
Ayah ku yang stress dan tidak kuat menerima kenyataan yang menimpanya, akhirnya jatuh Stroke dan terkena serangan jantung.
Beruntungnya dia masih berhasil diselamatkan oleh teman-teman medis, yang merasa kasihan dengan nya.
Tapi karena penyakitnya cukup parah, dia di sarankan untuk melakukan pengobatan di Amerika.
Di saat sedang kebingungan dan tidak memiliki dana untuk berangkat dan berobat.
Saat itulah untung David bawahan mu datang, membantu menyelesaikan semua ganti rugi.
Lewat David juga lah, aku tahu kamu sedang dalam masalah besar, dan terluka parah.
Tapi aku berpikir di sisi mu ada Ying Ying sedangkan ayah hanya punya aku seorang.
Akhirnya dengan berat hati aku memutuskan, memilih merawat ayah ku.
David juga memberikan santunan pengobatan kepada ayah ku, sehingga kami bisa berangkat untuk berobat ke Amerika.
Tapi karena biaya hidup di Amerika terlalu tinggi, akhirnya aku terpaksa mencari jalan alternatif lain.
Setelah melakukan pencarian informasi baik di internet maupun lewat informasi teman-teman ayah ku.
Akhirnya aku memutuskan untuk pindah tinggal di Canada, karena di sini selain fasilitas nya sangat baik, dokternya juga sama dengan dokter yang di Amerika sana.
Sejak saat itu aku pun pindah, memulai hidup baru di Canada.
Tapi kelihatannya Thian belum puas mengerjai kami, ketika di lakukan total check up di rumah sakit disini.
Baru di ketahui ternyata ayah juga mengidap penyakit kanker paru-paru stadium 2.
Akibatnya biaya pengobatannya pun menjadi lebih berat karena harus di lakukan khemo theraphy.
Karena biaya pengobatan yang tinggi antara pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang, akhirnya kami kehabisan biaya.
Demi menjaga agar pengobatan ayah tidak terganggu, akhirnya aku mulai terlibat hutang dengan renternir mafia dunia hitam setempat.
Aku tahu keadaan mu saat itu, juga tidak kalah buruk dari ku, bahkan untuk bisa bertahan aku mendengar dari David.
Ying Ying terpaksa pergi bekerja dengan kondisi perut besar.
Sedangkan kamu masih belum bisa bergerak karena luka-luka yang kamu derita.
Karena tidak punya pilihan lain, akhirnya aku pun terlilit hutang, yang semakin lama semakin menumpuk.
Akibat kekurangan biaya, terpaksa pengobatan ayah terhenti.
__ADS_1
Ayah pun akhirnya meninggal, karena tidak mendapatkan perawatan dan pengobatan yang memadai.
Melihat orang yang kita kasihi dan terdekat kita, perlahan-lahan, makin hari makin lemah dan akhirnya pergi meninggalkan kita.
Tanpa kita bisa melakukan sesuatu untuk membantunya.
Ini adalah suatu perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, kesedihan dan kepedihan nya.
Kecuali kita yang merasakannya langsung.
Xue Yen kini tertunduk menangis tersedu-sedu di depan Lu Sun.
Melihat hal ini Lu Sun duduk sedikit mendekat, memeluknya dan membelai-belai rambutnya, membiarkan Xue Yen bersandar dan menangis di dadanya yang bidang.
Lu Sun sambil membelai rambut Xue Yen dengan lembut. berkata,
"Maafkan aku, semua ini salahku aku yang menarik kalian masuk ke jurang kesengsaraan."
"Tidak bisa melindungi orang terdekat ku dengan baik, adalah kegagalan terbesar dalam hidupku."
"Maafkan aku Xue Yen aku telah mengecewakan dirimu."
Xue Yen mengeleng-gelengkan kepalanya, dan berkata pelan,
"Ini bukan salah mu, ini adalah takdir kejam dari cobaan kenyataan hidup sebenarnya."
