
Bola cahaya biru masih terus menekan ke bawah dengan dahsyat membuat retakan semakin besar.
Ratusan cahaya biru berbentuk golok biru jatuh dari langit mirip hujan meteor, terarah ke Wu Sin.
inilah jurus Ketiga belas Lu Sun.
Wu Sin yang selalu terlihat tenang dan tersenyum kini mulai mengerutkan alisnya.
Seluruh tubuhnya tiba-tiba di selimuti cahaya pelangi, sambil berputar-putar dalam posisi duduk.
Dia menggunakan melepaskan 10 petikan senar sekaligus kearah serangan yang datang dari Lu Sun.
Sebuah Cahaya pelangi memenuhi udara menyambut semua serangan yang datang.
Tubuh Lu Sun juga melesat keatas langit, dia menyerap kekuatan seluruh alam semesta.
Untuk di salurkan kedalam satu titik yaitu golok Wu Ming ditangan nya.
Saat tebasan Lu Sun di lepaskan inilah jurus ke 14 yang sanggup membelah apapun yang di lewatinya tanpa terkecuali.
Langit yang dilewati oleh tebasan Lu Sun ini terbelah dua sebelum cahaya golok biru menyusul datang menghantam cahaya pelangi yang Wu Sin lepaskan.
Melihat kekuatan susulan yang Lu Sun lepaskan, kerut di kedua alis Wu Sin semakin mendalam.
Dia menyadari bahaya besar yang sedang datang menghampiri dirinya.
Dia melepaskan seluruh petikan senarnya yang berjumlah 22 senar itu.
Akibatnya cahaya pelangi semakin tebal,.waktu seolah olah terhenti.
Ribuan suara halus memasuki pendengaran dan alam pikiran Lu Sun.
Memerintahkan Lu Sun untuk meledakkan dirinya sendiri yang penuh dosa dan kebencian.
Lu Sun yang sedang memegang golok nya melakukan tebasan, membiarkan goloknya terlepas dari tangannya, melakukan tebasan sendiri.
Lu Sun sendiri berteriak histeris di tengah udara sambil menutupi kedua lubang telinganya sendiri.
"Arrggghhh ..!!"
suara teriakan dahsyat itu menggetarkan seluruh lautan sehingga menimbulkan gelombang pasang yang mencapai 30 meter.
Tapi semua orang yang berada tidak jauh dari lokasi pertempuran tidak terpengaruh dengan gelombang laut yang tinggi itu, karena mereka semua bisa terbang.
Kembali ke pertarungan Lu San dan Wu Ching yang sudah mencapai puncaknya.
__ADS_1
Setelah berakhirnya ledakan yang menenggelamkan pulau, kedua orang itu setelah mengumpulkan energi cukup.
Mereka kembali sama sama melesat dan menerjang dengan serangan yang mengandung tenaga dahsyat.
Hingga akhirnya dalam satu benturan terlihat sepasang pedang merah biru di silangkan menahan pedang cahaya emas inti matahari.
Mereka masing masing mengerahkan kekuatan puncak mereka.
Lu San mendorong pedangnya untuk mematahkan sepasang pedang yang menjepit pedangnya.
Sedangkan sepasang pedang merah biru berusaha menggunting pedang cahaya emas, patah menjadi dua.bagian.
Saling dorong dan saling tekan, hingga masing masing mengeluarkan sebuah tendangan kearah dada mereka masing-masing, hingga tubuh mereka berdua sama-sama terpental saling menjauh.
Masing masing setelah terpisah mereka sama sama menyerap tenaga alam sekitar sebagai kekuatan mereka.
Untuk melepaskan serangan dengan kekuatan sepenuh tenaga
Lu San terbang keatas langit menyerap kekuatan alam semesta, di tangannya kanan memegang pedang cahaya.
Sedangkan ditangan kiri kini tiba-tiba memegang pedang Naga Siluman yang tadinya menyatu dalam dirinya.
Tubuh Lu San terus terbang naik keatas menyerap kekuatan intisari langit dan bumi.
Sedangkan Wu Sin sambil membentuk 5 garis lingkaran elektron,.dan cahaya lembayung yang menutupi tubuhnya.
Sedangkan Lu San setelah seluruh tubuhnya penuh dengan kekuatan intisari langit dan bumi.
