KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENGINTEROGASI DAN ER


__ADS_3

"Ha...ha...ha... Bocah haram, kamu pikir ayah mu siapa ? Superman ? atau Ironman ? atau Power Ranger ?...ha...ha..ha.. ku beritahu pada mu."


"Dengar baik baik ayah mu adalah pecundang, yang bisa bikin tapi tidak bisa bertanggung jawab.."


"Ha...ha...ha...!"


"Cukup...! sudahi ocehan mu...! cepat minggat dari sini..!"


teriak Ying Ying dengan wajah merah padam


"Ha...ha...ha...! kalau kami tidak mau kamu bisa apa ? ayo kemarilah tangkap aku...kami pasti akan memuaskan mu..ham..ha..ha..!"


ucap pria yang bermuka burik sambil tertawa-tawa.


Ying Ying menghela nafas, lalu dia menoleh kearah Lu Dan dan Lu Fei, sambil berkata,


"Dan er kamu jaga adik mu Fei er baik baik, jangan bergerak diam saja di kapal ini..ok..?"


"Ok mama Ying Ying.."


ucap Lu Dan dan Fei er hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti


Ying Ying mengeluarkan pedang ular hijau dari cincinnya.


tanpa banyak bicara dengan ringan tubuhnya melayang keatas kapal di depan nya.


Dia melakukan 4 gerakan yang sangat cepat, hingga hanya terlihat sinar hijau bergerak 4 kali.


Lalu dia sudah terbang kearah kapal di belakang nya.


Dan kembali 4 sinar hijau bergerak. baru dia melayang kembali ke kapal nya sendiri


Sementara itu dari dua kapal yang menghadang jalannya terdengar jeritan menyayat hati dari para pengganggu tersebut.


Mereka berteriak kesakitan sambil menggunakan kedua tangan menutupi telinga masing-masing.


Darah bercucuran dari sela sela jari mereka, diatas lantai kapal terlihat 8 potong daun telinga tergeletak di sana.


Dengan suara dingin Ying Ying berkata,


"Hari ini aku sedang tidak ingin melakukan pembunuhan, cepat kalian menyingkir dari hadapan ku.."


"Sebelum aku berubah pikiran.."


Kedua kapal angsa air itu buru buru mundur menjauh meninggalkan tempat itu.


"Ibu Ying Ying ibu hebat sekali.."


puji Dan er sambil bertepuk tangan dengan gembira.

__ADS_1


"Kamu juga bisa hebat seperti ibu, bahkan lebih, contoh kakak mu Afei yang rajin, ibu yakin kamu bisa.."


ucap Ying Ying sambil membelai lembut rambut anak itu.


"Ya ibu, aku akan lebih giat berlatih seperti kakak Afei.,"


ucap Lu Dan penuh semangat.


"Aku tidak akan mencontoh kakak San yang malas dan cabul .."


ucap Dan er polos.


Ying Ying sepasang alisnya langsung berdiri mendengar ucapan Lu Dan barusan.


Dia jadi teringat dengan keinginannya menanyakan pada Lu Dan, kenapa Lu San putranya tidak hadir saat ada penyeleksian di sekolah.


"Dan er katakan pada ibu, kemana kakak mu pergi, kenapa saat acara penyeleksian peserta pertandingan bela diri, dia tidak datang ?"


Lu Dan terlihat ragu-ragu untuk bercerita.


"Anak baik jangan takut ceritakan dengan jujur pada ibu, ibu berjanji tidak akan memarahi kalian."


"Bahkan nanti ibu akan belikan permen pelangi dan es krim untuk mu.."


Mendengar janji ibunya sepasang mata Dan er langsung berbinar binar dan berkata,


"Ibu malam sebelum acara penyeleksian, dirumah Clara, teman sekelas kak Afei dan kak Alicia, ada di adakan acara ulang tahun kak Clara."


"Tapi saat kakak San ingin mencabuli kak Alicia, kak Afei tiba, dan berhasil menolong dan membawa kak Alicia kembali kerumahnya."


