KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
14. Keluar dari Hutan Kematian


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Wilayah Benua Bawah, Di dalam Hutan Kematian.


Wu Shen kembali masuk ke dalam Hutan Kematian setelah urusannya sudah selesai dengan Shen Lao si Naga Laut, Wu Shen memburu beberapa Hewan Buas untuk di jadikan makanannya dia sangat kelaparan.


Setelah Wu Shen merasa sudah kenyang dengan makannya, dia berencana untuk mencoba keluar dari Hutan Kematian, karena sudah terlalu lama dia berada di dalam Hutan yang seluruhnya hanya pepohonan dan sungai saja.


Perjalanan dari wilayah Ujung Hutan Kematian kembali ke tempat awal dia masuk, itu sangat panjang namun jika Wu Shen yang saat ini menggunakan Teknik Berlarinya yang kencang mungkin cuma beberapa hari saja dia sampai.


"Sebelumnya aku sudah mempelajari Kitab Penyamar Diri, sepertinya aku harus menyamarkan diriku dan Tingkat Kultivasiku saat ini, agar tak mencurigakan orang lain". Wu Shen mengingat dirinya telah mempelajari Kitab yang di berikan dari Dewa Kematian dan Kehidupan.


Wu Shen segera menyamarkan dirinya agar tidak lupa ketika dia sudah keluar dari Hutan Kematian, tak lupa juga dengan Tingkat Kultivasinya.


Sosok Wu Shen yang tinggi nya sekitar 175 cm berubah menjadi 160 cm, serta tampilan luarnya juga berubah.


Dari awal Wu Shen memiliki wajah yang sangat tampan namun memiliki beberapa luka cakaran dan lainnya di wajah serta bagian tubuhnya yang lain, tapi itu menambah kesan keren dan dingin sosok tersebut.


Semua itu berubah, sekarang Wu Shen memiliki wajah yang kurang menarik, rambutnya yang tadinya hitam panjang beraturan sekarang jadi pendek dan berwarna merah terang, di tambah dengan luka yang sebelumnya ada sudah tidak ada lagi di bagian tubuhnya.


Meski begitu, dia cukup menarik dan masih tampan, tapi ketampanannya masih kalah jauh dengan dirinya yang sebelumnya.


Tingkat Kultivasinya juga di ubah, sebelumnya di Mode Normal dia ada di Tahapan Awal Tingkat Intan, sekarang dia menurunkan Tingkat Kultivasinya ke Tahapan Awal Tingkat Perak Bintang 7, Wu Shen menurunkan drastis Tingkat Kultivasinya dia sungguh tak ingin menjadi sorotan banyak orang nantinya.


Di sisi lain, Wu Shen juga melakukan latihan ketika di Mode Normal saat ini, jadi dia ingin menggunakan hanya Mode Normal saja tanpa masuk ke Mode Abnormal kecuali jika dia ada di situasi yang genting.


"Haah.... Sepertinya prosesnya sudah selesai, sekarang aku kunci dulu di Mode Normal ini dengan memanipulasi Dantianku juga, akan sangat tidak menarik jika langsung ketahuan aku memiliki Dantian yang luas dan banyak". Gumam Wu Shen saat dirinya sudah menyamarkan diri, sekarang tinggal memanipulasi Dantiannya juga agar di kunci di Mode Normal saat ini.


Ketika Dantian seseorang di manipulasi hingga tingkatan yang dia inginkan, otomatis Tingkat Kultivasinya terkunci di situ.


Jadi Dantian sama saja dengan Tenaga Dalam, Dantian itu yang mengeluarkan Tenaga Dalam, ketika Dantian habis Tenaga Dalam yang di hasilkan juga ikut habis.


Dantian itu menyesuaikan Tingkat Kultivasi, namun Wu Shen memiliki Dantian yang sangat luas, dia memiliki Dantian yang khusus untuk dirinya sendiri.


"Sekarang sudah selesai penyamarannya, wujud fisik, Tingkat Kultivasi, Dantian dan beberapa hal lainnya yang mencurigakan sudah aku samarkan semuanya. Waktunya kembali pulang....". Wu Shen bicara sendiri dengan senang, karena dirinya akan bertemu dengan keluarganya lagi.


