KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
HARI KE 7


__ADS_3

Setelah Lu Sun tiba acara pun langsung di mulai, acara berlangsung tertib dan khidmat.


Saat peti di turunkan kedalam lubang sebelum di mulai penguburannya, pemimpin upacara pemakaman.


Meminta siapa pun yang ingin maju menyampaikan sepatah dua patah kata boleh maju.


Satu persatu tamu maju kedepan menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan hubungan mereka dengan Ying Ying.


Sebagai penutupnya mereka mengucapkan selamat jalan semoga Ying Ying tenang di alam sana.


Setelah semua orang menyampaikan pesan terakhir mereka, sebagai penutup Lu Sun di minta maju untuk menyampaikan sesuatu.


Sampai di depan Lu Sun tidak sanggup menyampaikan apa apa hanya airmata yang menetes disudut mata nya.


Setelah berdiri termenung beberapa saat, akhirnya Lu Sun berkata,


"Selamat jalan sayang,... tunggulah aku pasti akan datang menyusul mu.."


Setelah mengeluarkan kata-kata penuh teka-teki itu Lu Sun pun dengan kepala tertunduk kembali ke sisi Giok Lan dan Xue Yen.


Yang paling heran dengan ucapan Lu Sun tentu saja Giok Lan dan Xue Yen, mereka tahu betul, Lu Sun sudah mencapai keabadian.


Bahkan setelah semua yang hadir ini mati, Lu Sun juga tidak bakalan mati.


Tapi kenapa dia mengatakan hal itu, tapi untuk menanyakan nya mereka tidak berani.


Jadi mereka hanya saling pandang dan memilih diam dan menyimpan perasaan penasaran mereka.


Setelah Lu Sun kembali ke posisinya, acara pemakaman pun diteruskan hingga selesai.


Setelah acara selesai, Giok Lan Xue Yen nenek mulai sibuk melayani para tamu ngobrol sambil makan bersama.


Sedangkan Lu Sun setelah berbicara sebentar dengan David Jimmy dan Peter.


Dia pergi menyapa Paman Mao, presiden Xi dan kakak Zhang.


Setelah berbasa-basi sebentar, Lu Sun menghampiri Kevin Liu ayah Ying Ying.


"Ayah jaga kesehatan mu, jangan terlalu bersedih.."


"Percaya lah di kehidupan selanjutnya mungkin Ying Ying akan jauh lebih berbahagia.."


"Yang ingin dia lihat saat ini, adalah dia ingin kita semua berbahagia melepaskan kepergian nya.."


"Mari kita penuhi keinginan nya, agar dia bisa pergi dengan tenang.."


ucap Lu Sun sambil memeluk Kevin Liu dan menepuk-nepuk punggung mertuanya.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari ayah mertuanya, Lu Sun pun berlalu dari tempat tersebut menuju taman rahasia.


Lu Sun duduk seorang diri di sebelah peti mati bertutupan kaca itu.


"Sayang aku kembali datang menemui mu, aku tahu kamu tidak mungkin tidak mendengar dan juga tidak bisa menjawab ku lagi.."


"Tapi tidak apa-apa, aku hanya rindu dan ingin berbicara berdua dengan mu saja.."


"Di luar terlalu ramai dan berisik aku tidak betah.."


"Sayang pemakaman barang peninggalan mu diluar sana, hari ini berjalan dengan sangat lancar."


"Tamu yang datang cukup banyak, kakak Zhang juga datang bersama istrinya, anaknya dan anak kita ternyata usia mereka hampir sama."


"San er bermain dengan sangat gembira bersama anak kakak Zhang."


"Sayang kamu tenang saja..San er sudah besar, dia sangat tegar, dia sudah mulai bisa menerima kepergian mu.."


"Aku berjanji pada mu, aku akan menggantikan mu merawat dia hingga dewasa.."


"Tapi yang tetap tidak bisa melupakan mu, malah yang tua ini, lucu kan sayang..."


"Aku sungguh tak berguna ya, sayang..."


"Kelihatannya aku masih akan sering datang kemari bercerita dan mengobrol dengan mu.."