"Awalnya orang tua kak Alicia sangat marah dan ingin melaporkan kakak San ke polisi."


"Tapi kak Afei berhasil membujuk mereka membatalkan niat itu, demi memandang muka kak Afei yang telah menolong putri mereka."


"Akhirnya kedua orang tua kak Alicia membatalkan niat mereka melaporkan kakak San ke polisi."


"Setelah itu kak Afei pun langsung pulang ke rumah, besok paginya ikut seleksi.""


"Sedangkan kakak San tidak pulang, dia mabuk dan nginap di rumah kak Clara, hingga lupa ikut penyeleksian.."


"Saat pulang ke rumah kakak San menyalahkan kak Afei memukuli dan mencambuk kak Afei hingga babak belur."


Ying Ying mengerutkan alisnya dan berkata,


"Tapi ibu lihat Afei baik'baik saja.."


"Baik apanya ?"


"Ibu tidak tahu, kakak San menyuruh kak Afei menggunakan Ih Kin Cin Keng dan tenaga 9 mataharinya menyembuhkan wajahnya yang babak belur.."

__ADS_1


"Sedangkan luka di sekujur tubuhnya, kakak San melarang kak Afei menyembuhkan diri dengan ilmunya."


Ying Ying benar benar terkejut, mendengar anaknya bisa berubah menjadi seorang yang begitu jahat dan licik seperti itu.


Tadinya dia hanya berpikir anaknya cuma nakal malas dan manja, kini dia baru menyadari ternyata anaknya telah berubah menjadi sangat jahat dan mengerikan.


"Dan er apa semua yang di lakukan oleh San er ibu Giok dan nenek tahu..?"


tanya Ying Ying hati hati.


"Nenek tidak tahu, tapi ibu giok tahu."


"Awalnya ibu Giok sangat marah dan ingin menghukum Kakak San, tapi setelah kakak San merengek menangis dan berlutut, ibu Giok pun tidak jadi menghukumnya."


"Hanya memberi nasehat agar kak San tidak boleh mengulangi perbuatannya."


"Malah Ibu giok membantu kak San merahasiakan hal ini dari nenek dan ayah.."


ucap Lu Dan membuka semua yang dia tahu.


"Kakak San mu sudah begitu jahat dengan gadis bernama Alicia itu, kenapa gadis itu masih mau bicara dengan kakak mu lewat laptop Afei..?"


tanya Ying Ying.


"Kakak Alicia tidak menghubungi kakak San langsung, dia sedang menghubungi kakak Fei, membahas PR sekolah."


"Tiba-tiba kakak San merebutnya dari kak Afei, dan langsung berbicara meminta maaf pada kak Alicia.."


ucap Dan er polos.


Ying Ying menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah Dan er sesuai janji ibu, sekarang kita kembali ke tepi.."


"Ibu akan belikan permen pelangi dan es krim yang banyak untuk mu.."


Lalu Ying Ying pun mengayuh kapal angsa air kembali merapat ke dermaga.


Di dalam hati dia sudah bertekad, akan menceritakan semua ini ke Lu Sun.


Biarpun Lu Sun nanti menangani putranya dengan hukuman militer.


Dia tidak akan ikut campur, karena putranya kini sudah sangat kelewatan, bila tidak di urus sekarang, kelak bisa jadi akan menjadi penjahat besar.


Sementara itu Lu Sun dari ruangan makan VVIP bukannya tidak tahu insiden Ying Ying dan para berandalan itu.


Tapi dia diam saja, karena yakin Ying Ying pasti mampu mengurus nya sendiri.


Lu Sun lebih memilih memanggil Manajer Ferry dan memanggil Peter Ho untuk datang membantu mendidik tenaga keamanan restoran yang sangat lemah.

__ADS_1


Menurut Lu Sun bila di biarkan lama lama para preman yang merupakan pengangguran penduduk setempat akan mengganggu kenyamanan dan keamanan para pengunjung restoran.


Lu Sun juga menelpon Jimmy untuk mengawasi masalah ini dengan baik, Lu Sun tidak mau ada kejadian kedua kalinya lagi.


__ADS_2