
"Yang ada kamu semakin lama semakin histeris dan berteriak-teriak penuh ketakutan."
"Karena khawatir aku pun pergi menemui Sun Ta Ke, meminta dia datang membantu menyadarkan mu.."
"Setelah berjuang semalam suntuk, siang ini akhirnya Sun Ta ke berhasil menyembuhkan mu."
"Selanjutnya kamu pun sudah tahu semuanya,,
ucap Jeff Zhang tidak enak hati.
Karena saat sadar Monica bukannya berterima kasih, dia malah menyerang Lu Sun secara membabi buta.
Mendengar cerita Jeff Zhang Monica menjadi tidak enak hati dengan sikap nya yang menyerang Lu Sun tanpa sebab.
Dengan suara pelan dia berkata,
"Jeff maukah kamu menemani ku pergi ketempat si 9999 .."
Jeff menghela nafas panjang dan berkata,
"Sebenarnya aku sangat tidak enak dengan Sun Ta ke, tapi kamu sudah bicara aku pun tidak bisa menolak.."
"Siapa suruh aku sangat menyukai mu, ayolah kita kesana paling-paling kena semprot.."
Monica tersenyum senang dia pun berdiri dari duduknya menghampiri Jeff Zhang menggandeng tangan nya dengan mesra dan berkata,
"Ayuk kita kesana sekarang..."
Jeff melirik kearah Monica sekilas dan berkata,
"Lalu bagaimana dengan tawaran ku ?"
Monica mencemberutkan bibirnya dan berkata,
"Tidak sabaran benar sih... baik-baik aku bantu simpan dulu benda ini, apa begini sudah boleh ?"
Jeff mengangguk dan berkata,
"Begini masih lumayan, di banding di tinggalkan di sini.."
"Kalau hilang bisa nangis tua aku, ratusan ribu Yuan raib tanpa sebab.."
Monica tertawa dan berkata,
"Kamu mah segitu saja sudah sewot, gimana kalau nanti aku jadi istri mu menghabiskan jutaan Yuan tiap bulannya.."
Jeff terbelalak menatap Monica dengan tak percaya sambil menelan ludahnya sendiri.
Monica mencubit lengan Jeff dengan gemas dan berkata,
"Tuh kan benar, makanya aku malas menerimanya, kamu terlalu perhitungan dan pelit sebagai pria.."
"Ku beritahukan kepada mu ya, meski kamu di sini posisinya paling tinggi."
"Tapi kalau soal gaji punya ku masih 2 kali diatas punya mu, jadi jutaan Yuan tiap bulan aku masih sanggup menanggungnya sendiri.."
"Tidak perlu merepotkan mu, dasar pelit.."
ucap Monica nyerocos sambil berjalan mengiringi Jeff menuju kamar sel 9999.
__ADS_1
Mendengar pengakuan Monica, Jeff Zhang dalam hati memaki-maki Mentri pertahanan dan keamanan yang ternyata telah menipunya.
Ternyata jabatan dan resiko yang begitu besar dan harus dia tanggung, penghasilannya malah masih di bawah seorang kepala klinik yang jabatan nya masih di bawah dia.
Melihat Jeff jadi termenung karena kata-katanya barusan, Monica jadi tidak enak hati.
Dia pun berkata,
"Sudah jangan terlalu di pikirkan, prestasi kerja mu sangat baik masih muda bisa jadi chief itu pun sudah hebat."
"Kalau tidak puas di sini, boleh coba ke perusahaan ayah ku."
"Di jamin penghasilan bulanan mu pasti akan 10 x lipat di banding dengan ku.."
Jeff tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Yang aku suka putrinya bukan perusahaan harta ataupun uang nya.."
"Asal bisa merasakan di cintai dan mencintai rasanya sudah cukup..'
Monica sambil tertawa senang memberikan tanda jempol Kearah Jeff
Sesaat kemudian dia berkata,
"Kalau menjadi suami ku, mau menolak sekalipun tidak akan bisa.."
"Karena ayah tidak punya penerus selain anak dan menantunya.."
Jeff tersenyum pahit dan berkata,
"Ya dan itu belum aku, karena putrinya sendiri saja masih ragu pada ku, apalagi ayahnya.."
