
Sambil menghampiri kearah Xue Yen, salah satu satpam mall menghubungi rekan-rekannya agar datang membantu.
"Hei kamu berhenti..!!"
teriak salah satu satpam menunjuk kearah pria itu.
Lalu mereka mempercepat langkah setengah berlari menghampiri Xue Yen.
Melihat pria itu lengah Xue Xue langsung menginjak kaki menendang ************ mencengkram leher dan mencolok mata Pria itu.
Dalam bayangan Xue Xue gerakan yang merupakan bagian dari ilmu cake tulang putih yang dahsyat meski cuma kulitnya.
Pasti akan berhasil, apalagi pria tersebut sedang lengah.
Diluar dugaan injakan ke kaki menemui tempat kosong, tendangan kearah ************ terjepit oleh kaki pria itu.
Cengkraman ke leher ditangkap tangan kiri pria itu, sedangkan tusukan kearah mata dengan dua jarinya malah diterima dengan mulut pria itu yang mengigit kedua jarinya sambil menyedot dan menjilat nya dengan cabul.
"Aihhh..!"
teriak Xue Xue kaget bercampur malu.
Tangan pria itu yang sedang bebas kini sedang meremas bokong Xue Xue.
Karena posisi kaki Xue Xue yang terangkat sebelah dan tertahan oleh jepitan lutut pria itu, maka tangannya bebas berkeliaran, bahkan bisa dengan bebas bergerak menuju bagian rahasia Xue Xue.
Saat dia sedang ingin melanjutkan aksinya menyentuh tempat yang lebih rahasia.
Xue Xue hanya bisa terbelalak pucat dan berteriak.
"Jangannnn....!!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam butik,
"Tahan...berhenti...!!"
Lalu sesosok bayangan berkelebat tepat muncul di samping pria itu.
Pria itu sedikit terkejut ketika merasa ada bahaya mengancam di sampingnya.
Tangannya di cengkram oleh orang yang berteriak dari dalam butik.
Saat pria itu melihat siapa yang mencengkram tangannya, dia tertawa lebar dan berkata,
"Wah datang lagi satu...! meski sedikit dewasa tapi lumayan juga..Ha...ha...ha..ha...!"
"Argggghhhh...!"
tiba-tiba pria itu berteriak kesakitan, wajah memucat matanya melotot menahan rasa nyeri yang luar biasa.
Nenek Lu tersenyum dingin dan berkata,
"Bajingan tidak tahu mampus, berani kamu macam-macam disini..!"
__ADS_1
"Hari ini biar nenekmu mengajari mu bersikap sopan terhadap wanita..!"
Pria itu memanfaatkan nenek Lu sedang berbicara, dia melakukan tendangan memutar untuk menghantam kepala nenek Lu dengan tumit kakinya.
Bila tendangan ini berhasil bukan hanya tangan nenek lu akan terlepas cengkraman nya, tapi Nenek Lu juga akan mengalami cedera tidak ringan di bagian kepala dan leher.
Bila tidak kena sekalipun, nenek lu terpaksa harus melepaskan cengkeramannya bila tidak ingin kepala di hantam tendangan keras tersebut.
Tapi pria jagoan taekwondo tingkat puncak ini, hari ini sedang sial, yang dia hadapi adalah seorang kultivator dengan ilmu kuno yang sangat mengerikan.
Nenek Lu hanya tersenyum dingin, menanggapi serangan yang dilepaskan pria itu.
Dengan mudah dia menangkap pergelangan kaki pria itu tanpa bergeser sedikitpun tubuhnya.
Tangannya yang satu tetap mencengkram tangan pria itu yang kini tulang tangannya telah remuk menjadi tepung.
Sedangkan tangan satu lagi digunakan nenek mencengkram pergelangan kaki pria itu dan langsung meremasnya.
"Argggghhhh...!!"
pekik kesakitan terdengar dari mulut pria itu.
"Seumur hidup jangan pernah berharap bisa menjadi ahli bela diri lagi... itulah hukuman untuk mu.."
ucap nenek dengan senyum dingin.
Saat nenek melepaskan auranya, rambutnya berterbangan seperti tertiup angin.
