KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MEMANTAU KEGIATAN XIE DING FENG


__ADS_3

"Setelah membangunkan Viona dan memaki-maki Viona dia pun pergi meninggalkan Viona, seorang diri dalam kondisi menyedihkan tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Viona."


"Setelah kejadian tersebut Viona terus berusaha menghubungi Samuel dan keluarga Chu."


"Tapi tidak ada yang bersedia menemuinya, dalam kondisi putus asa Viona pun kembali keluarganya dengan masa depan hancur."


"Samuel yang merasa cintanya di khianati oleh Viona dia membalas dendam dengan menekan usaha ayah Viona hingga bangkrut dan terlilit hutang."


"Karena tidak bisa berpikir terbuka, akhirnya papa Viona memilih bunuh diri, melompat dari gedung kantor miliknya yang sudah bangkrut."


"Ibu Viona yang seorang ibu rumah tangga tidak bisa menanggung beban kehilangan semuanya termasuk suaminya, akhirnya pikirannya menjadi terganggu."


"Viona pun akhirnya membawa ibunya meninggalkan kota Beijing pindah ke Nan Jing, kemudian saat melamar kerja itulah secara kebetulan bertemu David."


"Setelah mendengar kisah pahit hidup Viona, David yang sangat mencintai Viona semakin bersimpati dengan Viona."


"Dia menerima Viona apa adanya, tapi karena status Viona yang tidak jelas, David dan Viona tidak bisa mengurus pernikahan mereka lewat catatan sipil resmi negara."


"Mereka hanya bisa menikah secara Syah dan diakui oleh agama saja."


"Dua tahun setelah mereka menikah kehidupan keluarga mereka yang bahagia pun terganggu dengan kemunculan Samuel dan Vicky yang merebut anak Viona dan Viona dari David secara paksa."


"Demi keselamatan David dan anaknya, Viona terpaksa ikut pergi dengan Vicky ayah kandung dari anaknya itu."


"Nah sejak saat itu habis lah David, hingga menjadi seperti sekarang ini."


Setelah mendengar keseluruhan cerita Victor Lu Sun hanya bisa menghela napas panjang.


Kenapa ada hidup yang serumit itu pikir Lu Sun dalam hati.


Keluarga Chu ini cepat lambat pasti dia bereskan, termasuk Vicky dan Samuel tidak akan luput dari tangannya.


Soal Viona, Lu Sun akan melihat perkembangannya, bila gadis itu memang mencintai David, Lu Sun tentu akan membantunya Kembali ke sisi David.


Tapi bila ternyata dia hanya memanfaatkan David sebagai tempat pelarian, maka Lu Sun tidak akan Sudi turut mencampuri urusan nya.


Mobil Victor parkir di halaman parkir di seberang jalan dari gedung groups Xie.

__ADS_1


Di sana Lu Sun mengamati pintu keluar masuk lobby groups Xie, Lu Sun melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 10.00


Menurut informasi dari data yang di berikan oleh Cindy kakek tua Xie Ding Feng punya kebiasaan jam 7 pagi sehabis maraton pagi, dia akan mampir ke group Xie.


Sekitar jam 10,00 dia akan meninggalkan groups Xie pergi ke bank ngeprint buku rekening dan memeriksa pemasukan nya.


Baru melakukan transaksi penyetoran uang, untuk dia transfer kerelasi bisnisnya.


Benar saja tepat pukul 10.00 kakek tua itu berjalan tergesa-gesa keluar dari gedung pusat Group Xie.


Lu Sun pun turun dari mobil Victor sambil berkata,


"Cukup Vic terimakasih, kamu boleh pergi sekarang."


Victor mengangguk kemudian membawa mobilnya meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Lu Sun berjalan kearah belakang sebuah pohon besar dan menghilang dari tempat tersebut.


Terlihat seekor burung terbang tinggi mengikuti mobil yang membawa kakek Xie.


Burung itu kemudian berubah menjadi seekor lalat yang sangat halus hinggap di bahu kakek Xie tanpa dia sadari sama sekali.


Dia langsung mendorong pintu bank dan masuk kedalam bank tersebut.


