KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERTEMU PRESIDEN XI DAN PAMAN MAO


__ADS_3

Dari dalam mobil terlihat 5 regu Pasukan khusus anti teror, sedang bergerak turun dari mobil.


Mereka bergerak dengan sigap mengepung gedung, kemudian sebagian kecil bergerak masuk kedalam gedung dengan senjata di tangan.


Pergerakan mereka lebih teratur dan terlatih, mereka juga mengenakan helm masker dan pelindung mata rompi anti peluru dengan senjata yang lebih canggih dan lengkap.


Sedangkan yang melakukan pengepungan di luar semua nya terlihat mengenakan penutup muka yang hanya memperlihatkan sepasang mata mereka.


Di tempat lain Paman Mao dan presiden Xi sedang berjalan terburu-buru menuju ruang gedung karantina.


Pesawat jet kepresidenan mereka baru mendarat, mereka langsung menerima laporan kejadian di gedung karantina.


Presiden Xi terlihat sedang berjalan terburu-buru sambil menelpon pejabat paling berwenang di bandara untuk menghentikan pergerakan mereka menyerang Lu Sun.


Sedangkan Paman Mao terlihat cemas dan terburu-buru mengiringi pergerakan presiden Xi.


Di belakang dan didepan mereka terlihat sekelompok orang berpakaian hijau daun loreng-loreng, sedang melakukan pengamanan.


Mereka adalah pasukan pengamanan presiden yang bertugas menjaga keselamatan presiden dan keluarganya.


Sekelompok pasukan anti teror kini sudah memasuki gedung karantina, mengambil alih kepemimpinan pengepungan ruangan di mana Lu Sun di karantina.


Mereka bergerak pelan-pelan menuju pintu ruang karantina, beberapa petugas kepolisian yang tadi tumpang tindih didepan pintu, sudah diselamatkan oleh rekan-rekan mereka.


Kini mereka semua tidak terlihat lagi di sana ruang karantina terlihat sepi dan lenggang.


Di dalam ruangan itu sendiri lu Sun tetap berdiri tak bergeming memunggungi Ying Ying dan Giok Lan yang berlindung di belakangnya.


"Sayang kalian berdua bersembunyi saja di belakang ku, tenang saja tidak akan ada yang bisa melukai kita."


ucap Lu Sun menenangkan Ying Ying dan Giok Lan.


Ying Ying terlihat ragu dan cemas, Giok Lan memegang tangan Ying Ying dan berkata,


"Kak Ying Ying tenang saja, percayakan ke Sun ke ke saja."


"Bahkan pasukan seluruh dunia di kerahkan kesini, mereka tetap tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kita."


ucap Giok Lan penuh keyakinan.


Berbeda dengan Ying Ying yang kini hanya manusia biasa, Giok Lan yang tadinya juga memiliki kesaktian paham benar kekuatan Lu Sun saat ini.


Selagi Giok Lan berbicara dengan Ying Ying, tiba-tiba dari arah pintu melayang beberapa benda berbentuk bulat seperti kaleng susu.

__ADS_1


Benda-benda itu adalah bom asap dan bom cahaya yang di lemparkan oleh team Pasukan anti teror kedalam ruangan,


untuk melumpuhkan Lu Sun sebelum mereka masuk kedalam ruangan.


Tapi sebelum benda itu mendarat didalam ruangan, Lu Sun mengibaskan tangannya kearah benda-benda tersebut.


Sehingga benda-benda itu kembali melayang keluar dari dalam ruangan, dan meledak di luar pintu ruangan.


Asap mengepul kemana-mana, cahaya menyilaukan mata dan pandangan juga memenuhi ruangan didalam gedung karantina.


Pasukan anti teror tidak terpengaruh, karena mereka mengenakan masker dan kacamata pelindung mata.


Kini mereka tidak punya pilihan selain segera merangsek masuk, dan melepaskan tembakan senapan otomatis mereka, memborbardir ruangan di mana Lu Sun dan istrinya berada.


Lu Sun menjadi marah dan kesal mereka menembak secara sembarangan tanpa menghiraukan keselamatan Ying Ying dan Giok Lan.


