KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
TAMU TAK DI UNDANG


__ADS_3

"Uhuk..uhuk..uhuk.!"


Lu Sun terbatuk-batuk hingga wajahnya merah.


Ying Ying buru-buru menepuk-nepuk punggung Lu Sun sambil mengurutnya.


Giok Lan tertawa melihat keadaan Lu Sun saat disebut nama Lu Fan.


"Begitu takutnya kah kamu sama anak monster mu itu, hingga baru dengar namanya langsung terbatuk-batuk sampai begitu.?"


ucap Giok Lan sambil tersenyum lebar.


Xue Yen hanya tersenyum melihat reaksi Lu Sun.


Ying Ying menatap Giok Lan memberinya kode dengan kedipan mata, agar jangan meneruskan godaannya lagi.


Lan Lan hanya menanggapinya dengan tersenyum nakal, kemudian melanjutkan menyuapi Lu San yang makan dengan patuh dan cepat selesai.


"Wah siapa yang bikin sarapan hari ni kok wanginya beda ? Xue Xue kamu ganti gaya ya ?"


tanya nenek yang baru keluar dari ruang rahasia langsing menuju ke dapur.


Nenek saat keluar dari ruang rahasia langsing mencium aroma masakan yang wangi, dia buru-buru berjalan menuju asal wangi masakan tersebut.


"Nek yang punya nenek di piring yang tertutup itu.."


ucap Lu Sun.


Xue menanggapi dengan senyum Canggung dan berkata dengan malu-malu.


"Bukan nek tadi pagi aku bangun telat, yang masak sarapan Sun ke ke semua.."


"Ohh begitu ya ? kalau begitu nenek mau lihat seperti apa masakan nya yang wangi ini.."


ucap nenek sambil tersenyum.


Begitu tutup piring di buka, aroma masakan mie goreng yang jauh lebih wangi langsung keluar.


"Wah Sun ke ke pilih kasih tadi Mie buat Xue Xue gak seperti itu, kenapa punya nenek ada b*BI merah, B*bi panggang, Udang lobster lengkap dengan taburan daging kepitingnya pula ?"


ucap Giok Lan protes.


Karena tadi dia dapat nyicip mie goreng Xue Xue yang lebih sederhana.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Bukan aku pilih kasih, Xue Xue memang gak suka mie goreng seperti punya nenek, kalau gak percaya tanya aja langsung ke orangnya."


Nenek sudah tidak memperdulikan perdebatan Lu Sun dan Giok Lan, dia langsung narik kursi duduk di sana langsung makan dengan lahap.


"Wah Cin Bao masakan mu hebat juga tak kalah enak dengan masakan Xue Xue."

__ADS_1


ucap nenek setelah menghabiskan sepiring mie goreng di hadapannya dalam waktu sekejap.


Baru saja selesai berucap HP Ying Ying bunyi, Ying Ying menghentikan makannya sejenak melihat siapa yang nelpon pagi-pagi.


Saat melihat asal panggilan tersebut, Ying Ying mengerutkan keningnya, lalu mengulurkan tangannya mengaktifkan Load speaker untuk mendengarkan suara orang yang menghubunginya.


"Gawat nyonya di depan gerbang, ada dua truk yang memaksa hendak masuk, kelihatannya mereka tidak bermaksud baik."


ucap Satpam penjaga gerbang gugup.


Nenek mengerutkan alisnya y berkata,


"Tak ku sangka secepat itu teman olahraga ku datang."


"Buka gerbang nya, biarkan mereka masuk, mereka semua teman ku.."


"Nenek yakin, soalnya aku melihat mereka pada membawa senjata ditangan...!?"


ucap Satpam yang menelpon ragu.


"Sudah biarkan saja masuk daripada pagar kita di rusak oleh mereka."


ucap nenek memberi perintah.


"Kalian gak usah ikut campur, kalian langsung berangkat saja, urusan di sini serahkan pada nenek saja.."


"Gak buru-buru nek, kita pakai pesawat sendiri jadi tenang saja."


ucap Lu Sun santai ayo kita sama-sama lihat kedepan.


