KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENOLONG GADIS PENYANYI DI BAR


__ADS_3

Lu Sun yang buru-buru langsung melompat keatas podium tanpa melewati tangga.


Hal ini membuat orang-orang sedikit terkejut, tinggi podium itu sendiri mencapai 2 meter lebih.


Sebagian orang menebak mungkin Lu Sun adalah ahli Parkour ( seni melompat rintangan) yang saat ini sedang ngetrend di kalangan anak muda.


Lu Sun berjalan ringan berdiri di hadapan Kenji lalu menaruh lengannya di atas meja adu Panco.


Kenji tersenyum mengejek sambil menyambut telapak tangan Lu Sun, mereka berdua sudah berada dalam posisi terbaik mereka, tinggal menunggu wasit meniup peluit di mulainya pertandingan.


Lu Sun yang sedikit keki melihat senyum mengejek yang terus di lontarkan Kenji kearahnya, akhirnya berkata,


"Jangan terlalu banyak senyum, nanti anda akan menangis."


Kenji tentu tidak mengerti bahasa Lu Sun, tapi wasit yang mengerti sedikit tersenyum mendengarnya.


Kenji menoleh menatap wasit dan bertanya,


"Apa yang dia ucapkan ?"


Wasit sambil tersenyum berkata,


"Jangan banyak senyum nanti kamu bisa menangis.."


Mendengar hal itu wajah Kenji berubah, dia menatap Lu Sun dengan marah, seakan-akan mau memakannya hidup-hidup.


Peluit tanda di mulainya pertandingan di tiup oleh wasit, Kenji dengan gerakan cepat segera menarik tangan Lu Sun kebawah dengan sekuat tenaga.


Tapi Lu Sun menanggapinya dengan senyum dingin, tangannya tidak bergeming dalam tarikan Kenji.


Kenji melihat musuhnya ternyata sangat kuat, sehingga dia mulai mengerahkan tenaga saktinya dengan ilmu pernapasan.


Tapi wajahnya menjadi pucat saat merasa tenaga dalam nya mengalir deras masuk ke tubuh Lu Sun tidak terkendali.


Dia berteriak kaget ingin melepaskan diri, tapi tangannya seperti di lem jadi satu tidak bisa dia lepaskan.


Keringat sebesar-besar jagung menghiasi wajahnya yang ketakutan dengan sepasang mata terbelalak lebar.


Lu Sun dengan mudah menekan tangannya kebawah tanpa perlawanan, lalu melepaskan pegangannya tangan mereka.


Kenji langsung tersungkur keatas tanah seperti sehelai handuk basah.


Pengumuman siapa pemenangnya pun di umumkan oleh wasit, dengan begitu Lu Sun pun maju ke babak keempat.

__ADS_1


Petarung asal Korea Utara kini menatap kearah Lu Sun dengan ketakutan, dari reaksi Kenji tadi.


Dia sudah paham apa yang dialami oleh Kenji.


di dalam hati dia sangat bersyukur yang bertemu dengan Lu Sun adalah Kenji, bukan dirinya, jadi dia tahu cara apa yang harus dia lakukan bila bertemu Lu Sun.


Lu Sun Setelah lolos ke babak ke empat dia tidak kembali ketempat duduknya, dia memilih melanjutkan berkeliling-keliling melihat suasana di sekitar.


Lu Sun masuk kesebuah ruangan yang musiknya berdentum dengan berisik memekakkan telinga.


Tempat itu sangat gelap, hanya terlihat cahaya lampu warna-warni yang berputar-putar menyinari lantai .


Samar-samar terlihat di sana sebagian besar di isi oleh wanita yang sedang menari-nari dengan riang gembira.


Lu Sun kurang cocok dengan tempat yang berisik dan penuh dengan asap rokok tersebut.


Dia segera keluar dari tempat tersebut menuju ruangan lain, di ruangan kedua ini tempatnya lebih asyik.


Terlihat seorang gadis cantik berdiri diatas mimbar sedang membawakan sebuah lagu yang berirama sendu.


Suara gadis itu sangat merdu dan enak di dengar, Lu Sun mencari sebuah tempat duduk menikmati irama lagu tersebut.