"Eh tunggu sebentar, jika aku ada di Mode ini. Kecepatan lariku juga terbatas, sepertinya aku akan keluar lewat pintu terdekat saja, aku juga tak tau ini ada di mana". Baru beberapa langkah Wu Shen berjalan, dia teringat bahwa dirinya sedang menyamar, jadi dia memutuskan untuk keluar lewat jalur terdekat.


Waktu berjalan terus hingga 1 bulan sudah terlewati, Wu Shen yang ada di dalam Hutan Kematian merasa tak punya jalan keluar lain, sebulan dia mencari jalan keluar yang terdekat namun hasilnya nihil.


"Sudah kucari keliling sekitar hingga ke sana, ke sana, dan ke sana terus menerus, tapi tak juga menemukan jalan keluar dari Hutan Kematian ini, apa aku harus melepaskan Kunci untuk Mode Normal ini?". Wu Shen bingung karena dia mencari pintu keluar dari Hutan Kematian dan tak kunjung menemukannya.

__ADS_1


Wu Shen masih terus berjalan hingga dia bertemu dengan 2 orang anak yang seusia dengannya, mereka sedang mencari makanan dan kayu bakar di sekitar.


"Permisi, pintu keluar terdekat dari Hutan Kematian ini di mana ya?" Tanya Wu Shen pada salah satu dari mereka.


"Dari sini lurus ke sana, terus belok kiri lurus lagi beberapa meter, lalu sampai". Jawab orang yang di tanya Wu Shen.


"Baiklah, terima kasih". Wu Shen merasa senang, karena dia bosan dengan kehidupan di dalam Hutan Kematian.


Wu Shen akhirnya pergi dari tempat itu, namun ketika Wu Shen baru berjalan beberapa langkah, dia di hadang dengan orang satunya yang menurut Wu Shen sebelumnya orang tersebut berada agak jauh dari orang yang di tanya Wu Shen.


"Kenapa kau ada di Hutan Kematian? Apa yang kau lakukan di sini?". Tanya anak perempuan tersebut, usianya masih 16 tahun sama seperti Wu Shen, namun paras nya sudah menarik di usia segitu.


"Aku tersesat di Hutan Kematian ini dan sedang mencari jalan keluar, namun aku tak menemukannya beberapa hari lalu jadi aku terus berjalan hingga menemukan kalian berdua". Jawab Wu Shen yang berbohong.


"Tersesat? Beberapa hari? Aku tau kau berusia sama dengan kami, kenapa kau bisa bertahan di Hutan Kematian ini? Ada banyak Hewan Buas di sini, bagaimana caranya kau masih bisa hidup?". Tanya perempuan itu dengan curiga, dia tau keadaan di dalam Hutan Kematian itu sangat berbahaya.


"Aku secara kebetulan masih selamat dan beruntung juga tak bertemu dengan beberapa Hewan Buas di dalam Hutan Kematian, kenapa kau terus menanyaiku seperti ini? Kita baru saja bertemu, apa kau suka denganku yang tak menarik ini?". Jawab Wu Shen di sertai dengan pertanyaan yang tak masuk akal.


"Suka katamu? Aku hanya curiga saja, mungkin kau sepuh yang menyamar jadi anak kecil dan ingin menculik anak kecil lain?". Kata gadis tersebut yang marah.


"Apa? Aku masih muda dan berusia sama denganmu, ah sudah lah aku tak ingin meributkan hal yang tak berguna ini. Aku keluar dulu, sudah lama aku tak makan makanan Kota". Kata Wu Shen singkat dan dia cepat cepat pergi dari situ karena tak ingin menerima omelan dari gadis yang cerewet itu.


"Sudah lah Chu Ning, mungkin apa yang dia ucapkan memang itu yang jelas terjadi padanya, kita orang asing baginya jadi kita tak usah mengusik orang yang tak kita kenal". Kata anak satunya yang di duga adalah sosok laki laki.


"Baiklah, Xuan Hu. Ayo kita segera kembali, mungkin guru sudah menunggu kita". Chu Ning merasa apa yang di katakan oleh teman nya itu benar, jadi dia tak menghiraukan Wu Shen lagi.


Setelah kerjaan mereka selesai, Xuan Hu dan Chu Ning bergegas kembali ke tempat mereka berada.


Kembali ke Wu Shen.


