KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERHADAPAN DENGAN MING DAO 2


__ADS_3

Tapi Ming Dao tak berdaya mencegahnya, karena kedatangan Lu Sun bersifat mendadak.


Dia tidak sempat membuat persiapan, stok setimnya juga terbatas.


Saat kematian Ying Ying Ming Dao sebenarnya sudah mempersiapkan diri matang-matang.


Tapi setelah di tunggu selama 3 hari ternyata, Lu Sun tidak juga datang.


Sedangkan bergerak menyerang, dia sedikit khawatir Lu Sun sedang memancingnya turun gunung untuk menghabisi nya.


Setelah menunggu selama 3 hari secara Sia-sia , dia berpikir Lu Sun kemungkinan besar tidak berani datang secara berterang-terangan begini.


Jadi dia pun mengirim salah satu pengawalnya yang paling canggih untuk menjaga laboratorium, semua stok pun di kembalikan kesana.


Tidak di sangka Lu Sun justru lebih dulu menghancurkan laboratorium rahasianya, baru datang kemari.


Sehingga dia hanya bisa menghadapi Lu Sun dengan taktik menguras energi Lu Sun, sebelum nantinya berhadapan langsung dengan dirinya.


Melihat dua dari 4 anak buahnya sudah jatuh tewas tak bergerak lagi.


Ming Dao tidak bisa bersembunyi dan diam-diam membokong Lu Sun lagi.


Bila terus berlanjut dia akan kehilangan semua pembantunya yang akan membantunya menguras tenaga Lu Sun.


Ming Dao tidak mau serumnya menjadi sia-sia sebelum di gunakan seperti ke 4 anak buahnya lagi.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia langsung meminum sekaligus 4 botol.


Seluruh pakaian diatas tubuhnya langsung hancur karena otot Ming Dao tiba-tiba membesar.


Begitu pula dengan celana panjang ketat yang di kenakan nya juga mengalami robek di sana sini.


Ming Dao melompat menghadang serangan Lu Sun dengan membentuk perisai pelindung berwarna biru berbentuk cangkang kura-kura.


Di belakangnya muncul bayangan seorang biksu botak brewokan dengan kulit hitam memakai kalung tasbih yang berukuran besar-besar.


Bayangan itu mendorong sepasang tapak terbuka nya kedepan seolah-olah ingin membantu Ming Dao menahan serangan dari Lu Sun.


Serangan jari penebus bumi yang mengeluarkan cahaya berkilauan menghujam deras kearah perisai cangkang kura-kura raksasa itu.


Pertemuan kedua tenaga raksasa' itu menimbulkan ledakan dahsyat, dan guncangan hebat di area sekitarnya.


"Bummmm ..!!!"


Cahaya berkilauan sirna terdorong oleh cangkang kura-kura berwarna biru, yang terus melesat seolah-olah ingin menghantam Lu Sun.


Tapi Lu Sun menyusulnya dengan jurus kedua, jari penembus langit.

__ADS_1


Di mana seberkas cahaya menyilaukan turun dari langit masuk kedalam tubuh Lu Sun.


Kemudian dari telunjuk Lu Sun muncul cahaya yang lebih menyilaukan, dan lebih kuat dari jurus pertama tadi.


Cahaya menyilaukan tersebut mendorong Perisai berbentuk cangkang kura-kura itu hingga terpental mundur kembali ketempat semula.


"Duaarr...!!"


Ming Dao sedikit terdorong mundur, tapi kuda-kudanya tidak berubah hanya menimbulkan bekas gesekan kakinya diatas tanah.


Memunculkan sebuah garis telapak kaki yang cukup dalam di bawah kakinya.


Ming Dao menambah kekuatan nya, memberikan dorongan kedepan.


Akhirnya cahaya berkilauan terbelah dua, dan perisai cangkang kura-kura kembali menerjang kearah Lu Sun.


Tidak punya pilihan lain, Lu Sun merapal jurus ketiga nya jari pemusnah semesta.


Perlahan-lahan tubuh Lu Sun di kelilingi oleh energi alam semesta yang di serapnya.


Serangan cangkang kura-kura terhenti di tengah jalan, tertahan oleh energi kekuatan yang Lu Sun lepaskan.