Lu Sun memasang perisai pelindung yang melindungi mereka kemudian melepaskan pukulan 18 Tapak Penahluk Naga yang bersifat kuat dan keras.


Seluruh regu pertama yang terdiri dari 10 orang terlempar keluar gedung menghantam dinding pembatas gedung hingga jebol.


Meski tidak sampai mati, tapi mereka semua terluka cukup parah merintih-rintih diatas tanah.


Mereka tidak sanggup berdiri, karena beberapa ruas tulang ditubuh mereka patah-patah terkena efek hantaman pukulan jarak jauh yang di lepaskan oleh Lu Sun.


Bertepatan dengan itu presiden Xi dan Paman Mao telah tiba di sana, para atasan mereka segera mengeluarkan instruksi penghentian serangan sesuai instruksi dari presiden Xi.


Mereka terlihat tenang dan tidak takut sama sekali.


Kepala kepolisian bandara, dan komandan pasukan Anti teror menyarankan presiden Xi jangan masuk kedalam.


Tapi presiden Xi hanya tersenyum dan mengabaikan mereka, dia dan Paman Mao tetap bergerak memasuki ruangan karantina.


Hanya mereka berdua yang masuk kedalam, presiden Xi melarang siapapun mengikutinya kecuali paman Mao.


Semua pasukan pengaman presiden juga terlihat berjaga-jaga diluar.


Tempat itu kini di kepung dengan sangat ketat, dengan semua senjata terarah ke pintu masuk gedung karantina, dan pintu yang tercipta akibat dinding yang jebol dihantam tubuh regu pertama Pasukan Anti teror.


"Saudara Sun maaf kami datang terlambat, sehingga membuat mu harus merasakan ketidak nyamanan ini."


ucap Paman Mao sambil berjalan memasuki ruangan karantina.


Lu Sun tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Justru aku yang telah merepotkan paman Mao dan Presiden Xi sampai repot-repot harus datang kemari ."


"Aku sungguh merasa tidak enak hati,"


ucap Lu Sun sambil memberi hormat kepada paman Mao dan presiden Xi.


"Sudahlah jangan banyak peradatan lagi tuan Lu, ayo ikut dengan kami aku akan menjamin Anda keluar dari tempat ini."


ucap presiden Xi sambil menepuk bahu Lu Sun dengan akrab.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak boleh seperti itu, itu akan mempengaruhi nama baik dan popularitas anda di mata rakyat."


"Aku kini adalah tahanan kasus narkoba yang harusnya di hukum mati, apalagi dengan kerusuhan seperti ini."


"Presiden Xi tersenyum dan berkata,


"Tuan Lu saudaraku, aku ini bekerja untuk kepentingan negara bukan untuk popularitas pribadi."


"Buat apa popularitas bila tindakan ku justru merugikan negara, kamu adalah asset berharga negara ini yang harus ku lindungi."


"Lagipula dengan kemampuan mu, bila kamu ingin berbuat jahat siapa yang bisa menghentikan mu."


"Sudahlah tenang saja masalah ini percayakan saja padaku."


Lu Sun tersenyum kemudian menarik tiga kursi dan berkata,


"Dari tadi kita berdiri sambil bicara sungguh tidak sopan, mari kita duduk."


"Presiden Xi dan Paman Mao silahkan duduk."


Sambil tertawa mereka bertiga pun duduk, Lu Sun membuka pembicaraan setelah mereka bertiga duduk.


"Presiden Xi aku sangat berterimakasih kamu bersedia menjamin ku keluar dari sini."


"Tapi tolong dengarkan alasan ku menolak hal tersebut, pertama dengan mengirim ku ke penjara.


"Maka dalang masalah ini akan muncul dengan sendirinya, karena merasa sudah menang."


"Dengan begitu aku baru bisa bergerak secara diam-diam menghancurkannya."


"Kedua dengan memasukkan aku ke penjara bila kelak aku di lepaskan pun nama baikku akan dipulihkan secara total."

__ADS_1


"Tanpa ada yang mengatakan aku lepas dari masalah ini karena mengandalkan koneksi."


"Biar bukti yang membersihkan nama baik ku."


__ADS_2