
Tapi dia tahu ucapan suaminya tadi sangat benar, yang penting saat ini adalah memberi hiburan ke ibunya agar cepat sembuh.
Soal jari suaminya biar diributkan juga tidak bakal bisa tumbuh lagi, yang ada hanya akan membuat ibunya sedih dan merasa bersalah.
Hal ini tidak akan berguna untuk kesehatan ibu nya.
Makanya Monica menyimpan rapat-rapat semua perasaan nya dan berusaha tampil gembira dan ceria.
Di tempat lain Lu Sun kembali kedalam rumah bersama ketiga istrinya.
"Sayang sudahlah tidak perlu terlalu di pikirkan keputusan mu tadi sudah benar.."
ucap Xue Yen menghibur perasaan Lu Sun yang sebenarnya masih kurang puas dengan lepasnya Ming Dao.
Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,
"Sungguh tidak di sangka, masalah bisa jadi rumit dan berbelit-belit begini.."
Dunia begitu luas mengapa musti bedebah itu punya hubungan dengan murid Pei Feng itu."
Kamu keberatan dengan hubungan Ming Dao dan black Panther atau keberatan dengan hubungan black Panther dan Monica ?"
tanya Xue Yen menyindir.
"Ya enggaklah sayang, saya kan sudah ada kalian bertiga yang temani.."
uap Lu Sun tersenyum canggung.
Lalu Lu Sun buru-buru mengalihkan pembicaraan dan berkata,
"Dengan lolosnya dia kali ini, untuk selanjutnya akan semakin sulit untuk menahlukkan bedebah itu.."
"Kalian tidak tahu aku sudah menghabiskan waktu hampir seminggu baru bisa mengetahui kelemahannya.."
"Dia sebenarnya sangat kuat, andai dia minum serum yang benar, kekuatan aslinya tidak berada di bawahku maupun Black Panther."
"Dengan kejadian ini kedepannya meski aku kelak ingn mencari informasi dengan menyamar jadi apapun, itu tidak akan mudah lagi."
ucap Lu Sun menjelaskan dengan kecewa.
Xue Yen menatap Lu Sun dan berkata,
"Sudahlah selama dia tidak muncul mengusik kita lebih baik kita lupakan saja."
"Tidak mudah bagi kita bisa berkumpul bersama seperti sekarang, kamu tidak tahu berapa khawatirnya kami tadi.."
" Kami tadi sungguh takut kamu akan bentrok dengan Black Panther, bila nanti terjadi sesuatu dengan mu, dan kita harus kembali berpisah lagi.."
"Aku sungguh tidak berani membayangkan bagaimana kami akan melewati sisa hidup kami tanpa mu."
"Kakak Xue Yen benar Sun ke ke, kami sudah jauh-jauh ikut kamu sampai ke jaman ini, dengan susah payah kita bisa berkumpul bersama."
"Kalau kamu kembali meninggalkan kami, apa tidak kasihan dengan kami..?"
ucap Giok Lan manja.
Sedangkan Ying Ying hanya mengangguk, dia memilih tidak berkomentar.
Dia takut Lu Sun nanti cemburu dan kembali salah paham soal dia dan Ming Dao.
Dia memaklumi soal ini, karena dulu dia memang pernah sangat mencintai Ming Dao.
__ADS_1
Tapi itu dulu, saat ini tentu dia hanya mencintai Lu Sun suaminya saja sepenuh hati.
Lu Sun tersenyum menatap mereka bertiga dan berkata,
"Baiklah kalian benar, soal ini kelihatannya memang harus di lupakan saja."
Tiba-tiba HP Lu Sun bunyi, dia pun mengangkatnya dan berkata,
"Ya vid ada apa ?"
"Bos saya cuti ya seminggu ?"
ucap David dari seberang sana.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Pergilah temukan dia. bujuklah dia baik-baik, aku tahu dia masih sangat mencintai mu."
"Dia hanya merasa minder dan kurang pantas bersanding dengan mu, setelah apa yang terjadi dengan dirinya setelah ikut dengan Vicky Tempo hari."