Dia mulai memainkan ke 15 jurus Pedang Naga Siluman Semesta yang hanya bisa di capai oleh pemilik sejatinya.
Ke 15 bayangan tubuhnya yang masing-masing memainkan satu jurus menyatu kedalam tubuhnya.
Dalam suatu teriakan keras Lu San melepaskan dua serangan sekaligus.
Serangan Pedang Naga Siluman Semesta memunculkan Seekor Naga Hijau raksasa yang melesat kearah Wu Ching.
Dengan di dahului raungan naga yang menggetarkan.
Sedangkan serangan yang lainnya adalah tebasan pemusnah Budhha dari jurus ketiga ilmu rahasia Lu San.
Seberkas cahaya merah kuning yang membentuk bola setengah lingkaran mirip meteor jatuh dari langit.
Meluncur dahsyat ke arah Wu Ching.
Wu Ching sendiri setelah menyerap kekuatan matahari dan bulan hingga titik puncak.
__ADS_1
Dengan cepat tubuhnya meluncur keatas untuk menyambut serangan Lu San dengan membentuk dua lingkaran cahaya yang tengah nya bergambar matahari dan bulan .
pedang kanan berwarna biru membentuk lingkaran biru dengan gambar bulan di tengah.
Sedangkan pedang kiri membentuk lingkaran merah keemasan dengan gambar matahari sedang bersinar di tengah lingkaran.
Benturan yang jauh lebih dahsyat di udara terulang seperti bom nuklir yang meledak.
Kekuatan ledakan nya, membuat lautan tersibak membuat sebuah kubah seperti mangkok terbalik.
Tubuh Lu San terus meluncur ke bawah berubah menjadi seekor Naga hijau raksasa.
Menyusul tubuh Wu Ching yang terpental kebawah tidak sanggup menahan benturan kekuatan dahsyat Lu San.
Dari mulutnya menyemburkan darah segar,.tapi sepasang mata Wu Ching tidak terlihat ada ketakutan.
Sebaliknya dia terlihat senang, akhirnya dia menemukan lawan yang sanggup mengakhiri hidupnya yang telah berlangsung ratusan juta tahun..
Di saat saat terakhirnya dia melepaskan seluruh kekuatan cahaya lembayungnya untuk menyambut datangnya Lu San dalam bentuk Naga Siluman Semesta.
Cahaya lembayung meledak hancur berkeping-keping terkena sabetan ekor Naga Siluman Semesta.
Setelah berputar-putar beberapa kali di dasar lautan yang menyebabkan pusaran besar.
Naga siluman semesta jelmaan Lu San kembali meluncur ke dasar laut menyusul tubuh Wu Ching yang sudah tak berdaya.
Hanya pasrah menyilang kan sepasang pedang nya didepan dada untuk menyambut terjangan Naga Siluman Semesta.
Kedua pedang pusaka yang sudah menemaninya begitu lama akhirnya retak retak sebelum akhirnya hancur pecah berantakan.
Saat tubuhnya di tembus oleh Naga Siluman Semesta jelmaan Lu San.
Wu Ching hanya memejamkan matanya, memegang erat sepasang ganggang pedang di tangan kanan kirinya sambil tersenyum puas.
Setelah di tembus oleh Lu San bersama sepasang pedang nya melewati dada Wu Ching yang berlubang.
Tubuh Wu Ching perlahan-lahan tenggelam ke dalam dasar lautan menuju sebuah palung gelap yang tidak berdasar.
Setelah menewaskan Wu Ching, Lu San meluncur keluar dari kedalaman lautan muncul diatas permukaan laut dengan rambut dan sekujur tubuh basah kuyup.
Tapi dia terlihat dalam keadaan baik-baik saja.
Dia segera melesat kearah arena terpisah, dimana terdengar teriakan suara ayahnya yang terlihat sangat menderita.
Tanpa pikir panjang Lu San langsung melesat kesana untuk memberikan bantuan.
__ADS_1
Tapi kedatangan Lu San menghampiri ayahnya, justru di sambut dengan sebuah tendangan yang membuat nya terpental mundur puluhan Li.
Lu San baru sadar ternyata kekuatan ayahnya benar benar sangat dahsyat jauh di atas dirinya.