
Lu Sun bangun dari posisi berbaring meringkuk di kasur, Dia mengambil posisi duduk bersila menenangkan pikirannya yang kacau.
Sesaat kemudian dia membuka matanya yang kini terlihat jauh lebih tenang.
Lu Sun meninggalkan kasur pergi mencuci mukanya yang kusut, setelah menatap wajahnya sendiri di cermin.
Dia pergi mencari anaknya Lu San, mumpung banyak waktu sebelum dia kembali sibuk menargetkan Xie Ding Li.
Sementara waktu Lu Sun hanya akan memantau kakek Xie ribut dengan rekannya.
Setelah Kakek Xie tersingkir, dia baru menarget Xie Ding Li, Lu Sun tidak mau terburu-buru.
Karena itu sama saja memukul rumput mengejutkan ular.
Dengan kemampuannya saat ini boleh di bilang mau berbuat apapun dia bisa, tapi bila musuhnya waspada dan tahu mereka sedang di incar olehnya.
Dia akan lebih sulit dan repot untuk melenyapkan mereka, akan menghabiskan banyak waktu tenaga.
Lagipula Lu Sun takut mereka membalas dengan mengancam keluarganya, ini akan jauh lebih repot lagi.
Sementara di ruangan meeting Ying Ying setelah terjadi keributan hingga pecahnya jendela kantor diterjang rajawali raksasa.
Xue Yen dan beberapa staf kantor pria serta beberapa petugas keamanan menerobos masuk kedalam ruangan yang terkunci dari dalam.
Begitu mereka berhasil masuk, Ying Ying langsung berlari menjauhi Akira.
Xue Yen langsung maju memeluk Ying Ying yang menangis dalam pelukan Xue Yen.
"Apa yang terjadi ?"
tanya Xue Yen sambil membelai kepala Ying Ying berusaha menenangkannya.
Ying Ying setelah agak tenang, langsung melepaskan diri dari pelukan Xue Yen, dia menunjuk kearah Akira dan berkata,
"Tangkap dia..!"
Petugas keamanan langsung maju meringkus Akira dengan menelikung kedua tangan kebelakang, sedangkan wajahnya ditekan menempel diatas meja meeting.
"Bawakan rekaman CCTV ruangan meeting ini kepada ku sekarang juga..!"
ucap Ying Ying sambil melihat kearah Staf pria di kantornya
Staf kantor Ying Ying mengangguk kemudian buru-buru berlari keruangan pusat pemantauan layar monitor CCTV.
Tak lama kemudian dia kembali dengan 2 buah flashdisk ditangannya dan menyerahkan kepada Ying Ying.
Ying Ying menerimanya dengan tenang lalu berkata, kepada kedua petugas keamanan.
"Hubungi kapten Song suruh dia kemari sekarang juga..!
Terus Ying Ying melihat kearah sekretarisnya dan berkata,
__ADS_1
"Telpon pengacara Edison Chen dan Notaris Wiliam Huo minta mereka kemari sekarang juga.."
Sekretaris Ying Ying menganggukkan kepalanya, lalu dia menghampiri telpon di ruangan meeting menggunakannya menelpon notaris dan pengacara kantor mereka.
"Kalian berdua, bawa dia keruangan kantor ku, yang lain boleh kembali bekerja seperti biasa.."
ucap Ying Ying memberi perintah kepada kedua petugas keamanan gedung.
Lalu Ying Ying mengandeng tangan Xue Yen berjalan menuju balkon diruang kerjanya, setelah menutup pintu penghubung ruang kerja dan balkon.
Sambil berbisik dengan mata yang kembali merah dan airmata yang kembali mengembang di matanya.
Ying Ying menceritakan secara singkat kejadian didalam ruangan meeting tadi kepada Xue Yen.
Ying Ying menutup ceritanya dengan wajah sedikit pucat dia berkata,
"Menurut mu apa perlu aku menceritakan kejadian hari ini ke Sun ke ke.?"
Xue Yen berpikir sejenak kemudian berkata,
"Menurut ku setelah masalah ini diselesaikan pihak berwajib, kamu langsung pulang saja."
"Kamu jelaskan pelan-pelan padanya.."
