
"Sayang ada satu hal yang ingin ku katakan pada mu, tapi sebelum nya aku minta maaf sayang.."
"Aku.."
Sebelum Lu Sun menyelesaikan kalimatnya, Ying Ying sambil tersenyum lembut menutup bibir Lu Sun sambil berkata,
"Tidak perlu di jelaskan lagi, aku sudah tahu semuanya.."
"Yang mau kamu sampaikan pasti tentang Giok Lan kan ?"
Lu Sun sangat terkejut, dia menatap dengan kaget dan merasa sangat bersalah dengan Ying Ying.
Lalu perlahan-lahan dia bertanya dengan sedikit gugup.
"Sayang ba.. bagaimana kamu bisa tahu soal Giok Lan..?"
Ying Ying sambil tersenyum lembut membelai wajah Lu Sun dan berkata,
"Aku sudah dengar semuanya dari Xue Yen."
"Sun ke ke jangan khawatir aku tidak akan marah kecewa dan menyalahkan mu."
"Malah aku bersyukur kamu bertemu Giok Lan, bila tidak ada dia, mungkin saat ini kita tidak bisa bersama-sama seperti sekarang ini."
Lu Sun memandang dengan penuh haru kearah Ying Ying.
"Sayang aku..aku.."
Lu Sun tidak tahu mau berkata apalagi, dia hanya bisa memeluk Ying Ying dengan erat penuh rasa haru.
"Sudahlah tidak usah di jelaskan lagi aku mengerti semua nya.."
ucap Ying Ying tersenyum lembut sambil menatap Lu Sun.
Lu Sun kemudian mendarat kan sebuah ciuman mesra di bibir Ying Ying yang lembut dan melepaskan semua perasaan rindu yang tertahan selama ini.
Keesokan paginya Lu Sun yang terbiasa bangun lebih awal hanya tersenyum lembut melihat Ying Ying yang masih tertidur pulas dengan bagian belakang tubuhnya yang terbuka.
Lu Sun menarik selimut dengan hati-hati dan menyelimutinya, lalu dia pun pergi kekamar mandi membersihkan diri, kemudian keluar dari kamar secara pelan-pelan.
Tak lama kemudian Lu Sun sudah terlihat sibuk dengan berbagai sarapan yang sudah dia siapkan.
Xue Yen yang sudah mandi dan berpakaian rapi sangat terkejut melihat sepagi itu Lu Sun sudah terlihat sibuk di dapur.
"Sayang apa yang sedang kamu lakukan sepagi ini di dapur, kenapa tidak tidur lebih lama ?"
Lu Sun menoleh menatap Xue Yen menghentikan kegiatannya, menghampiri Xue Yen dan memeluk nya.
"Aku sudah terbiasa bangun pagi untuk berlatih, jadi tidak bisa bangun siang-siang."
__ADS_1
"Kamu sendiri kenapa sepagi ini ada di sini ?"
Xue Yen dengan manja berkata,
"Mungkin bila kamu yang menemaniku tidur, aku bisa bangun lebih siang."
Lu Sun tersenyum lembut dan berkata,
"Kalau begitu kamu harus makan yang banyak istirahat yang cukup, rajin-rajin lah berolahraga bila ada waktu setelah kondisi mu pulih."
"Aku janji pasti akan menemani kalian tidur secara bergantian."
Xue Yen tersenyum dan mengangguk.
"Ooh Ya, sayang semalam aku sudah bicara' dengan Ying Ying, sekarang kantornya sedang sangat sibuk dan memerlukan tenaga bantuan.."
"Bagaimana bila hari ini, kamu ikut Ying Ying kekantor nya melihat-lihat.
Siapa tahu ada yang bisa kamu bantu disana."
Xue Yen menatap Lu Sun dan bertanya,
"Apa kehadiran ku tidak akan menganggu pekerjaan Ying Ying,? karena aku belum pernah bekerja sama orang lain dan tidak mengerti apa-apa."
Lu Sun tersenyum dan membelai rambut Ying Ying kemudian berkata,
"Justru kehadiran mu di sana buat belajar bidang yang cocok dengan mu."