Tak berselang lama, terlihat seorang gadis lain yang menggunakan sepatu roda, mendekati meja Lu Sun dan menanyakan Lu Sun mau pesan apa.


Lu Sun menoleh ke sekitarnya, kemudian menunjuk ke salah satu meja lain, yang terlihat beberapa botol bir hitam berada di atas meja tersebut.


Kemudian menunjuk ke meja sebelahnya di mana terlihat sepiring kentang goreng ada di meja tersebut.


Gadis pelayan tersebut tersenyum dan mengangguk mengerti kemudian bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Lu Sun kembali menatap kearah mimbar si mana penyanyi tersebut sudah menyelesaikan lagunya.


Penyanyi tersebut menganggukkan kepalanya kearah Lu Sun sambil tersenyum manis.


Dia kemudian turun dari mimbar, berjalan menghampiri meja Lu Sun.


Lu Sun menanggapinya dengan anggukan ringan dan membalas senyumnya.


Tapi sebelum dia sampai kemeja Lu Sun, tangannya di tarik oleh seorang pemuda tampan.


Sehingga dia menjerit terkejut jatuh kedalam Pangkuan pemuda tersebut.


Gadis itu berusaha meronta untuk melepaskan diri.

__ADS_1


Tapi pemuda itu malah dengan kasar mencium dan merobek gaun bagian dadanya yang sedikit terbuka, menjadi benar-benar terbuka lebar.


Sepasang bukit indah nya yang montok melompat keluar dari sarangnya terpampang jelas.


Gadis itu menjerit terkejut dan ketakutan, dia berusaha meronta untuk melepaskan diri sambil menutupi sepasang bukit indahnya dengan tangannya yang kecil.


Pemuda itu menonjok perut gadis itu sehingga gadis itu kehilangan tenaga untuk melawan, lalu pria itu dengan rakus menciumi bukit kembarnya.


Sedangkan tangannya yang di masukkan kedalam gaun sedang berusaha merana dan menarik kain pelindung segitiga tipis di balik gaun gadis penyanyi tersebut.


Setelah berhasil menyentaknya hingga terlepas, gadis tersebut di telungkup kan diatas meja, sambil menyingkap gaun bagian belakang gadis itu.


Pemuda itu membuka resleting celana nya sendiri, hendak melampiaskan nafsu binatangnya di depan umum.


Gadis itu hanya bisa menjerit-jerit minta tolong dan menangis tidak berdaya.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut, pura-pura tidak tahu mereka membuang wajah mereka ketempat lain.


Tidak ada yang berani mencegah, mau pun berdiri sekedar menegur perbuatan pemuda tersebut.


Mereka bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, melihat kejadian miris didepan mata kepala mereka.


Lu Sun yang menyaksikan hal ini sudah tidak dapat menahan diri, dengan sebuah pukulan jarak jauh dari 18 Tapak Penahluk Naga.


Di menghantam dada Pemuda itu hingga terbang terpental menabrak beberapa meja dan kursi yang berada di belakangnya.


Semua kejadian tersebut berlangsung dengan sangat cepat.


Lu Sun berdiri dari tempat duduknya kemudian mengambil sebuah mantel bulu rubah berwarna hitam, mungkin mantel bulu itu milik tamu lain.


Tapi melihat kemampuan Lu Sun dalam menghajar pemuda berandalan yang mereka kenal sebagai salah satu anggota Geng The Raper.


Bahkan pemuda yang bernama Mark itu adalah adik sepupu Bryan ketua Geng The Raper yang ditakuti oleh semua orang.


Tidak ada yang berani protes, termasuk pemilik mantel tersebut juga hanya duduk diam dalam dekapan pacarnya.


Lu Sun menghampiri gadis penyanyi yang masih syok tengkurap diatas meja sambil menangis.


Selain ketakutan, dia juga malu untuk bangun dari meja tersebut, karena bagian depan nya sedang terbuka lebar tanpa penutup.


Lu Sun menggunakan mantel itu menyelimutinya dan berbisik kepada gadis itu, "cepat tinggalkan tempat ini."


"Jangan pernah kembali lagi kesini, ini ambillah, Lu Sun memberikan segepok uang 100 $ US kepada gadis itu,"

__ADS_1


__ADS_2