Wajah nya yang cantik terlihat mengerikan seperti wajah iblis sedang tersenyum.
Mereka berlima sesaat menghentikan langkah mereka menatap kearah nenek Lu dengan perasaan ngeri.
Tapi hanya sesaat saja, kemudian mereka berlima saling pandang dan bergerak mengepung Nenek Lu dari 5 arah.
Sedangkan beberapa satpam tadi yang bergerak datang memberi bantuan mereka terkapar malang melintang diatas lantai, mengaduh-ngaduh di atas lantai tidak bisa bangkit berdiri sama sekali.
Salah satu satpam hanya bisa menggunakan alat komunikasi di bahunya, untuk meminta bala bantuan rekannya, dan menyuruh rekannya menghubungi pihak berwajib.
Mereka satu persatu secara bergantian mulai melayangkan tendangan mereka dengan berbagai macam gaya kearah nenek.
Tubuh nenek tiba-tiba berkelebat diantara mereka dengan ilmu ringan tubuh Cou Shang Fei ( berjalan di udara ).
Satu persatu tulang kaki mereka diremukkan oleh nenek dengan cakarnya.
Jurus cakar tulang putih yang mengerikan kembali beraksi, dalam sekejap mata ke 5 orang itu bergulingan diatas lantai.
Dengan tulang urat remuk, bila di lihat dari luar kelihatannya mulus dan seperti tidak ada apa-apa.
Tapi bila diperiksa dengan Rontgen atau di pijit baru bisa di ketahui keanehan tersebut.
Hanya bagian luar saja yang terlihat baik-baik saja, sedangkan bagian dalam nya telah menjadi tepung.
Dokter ahli manapun pasti akan angkat tangan bila lihat kondisi mereka.
__ADS_1
Para guru dan atlet taekwondo ini kedepannya hanya bisa jadi orang cacat.
Nenek berjongkok di sebelah pria yang menganggu Xue Yen, pria itu dengan ketakutan berusaha mundur menjauhi nenek.
"Kamu tidak perlu takut, aku hanya ingin bilang pada mu."
"Bila tidak puas boleh undang guru besar kalian dari Korea datang kemari mencari ku."
"Nama ku Nenek Lu, kalian boleh datang ke bukit Nan San, kami keluarga Lu turun temurun tinggal di sana.."
Mendengar ucapan nenek Lu pria itu dengan takut-takut berkata,
"Kamu tidak perlu sombong, ketua kami di pusat pasti akan segera mengunjungi anda..!"
Nenek Lu tersenyum dingin dan berkata,
"Bagus aku juga lama tidak berolahraga, kalau ada teman tanding itu juga bukan hal jelek."
Setelah berkata, nenek menoleh kearah Xue Xue dan berkata,
"Ayo Xue Xue kita pulang, hilang sudah mood ku untuk jalan-jalan.."
Setelah berjalan berdua nenek Lu berkata,
"Gimana kemajuan nenek di banding masa lalu mu.."
Xue Yen menghela nafas dan berkata,
"Kalau melihat pergerakan nenek kurasa ilmu 9 bulan nenek kini berada di level 8, sedangkan posisi puncak ku dulu dan Sun ke ke ada di level 20."
"Tapi itu dulu saat ini bahkan menghadapi bajingan itu pun aku tidak mampu.."
ucap Xue Yen sedikit malu.
Nenek mengangguk dan berkata,
"Kamu benar nenek memang di tingkat 8 akhir hampir tembus level 9."
"Ternyata aku masih jauh tertinggal, aku harus lebih giat lagi.."
"Ohh ya, berapa level Cin Bao cucu ku kini..?"
Xue Xue menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kalau itu aku kurang tahu nek, mungkin cuma Ying Ying yang tahu."
"Karena diantara kami bertiga Sun ke ke paling dekat dengannya.."
ucap Xue Xue menjelaskan dengan sedikit iri.
Nenek tersenyum mendengarnya dan berkata,
"Jangan berpikir bukan-bukan, nenek tahu Cin Bao juga sangat sayang dan cinta pada mu."
__ADS_1
"Ayo kita cari Lan er sekarang.."