KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
TELPON DARI YING YING DAN GIOK LAN


__ADS_3

Paman Hogan berjalan kedepan mobil dan bertanya,


"Apa mau kalian..!"


Beberapa pengendara motor maju berputar-putar mengelilingi paman Hogan dengan suara motor mereka yang berisik.


Mereka sambil tertawa-tawa tidak menyahut pertanyaan Paman Hogan, salah satu dari mereka menggunakan kakinya menendang punggung paman Hogan dengan keras.


Membuat paman Hogan hampir jatuh tersungkur.


Jennifer di dalam mobilnya menjerit khawatir melihat pamannya di aniaya oleh para berandalan itu.


Lu Sun memandangi nya dengan alis berkerut, dia mulai bersiaga, bila terpaksa dia akan bergerak menolong paman Hogan.


Paman Hogan Kembali berdiri dan bertanya,


"Hei apa mau kalian..!"


Kini dari arah depan ada yang menjawabnya, "tinggal kan mobil mu dan gadis itu bila ingin selamat..!"


Mendengar kata-kata mereka paman Hogan tahu negosiasi tidak akan berhasil, dia segera mencabut pistol di pinggang nya dengan tangan kiri.


Tapi pistol baru tercabut salah seorang pengendara motor besar menendang tangannya, sedangkan yang lain ada yang menendang punggungnya, ada juga yang menendang wajahnya.


Sehingga paman Hogan jatuh tersungkur di atas aspal dengan bibir dan hidung berdarah.


Lu Sun yang melihat hal di depan nya, sudah sangat kelewatan, segera keluar dari jendela melesat dengan kecepatan tinggi.


Memberikan beberapa tendangan, yang membuat beberapa pengendara motor yang mengelilingi paman Hogan, jatuh tersungkur mencium aspal dengan kondisi mengenaskan.


Lu Sun sambil memberikan tendangan, dia juga melepaskan sentilan jari nya, kearah lampu-lampu motor yang menyorot kearahnya.


Dalam sekejap cahaya lampu motor pun mati semua, puluhan motor yang menutup jalan, kini pengendara motor tersebut satu persatu jatuh mencium aspal jalanan, dengan muka mendarat duluan.


Sulit lagi di bayangkan bentuk wajah mereka setelah mencium aspal yang kasar dan keras.


Lu Sun kemudian melempar motor mereka satu persatu kepinggir jalan sehingga menumpuk s jadi satu, seperti tumpukan mobil rongsok.


Dengan satu serangan Liu Mai Sen Cien yang berhawa panas, melubangi tangki bensin, langsung menyebabkan ledakan dahsyat, di mana api berkobar-kobar melalap semua motor besar itu dan mengeluarkan asap hitam di udara.


Jennifer dan paman Hogan yang menyaksikan hal ini, sepasang mata mereka melotot seperti mau keluar dari sarangnya.


Pemandangan yang mereka lihat barusan, sungguh tidak masuk akal, Lu Sun yang meski bertubuh tinggi besar dan berotot.


Tapi melakukan semua hal yang mirip dengan film Superman adalah sangat tidak masuk akal.


Lu Sun dengan santai membantu paman Hogan berdiri, mendapatkan kembali pistolnya, dan mengembalikan kepada paman Hogan sambil berkata,


"Ayo kita lanjutkan kembali perjalanan kita.!"


Lu Sun kemudian membantu memapah paman Hogan kembali duduk di dalam mobil dan berkata,


"Ayo Jennifer...! jangan menatap ku terus seperti itu.. jalankan mobilnya."

__ADS_1


Jennifer kembali tersadar, dia cepat-cepat menjalankan mobil itu meninggalkan para berandalan yang masih merintih-rintih tak berdaya di atas aspal.


Lu Sun pura-pura tidak tahu, akan tatapan dan lirikan Jennifer dan Paman Hogan yang melihatnya seperti mahluk asing yang datang dari dunia lain.


Lu Sun sendiri sedang berpikir keras bagaimana mau menjawab mereka, bila mereka bertanya tentang kemampuan nya.


Di saat Lu Sun sedang bingung memikirkan jawabannya, tiba-tiba HP nya berbunyi, Lu Sun buru-buru mengangkatnya.


