KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MELEPASKAN WILLY


__ADS_3

Sarah mengedipi mata ke Henry agar tidak bertindak sembarangan dan bisa bersikap lebih tenang.


Sekaligus memberi kode ke Henry.


bahwa Lu Sun dan Roland ada disebelah.


Henry segera sadar, saat teringat Lu Sun, bila dia sampai mengasari John, selain dapat teguran atasannya.


Bila Lu Sun membalasnya bisa runyam dirinya nanti.


orang yang bisa menjadikan pistol menjadi mainan seperti Superman.


Berurusan dengannya secara kekerasan hanya akan menggali lobang kubur sendiri.


pikirnya.


Henry kembali duduk diam berusaha menahan emosinya.


"Tuan John, kami hadir di sini dan bertanya panjang lebar, justru karena kami tidak percaya langsung dengan ucapannya.."


"Bila tidak apa sulitnya, kami langsung menyerahkannya semua ke pengadilan."


"Bukan kah itu jauh lebih mudah..?"


ucap Sarah sambil menatap John.


"Tuan John, kamu sudah tahu dia bajingan dan biadab, bila kamu terus diam seperti ini.."


"Ini sama saja kamu sedang membantunya lolos dari hukuman, dan kamu maju menggantikannya menerima hukuman.."


John akhirnya mengangkat kepalanya kembali dengan emosi dia berkata,


"Bajingan itu mengancam ku, dia mengancam ku,.. bila aku tidak beri dia uang dia akan...dia akan..ahh tidak sudahlah.."


"Aku tidak bisa mengatakan nya, pokoknya dia mengancam ku..itu saja titik.."


ucap John kemudian menutup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya.


Dia menangis dalam diam..


Bisa terlihat jelas dia sangat emosi tapi tak berdaya.


Robert Lam berbisik pada Sarah dan Henry.


Sesaat kemudian terlihat Sarah menghela nafas panjang, melihat reaksi John, dia menyerah.


Kemudian dia berdiri mematikan kamera dan pengeras suara.


Memberi kode pada Henry agar meninggalkan ruangan, memberi John waktu untuk berbicara bebas secara pribadi dengan pengacara nya.


Setelah Sarah dan Henry keluar, Robert Lam duduk disebelah John sambil menepuk dan merangkul bahu John dia berkata,


"Tidak apa-apa kami akan berusaha jamin kamu keluar.."


"Tapi paling baik bila kamu bisa ceritakan pada ku, kenapa Willy bisa mengancam mu ? dengan apa seorang sopir bisa mengancam mantu seorang owner..?"


John menoleh kearah Robert Lam dan berkata,


"Maaf ini menyangkut privasi dan prinsip, aku tidak bisa bercerita."


"Usahakan saja yang terbaik, aku percaya padamu.."

__ADS_1


"Tolong sampaikan saja ke istri ku, aku baik-baik saja,.dan tolong katakan aku minta maaf padanya."


"Aku tidak bisa menemaninya di kala dia sedang berduka dan hamil besar, ini salah ku.."


ucap John lalu dia kembali menutup muka sendiri dengan kedua tangannya.


Robert Lam mengangguk kemudian dia pun keluar dari dalam ruangan meninggalkan John sendirian di sana.


Saat Robert Lam keluar dari dalam ruangan Lu Sun Roland Sarah Henry juga Michael Wong sudah menunggu nya didepan pintu.


Robert Lam menggelengkan kepalanya, memberi tanda, bahwa dia juga tidak tahu apa apa.


Melihat hal itu semua menghela nafas berat.


Roland kemudian berkata,


"Beth aku minta maaf, dalam kasus ini aku..."


Ucapan nya terpotong oleh Robert Lam yang berkata,


"Cukup land aku paham posisi mu, kita sudah lama berteman aku mengerti..tenang saja.."


"Aku pulang dulu, ohh ya jangan lupa.."


ucap Robert Lam sambil memberi kode ke Roland agar menelponnya.


Lalu sambil tersenyum nakal, dia langsung berjalan meninggalkan kantor kepolisian.