Sambil ngobrol dan bersenda gurau tak terasa mereka telah tiba di kamar Lu Sun.
Terlihat Lu Sun sedang. berbaring santai membaca beberapa buku yang dia pinjam dari perpustakaan penjara.
"Lu Ta ke aku datang berkunjung tidak mengganggu waktu mu bukan..?"
Lu Sun menutup dan meletakkan buku yang sedang dia baca, kemudian bangun duduk dan berkata,
"Silahkan Jeff ada keperluan apa ?"
Lu Sun hanya melirik Monica sekilas, yang sedang menatapnya dengan kepala tertunduk malu.
"Ini Dr Monica meminta ku menemani nya kesini, aku juga tidak tahu apa yang mau dia bicarakan dengan mu.."
"Tugas ku cuma mengantar dan menemaninya kemari.."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Silahkan Dr aku akan dengarkan pengajaran anda ."
Monica maju kedepan dan berkata,
"Tuan Lu kedatangan ku kemari hanya ingin berterima kasih sekaligus meminta maaf atas sikap ku yang tidak masuk akal itu."
"Ohh soal itu lupakan saja Dr, itu cuma masalah sepele tidak perlu di bahas lagi.."
"Maaf tempat ku kecil, tidak bisa menyambut kalian dengan baik.."
__ADS_1
ucap Lu Sun sopan.
"Ada hal lain lagi Dr ?"
Monica menggelengkan kepalanya, dia menatap Jeff, Jeff mengerti dia pun maju dan berkata,
"Lu Ta ke Dr Monica sudah tidak punya hal lain lagi, kami tidak mengganggu mu lebih lama, kami pamit permisi dulu.."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Silahkan Jeff.."
Dr Monica sebelum kamu pergi, aku ada beberapa patah kata untuk mu, mau dengar boleh tidak juga tidak apa-apa..
Cinta bisa datang begitu cepat juga bisa hilang tak berbekas tanpa bisa di cegah.
Hargailah apa yang ada saat ini, bila sudah terlewatkan menyesal pun tak berguna.
Setelah berkata Lu Sun kembali berbaring melanjutkan membaca bukunya.
Monica tahu Lu Sun sedang mengingatkan dirinya soal perasaan Jeff padanya.
Sambil tersenyum Monica berkata terima kasih nasehatnya Sun Ta ke.
Monica mengeluarkan kotak cincin dari Jeff, dia langsung membuka mengambil cincin tersebut dan mengenakan nya sambil berkata,
"Sekarang sudah masuk tidak bisa di lepaskan lagi, kamu harus tanggung jawab Jeff..."
ucap Monica sambil menatap Jeff dengan senyum manja.
Jeff Zhang tersenyum lebar, dia maju merangkul Monica kedalam pelukannya dan berkata,
"Tidak perlu di lepaskan lagi selamanya hanya untuk mu cuma untuk mu seorang saja.."
Monica sambil tersenyum bahagia membalas pelukan Jeff Zhang dan berkata,
"Janji ya tidak boleh ingkar, atau aku tidak akan perduli dengan mu lagi.."
Jeff Zhang mengangguk cepat dengan wajah gembira.
"Jeff sialan cepat pergi dari sini...!"
"Jangan ngeledek orang yang sudah lama tidak berkumpul dengan anak istri...!"
ucap Lu Sun sambil tersenyum.
"Baik Sun Ta ke maaf-maaf.."
ucap Jeff kemudian buru-buru meninggalkan area kamar sel tahanan sambil berangkulan mesra dengan Dr Monica
Sambil berjalan Monica berkata,
"Jeff kamu gak takut berdekatan dengan wanita yang punya penyakit aneh yang mirip gangguan jiwa seperti aku."
Jeff Zhang tersenyum dan berkata,
"Itu bukan penyakit, itu timbul karena kamu terlalu banyak pikiran, sehingga alam bawah sadar mu, hendak menguasai kesadaran mu."
"Fungsi ku lah saat ini, menjaga kamu jangan punya banyak beban pikiran, kalau ada masalah apapun kita bahas bersama."
__ADS_1
"Sehingga tidak akan membebani pikiran mu seorang diri, mari belajar berbagi suka dan duka bersama."