
Lu Sun sekali lihat langsung mengenalinya, karena inilah bajingan yang berhasil meloloskan diri dari nya tempo hari.
"Peter mundur lah,..!!"
ucap Lu Sun sambil melayang maju kedepan menangkis serangan Tan Kee Lok dengan tenaga Api abadi.
"Blarr...!!",
Tan Kee Lok terdorong mundur kebelakang.
Sedangkan Peter sudah melompat mundur bersiaga melindungi Kediaman Lu Sun.
Lu Sun berdiri gagah di hadapan Tan Kee Lok rambutnya yang panjang dan putih berkibaraan tertiup angin sore hari.
"Kamu punya nyali juga berani mencari ku sampai kemari.."
"Tempo hari lolos hari ini, jangan harap..!"
ucap Lu Sun mulai bersiaga dengan tapak api dan es abadi nya.
Lu Sun kali ini tidak akan lengah lagi, dia berniat tidak akan membiarkan perusuh ini melihat matahari esok.
"Mana golok sampah mu, keluarkan lah agar tidak menyesal nanti.."
ucap Lu Sun bersiap hendak menyerang.
"Tahan...!!"
teriak Tan Kee Lok sambil mengulurkan tangan kanannya terbuka kedepan.
"Tidak perlu kamu sombong, kalau golok ku di tangan, kamu pikir pengawal mu masih bisa bernafas sampai sekarang ?"
"Tapi kalian tenang saja.."
"Tujuan kedatangan hari ini bukan untuk mencari masalah, aku datang mengantarkan ini.pada mu."
ucap Tan Kee Lok sambil menimpuk selembar surat kearah Lu Sun.
Surat melesat dengan kecepatan tinggi, seperti anak panah meluncur deras menghujam kearah Lu Sun.
Tan kee Lok melapisi lemparan nya dengan tenaga sakti cahaya Utara yang dahsyat.
Lu Sun tersenyum dingin dan langsung menangkap surat berbentuk kuno itu di tangannya.
Saat memperhatikan surat di tangan nya alis Lu Sun berkerut, dia terkejut saat melihat bentuk sampul surat dan cap perekatnya, yang terlihat begitu kuno.
"Tugas ku sudah selesai...sampai jumpa..!!"
ucap Tan Kee Lok yang hendak melesat meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Tapi langkahnya terhalang oleh Lu Sun yang muncul di hadapannya secara tiba-tiba.
Tan Kee Lok sebenarnya punya maksud tersembunyi, dia ingin buru-buru meninggalkan tempat itu
Karena saat dia datang tadi sebelum di hadang oleh Peter, dia sempat melihat kedua istri Lu Sun.
Begitu melihat kecantikan kedua wanita itu, dia langsung timbul niat lain.
Dia berencana memanfaatkan momen saat Lu Sun berhadapan dengan leluhurnya Tan Sim Houw.
Dia akan kembali kemari untuk bersenang-senang dengan kedua istri Lu yang menarik perhatiannya.
Hal kedua adalah dia tidak ingin melawan Lu Sun yang memiliki kesaktian tinggi, apalagi golok hitam kini tidak ada bersamanya.
Dia tidak ingin mati konyol.
Tapi rencana nya kini sepertinya tidak akan pernah terlaksana.
Dengan wajah pucat, Tan Kee Lok menatap Lu Sun dan berkata,
"Aku adalah utusan, Dalam pertempuran kamu tidak boleh membunuh utusan, itu melanggar aturan perang..!"
Tan kee Lok mencoba memberi peringatan ke Lu Sun, agar tidak mati konyol.
Lu Sun tersenyum dingin dan berkata,
"Hari ini adalah hari peringatan kematian mu, di tahun depan bersiaplah."
"Keparat tidak tahu aturan aku akan mengadu nyawa dengan mu.."
ucap Tan Kee Lok marah.
Dia segera mengerahkan Bei Ming Sen Kung tingkat puncak, kemudian dia memunculkan energi golok pencabut nyawa, yang mengelilingi seluruh tubuhnya dengan ribuan bayangan golok.
Bayangan golok hitam berputar-putar disekitar tubuhnya, lalu dia arahkan semuanya melesat kearah Lu Sun.
