KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERMAIN ICE SKATING


__ADS_3

Bila Ying Ying atau Xue Yen yang nyetir sangat tidak cocok.


Kemanapun dia duduk akan mengecewakan salah satu diantara mereka.


Melihat Lu Sun sudah standby di dalam mobil sebelum naik ke mobil Ying Ying yang biasanya menjadi sopir Lu Sun bertanya,


"Kamu yakin hari ini akan menjadi sopir kami berdua ?"


Lu Sun mengangguk sambil tersenyum berkata,


"Hari ini kalian akan menjadi ratu, biar aku jadi kusirnya.


Ying Ying tidak berkata lagi sambil tertawa senang dia dan Xue Yen duduk di kursi belakang.


Xue Yen hanya diam dan tersenyum, sesekali dia melirik kearah Lu Sun.


Dia tahu Lu Sun sengaja menjadi supir, agar dia merasa nyaman dan tidak merasa tersisihkan di belakang sendirian.


Xue Yen di dalam hati sangat bahagia dan berterimakasih, hanya seperti biasa dia tidak pandai bicara dan mengungkapkan nya.


Ternyata karena hari Minggu jalanan cukup macet hampir 2 jam mereka di mobil.


Saat tiba di Mall sudah memasuki tengah hari.


"Sayang udah tengah hari kamu lapar tidak,? kalau lapar biar kita makan dulu."


Lu Sun menatap kearah Xue Yen dan bertanya,


"Yen Mei kamu lapar tidak ?"


Xue Yen menggelengkan kepalanya dan berkata,


"tidak terlalu, tapi terserah aku ikut saja."


Lu Sun kembali menatap Ying Ying dan berkata,


"Kita lanjut lihat baju saja, bila habis makan temani kalian lihat baju aku pasti ngantuk."


"Terkena angin dingin adem-adem yang ada aku pasti tertidur di butik."


ucap Lu Sun sambil tersenyum.


Ying Ying tertawa menutup mulutnya, sedangkan Xue Yen hanya tersenyum.


Ying Ying dan Xue Yen berjalan di depan Lu Sun mengintil di belakang seperti seekor anjing yang sedang mengintil tuannya.


Selama kedua istrinya keluar masuk butik, dia hanya menjadi pengamat, pembayar tagihan, dan membawakan belanjaan mereka.


Saat sedang duduk dengan bosan, Lu Sun mengeluarkan HP nya bermain game mengisi waktu.


Dia tidak menyadari ada seorang gadis cantik berbaju merah yang sedang diam-diam memperhatikan nya dari jauh.


Gadis itu kemudian menghampiri Lu Sun dan duduk disebelahnya.


Mencium wangi parfum dari tubuh gadis itu, tanpa sadar Lu Sun mengangkat kepalanya dan menoleh melihat orang yang duduk di sampingnya.


Gadis itu tersenyum manis menatapnya dan berkata,


"Hai apa kabar ? lama tidak bertemu masih ingat ?"

__ADS_1


ucap gadis itu ceria sambil melambaikan tangannya.


Lu Sun tersenyum mengangguk dan berkata,


"Kabar ku baik.."


"Tentu saja mana mungkin aku lupa, tadi pagi di telpon Cindy baru aja nyebut nama mu."


"Kamu sendiri gimana ? kesini sama siapa ?"


tanya Lu Sun sambil melihat-lihat di sekitar belakang gadis itu.


Sambil tersenyum manis, gadis itu yang tak lain adalah Maya berkata,


"Tidak usah di lihat lagi, aku cuma sendirian.."


"Kabar ku biasa lah Luntang Lantung kalau Cindy lagi sibuk, ya sendirian deh."


"Habis gak ada yang bersedia nemenin, kasihan ya ?"


ucap nya sambil tertawa renyah.


"Bukan gak ada kamu yang milih-milih, gadis secantik kamu berebut para pria ngantri bila kamu menginginkannya."


Maya tersenyum lebar dan berkata,


"Mungkin.."


"Yang ditunggu-tunggu, gak nelpon-nelpon yang gak ditunggu malah nelpon-nelpon bikin pusing jadi mendingan berangkat sendirian aja."