"Haah... Ribet juga berurusan dengan gadis, mereka agak menyebalkan ingin nya selalu menang dalam berdebat, tapi jika di pikir pikir lagi gadis barusan usianya memang sama denganku tapi sudah memiliki wajah yang cantik badannya juga bagus". Wu Shen mulai memikirkan hal lainnya setelah berjumpa dengan Chu Ning, tapi di sisi lain perutnya sudah berbunyi ingin di isi jadi dia tak memikirkan hal itu lagi, yang dia pikirkan saat ini adalah makanan.


Wu Shen akhirnya bisa keluar dari Hutan Kematian, sudah sekitar 2 tahun lebih dia di dalam Hutan Kematian, dia rindu dunia luar.


Sekarang fokus Wu Shen adalah mencari makanan dan penginapan, karena Wu Shen adalah kerabat dekat dengan Raja di Kerajaan Tengah, jadi dia memiliki uang yang banyak di kantongnya saat ini.


Uang nya masih utuh hingga saat ini, karena di dalam Hutan Kematian tak ada yang berjualan.


Wu Shen mulai menyusuri Kota yang dia singgahi saat ini, dia mencari makanan dan penginapan yang agak murah, selain itu dia juga mencari informasi tentang keberadaannya saat ini.

__ADS_1


Setelah beberapa lama mencari, akhirnya Wu Shen menemukan sebuah penginapan yang murah.


Dia masuk ke penginapan itu dan bertanya pada resepsionis, "Permisi, apa masih ada kamar yang kosong?". Tanya Wu Shen.


"Iya, ada. Apakah anda ingin menginap?". Jawab resepsionis tersebut dan bertanya kembali.


"Iya, aku ingin menginap. Kalau boleh tau, berapa harga kamar itu 1 harinya?". Wu Shen menanyakan harganya, karena dia sadar uang yang dia bawa memang masih tersisa banyak, namun itu juga untuk perjalanannya kembali ke Kerajaan Tengah.


"Untuk 1 malamnya hanya sekitar 10 koin emas, itu juga termasuk dengan makan siang dan malam". Jawab resepsionis tersebut.


"10 koin emas?". Tanya Wu Shen, uang yang dia miliki saat ini berjumlah 30 koin emas, sehari nya saja sudah 10 koin emas apalagi 3 hari?.


"Iya, apa anda ingin mengambil kamar itu?". Tanya Resepsionis.


"Hmm... baiklah, aku akan mengambilnya". Jawab Wu Shen.


"Berapa lama anda akan menginap?". Tanya resepsionis.


"Sehari saja". Jawab Wu Shen yang merasa kehilangan banyak uang.


"Baiklah, anda bisa membayar langsung di sini, dan nanti anda akan di antar oleh petugas ke kamar yang anda pesan". Kata resepsionis itu.


Wu Shen segera membayar 10 koin emas di muka, lalu dia di antar ke kamarnya. Tempat yang dia pesan ternyata ada di lantai 2, penginapan tersebut memiliki 3 lantai dan di dalamnya juga agak luas, memang tak semegah penginapan lainnya namun dengan harga 10 koin emas kapasitas yang di dapat bisa menutupi keadaan di dalam penginapan tersebut.


"Petugas, apa aku boleh bertanya?". Tanya Wu Shen pada petugas yang ada di depannya, saat mereka berjalan ke kamar yang di pesan.


"Panggil saja Yuan, apa yang ingin anda tanyakan?". Jawab pria tersebut yang bernama Yuan.


"Tidak banyak, aku hanya ingin bertanya. Sebenarnya ini ada di Kota mana? Serta di Wilayah apa?". Tanya Wu Shen singkat.


"Sepertinya anda baru saja singgah di sini dan masih awam, kita berada di Kota Zong Wilayah Kerajaan Atas". Jawab Yuan.


"Kerajaan Atas? Ternyata aku berputar putar di Hutan kematian sebulan yang lalu hanya di sekitar Wilayah Kerajaan Atas, sungguh perjalanan yang sia sia". Gumam Wu Shen pada dirinya sendiri.


"Kenapa tuan??". Yuan penasaran dengan gumaman Wu Shen.


"Ah tidak, aku hanya berbicara sendiri". Jawab Wu Shen.


"Oh begitu, nah ini dia kamar yang anda pesan tuan. Silahkan masuk dan nikmati harimu dengan tenang". Mereka akhirnya sampai ke kamar yang di pesan, setelah mengatakan itu Yuan akhirnya meninggalkan Wu Shen dan Wu Shen juga masuk ke dalam kamar yang dia pesan untuk istirahat beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2