
Suara teriakan Lu San yang tiba-tiba membuat ke 4 perawat itu kaget, tapi sebelum kaget mereka hilang.
Mereka tahu tahu melihat kini ada tiga orang yang tidak tahu kapan munculnya, dari mana masuknya tahu tahu mereka bertiga sudah berdiri di samping Pasien.
"San er kamu sudah siuman syukurlah.."
ucap Lu Sun sambil tersenyum lembut menatap anaknya.
"San er kenapa kamu tiba-tiba berteriak, siapa yang mengganggu mu..?"
tanya Giok Lan sambil mengedarkan pandangannya dengan galak kearah ke 4 perawat itu.
Mengikuti pertanyaan Giok Lan, Lu Sun dan Ying Ying juga menatap curiga ke 4 perawat yang ada di sana.
"Ayah perawat yang kaca mata, yang pendek kecil dan terutama yang kepang kuda itu, mereka ingin melecehkan ku.."
"Kakak perawat yang berlesung Pipit menolaknya, si kepang kuda mengancamnya dengan Video pemerkosaan Dr Toni terhadap kakak perawat baik itu.."
"Ayah kamu harus membantu mengurusnya kasihan si kakak perawat baik itu.."
"Dr Toni itu juga bukan manusia,...! ayah harus mengurusnya.."
"Sayang saat ini aku seperti ini, bila tidak aku pasti akan memberikan pelajaran setimpal pada si Toni itu.."
"Hei...bocah kamu jangan bicara sembarangan tanpa bukti...!"
teriak si Kepang kuda galak, untuk menutupi kegugupannya.
Lu Sun menyentilkan ujung jarinya tiga kali, ketiga perawat itu langsung terdiam ditempat, tidak bisa bergerak juga berbicara.
Mereka bertiga terkena totokan jari matahari Lu Sun, tanpa bantuan Lu Sun, totokkan tersebut baru bisa lepas setelah 1x24 jam.
"Kamu tenang saja San er, ini kasus kriminal dan di disiplin kerja, percaya kan sama kakek Billy dan reserse Wong Kai."
"Sekarang lebih baik kita urus pemindahan mu keruangan rawat inap.."
ucap Lu Sun tenang.
"Nona siapa nama mu ? boleh kamu bantu Carikan perawat lain kemari membantu mengurus anakku..?"
"Nama ku Cherry tuan, tentu saja bisa tuan, Sekarang juga saya akan hubungi perawat lain kemari, mohon di tunggu sebentar.."
ucap gadis bermuka kuaci, dengan sopan.
Lalu dia buru-buru menghampiri, pesawat telpon menelpon rekannya yang lain untuk datang membantunya.
Lu Sun sambil memantau para perawat bekerja memindahkan Lu San ke kamar rawat inap, dia menelpon kepala reserse kriminal Wong Kai untuk datang ke Zhong Da hospital.
__ADS_1
Setelah Lu San sudah berada di ruang rawat inap, Lu Sun pun pergi keruangan ayah mertuanya Prof Billy.
Lu Sun berbicara dengan ayah mertuanya soal permasalahan Cherry dengan Dr Toni dan meminta ayahnya agar menanganinya dengan baik, terutama kompensasi buat Cherry.
Karena masalah ini bila sampai tersebar keluar, tidak akan ada yang untung.
Ketika Wong kai tiba Lu Sun juga menceritakan semuanya, dan meminta Wong Kai menanganinya dengan baik.
"Pak Wong mengenai dr Toni dan ketiga perawat A moral itu, tolong beritahukan kepada pengacaranya agar bertindak atas keadilan.."
"Bila suatu hari kutemukan ada ketidakadilan di pengadilan, aku sendiri yang akan memberinya hadiah kenang kenangan.."
ucap Lu Sun mengingatkan.
"Tuan Lu tapi bila kusebut nama mu, takutnya tidak akan ada pengacara yang berani mengambil kasus ini.."
ucap Wong Kai sambil tersenyum.
"Ya berarti mereka harus jadi pengacara buat dirinya sendiri, bukan nya itu malah baik, memudahkan pekerjaan jaksa dan hakim."
ucap Lu Sun santai.