"Tapi kalau jodoh juga gak kemana-mana kita malah secara kebetulan bertemu disini."


Lu Sun mengangguk dan tersenyum masam sedikit merasa tidak enak hati, dia tahu siapa yang Maya maksud, tapi dia tidak mungkin menanggapinya.


Maya tersenyum dan berkata,


"Aku sudah tahu dari Cindy, kamu sudah punya istri."


"Ini yang sering di katakan orang, pria yang baik pasti sudah menjadi milik orang."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Mungkin hanya belum waktunya saja, nanti bila waktunya tiba, kamu malah bingung memilihnya."


Maya tertawa dan meninju lengan Lu Sun sambil berkata,


"Sun ke ke paling bisa menghibur.."


Lu Sun yang melihat Ying Ying dan Xue Yen sedang berjalan menghampirinya dia segera bangkit berdiri dan berkata,


"Maya kenalkan mereka berdua ini istri ku."


Maya ikut bangun berdiri, tubuhnya yang tinggi langsing terlihat sangat keren, Ying Ying dan Xue Yen yang bertubuh sedang terlihat masih lebih pendek darinya.


Maya mengulurkan tangannya menyalami Ying Ying dan Xue Yen sambil berkata,


"Senang berkenalan dengan kalian berdua nama ku Maya."


Ying Ying dan Xue Yen tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Senang bertemu dengan anda nona Maya."


"panggil saja saya Ying Ying."


ucap Ying Ying


"Panggil saja saya Xue Xue."


ucap Xue Xue.


Awalnya mereka berbicara basa-basi tapi karena Maya pintar bicara dan enak di ajak ngobrol.


Akhirnya mereka bertiga terlihat akrab dan berkeliling bersama mencari pakaian yang mereka sukai.


Lu Sun sedikit bernapas lega bisa terhindar dari kesalah pahaman dengan munculnya Maya di antara mereka.


Dari obrolan Xue Yen dan Ying Ying, Maya jadi tahu ternyata Lu Sun bukan cuma 2 istrinya, tapi masih ada satu lagi di Amerika yang belum sempat datang.


Xue Yen malah memperlihatkan fotonya kepada Maya, Maya sedikit terkejut ternyata istri Lu Sun yang di Amerika sangat cantik dan wajahnya sedikit mirip dengan nya.


Maya pun sadar kenapa dulu dia merasa Lu Sun bila sedang menatapnya terkadang sangat hangat dan mesra.


Ternyata ini penyebabnya, dia lah yang terlalu gede rasa selama ini.


Setelah puas berbelanja mereka berempat pun duduk berkumpul di sebuah restoran.


Maya dan Xue Xue ternyata punya hobi yang sama, mereka lebih suka makan sayur dan buah.


Jadi yang menemani Lu Sun makan berbagai macam daging hanya Ying Ying.


Mereka berdua terlihat sangat kompak dan makan dengan sangat lahap.


Selesai makan mereka melanjutkan dengan jalan-jalan berkeliling mall.


"Main ice skating yuk..?"


usul Maya saat melewati arena bermain tersebut.


Maya mengusulkan hal itu, karena dia melihat Ying Ying dan Xue Yen sepertinya penasaran dan tertarik.


Cuma mereka agak takut, karena belum pernah mencobanya.


Ying Ying dan Xue Xue menatap Lu Sun menunggu persetujuan dari nya.


Lu Sun tersenyum dan mengangguk.


Ying Ying dan Xue Xue memegang lengan kanan dan kirinya sambil berkata dengan kompak.


"Tapi kami ingin di temani.."


Lu Sun menghela nafas, dia tahu dia tidak mungkin bisa menolaknya.


Lu Sun pun dengan terpaksa mengangguk.


Maka mereka berempat pun di pimpin oleh Maya yang sepertinya sudah hapal dan sering bermain di sana.


Mereka menyewa peralatan membeli tiket, kemudian mereka bertiga pun masuk ke arena sambil meniti tiang besi stainless agar tidak jatuh.


Sedangkan Maya langsung terjun ke arena, dia bermain dengan lancar meluncur berputar-putar dengan sangat cepat di dalam arena ice.

__ADS_1


__ADS_2