Saat dia melihat panggilan itu datang dari Ying Ying, begitu terangkat terlihat wajah cantik Ying Ying di HP nya.


"Sayang kamu di mana ? gimana urusan di sana ?"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Aku masih di Canada.."


"Urusan di sini sudah beres, hanya Xue Yen kondisi fisiknya belum pulih, mungkin tidak lama lagi kami akan pulang."


"Kamu gimana sayang ? Lu San gimana kabarnya ? nakal tidak ? nenek gimana ?"


Ying Ying tertawa dan berkata,


"Kamu tuh ya, kalau bertanya satu persatu kalau berentet gitu seperti kereta api gimana aku jawabnya ?"


Lu Sun juga ikut tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ying Ying tetap menjelaskan satu persatu usai protes sambil tertawa.


"Tuh papa..tuh papa..ayo panggil.."


Sambil tertawa Lu San berkata,


"Papaaa...!"


Melihat anaknya sudah mulai bisa memanggilnya Lu Sun tersenyum haru.


Ying Ying istrinya di sana sungguh tidak mudah harus bekerja, menjaga Lu San anak mereka semua dia lakukan sendirian.


Semua dia lakukan tanpa keluhan sama sekali, padahal Lu Sun yakin masalah yang dihadapi oleh Ying Ying di sana tentu juga tidak mudah.


Ying Ying menangkap dan bisa membaca kecemasan dan kekhawatiran yang terukir jelas di wajah Lu Sun dan cepat-cepat berkata,


"Sayang kamu jangan cemas, di sini semua baik-baik saja dan mulai kembali normal."


"Rumah kita sudah kembali, aku di sini juga sudah memanggil kembali para pembantu dan perawat juga para penjaga keamanan dan supir."


"Berkat uang yang kamu kirim kemaren, keadaan kita di sini juga mulai stabil."


"Tapi untuk membangkitkan perusahaan, aku berpikir lebih baik tunggu kamu pulang saja."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Terimakasih kasih sayang, aku sungguh bangga memiliki istri seperti kamu.."

__ADS_1


Ying Ying tersenyum manis dan berkata,


"Aku juga.. sayang.. cepatlah kembali..Ki semua disini menunggu kepulangan mu.."


"Sayang udah dulu ya.. aku mau memandikan Lu San.."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Baiklah.. sampai ketemu nanti..jangan lupa giliran ku.."


"Apa..!" jawab Ying Ying melotot pura-pura marah sambil tersenyum berkata,


"Dasar tidak tahu malu..!"


Kemudian telpon pun terputus, Lu Sun tersenyum menanggapi gaya Ying Ying yang masih tidak berubah .


Kadang-kadang masih suka bersikap malu-malu seperti anak gadis, tapi bila sudah berkumpul malah dia yang sering memulai nya.


Begitu telpon Ying Ying mati kini telpon Giok Lan yang masuk, sambil tersenyum tak berdaya kepada Paman Hogan dan Jennifer.


Lu Sun Kembali mengangkat telepon tersebut dan menjawabnya,


"Ya sayang.."


Terdengar suara cemas dari Giok Lan,


"Sayang kamu di mana sekarang ? gimana keadaan mu ?


"Aku sedang. menumpang mobil orang, hampir memasuki kota Calgary."


"Kamu tenang saja keadaan ku baik-baik saja."


ucap Lu Sun mencoba menenangkan Giok Lan.


"Bagaimana dengan mahluk itu ?"


tanya Giok Lan masih cemas.


Lu Sun sambil tersenyum menjawab,


"Tenang saja mahluk itu sudah musnah.."


Giok Lan menghembuskan nafas lega dan berkata,


"Kalau begitu kamu tunggu di sana saja, aku dan Xue Yen akan kesana menjemput mu."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Baiklah nanti kalau sudah sampai telpon saja, nanti baru kuberitahukan posisi ku."


Giok Lan mengangguk dan berkata,


"Baiklah kamu hati-hati disana, aku mau melihat keadaan Xue Yen dulu, dan menjelaskan semuanya agar dia tidak cemas."

__ADS_1


__ADS_2