KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERMINTAAN RAJA


__ADS_3

Lu Sun dan Giok Lan mengikuti rombongan pengawal istana menuju istana setelah berganti pakaian rapi.


Lu Sun mengenakan jas biru tua dengan sulaman dua ekor naga mas didepan dada, dan celana panjang berwarna sama dengan desain sedikit ketat.


Sehingga membuat Lu Sun yang tinggi besar terlihat gagah dan elegan.


Begitu pula dengan Giok Lan dia mengenakan baju cheongsam dengan dasar biru tua sama dengan suami nya dan bersulam burung Hong dengan benang mas.


Giok Lan yang berkulit putih mengenakan pakaian berwarna sedikit gelap, membuat warna kulitnya bersinar makin cemerlang.


pakaian ketat dengan belahan samping di paha, membuat Giok Lan yang memiliki bentuk badan sangat bagus, menjadi terlihat sangat mempesona.


Baik pakaian Lu Sun maupun Giok Lan, ini adalah pakaian yang dirancang khusus oleh desainer terkenal.


Yang sengaja dipesan khusus oleh Giok Lan untuk mereka berempat masing-masing punya satu stel.


Pakaian ini sengaja di siapkan untuk mereka berempat jika di undang ke acara formal.


Lu Sun dan Guok Lan di bawa ke sebuah gedung yang sangat megah dan luar biasa mewah.


Sebagai negara terkaya di dunia, wajar saja istana kerajaan nya juga sangat mewah dan lain dari lain.


Lu Sun dan Giok Lan di sambut di sebuah ruangan besar, yang biasanya di gunakan untuk menyambut tamu-tamu penting dari berbagai negara.


Raja Salman duduk menunggu kedatangan Lu Sun dan Giok Lan sambil tersenyum ramah.


Dia memberi kode agar Lu Sun dan istrinya duduk di sampingnya.


Lu Sun dan Giok Lan duduk di sampingnya Raja Salman, pembicaraan pembukaan basa-basi di lakukan untuk saling menghormati.


Karena Lu Sun tidak bisa berbahasa asing, jadi dia hanya bisa duduk diam mendengarkan saja.


Tak lama kemudian Raja Salman mulai membuka pokok bahasannya, dia sudah mendapatkan kabar mengenai perseteruan Lu Sun dan pangeran Ahmed.


Di mana Lu Sun berhasil mengalahkan dua pengawal pribadi pangeran Ahmed yang sangat di takuti oleh semua orang.


Raja Salman setelah mendapat informasi ini, dia buru-buru memanggil Lu Sun kemari adalah untuk berusaha membujuk Lu Sun agar membantunya.


Pangeran Ahmed Husein masih termasuk keponakannya sendiri.


Ayah pangeran Ahmed adalah kakak dari raja Salman.


Pangeran Ahmed Husein memiliki ambisi besar ingin mengkudeta kedudukan raja, milik raja Salman.

__ADS_1


Raja Salman mengetahui hal itu, tapi dia tidak berdaya untuk menangkap dan menghukum Pangeran Ahmed Husein.


Karena pangeran Ahmed selain memiliki bala tentara yang sangat kuat, dia juga selalu di lindungi oleh dua orang pengawalnya yang sakti itu.


"Tuan Lu aku berharap kamu Sudi membantu kami menangkap Ahmed Husein si pemberontak itu.."


ucap Raja Salman sambil menatap Lu Sun penuh harap.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Sebenarnya ini masalah internal kalian aku rasa aku tidak layak mencampurinya."


"Tuan Lu anda harus ketahui, kekayaan negara ini tidak main-main, bila aku jatuh.


Kemudian kekayaan negara ini di kuasai oleh orang seperti Ahmed, kira-kira apa yang akan terjadi dengan dunia ini ?"


ucap Raja Salman putus asa.


"Sayang ucapan raja bukan tidak masuk akal, kamu bantulah Raja untuk menangkap si Ahmed itu."


ucap Giok Lan sambil menatap suaminya.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Katakan pada raja selama saya pergi mengurus Ahmed urusan keamanan seluruh keluarga ku ku titipkan padanya..."