Saat keluar dari kantor kepolisian Robert Lam baru berkata,


"Tuan Sun tenang saja, aku akan mencari akal mengeluarkan John secepatnya."


"Aku percaya padamu, tapi saat ini aku ingin minta bantuan lain dari mu.."


"Apa itu, katakan lah, bila aku mampu pasti akan aku lakukan.."


ucap Robert Lam menatap Lu Sun dengan serius.


Lu Sun pun sedikit membungkuk berbisik ditelinga Robert Lam,


"Tolong bantu keluarkan Willy dari penjara.."


Robert Lam terlonjak kaget, bagaikan di pangut ular.


Dia menjauhi Lu Sun dan menatap nya dengan tatapan mata tak percaya.


"Apa..apa ..maksud mu..kamu sedang bercanda kan tuan Lu..?'


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak paman Robert, aku sangat serius.."


Robert Lam menepuk jidatnya sendiri dan berkata,


"Hah aku pasti sedang demam, ..pasti sedang demam.."


"Bentar aku harus telpon Sandra duku.."


ucap Robert Lam. lalu dia buru-buru mengeluarkan HP nya menghubungi Sandra.


Tapi saat dia berhasil menghubungi Sandra dan menceritakan permintaan Lu Sun yang aneh.

__ADS_1


Lu Sun hanya menanggapinya dengan tersenyum lebar.


Adalah Robert Lam yang berdiri bengong saat mendengar jawaban Sandra berkata dengan santai.


"Lakukan saja paman sesuai permintaan nya.."


Sebelum dia sempat berbicara, panggilan nya sudah di matikan oleh Sandra.


Robert Lam menepuk jidatnya sendiri dan berkata,


"Waduh pak Lu bisa demam aku di buat kalian,.. Sungguh.."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Setelah jamin dia keluar, tolong katakan saja Alberto yang menyuruh mu menjaminnya."


"Boleh di sampaikan oleh polisi, boleh lewat kamu, kalau bisa lewat kalian berdua lebih baik lagi.."


Robert Lam mengangguk sambil berkata,


"Tapi bila dia nanti kabur, aku gak tanggung jawab ya.."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Gesek aja pakai kartu ku sebagai biaya jaminan gak masalah.."


Lu Sun memberikan sebuah Black card ke Robert Lam.


sambil menambahkan


"gunakan saja untuk keperluan kasus ini, no problem atur saja.."


Lu Sun bergaya sok Inggris yang dia tiru dari film yang pernah dia tonton.


Setelah itu dia pun berlalu dari sana dan berkata,


"Kita pisah di sini saja, silahkan paman Robert sibuk.."


"Aku duluan bye,.. terimakasih banyak paman.."


ucap Lu Sun santai melambaikan tangannya .


Lalu dengan santai dia berjalan meninggalkan Robert Lam yang berdiri bengong sambil memegang black card di tangan.


Lu Sun setelah menghilang dari hadapan Robert Lam,.dia masuk kesebuah gang sempit yang banyak berisi tumpukan sampah.


Setelah masuk kebalik tumpukan sampah, Lu Sun pun menghilang tidak terlihat lagi.


Sesaat kemudian seekor lalat buah yang sangat halus, hinggap di atas langit langit pintu keluar kantor polisi.


Tak berapa lama kemudian,.dari dalam kantor polisi terlihat seorang Pria kurus kecil, dengan wajah gembira berjalan keluar dari dalam kantor polisi bersama Robert Lam.


Sampai di depan kantor polisi, mereka berdua berbincang basa basi sejenak.


Kemudian mereka berdua pun, berpisah jalan, Robert Lam naik ke mobil sport nya, yang terparkir tidak jauh dari sana.


Sedangkan Willy, berjalan kearah halte bus, dia menggunakan bus menuju stasiun kereta api bawah tanah terdekat.


Dia tidak menyadari seekor lalat buah terus menempel di bahunya, sejak dia keluar dari kantor polisi hingga dia naik dan duduk dalam kereta api bawah tanah pun.


Lalat buah itu masih terus bertengger di bahunya sambil berbaring santai.

__ADS_1


__ADS_2