
Pak Lee terkejut begitu melihat data yang di berikan Lu Sun.
Sesaat kemudian dengan tatapan penuh terimakasih dia berkata,
"Tuan Sun anda benar-benar sudah meringankan pekerjaan kami dengan bantuan data ini, terima kasih banyak Tuan Sun.
Pak Lee sambil tersenyum dingin menatap Pelayan itu dia berkata,
"Dengan data ini, aku bisa pastikan paling sedikit hukuman cambuk untuk mu adalah 75 kali ditambah dengan kebohongan dan kesaksian palsu mu tadi, maka semua menjadi bulat 100 kali."
"Ayo bawa dia..!"
ucap Pak Lee dengan tegas.
Pelayan itu terlihat pucat dengan tubuh menggigil ketakutan.
Di saat bersamaan Ying Ying Xue Yen dan nenek keluar dari ruangan makan melalui pintu samping mendekati Lu Sun.
Ying Ying dengan wajah bingung bertanya,
"Apa yang terjadi sayang mengapa Rosa ditangkap oleh mereka ?"
Lu Sun sambil tersenyum berkata,
"Untungnya kamu orangnya sangat baik dan pemaaf sehingga sudah melupakan semua kejahatan orang ini."
"Sehingga aku masih di beri kesempatan melihatnya, rencana dan data ku 2 tahun lalu jadi tidak sia-sia."
"Hei Rosa apa kamu masih ingat 2 tahun yang lalu, dengan sikap mata anjing mu memandang rendah orang lain."
"Kamu sengaja mem-bully-nya Ketika keadaan kami sedang susah, kini dengan tidak tahu malu dan tidak merasa berdosa, kamu tetap bekerja seperti tidak terjadi apa-apa."
"Ketahuilah dia yang kamu bully sudah melupakannya dan memaafkan kamu, karena hatinya terlalu baik dan lembut."
"Tapi tidak dengan ku, aku masih ingat dengan jelas di mana dia yang sedang berperut besar menangis dengan sedih.
"Karena ulah kamu yang dengan sengaja mencabut Stopkontak kulkas, di mana dia menitipkan barang-barang belanjaan, yang dia beli dengan susah payah dengan uang nya yang pas-pasan."
"Kamu jelas tahu dia harus menenteng semua belanjaan berat itu dari supermarket yang letaknya cukup jauh di bawah bukit ini."
"Dia melakukan semua itu dengan berjalan kaki dalam posisi perut yang besar."
"Sebagai sesama wanita apa hati mu di makan anjing,?"
ucap Lu Sun emosi.
"Pak Lee silahkan bawa dia pergi dari sini, aku muak melihat wajah orang ini."
Pak Lee mengangguk hormat kemudian mereka menyeret dan mendorong wanita itu yang terus berteriak-teriak minta maaf dan minta tolong kepada Ying Ying.
__ADS_1
Ying Ying merasa kasihan tapi dia juga tidak berdaya, karena ini menyangkut persoalan hukum.
"Sayang kenapa kamu begitu tega kepadanya, padahal selama ini dia sudah berprilaku baik dan bekerja dengan baik."
ucap Ying Ying menegur Lu Sun.
Lu Sun pun merangkul Ying Ying untuk menenangkannya dan berkata,
"Sayang ketahuilah, aku menggunakan orang tidak akan mencurigai nya, tapi bila aku mencurigai dan tidak menyukainya, maka aku tidak akan menggunakan nya, sebaik apapun dia."
"Karena aku tidak mau memelihara musuh dalam selimut."
"Apalagi memelihara dia akan membuat kita melanggar hukum, itu jelas tidak boleh sayang."
ucap Lu Sun menjelaskan dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Tapi kamu kan bisa memecatnya, tanpa harus melibatkan pihak berwajib."
Lu Sun sambil tersenyum lembut berkata,
"Sayang bila kita memecatnya dan mengusirnya tentu dia akan sakit hati."