Xue Yen perlahan-lahan menghentikan tangisannya, mengeluarkan sebungkus tisue dari tasnya, lalu menggunakan nya.
Xue Yen melepaskan diri dari pelukan Lu Sun dan mulai melanjutkan ceritanya.
Setelah ayah meninggal, karena tidak punya uang yang cukup untuk mengurus pemakaman maupun kremasinya yang semuanya membutuhkan uang.
Akhirnya aku dengan terpaksa, diam-diam menguburnya sendiri di belakang rumah kontrakan ku sana.
Tanpa berani menggunakan batu nisan, hanya menanam sebatang pohon yang saya minta dari tetangga sebagai tanda makamnya.
Xue Xue kembali menghapus airmatanya yang kembali mengalir ketika teringat kejadian saat itu.
Setelah ayah meninggal aku mulai di kejar-kejar hutang yang menumpuk oleh para renternir dunia hitam.
Suatu hari aku tertangkap oleh mereka, mereka memberikan aku dua pilihan pertama melacurkan diri ku, kedua menjadi pengedar obat-obatan terlarang.
Aku menolak dengan keras kedua tawaran mereka, penolakan ku membuat bos mafia itu sangat marah.
Dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengikat diri ku, kemudian melelang keperawanan ku untuk melunasi sebagian hutang ku.
__ADS_1
Setelah itu dia akan memaksa ku menjadi pelacur untuk membayar hutang.
Waktu itu aku berusaha melawan, tapi mereka sangat ramai, akhirnya mereka berhasil menangkap diri ku.
Dan menyeret ku kekamar untuk diikat, dan mencarikan tamu yang berani membuka harga tinggi untuk menikmati tubuhku.
Di situlah aku di pertemukan dengan suamiku saat ini.
Mendengar kalimat yang paling tidak ingin dia dengar lihat dan selalu menjadi beban pikiran dan ketakutannya selama ini.
Lu Sun seperti orang terkena Sambaran petir, sesaat otaknya blank semua.
Lu Sun hanya menatap Xue Yen dengan bodoh seakan-akan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Xue Yen menatap Lu Sun dengan sedih dan berkata,
"Sun ke ke maaf aku telah menghianati cinta dan perasaan kita."
Lu Sun terdiam tidak tahu mau bicara apa, dia hanya menatap Xue Yen dengan tatapan tidak rela dan masih tidak percaya, hubungan dua jaman mereka akan berakhir seperti ini.
Perlahan-lahan dia butir air bening mengalir turun dari sudut mata Lu Sun.
Lu Sun segera menengadah dan berkata,
"Maaf mata ku terganjal debu.."
Orang bodoh juga tahu Lu Sun sedang menangis, tapi dia berdalih agar Xue Yen tidak semakin merasa bersalah dan bersedih.
Xue Yen sambil menghela nafas sedih kemudian melanjutkan ceritanya.
Dia yang memenangkan lelang itu, tapi dia tidak memperkosa ku, dia malah membayarkan semua hutang ku, dan menebus diri ku dari para renternir.
Kemudian dia menawari ku untuk ikut dengan nya, bekerja di organisasi nya, dan di didik sebagai pembunuh bayaran.
Karena merasa berhutang Budi aku pun, menerimanya dan mulai bekerja dengan nya.
Saat itu yang ada dalam pikiran ku, adalah membalas Budi kepada nya dengan menyelesaikan misi yang dia berikan sebanyak mungkin.
Sambil menunggu kesembuhan mu dan menunggu mu datang menjemput ku.
Membantu membebaskan diri ku dari dunia yang tidak ada awal dan akhir ini.
Tapi lagi-lagi kenyataan berkata lain.
Antara harapan keinginan dan realita kehidupan jauh berbeda.
__ADS_1
Dalam suatu misi khusus, meski aku berhasil menjalankan misi ku, tapi aku terkena obat perangsang yang sangat kuat.
Bila dalam waktu 15 menit tersisa aku tidak melakukan hubungan suami istri, aku akan mati dengan jantung pecah.