Kakek Xie langsung berjalan menuju sebuah ruangan khusus, di sana dia mendapat pelayanan khusus sebagai tamu VIP tanpa harus mengantri.


Kakek Xie menyerahkan beberapa buku rekening nya buat di print, setelah selesai dia mengeceknya sekilas sambil tersenyum.


Kakek Xie kemudian menyerahkan setumpuk cek kepada pegawai bank tersebut, untuk di cairkan dan langsung di masukkan ke rekeningnya.


Setelah semua selesai kakek Xie dengan tatapan genit mengucapkan terima kasih kepada pegawai bank yang cantik itu.


Karena tidak berani menyinggung nasabah potensial bank mereka, pegawai bank yang cantik itu terpaksa membalas dengan senyuman manis.


Kakek Xie kemudian meninggalkan ruangan tersebut, pergi menuju ruangan lainnya, menemui pegawai bank yang lainnya, yang kemudian mengantarnya menuju sebuah ruangan brangkas.


Setelah pegawai bank yang mengantarnya pergi meninggalkan dia seorang diri.

__ADS_1


Kakek Xie mengeluarkan sepasang kunci dari saku celananya, menghampiri sebuah kotak brankas, memasukkan sepasang kunci itu kedalam dua lubang kunci yang ada dikotak brangkas.


Setelah itu dia memutarnya secara serentak, lalu memasukkan sejumlah nomor ke tombol yang tersedia dikotak tersebut.


Tak lama kemudian kotak itupun terbuka, kakek Xie kemudian memasukkan sekantong berlian dan beberapa surat berharga kedalam kotak tersebut.


Setelah itu dia memasukkan kotak itu kembali ketempatnya, menguncinya kembali.


Baru dia berjalan keluar dari ruangan tersebut, sambil tersenyum puas.


Kakek Xie kemudian menuju sebuah mesin ATM ditempat tersebut, dia memasukkan sejumlah nomor pin ke mesin ATM didepannya.


Dia melakukan penarikan uang.dan melakukan transaksi transfer uang ke beberapa nomor rekening relasi bisnisnya.


Setelah itu dia baru pergi meninggalkan bank tersebut, sopir yang mengantar dirinya, sudah tahu tempat tujuan Kakek Xie.


Tanpa perlu di beritahu pun dia sudah tahu kemana dia harus mengantar Kakek Xie.


Kakek Xie mengunjungi satu persatu cabang usaha miliknya, setelah menarik setoran dari mereka.


Dia di antar supir pulang kerumahnya yang terletak di kawasan perbukitan yang terdiri dari rumah pribadi milik orang-orang kaya di Nan Jing.


Sampai dirumah dia membawa tas yang berisi setoran berbagai cabang usahanya, untuk di masukkan kedalam sebuah brankas yang terletak di balik sebuah lukisan pemandangan yang terletak di ruang kerjanya.


Dengan memutar tutup lampu yang terletak di atas meja kerjanya, lukisan pemandangan yang tergantung di dinding bergeser dengan sendirinya.


Sehingga terlihat sebuah brankas besi berukuran sebesar lukisan pemandangan tersebut.


Dengan memasukkan sederet angka dan huruf pintu brankas tersebut terbuka dengan sendirinya.


Setelah menyimpan tas yang di bawanya dan menutup kembali brankas sambil mengembalikan lukisan tersebut ke posisi awal, Kakek Xie pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Menuju ruang makan, Kakek Xie makan siang sebentar dirumahnya di layani oleh beberapa pelayan .


Kemudian dia pun meninggalkan rumah mewahnya,. sopirnya langsung mengantarnya ke sebuah gedung Klub pribadi miliknya yang bernama Royal Palace.


Lu Sun tidak lama kemudian terbang keluar dari gedung klub pribadi milik kakek Xie, kemudian kembali berubah menjadi seekor burung terbang pulang menuju rumahnya.

__ADS_1


Lu Sun sudah memperhatikan semua gerak-gerik kakek tua itu dengan cermat hampir seharian, tapi melihat kelakuan kakek itu di gedung klub pribadi miliknya, Lu Sun tidak tahan melihatnya,


__ADS_2