"Orang picik seperti itu, yang banyak mengetahui rahasia di rumah kita, tentu dengan mudah dia akan bekerja sama dengan musuh kita, untuk mencelakai kita."
"Apa kamu mau merasakan pengalaman pahit kita dulu..?"
Ying Ying menggelengkan kepalanya sambil menatap Lu Sun dengan tatapan sedih.
"Bukankah kita akan berada dalam masalah besar.?"
Ying Ying kini tidak bisa berbantah lagi, dia harus akui ucapan Lu Sun sangat masuk akal.
Lu Sun mempererat rangkulannya dan berkata, "sudahlah lupakan saja, lebih baik kita lihat Lu San anak kita sedang apa sekarang.?"
Ying Ying mengangguk setuju membiarkan Lu Sun merangkul dan membimbingnya masuk ke dalam rumah.
Ying Ying merasa sangat nyaman, sudah sangat lama dia tidak merasakan kehangatan seperti ini dari Lu Sun.
Sehingga dia tidak mau merusak suasana yang bahagia ini dengan urusan tidak penting itu.
Xue Yen dan nenek mengikuti mereka dari belakang sambil tersenyum.
Tapi setelah kembali kedalam rumah ternyata Lu San sudah pergi tidur bersama pembantu yang biasa menjaganya.
Malam itu Xue Yen tidur bersama nenek, karena banyak hal yang ingin nenek ketahui tentang dirinya selama ini.
Sedangkan Lu Sun tidur bersama Ying Ying yang sudah sangat lama berpisah darinya.
Malam itu sehabis mandi dan berbaring di dalam pelukan Lu Sun.
__ADS_1
Lu Sun mulai bertanya,
"Sayang bagaimana pekerjaan mu selama ini ? kamu masih bekerja dengan kakak Chang ?"
Ying Ying sambil memainkan jarinya di dada Lu Sun dia berkata,
"Aku tidak lagi bekerja di kantor kak Chang, tapi aku masih tetap bekerja sama dengannya."
"Dengan modal yang kamu transfer kemaren, aku bekerja sama menjadi supplier makanan ternak kak Chang."
"Untuk sementara aku masih mengambil dari orang dan menjualnya ke kak Chang."
"Pabrik kita sedang di bangun, kalau sudah jadi kita baru bisa produksi sendiri dan memperluas pangsa pasar."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Jadi saat ini customer mu ada berapa banyak ?"
"Tidak banyak sih yang besar-besar cuma 3 orang semuanya adalah teman baik kak Chang."
"Sedangkan yang kecil-kecil mungkin mencapai ratusan orang."
"Kamu pakai nama apa untuk usaha mu itu ?"
Dengan malu-malu Ying Ying menjawab,
"Aku memakai nama San San Cooporate, kamu tidak marahkan ?"
Lu Sun mencium kepala Ying Ying dan berkata,
"Itu sudah sangat benar, kalau kamu pakai lu Cooporate justru itu yang akan membuat aku cemas dan khawatir."
"Sekarang pondasi kita belum kuat, bila kita menggunakan nama itu, kita malah memukul rumput mengejutkan ular."
"Sayang tolong kamu ajak Xue Yen membantumu di kantor, agar dia ada kegiatan nya."
Lu Sun kemudian menceritakan semua yang di alami Xue Yen di sana.
Ying Ying setelah mendengarkan cerita Lu Sun dia menjadi kasihan dan bersimpati dengan Xue Yen.
"Baiklah Sayang kamu tenang saja, aku besok akan ajak dia ke kantor melihat-lihat bidang apa yang cocok dengannya."
Lu Sun sambil tertawa berkata,
"Kurasa bidang lain tidak masalah, kecuali bidang pemasaran."
"Kamu lihat wajah nya saat bertemu orang, bertemu kita saja seperti itu, apalagi customer, bisa-bisa kabur semua."
Ying Ying tertawa ngakak kemudian mencubit gemas lengan Lu Sun dan berkata,
__ADS_1
"Sun ke ke jahat ihhh..!"
Lu Sun membalasnya dengan ciuman mesra di bibir Ying Ying.