KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MELAWAN IKEDA 2


__ADS_3

Lu Sun meningkatkan kekuatan 9 mataharinya untuk mendukung serangan Liu Mai Sen Cien.


Perlahan-lahan bayangan lonceng emas berganti bentuk menjadi garis petak petak berwarna abu abu kehitaman.


Pertahanan Ikeda semakin kuat dan rapat, sinar merah dari jari Lu Sun gagal menembus Lonceng berwarna abu abu kehitaman tersebut.


Lu Sun yang penasaran menambah lagi kekuatan tenaga matahari nya, 30 matahari kecil berputar putar di sekitar tubu Lu Sun.


Lesatan cahaya merah di jari Lu Sun semakin lama semakin kuat.


Perisai pelindung Ikeda bergetar hebat, seakan-akan hampir meledak.


Ikeda mengempos seluruh kekuatannya, untuk meningkatkan level perisai pertahanan nya.


Kini dia membentuk lonceng Perisai berwarna biru terang.


Serangan Lu Sun pun kembali kandas, tidak berhasil menembus pertahanan Ikeda.


"Aku mau lihat kamu mau bertahan sampai kapan..?


ucap Lu Sun sedikit penasaran.


Kini ujung jari kanan Lu Sun tetap menembakkan kekuatan Liu Mai Sen Cien, sedangkan sebelah tangan kiri Lu Sun melepaskan pukulan es Abadi secara bergantian. dan berulang ulang.


Menghadapi hantaman perubahan suhu tingkat tinggi berulang ulang, akhirnya perisai lonceng biru meledak hancur berkeping-keping.


Tapi dari dalam perisai melesat keluar ribuan sinar hitam yang mengarah ke Lu Sun.


Saat Lu Sun di sibukkan dengan serangan energi hitam Ikeda, Ikeda sendiri tubuhnya melayang keluar dari pertahanan nya yang pecah.


Setelah kembali bisa mendarat dengan baik, dengan wajah yang sedikit pucat,.dia mulai menggerakkan jarinya melesatkan sinar hitam susulan yang lebih kuat kearah Lu Sun.


Dengan ilmu ringan tubuh warisan Wu Song, Lu Sun bisa menghindari serangan yang di arahkan ke dirinya.


Tapi lesatan cahaya hitam yang datang menyusul sebagai gelombang serangan kedua, membuat Lu Sun sedikit terlambat uy menghindar lagi.


"Jen Cien He ie..!!"


teriak Lu Sun.


Tubuhnya berubah menjadi sebatang pedang raksasa yang melakukan tebasan kearah Ikeda.


Ikeda juga merubah tubuhnya menjadi sebatang golok hitam yang bergerak menyambut serangan Lu Sun.


Terlihat bayangan pedang dan golok raksasa saling tebas dan saling tangkis di udara.

__ADS_1


Terkadang terlihat bayangan Lu Sun di balik bayangan pedang raksasa, begitupula dengan Ikeda bayangan tubuh nya juga sesekali muncul di dalam bayangan golok hitam raksasa.


Setelah berpuluh kali mengalami benturan dahsyat di udara.


Akhirnya bayangan golok dan pedang sama sama mundur menjauh, kemudian kembali melesat kedepan dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat.


Sekali ini benturan dahsyat di udara, membuat bayangan golok hitam sirna.


Tubuh Ikeda terpental keluar, dari arena pertarungan jatuh dalam posisi terlentang di atas tanah.


Bayangkan pedang ciptaan Lu Sun bergerak cepat menebas kearah tubuhnya.


Ikeda sambil berbaring, diatas tanah dia menyerap tenaga inti bumi yang dahsyat, mengisi kekuatannya.


Saat bayangan pedang Lu Sun Tiba, Ikeda mendorong sepasang telapak tangannya kedepan.


Dua buah bayangan telapak tangan yang mengeluarkan cahaya kehitaman, menyambut datangnya bayangan pedang yang Lu Sun ciptakan.


Tubuh Lu Sun terpental keatas, bayangan pedang yang tadi dia bentuk sudah sirna.


Dari ketinggian di atas sana, Lu Sun mengerahkan ilmu untuk mengontrol energi di dalam tubuh Ikeda untuk di ledakan.


Ikeda sangat terkejut saat dia merasa tenaga Sakti di dalam tubuhnya, bergerak liar tidak terkendali.


