lagi.

__ADS_1


Tenaga dalam nya terus membanjir kedalam tubuh Lu Sun.


Melihat gadis itu mulai lemas, Lu Sun melepaskan lilitan kakinya dari kedua paha gadis itu.


Kemudian sekuat tenaga menendang kebawah menimbulkan tenaga dorongan yang membuat tubuh kedua orang yang sedang berpelukan itu.


Melesat cepat keluar dari dalam dasar danau, menuju permukaan.


Dengan sekali menotol permukaan danau, Lu Sun melayang membawa tubuh gadis itu yang kini lunglai tak berdaya.


Sedang menatap dirinya dengan sepasang mata terbelalak ketakutan .


Seperti sepasang mata kelinci yang tidak berdaya saat terpojok.


Lu Sun mendarat ringan sengaja memilih tempat yang agak jauh dari danau.


Begitu Lu Sun meletakkan gadis itu, Lu Sun yang melihat tatapan mata ketakutan gadis itu menjadi tidak tega dan kasihan.


Melihat tubuh gadis itu yang indah kini terbuka setengah telanjang, Lu Sun mengeluarkan sebuah mantel bulu dari gelangnya.


Dan menyelimuti tubuh gadis itu, sambil berkata.


"Nona maaf aku terpaksa melumpuhkan mu dengan cara kasar seperti ini."


"Diantara kita tidak punya dendam, awalnya aku hanya membela diri saja."


"Aku pergi dulu..sampai jumpa.."


Tung..tunggu...Kem..kembalikan...dulu ..aku ke..ke..danau.. atau aku bisa mati.."


ucap gadis itu terbata,-bata dengan suara lemah.


Lu Sun yang ingin pergi menghentikan langkahnya, dia sangat terkejut mendengar suara gadis itu yang terdengar sangat lemah.


Lu Sun cepat-cepat berjongkok disisi gadis itu, Lu Sun berpikir gadis ini pasti kehabisan tenaga dalam.


Sehingga jadi seperti ini, Lu Sun pun mengembalikan semua tenaga yang dia sedot.


Tapi Lu Sun menjadi kaget saat melihat gadis itu semakin pucat dan lemah, bukannya menjadi sembuh, malah kini semakin lemah.


Lu Sun melihat bibir indah gadis itu bergerak-gerak tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.


Lu Sun cepat-cepat membungkuk menempelkan telinganya kearah bibir gadis tersebut.


"Cepat.. kembalikan...aku.. ke air...aku tak ku..kuat la..gi.."

__ADS_1


ucap gadis itu terbata-bata setengah berbisik.


Ahh Lu Sun menepuk jidatnya sendiri, mengapa dia begitu ceroboh.


Gadis ini tentu berbeda dengan dirinya dan orang lain yang hidup sebagai mahluk darat.


Gadis ini pasti mirip dengan ikan, yang bila di bawa ke darat lama-lama akan mati.


Lu Sun cepat-cepat melesat kepinggiran danau, kemudian membaringkan gadis itu perlahan-lahan di genangan air danau.


Dan menyiram-nyiramnya dengan air danau hingga dia sudah bisa bernafas dengan normal dan pulih.


Lu Sun baru menggendongnya ke bagian lebih dalam untuk melepaskan nya.


Tapi saat Lu Sun melepaskannya kedalam air, yang agak dalam.


Dengan gerakan lihay, cepat dan terduga gadis itu menotok syaraf pusat Lu Sun di belakang lehernya.


""Nona apa yang kamu lakukan...mengapa..?"


ucap Lu Sun terkejut.


Tubuhnya kini tidak dapat di gerakkan sama sekali, hanya sepasang matanya yang bergerak-gerak tak berdaya.


Tapi Lu Sun masih bisa berbicara, gadis itu sengaja tidak mengunci syaraf gagunya.


Gadis itu kini berdiri di hadapan Lu Sun menutup tubuhnya dengan mantel pemberian Lu Sun dengan rapat lalu berkata sambil tersenyum licik.


"Kalau di lihat-lihat lagi kamu cukup tampan dan menarik."


"Kamu juga tidak secabul dan sebrengsek, yang aku kira sebelumnya, hati mu cukup baik dan bisa dipercaya."


"Selama ribuan tahun kamu adalah pria yang menurutku cukup menarik dan bisa diandalkan.."


ucap gadis itu sambil tersenyum, dan menyentuh bibir bawahnya sendiri dengan ujung jarinya.


Dia terlihat sedang termenung menatap langit,seperti sedang berpikir dan menimbang-nimbang sesuatu.


Lu Sun tidak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh gadis licik itu.


Di dalam hati Lu Sun mengutuki dirinya sendiri yang selalu mengulang perbuatan yang sama.


Sudah tahu bersikap baik terhadap musuh adalah tindakan bersikap kejam terhadap diri sendiri.


Tapi dia tetap selalu tidak tega, yang akhirnya harus membawa petaka bagi dirinya sendiri.

__ADS_1


Ini semua gara-gara sifat tidak tegas dan tidak teganya bila berhadapan dengan wanita cantik.


ini penyakit turunan..


__ADS_2