"Tapi kakak Yen, aku takut dia akan marah dan salah paham, kemungkinan besar dia akan melarang ku bekerja di luar."
ucap Ying Ying sedikit ragu.
Xue Yen menghela nafas panjang dan berkata,
"Bila itu permintaanya semua kembali kepada mu, kamu lebih memilih keluarga atau usaha."
"Aku..aku.."
Xue Yen tidak bisa menjawab dia terlihat ragu dan keberatan untuk memilih.
Xue Yen yang melihat hal ini, dia kembali melanjutkan kata-katanya,
"Ying Ying kamu lupa ya,? Sun Ke ke bisa merubah dirinya menjadi seekor anjing kecil."
"Apa sulitnya dia merubah dirinya menjadi rajawali..?"
Ying Ying terbelalak menatap Xue Yen sambil menutup mulutnya yang terbuka.
"Aahh aku...aku.."
Ying Ying tergagap dan panik dia segera mengeluarkan Hp dari sakunya, lalu menelpon Lu Sun.
Telpon tersambung tapi tidak ada yang mengangkatnya.
Ying Ying terlihat gelisah dan panik, setelah menelpon hampir puluhan kali dan tidak di angkat.
__ADS_1
Ying Ying kini menatap Xue Yen dengan cemas dan berkata,
"Kakak Yen dia tidak mengangkat telpon dari ku..apakah..dia sedang marah dengan ku dan tidak ingin menjawab telpon ku.."
Melihat wajah Ying Ying yang seperti hampir menangis, Xue Yen menjadi tidak tega.
Dia segera memegang tangan Ying Ying dan berkata,
"Kamu tenang dulu, jangan berpikir yang bukan-bukan, sekarang lebih baik selesaikan dulu masalah di sini."
"Itu pengacara polisi dan notaris telah datang.."ucap Xue Yen mengalihkan perhatian Ying Ying.
Ying Ying menggunakan tisue menghapus airmatanya yang mengembang.
Setelah mengatur nafas menenangkan diri.
Dia baru membuka pintu balkon dan masuk ke dalam ruangan kerja, Di sana terlihat semua orang sudah kumpul.
"Silahkan duduk kapten Song, Mr Chen dan Mr Hao."
ucap Ying Ying ramah sambil menyalami mereka bertiga satu persatu.
Setelah itu Ying Ying mulai menjelaskan situasi yang terjadi kepada Kapten Song dan pengacara Edison Chen, setelah itu dia menggunakan Laptop menunjukkan rekaman CCTV yang ada di flashdisk nya.
Setelah mendengar dan melihat semua buktinya, Kapten Song menatap kearah Ying Ying dan berkata,
"Jadi apa yang ingin Nona Ying Ying lakukan, bila nona Ying Ying ingin menuntutnya, aku akan segera membawanya kekantor polisi."
"Dengan bukti yang ada min 10 tahun penjara menantinya."
ucap Kapten Song sambil menatap serius kearah Ying Ying.
Ying Ying menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Itu hanya pilihan terakhir, keinginan ku saat ini adalah ingin dia menelpon Yamamoto."
"Agar mengikat kontrak sesuai keinginan ku, kontrak yang mengikat selama dia berinvestasi di China harus menggunakan produk dari ku dengan harga yang aku tentukan.."
ucap Ying Ying sambil tersenyum.
"Bila tidak tugas Mr Edison Chen membawa hal ini kejalur hukum menuntut Tuan Yamamoto ke pemerintah, agar membatalkan semua proyek investasinya diseluruh China."
"Bagaimana apa bisa ?"
Edison Chen terlihat berpikir sejenak kemudian berkata,
"Bisa tentu bisa, tapi itu semua tergantung nona Ying Ying bisa tidak mengundang tuan Lu untuk ikut dengan ku menemui presiden Xi."
"Bila tuan Lu bersedia tampil, aku yakin presiden Xi tidak akan enak hati menolaknya."
"Sehingga proses hukum yang panjang dan bertele-tele tidak perlu dilakukan."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku akan pulang kerumah dan bicarakan dengan nya, sedangkan urusan di sini saya titipkan kepada kalian ya ?"
ucap Ying Ying sambil menatap ketiga orang itu.