Terjadi guncangan gempa hebat, yang membuat rumah kediaman Ming Dao sebagian roboh meluruk ke bawah.


Untungnya bukan Kediaman utama, tapi hanya bagian samping rumah yang runtuh menimbulkan suara hiruk pikuk dan suara alarm mobil yang berbunyi di mana-mana.


Fenomena menakjubkan terjadi, seberkas cahaya emas turun dari langit menyelimuti tubuh Lu Sun.


Dari jari tangan Lu Sun muncul sebuah cahaya emas yang semakin lama semakin besar.


Saat jari Lu Sun di arahkan ke Ming Dao.


Berkas sinar mas melesat kencang, menghantam cangkang kura-kura tersebut.


"Duarrr.."


Kembali terdengar ledakan dahsyat.


Saat kedua energi berbenturan di udara, kedua orang Black Panther KW menempelkan telapak tangan mereka di bahu Ming Dao.


Untuk membantunya menahan serangan yang mengeluarkan cahaya seperti emas itu,


Bentrokan dua tenaga raksasa kembali terjadi, di udara.


Kali ini cangkang kura-kura raksasa sebagai perisai pelindung Ming Dao, mengeluarkan retakan di mana-mana terlihat cahaya emas mulai bersinar dari celah retakan cangkang kura-kura itu.


Lu Sun yang hampir membuat cangkang itu meledak hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Tapi Ming Dao tidak tinggal diam dia merapatkan kedua tangannya membentuk Golok biru raksasa.


Kemudian dia mendorong nya kedepan, tepat cangkang kura-kura itu meledak hancur berkeping-keping.


Golok biru raksasa maju menyambut sinar emas tersebut.


Saat bahu Ming Dao di aliri tenaga tambahan, golok biru bersinar semakin gemilang.


Perlahan-lahan mendorong mundur cahaya emas yang sedang menerjang deras kedepan.


Melihat hal ini, Lu Sun tidak punya pilihan lain selain mengempos seluruh semangatnya.


Memaksakan diri memperkuat dorongan jurus ketiga nya itu dengan seluruh semangatnya.


Ming Dao sambil tersenyum licik mengeluarkan dua botol kuning menelannya.


Tiba-tiba tenaganya bertambah drastis, sehingga sinar golok biru berhasil membelah cahaya emas menjadi terbelah dua.


Dan terus meluncur ke depan menghantam Lu Sun, Lu Sun tidak punya pilihan lain selain membentuk perisai Im Yang Sen Kung yang mengeluarkan cahaya merah dan biru.


Dengan 30 matahari dan bulan mengelilingi seluruh tubuhnya berputar-putar.


Cahaya Golok biru menghantam deras Perisai Lu Sun berulang kali.


Ming Dao tersenyum lebar, dia terus meningkatkan kekuatan hantaman golok birunya.


Dia yakin sebentar lagi perisai yang Lu Sun ciptakan akan hancur, dan Lu Sun pasti akan tewas atau minimal terluka parah oleh serangan terakhirnya itu.


Kekuatan hantaman nya semakin lama semakin dahsyat.


Lu Sun sendiri terus mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk bertahan sekuat tenaga.


Kedua kaki Lu Sun mulai gemetar, tubuhnya mulai kelelahan akibat pengerahan tenaga yang terlalu berlebihan.


Di luar perkiraan Ming Dao Cahaya emas yang terbelah dua tidak hancur ataupun sirna saat terbelah dua.


Cahaya emas itu terus menerjang melewati samping kiri kanan Ming Dao, berubah menjadi dua berkas sinar cahaya mas.


Setelah melewati Ming Dao dan kedua pengawalnya, kedua cahaya emas membentuk dua kepala Naga kemudian membalik.


Menghantam dari arah belakang, langsung menembus punggung kedua pengawal tersebut.


Kemudian menyatu menjadi satu membentuk anak panah mencoba menembus tubuh Ming Dao.


Ming Dao yang merasakan adanya bahaya.


Dia menghilang dari Posisinya, lalu dengan tangan kanan tetap mengendalikan golok biru menghantam perisai Lu Sun.

__ADS_1


Tangan kiri memberikan dorongan agar cahaya emas meluncur menghantam kearah Lu Sun.


__ADS_2