Seolah-olah ingin meledakkan tubuhnya dari dalam.


teriak Ikeda terkejut.


Ikeda melepaskan seluruh energinya keluar dari tubuhnya.


Energi Ikeda berkumpul di luar tubuh nya, dia merasa lega.


Tidak ada lagi lonjakan energi yang akan meledakkan tubuhnya.


Lu Sun yang merasa ilmu pengendaliannya telah gagal, memanfaatkan energi Ikeda yang masih berada di luar tubuhnya.


tanpa membuang kesempatan, Lu Sun menebaskan energi Golok biru kearah Ikeda yang masih sedang terbaring di sana.


Ikeda sadar dia tidak mungkin bisa menangkis serangan itu.


Dengan kondisinya yang tidak memiliki energi.


Sambil menyerap energinya kembali ketubuhnya, Ikeda melenting kan tubuh nya seperti seekor ikan melompat.


Lalu bersalto menjauhi tempat dia berbaring tadi.

__ADS_1


Setelah energinya terkumpul kembali, Ikeda, pun melesatkan energi berbentuk bumerang biru kearah Lu Sun.


Energi biru berbentuk bulan sabit yang berputar-putar itu terbang kearah Lu Sun.


Lu Sun berhasil menghindarinya dengan mudah tapi serangan Ikeda bekerja seperti bumerang.


Saat Lu Sun sedang memberikan serangan susulan kearah Ikeda, bumerang biru itu datang dari belakang mengincar tengkuk Lu Sun.


Bila terkena serangan gelap tersebut niscaya kepala Lu Sun akan terlepas dari tempatnya.


Tapi Lu Sun yang sudah melalui pertarungan beribu-ribu kali, tentu memiliki insting dan pendengaran tajam..


Dengan menundukkan kepalanya ke bawah, tubuh Lu Sun berputar setengah lingkaran diudara sambil melepaskan sebuah tendangan yang mengeluarkan cahaya biru, kearah Ikeda.


Ikeda melesat ke udara menghindari serangan tersebut sambil melepaskan puluhan bayangan Tapak Hitam susul menyusul kearah Lu Sun.


Lantai yang di tinggalkan Ikeda meledak memunculkan sebuah lubang cukup dalam.


Pertarungan kedua orang itu mulai merusak Area parkir dan gedung sekolah, untungnya kejadian itu terjadi saat malam.


Pak Ma guru Ciu dan Guru Lin menyaksikan dengan mata terbelalak tak percaya dari jendela kantor ruangan pak Ma.


Sejak alarm mobil mereka di.lapangan parkir berbunyi, mereka sudah berdiri di depan jendela menyaksikan apa yang terjadi di sana.


Lu Sun menyambut serangan Tapak Hitam itu dengan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa.


Semua serangan itu berhasil dia retur kembali kearah Ikeda, sambil bertarung Lu Sun sedang berpikir, orang nomor empat ini saja seperti ini kemampuan nya.


Gimana dengan orang ke 3 hingga kesatu, apalagi bila nanti bertemu gurunya.


Kelihatannya tidak punya cara lain, selain secepatnya bersama Giok Lan pergi menemui Yu Se Thian Cun di langit lapis pertama.


Ikeda yang baru pertama kali ini, bertemu dengan musuh se alot Lu Sun, selain penasaran dia juga sangat kagum dengan kemampuan Lu Sun yang sangat banyak variasinya.


Dengan kemampuan retur seperti itu, Ikeda tidak mau lagi melepaskan pukulan jarak jauh.


Kini dia melesat menempel pada Lu Sun melepaskan pukulan dan tendangan jarak dekat secara bertubi-tubi.


Lu Sun tetap melayani nya dengan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa, yang membuat Lu Sun dapat meniru gerakan nya


Di tambah dengan Wu Xiang Sen Kung yang membuat Lu Sun bisa bergerak bebas dan leluasa menyerang dari arah manapun.


Hal ini membuat Ikeda beberapa kali harus terpental terkena serangan Lu Sun yang tak terduga, dimana sambungan persendian bisa bergerak bebas juga bisa memanjang memendek sesuka hati.


Karena secara jarak dekat, tidak memperoleh hasil, Ikeda kembali mengambil jarak.

__ADS_1


Lalu melepaskan sebuah tebasan dengan kedua tangan disatukan.


__ADS_2