David mengangguk cepat dan berkata,
"Ya bos, terimakasih banyak bos."
"Ohh ya bos, kakek Huang mengabarkan seminggu lagi acara pelelangan di Dubai akan di mulai, bila bos berminat hadir, bos di minta menghubungi nya.."
"Baik vid makasih infonya, selamat jalan.."
ucap Lu Sun kemudian mematikan HP nya dan berkata,
"Sayang kita jalan-jalan ke Dubai mau..?"
"Sayang aku bawa Lu San boleh ya ?"
ucap Ying Ying meminta ijin.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Tentu saja sayang, Lu San dan kedua pengasuhnya akan ikut kita kesana.."
"Hari ini kalian ada rencana apa tidak ? kalau tidak ada, yuk kita jalan-jalan ke mall belanja perlengkapan untuk keberangkatan kita."
"Sekalian aku ingin mengajak Lu San makan es krim dan belikan mainan.."
"Boleh tapi kita makan di rumah saja dulu,
ucap Ying Ying.
Xue Yen sudah capek-capek, pagi-pagi belanja ke pasar dan masak banyak tadi .
ucap Ying Ying mengingatkan.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Ayo kita makan dulu sama-sama sekarang, kebetulan aku juga sedang lapar.."
Lalu dia merangkul pinggang Xue Yen dan berbisik,
"Makasih ya sayang sudah repot-repot masak untuk ku.."
Xue Yen tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Kalau kamu suka aku bisa kok tiap hari masak yang enak-enak untuk mu.."
"Tapi urusan kantor pagi kamu yang urus, tar habis makan siang aku baru kesana membantu mu gimana ?"
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Serius kamu mau seperti itu, kalau kamu mau tentu aku gak kan nolak.."
"Kebayangkan nikmatnya, kita bisa makan siang bersama."
ucap Lu Sun tersenyum senang.
"Sayang kamu tahu kan di ruangan kantor ku ada kamar tidur..?"
ucap Lu Sun berbisik sambil tersenyum penuh arti.
Xue Yen menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku jarang menggunakan ruangan mu, jadi aku gak gitu tahu soal itu."
"Emang kalau ada kamar terus kenapa ?"
tanya Xue Yen menatap Lu Sun dengan curiga.
Di tahu maksud suaminya yang genit ini, sudah dua jaman mereka bersama tentu dia sangat hapal semua gerak-gerik Lu Sun.
Lu Sun tersenyum penuh arti menatap Xue Yen.
"Gak mau, kamu seperti kuda, melayani mu, aku gak kan sanggup kerja lagi."
ucap Xue Yen setengah berbisik dengan wajah merah
Lu Sun tertawa dia tahu Xue Yen hanya bicara di mulutnya saja.
"Kalian berdua bicara apa kenapa dari tadi bisik-bisik terus..?"
tanya Giok Lan curiga.
Lu Sun tertawa dan berkata,
"Tentu saja berbicara tentang bagaimana cara membuat Xue Xue segera bisa menyusul mu."
"Biar rumah kita tambah ramai.."
ucap Lu Sun sambil tertawa.
Giok Lan memukul lengan Lu Sun dengan gemas dan berkata,
"Dasar cabul, kalian teruskan saja, aku mau bantu kak Ying Ying menyiapkan peralatan makan ."
Lu Sun menanggapinya dengan tertawa lebar.
Lalu dia mengeratkan pelukannya ke Xue Yen membawanya menyusul ke dapur.
Selagi mereka berempat sedang asyik bercanda sambil makan, tiba-tiba terdengar sebuah suara lembut berkata,
"Wah kalian sedang makan enak gak ngajak-ngajak lagi ya.?"
Mereka berempat sedikit terkejut, menghentikan canda tawa mereka dan melihat kearah asal suara dengan sedikit kaget.
Mereka berempat sedikit pangling dengan wanita cantik yang sedang berdiri di hadapan mereka sambil tersenyum.
__ADS_1