KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERBINCANGAN DALAM PESAWAT


__ADS_3

Lalu dia mematikan ponselnya dan berkata kepada Xue Yen yang duduk disebelahnya,


"Kakak Yen aku pergi jemput Sun ke ke sebentar, kamu tunggu saja di sini sebentar."


Xue Yen mengangguk, sebenarnya dia juga ingin ikut dengan Giok Lan menjemput Lu Sun, tapi dia sadar kondisi nya sendiri yang belum fit.


Nanti malah menghambat dan menyusahkan Giok Lan yang sedang terburu-buru menjemput Lu Sun.


Giok Lan langsung berlari dengan riang, turun dari pesawat dan pergi kearah pos masuk.


Tidak perlu menunggu lama Lu Sun sudah melihat Giok Lan yang sedang berlari menghampirinya.


Begitu sampai tanpa memperdulikan keadaan Lu Sun yang belum mandi dan masih bau keringat bercampur debu.


Giok Lan langsung melompat kedalam pelukan Lu Sun dan mencium pipi dan leher Lu Sun, terakhir dia pun mendaratkan ciuman lembut ke bibir Lu Sun.


Lu Sun membalas ciuman bibir Giok Lan yang wangi lembut dan manis.


Keadaan mereka berdua, membuat penjaga pos menatap mereka dengan penuh rasa iri.


Sesaat kemudian Lu Sun melepaskan ciuman Giok Lan dan berkata,


"Sayang simpan dulu kangen mu, aku masih bau belum sempat mandi dan membersihkan diri."


Giok Lan tersenyum manis dan mengangguk kemudian menggandeng tangan Lu Sun dan berkata,


"Kalau begitu ayo kita ke pesawat saja sekarang.."


"Nanti mandinya di pesawat saja.."


Giok Lan mengajak Lu Sun melewati pos sambil menunjukkan kartu pass nya.


Maka mereka berdua bisa melewati melewati pos jaga dengan mudah.


Lu Sun berjalan sambil merangkul bahu Giok Lan, sedangkan Giok Lan melingkarkan tangannya dengan mesra di pinggang Lu Sun.


Akhirnya mereka berdua tiba di dalam pesawat, Xue Yen langsung berdiri mengembangkan kedua tangannya sambil tersenyum manis menatap Lu Sun.


Lu Sun langsung menghampiri dan memeluknya dan berkata,


"Maaf aku tidak menepati janji, untuk selalu menjaga mu."


Xue Yen menggeleng kecil dan berkata,


"Tidak sayang, kamu tidak perlu khawatir aku baik-baik saja, justru aku dan Giok Lan sangat mencemaskan mu."


Giok Lan yang sudah duduk di kursi, dan menggunakan sabuk pengaman berkata,


"Kalian berdua kalau begini terus, Sampai besok pagi pesawat ini tidak bakalan bisa terbang."

__ADS_1


Lu Sun Xue Yen tersenyum canggung, kemudian mereka pun mengambil tempat duduk dan memasang sabuk pengaman mereka.


Giok Lan tertawa nakal menanggapi kecanggungan Lu Sun dan Xue Yen.


Xue Yen mencubit dan menggelitik pinggang Giok Lan dengan gemas, kedua wanita Lu Sun itu pun tertawa-tawa saling menggelitik.


Lu Sun hanya tersenyum menanggapi tingkah laku kedua istrinya ini.


Dia kemudian menatap kearah jendela pesawat di mana terlihat dari jauh banyak mobil polisi yang sedang menuju kearahnya.


Tapi pesawat mereka telah lepas landas terbang mengudara, kedatangan mobil-mobil polisi yang berusaha mencegah kepergian Lu Sun sudah terlambat.


Beberapa saat kemudian, Coopilot terlihat muncul menghampiri Giok Lan dan berkata,


"Maaf Mrs Sandra dari menara pengawas bandara Calgary, meminta kita untuk putar arah kembali mendarat di bandara Calgary."


Giok Lan mengerutkan alisnya dengan tidak senang dia berkata,


"Abaikan saja, kita sudah memasuki Wilayah extradisi kekuasaan Amerika serikat, mereka tidak punya hak."