"Kamu jangan bosan, jangan marah dan merasa terganggu ya sayang,.."


"Aku yakin kamu pasti akan mengerti.. karena di dunia ini selain kamu tidak ada lagi yang lebih mengerti diri ku.."


"Tidak Giok Lan... bahkan Xue Yen pun yang sudah menjadi istri ku selama dua jaman juga tidak..."


"Ok lah sayang sampai di sini dulu, selamat beristirahat, aku mau meditasi sebentar.."


"Nanti kita baru ngobrol-ngobrol lagi.."


Lu Sun kemudian duduk bersila memejamkan matanya memulihkan tenaga dan pikiran nya yang banyak terkuras selama beberapa hari ini.


Akibat kesedihan berkepanjangan, aliran darah dan Chi nya sedikit terganggu.


Bila dia tidak merawatnya dengan baik, kekacauan itu bisa melukai dirinya sendiri.


Ringan dia bisa mengalami luka dalam, berat ada kemungkinan dia bisa cacat seperti tempo dulu.


Bila hal itu kembali terulang kemungkinan pulihnya akan jauh lebih sulit ketimbang waktu itu.


Setelah pemakaman Ying Ying selesai, Lu Sun selalu menghabiskan sebagian besar waktunya ditempat ini.

__ADS_1


Lu Sun hanya keluar dari taman rahasia saat pagi-pagi mengantar Lu San kesekolah.


Setelah Lu San masuk sekolah, Lu Sun akan langsung kembali ke taman rahasia.


Menjelang siang Lu Sun akan kembali kesekolah menjemput Lu San pulang kerumah.


Setelah itu dia akan langsung kembali ketaman rahasia, hingga sore hari menjelang malam.


Lu Sun baru keluar menemani Giok Lan dan Xue Yen makan malam.


Pergi belanja jalan-jalan atau apa saja, yang penting kedua istrinya senang.


Saat kedua istrinya tertidur pulas jelang tengah malam, Lu Sun pun kembali ke kamar rahasia.


Hal itu terus berulang-ulang, Lu Sun bahkan tidak menghiraukan keberadaan nenek yang juga berkultivasi dan berlatih ditaman tersebut.


Nenek juga tidak menegur dan mengganggunya, nenek hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap Lu Sun yang sering berbicara sendiri di samping peti mati Ying Ying.


Giok Lan dan Xue Yen tidak buta, mereka juga mengetahui apa yang selalu Lu Sun lakukan tiap hari.


Mereka tahu dengan jelas meski di luar Lu Sun selalu berpura-pura sudah melepaskan kepergian Ying Ying.


Tapi sebenarnya di dalam hati Lu Sun tetap belum bisa menerima kepergian Ying Ying.


Mereka tidak berani menganggu nya, hanya bisa membiarkan waktu yang mengobati luka di hati Lu Sun.


Mereka memilih bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa dengan yang Lu Sun lakukan.


Tepat di hari ke 7 setelah kematian Ying Ying, Lu Sun pagi-pagi sudah meminta Kakek Huang dan Peter Ho dan Viktor datang kerumahnya.


Mereka berkumpul diruang tengah, Nenek Lu, Giok Lan dan Xue Yen juga terlihat hadir di ruangan tersebut.


"Lan Mei hari ini kamu jangan pergi kemana-mana, San er juga tidak perlu sekolah.."


"Yen Mei kamu juga sama jangan pergi kemana-mana, sebelum aku kembali.."


"Nenek keamanan seluruh keluarga Lu aku titip pada mu.."


"Cin Bao sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan kenapa hari ini kamu bersikap aneh..?"


tanya nenek sambil menatap Lu Sun.


Begitu pula dengan Giok Lan dan Xue Yen mereka juga menatap Lu Sun dengan cemas.


"Hari ini aku akan pergi membasmi seluruh keluarga Ching, siapa pun yang menghalangi jalan ku, akan ku basmi tanpa terkecuali."


"Viktor kamu tetap terus pantau gerak-gerik Ming Dao, kemanapun dia pergi segera kabari aku.."

__ADS_1


"


__ADS_2