Lu Sun tersenyum dingin, menanggapi serangan Tan Kee Lok.
Lu Sun mengerahkan jurus jari penembus bumi kearah datangnya, serangan yang di lancarkan oleh Tan Kee Lok kearahnya.
Kedua energi berbenturan di udara menimbulkan angin kejut yang dahsyat seperti ada badan topan yang dahsyat, tanah pun ikut bergetar di buatnya.
Peter yang berdiri di posisi agak jauh pun harus mengangkat tangannya menutupi wajahnya dari terpaan angin debu pasir dan batu yang berhamburan.
Tubuh Peter Ho sendiri terdorong beberapa meter kebelakang.
Peter bersyukur tadi Tan Kee Lok hanya bermain-main dengannya, bila tadi dia mengerahkan jurus ini padanya.
Dia pasti tidak akan sanggup menahannya.
__ADS_1
Cahaya putih berkilauan dari jari Lu Sun berhasil menghancurkan energi golok pencabut nyawa.
Semua bayangan golok hitam yang bertemu dengan cahaya putih berkilauan, langsung sirna tak berbekas.
Cahaya putih berkilauan terus meluncur kearah Tan Kee Lok tanpa ada yang bisa menghentikan pergerakannya.
Tan kee Lok dengan wajah pucat segera bergerak menghindar dengan langkah Ling Po yang di padu dengan bayangan penembus langit.
Berkat kedua ilmu ajaib itu Tan Kee Lok berhasil meloloskan diri menghindar dari serangan Lu Sun yang dahsyat itu.
Cahaya putih itu menembus kedalam tanah menimbulkan sebuah lubang kecil tapi sangat dalam.
Tan kee Lok sendiri, tidak berani berayal dengan ilmu ajaibnya dia mencoba melarikan diri secepat mungkin dari sana.
Untuk menghalangi Lu Sun dia kembali melemparkan 5 bola peledak kearah Lu Sun.
Melihat hal ini Lu Sun langsung berteriak kearah Peter,
"Peter cepat jauhi asap dan tempat ini..!!"
Tidak menunggu perintah datang dua kali,Peter yang bisa merasakan datangnya bahaya.
Dia buru-buru menjejakkan kakinya mundur menghindar.
Tubuh Peter melayang mundur seperti seekor rajawali, setelah bersalto 2 kali, akhirnya Peter dapat mendarat dengan aman ditempat yang cukup jauh.
Begitu Peter mendarat Bola peledak itu pun meledak, memumtahkan jarum beracun dan asa beracun ke segala arah.
Peter menggunakan 18 tapak Penahluk Naga untuk meruntuhkan dan memukul buyar asap yang melayang kearah dirinya.
Tan kee Lok yang hendak melarikan diri dari sana, tubuhnya tergantung di udara.
Tubuhnya di tembus cahaya putih berkilau seperti sedang di sate di udara.
Beberapa detik kemudian tubuhnya terjatuh kebawah terkapar di atas tanah dengan mata mendelik tak percaya dirinya bisa tewas secepat itu.
Lu Sun sendiri berdiri diatas tanah, tidak ada jarum ataupun asap yang bisa mendekatinya.
Sambil tersenyum dingin, Lu Sun menghampiri mayat Tan Kee Lok,. dengan ujung kaki dia mencongkel tubuh Tan Kee Lok membalikkan tubuhnya, yang tersungkur dalam posisi tengkurap.
Lu Sun mengeluarkan sebuah botol dari gelangnya, kemudian menuang sedikit isi botol tersebut kearah kepala Tan Kee Lok.
Tak lama kemudian tubuh Tan Kee Lok hancur lenyap tak berbekas menjadi cairan yang terserap kedalam tanah.
Setelah membereskan mayat Tan Kee Lok, Lu Sun baru membuka surat yang di pegang di tangannya.
Dan membaca isi surat tantangan Tan Sim Houw yang ditujukan kepada nya.
Melihat tulisan huruf kuno era dinasti Zhou, Lu Sun sangat terkejut, dia pernah mempelajari tulisan kuno ini dari gurunya Chen Gong
__ADS_1