"Bila terjadi sesuatu aku pasti akan kembali membuat perhitungan dengan nya.."


"Setelah urusan ini selesai aku minta semua transaksi kebutuhan minyak Group Lu dan groups mu di Amerika agar dapat diskon 50%."


"Suruh dia buat draft perjanjian nya, setelah urusan selesai kita akan tanda tangani kontrak bersama-sama."


Giok Lan menoleh ke raja Salman dan berkata,


"Paman suami ku berjanji akan menangkap Ahmed Husein.."


"Tapi dia punya beberapa syarat yang harus kamu penuhi.."


ucap Giok Lan sambil menyampaikan ulang permintaan Lu Sun barusan.


Begitu mendengar syarat yang diajukan oleh Lu Sun, raja Salman tersenyum lebar dan buru-buru menganggukkan kepalanya.


Sambil mengatakan dia akan menyanggupi apapun permintaan Lu Sun, yang penting dia bisa menangkap Ahmed Husein untuk nya.

__ADS_1


Setelah melihat ekspresi kesanggupan Raja Salman dan anggukan kepala kode ok dari Giok Lan.


Lu Sun pun menganggukkan kepalanya kearah raja Salman, lalu dia menghilang dari hadapan raja Salman seperti tukang sulap.


Raja Salman dan 2 orang pengawal setianya terkejut, mereka bahkan tidak ada yang mendeteksi, kapan Lu Sun bergerak, tahu-tahu sudah menghilang dari hadapan mereka.


Begitu Lu Sun pergi, raja Salman langsung memberi


perintah kepada salah jendral nya, agar segera pergi menjemput keluarga Lu Sun ke istana, agar keamanannya bisa lebih terjaga.


Jendral itu langsung buru-buru bergerak melaksanakan perintah dari atasan nya.


Lu Sun sendiri dengan mudah sudah tiba di depan pagar rumah Pangeran Ahmed yang di jaga dengan sangat ketat.


Terlihat pasukan bersenjata lengkap yang mencapai ratusan orang terlihat bersiaga dengan senjata Laras panjang ditangan.


Bahkan setiap sudut pagar halaman nya di jaga masing-masing dua kendaraan lapis baja, sedangkan bagian tengah di jaga 4 unit mobil lapis baja, di atap mobil terlihat seseorang bersiaga dengan senapan mesin ukuran jumbo, yang mana daya tembaknya dapat menembus kendaraan tank dengan mudah.


Bahkan sebentar sebentar ada dua helikopter jenis Apache yang melakukan patroli udara.


Hari ini kedatangan Lu Sun atas dukungan pemerintah sah, dan dia tahu semua senjata musuh tidak akan ada yang bisa melukai nya.


Sehingga dia datang terang-terangan seorang diri, tanpa perlu menggali informasi maupun mencari titik lemah yang menghabiskan waktu.


Lu Sun langsung berjalan santai menuju gerbang pagar rumah yang di jaga ketat.


Terdengar suara peringatan lewat TOA ke Lu Sun yang menyuruhnya berhenti mendekati area terlarang pekarangan kediaman pangeran Ahmed.


Tapi Lu Sun pura-pura tidak mengerti day terus melangkah mendekat selangkah demi selangkah.


Akhirnya mereka mulai melepaskan tembakan peringatan kearah Lu Sun.


"Dorr..dorr..dorr.dor..dor...!"


tanah dan batu di kaki Lu Sun berhamburan keatas terkena tembakan peluru yang dilepaskan oleh pasukan pengawal pangeran Ahmed.


Lu Sun berhenti sesaat ditempat menatap kearah para penembak sambil tersenyum dingin.


Lalu dia melanjutkan melangkah kedepan dengan santai.


Kini semua tembakan mulai diarahkan ke Lu Sun, tai tetap tidak ada yang bisa menghentikan gerak langkah Lu Sun.


Semua peluru yang ditembakkan ke tubuh Lu Sun, sebelum menyentuh tubuhnya semuanya melenceng dari arah sasaran.

__ADS_1


__ADS_2