"Saat ini tempat Ying Ying yang perusahaan nya belum begitu besar adalah saat yang sangat tepat untuk kamu belajar."
"Kelak bila group Lu kembali ku hidup kan, kalian berdua adalah tangan kanan dan kiri ku untuk membantu menjalankan bisnis group yang kompleks dan besar."
"Sedangkan Giok Lan dia punya bisnis sendiri, aku tidak bisa mengganggunya, jadi kalian berdua lah harapan terbesar bagi ku dalam mengembangkan group Lu."
Dengan bibir cemberut pura-pura marah Xue Yen berkata,
"Jadi kamu berencana menjadikan aku dan Ying Ying sebagai budak pekerja bagi mu."
Lu Sun pun tertawa dan berkata,
"Tentu tidak sayang, aku hanya akan menyerahkan kepada kalian bisnis yang paling kalian sukai."
"Karena group Lu mempunyai berbagai macam variasi bisnis yang bisa kalian pilih sesuai minat kalian"
Xue Yen tersenyum dan berkata,
"Ini masih lebih lumayan, baiklah aku akan membantu mu nanti sebisa ku."
Lu Sun kemudian menarik kursi untuk Xue Yen, lalu dia kembali sibuk menyiapkan berbagai macam sarapan.
__ADS_1
Xue Yen sambil tersenyum berkata,
"Butuh bantuan tidak sayang..?""
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Tentu saja butuh, kamu nanti bertugas menjadi penyicip masakan saja."
Xue Yen pun tertawa mendengar tugas yang Lu Sun berikan kepadanya.
Setelah sarapan selesai di siapkan, Lu Sun membawa beberapa macam sarapan kesukaan Ying Ying dan membawanya ke dalam kamar.
Sedangkan Xue Yen meneruskan sarapan nya di ruang makan, setelah nenek juga bangun, dia pun sarapan di temani oleh nenek.
Ying Ying yang baru saja terbangun tersenyum senang melihat kedatangan Lu Sun yang membawa sarapan pagi untuknya.
Selesai menemani Ying Ying sarapan sementara Ying Ying mandi dan bersiap-siap untuk ke kantor, Lu Sun, kembali ke dapur untuk sarapan bersama Xue Yen dan Nenek.
Tak lama kemudian terlihat Ying Ying datang keruang makan dengan setelan baju kerjanya yang elegan.
Ying Ying terlihat sangat mempesona dan elegan, dia berjalan menghampiri meja makan ikut duduk kemudian berkata,
"Kakak Yen hari ini ada jadwal kesibukan tidak,? kalau tidak ada, aku ingin mengajak kakak Yen jalan-jalan dan melihat-lihat tempat kerja ku."
Xue Yen tersenyum dan menjawab,
"Makasih adik Ying, aku hari ini memang belum punya kegiatan dan rencana, aku akan ikut melihat-lihat apa yang bisa aku bantu di sana."
"Kalau begitu kita langsung berangkat sekarang gimana ? Sun ke ke mau ikut ?"
tanya Ying Ying sambil menatap Lu Sun.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Aku sih sangat ingin ikut, biar bisa terus berada di sisi kedua istriku yang cantik-cantik."
"Sayang nya hari ini aku punya kegiatan yang harus ku kerjakan jadi aku tidak bisa ikut."
Ying Ying mengangguk dan berkata,
"Ya sudah kalau begitu kami berangkat duluan."
"Kakak Xue, kamu duluan saja tunggu saya di mobil, aku mau melihat San er sebentar.."
Xue Yen mengangguk, lalu berjalan menuju ke garasi, sedangkan Ying Ying pergi ke kamar anaknya.
Melihat San er masih tidur, Ying Ying memberikan ciuman hangat di kening anaknya.
Kemudian memberi pesan kepada kedua perawat Khusus yang menjaga San er.
__ADS_1
Baru dia buru-buru berjalan pergi menyusul Xue Yen.
Sementara itu Lu Sun yang berdiri di balkon lantai dua kamar Ying Ying, terlihat sedang menatap kepergian mobil merah istrinya, sambil melakukan panggilan telepon.