Reserse Wong Kai tersenyum tak berdaya, dia lalu permisi untuk pergi mencari barang bukti.
Setelah berbicara sebentar dengan ayah mertuanya, Lu Sun pun kembali keruangan dimana Lu San di rawat.
Di dalam ruangan tersebut, terlihat Ying Ying Giok Lan Deborah dan Alicia mereka berdiri di kedua sisi Lu San.
Sedangkan Afei berlutut di samping ranjang Lu San dengan kepala tertunduk dan airmata bercucuran berkata,
"Kakak maafkan aku, bila aku tidak pergi meninggalkan kakak."
"Tentu kakak tidak akan pernah berakhir seperti ini."
"Maafkan aku kak, Afei bersalah pada mu. tidak menjaga dan melakukan tugas Afei dengan benar.."
Ying Ying bergerak maju dan berkata,
"Afei bangunlah tidak perlu seperti ini, ini bukan salah mu.."
Tapi Afei menolak untuk bangun, dia tetap pada posisi berlutut nya menghadap Lu San.
"Sudahlah kak biarkan saja, dia bersandiwara sepuasnya, buat di lihat semua orang, terutama Sun ke ke yang selalu membelanya."
ucap Giok Lan sinis.
Sejak kejadian San er di celakai Michiko pun Giok Lan mulai kurang suka terhadap Afei, apalagi saat ini kekesalannya sebenarnya sudah memuncak.
__ADS_1
Bila tidak memandang muka Lu Sun, ingin rasanya dia menggunakan Xuan Yuan Cien menebas anak ini jadi cacat menemani putra kesayangannya.
"Yang cacat sudah cacat, yang rusak masa depannya juga sudah rusak sekarang kamu sudah boleh puas.."
"Pulang dari sini sebaiknya pergilah cari si betina Michiko putrinya Takeshi Yamaguchi, Bos Yakuza terbesar di Tokyo itu."
"Kalau perlu kamu boleh gabung kesana, biar nanti aku ada alasan melenyapkan kalian sekaligus.!"
ucap Giok Lan meluapkan kekesalannya.
"Adik Giok apa maksudmu..?"
tanya Ying Ying terkejut
Giok Lan menoleh kearah Ying Ying dan berkata,
"Sejak San er cedera pertama aku sudah kirim orang menyelidikinya, si ****** cilik Michiko itu adalah putri Ketua Yakuza Jepang."
"Ayahnya adalah Takeshi Yamaguchi, bahkan group Nagoya di Amerika yang di pimpin oleh Yamamoto ayahnya si Nagato yang pernah hampir melecehkan kakak itu."
"Hanya salah seorang bidak catur dari Takeshi Yamaguchi."
"Dan kelompok ini di lindungi organisasi misterius pimpinan Wu Sin di lautan Pasific."
ucap Giok Lan membuka semua nya.
Lu Sun di luar yang mendengar semuanya hanya tersenyum, dia juga tahu hal ini, tapi dia juga sangat kagum dengan kemampuan Giok Lan mengumpulkan informasi dalam waktu yang begitu singkat.
Lu Sun sengaja tidak masuk dulu, dia tidak ingin merusak suasana dengan dirinya masuk saat ini.
Afei terlihat sangat terkejut dengan penjelasan Giok Lan mengenai jati diri Michiko.
Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata jati diri asli Michiko begitu rumit
Kini dia benar-benar berdiri di posisi yang sangat sulit, yang satu adalah keluarga yang sangat dia cintai dan telah banyak menanam Budi padanya
Di sisi lain adalah gadis cinta pertama nya, sangat dia cintai.
Bila di paksa memilih, dia benar-benar tidak tahu harus memilih yang mana.
Afei kini semakin tertunduk lesu, tidak bisa berkata-kata lagi.
"Adik Fei bangunlah, ini semua bukan salah mu, tidak ada hubungannya dengan mu sama sekali."
"Kalaupun saat itu kamu di sana, sebagai kakak mu."
"Aku tetap akan menyuruh mu pergi dari sana, "
__ADS_1