Hampir 50 orang pemuda berseragam putih melompat dari truk tersebut.


Mereka masing-masing membawa pedang panjang gaya Jepang ditangan mereka.


Begitu turun dari truk mereka langsung bergerak mengepung setengah lingkaran.


Dua orang pria berusia sekitar 40 an tahun dengan sepasang mata sipit, turun dari bagian penumpang depan mobil dengan logat bahasa yang kaku mereka berkata,


"Siapa di antara kalian yang katanya menantang dan merendahkan Taekwondo kami..?!"


Nenek maju kedepan dan menjawab,


"Aku kenapa ? mau buktikan, boleh-boleh saja.."


"Hei kamu...! ya kamu di sana..!.yang berbadan besar, sebagai pria apa tidak malu membiarkan kakak mu maju melawan kami.?"


ucap salah satu dari kedua pria itu menunjuk Lu Sun.


Lu Sun pura-pura bodoh melihat ke kiri dan ke kanan lalu menatap bodoh kearah dua orang itu dan berkata sambil menunjuk hidungnya sendiri,


"maksud mu aku ?"

__ADS_1


"Ya kamu siapa lagi..!


ucap salah satu pria itu galak sambil menunjuk Lu Sun.


Sebelum Lu Sun sempat menjawab, dia menatap kearah sebuah mobil sedan merah baru datang dan parkir di belakang kedua truk tersebut.


Dari dalam mobil turun seorang kakek yang berdiri di samping seorang supir yang mendorong sebuah kursi roda, di mana di kursi roda tersebut duduk pria kurang ajar yang menganggu Xue Yen kemaren.


Lu Sun menoleh menatap Xue Yen, melihat ekspresi wajah Xue Yen dia langsung bisa menebak bajingan di kursi roda itulah pelakunya.


Lu Sun tidak memperdulikan kedua orang yang menegurnya, dia menatap tajam kearah pria yang duduk di kursi roda di mana kaki dan tangannya terbalut perban.


"Bagus aku tidak mencari mu, kamu malah datang cari penyakit."


"Xue Xue apakah dia pelakunya ?"


tanya Lu Sun menunjuk pria di kursi roda itu sambil menoleh kearah Xue Yen.


Xue Yen menganggukkan kepalanya kearah suaminya.


Sebelum kedua orang itu sempat berbuat sesuatu.


Lu Sun sudah menghilang dari posisinya muncul disebelah pria yang duduk di kursi roda itu.


Sambil tersenyum dingin Lu Sun mengulurkan tangannya kearah paha pria itu yang tidak di perban.


Pria itu berteriak ketakutan..


"Minggir menjauh dari ku...!!*


Tangan Lu Sun yang ingin mencengkram paha pria itu terpental, ditendang dari samping oleh pria tua yang berdiri dekat si botak yang duduk di kursi roda.


Sambil menangkis tangan Lu Sun pria tua itu berkata,


"Menjauh lah dari cucu ku..!"


Lu Sun tersenyum dingin kearah pak tua itu, dan berkata,


"Pak tua ku sarankan Anda tidak ikut campur, pulang lah kerumah mu untuk menghabiskan sisa waktu mu yang tidak akan lama lagi."


"Pemuda sombong aku Choi Hong Hi hari ini akan memberi mu pelajaran, agar bisa bersikap sopan terhadap yang lebih tua."


ucap Kakek itu mulai memasang kuda-kuda siap menyerang Lu Sun.


"Cin Bao sisakan kakek itu untuk ku, jangan kamu habisi, dia bukan level mu...!"


teriak nenek yang kini sedang melayani kedua pria berumur 40an itu.


Tadi ketika Lu Sun menghilang dari hadapan mereka, nenek muncul menggantikan Lu Sun menghadapi kedua orang itu.


Melihat kemunculan nenek yang menghalangi jalan mereka,

__ADS_1


Mereka langsung melepaskan tendangan kearah nenek, untuk memaksa nenek mundur.


Siapa tahu tendangan mereka menemui tempat kosong.


__ADS_2