"Urusan di sana, biar nanti saya hubungi PM mereka saja, kalau perlu nanti saya hubungi Tante Elisabeth biar tahu rasa.!"


Coopilot sedikit pucat menanggapi kekesalan tuannya, dia cepat-cepat mengundurkan diri kembali ke kabin pesawat .


Begitu tiba di kabin pesawat dia di tertawai oleh rekan seniornya pilot utama.


"Tuh kan kamu sih kepo.. saya tadi sudah bilang abaikan saja, panggilan dari menara pengawas."


"Ku beritahu kan pada mu ya, investasi papa nona Sandra sangat banyak di seluruh negara Inggris Amerika dan Canada."


"Bila membuat nona Sandra marah dan menarik investasinya dari salah satu ketiga negara itu, bisa koleps negara tersebut."


"Jadi tidak akan ada yang berani mencari masalah dengan nya, apalagi cuma walikota kecil di Calgary."


"Satu telpon saja dari nona Sandra, besok walikota itu akan dirumahkan oleh para dewan dan senator di sana."


Coopilot muda itu menelan ludah, sehingga jakunnya yang mancung langsung naik turun.


Setelah mendengar penjelasan dari pilot seniornya


Sementara itu Lu Sun yang sudah selesai mandi, kini sedang berbaring santai di kasur.


Sambil tersenyum merangkul kedua istrinya yang berbaring di kanan kiri dadanya.


Lu Sun menceritakan semua kejadian yang dia alami sejak mereka berpisah karena kemunculan monster itu kemaren.


Sampai akhirnya kembali berkumpul bersama Xue Yen dan Giok Lan.


Setelah mendengar cerita Lu Sun, Giok Lan menghela nafas panjang dan berkata,

__ADS_1


"Pantas saja tadi pilot kita dapat perintah dari menara pengawas agar putar kembali ke Calgary."


"Tapi tenang saja, serahkan saja ke George untuk di urus, tidak masalah."


Xue Yen menatap Giok Lan dan Lu Sun kemudian berkata,


"Sun ke ke sekali ini kamu telah membuat masalah besar."


"Untung ada Giok Lan, kalau tidak entah jadi apa kota itu kamu buat bila walikota itu ingin menangkap mu."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Bisa apalagi, paling-paling ku buat dia menyusul anaknya."


Giok Lan mencubit pinggang Lu Sun dan berkata,


"Kamu ini ya, tidak ada kapok-kapoknya ya, bikin masalah."


"Aduh..aduh..! ampun.! .jerit Lu Sun pura-pura kesakitan.


Giok Lan dan Xue Yen hanya tersenyum menanggapi respon dari Lu Sun.


"Ingat kita sekarang sedang tidak di jaman kita, di sini hukum yang berbicara."


"Tidak boleh sembarangan, aku tidak mau kamu sampai membuat masalah dan di musuhi oleh seluruh dunia."


Lu Sun mengangguk karena ucapan Giok Lan memang sangat beralasan, untuk berikutnya dia harus bisa bermain lebih halus lagi.


Xue Yen juga ikut mengangguk menanggapi ucapan Giok Lan barusan.


Sesaat kemudian Giok Lan berkata,


"Pesawat ini akan mendarat di New York sebentar, kita akan berpisah di sana."


"Pesawat ini nanti akan meneruskan perjalanan ke Nan Jing mengantar kalian ."


"Setelah membereskan semua masalah ku, aku baru bisa menyusul mu ke Nan Jing."


ucap Giok Lan sedikit sedih dan agak tidak rela berpisah dari Lu Sun.


Lu Sun membelai rambut Giok Lan dan berkata,


"Kamu selesaikan dengan tenang semua pekerjaan mu tidak perlu buru-buru."


"Bila urusan ku di Nan Jing, selesai lebih dulu."


"Aku yang akan datang ke New York menjemput mu, bila ada kesulitan aku Xue Yen dan Ying Ying pasti akan membantumu menyelesaikan nya."


Giok Lan mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Kelihatannya memang ada kemungkinan seperti itu."


__ADS_2