KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PENJELASAN LU SUN.


__ADS_3

Di dalam hati Lu San sangat terharu dengan perhatian yang di berikan oleh Deborah padanya.


Gadis ini setiap pagi pagi pasti akan datang membawa sarapan buat Lu San.


Semua sarapan itu dia buat sendiri, terkadang bubur terkadang sup ayam obat.


Dan rasa masakannya pun sangat enak, tidak kalah dengan masakan ibu Xue Yen.


Lu San sangat menikmati sarapan buatan Deborah dan dia selalu memuji setiap masakan Deborah dan memakannya dengan lahap.


Deborah tentu sangat gembira dan bahagia,. melihat tanggapan Lu San atas masakannya.


Selesai menemani Lu San sarapan, Deborah akan selalu dengan hati-hati membantu mengganti perban, membersihkan salep lama dan menggantinya dengan mengoleskan salep hitam penyambung tulang yang baru.


Setelah itu dia akan menemani Lu San belajar melangkah dan menjadi penyangganya bila Lu San kehilangan keseimbangan.


Seperti saat ini, Lu San mulai bisa melangkah dengan lancar, karena terlalu gembira Lu San melangkah terlalu cepat.


Dia kehilangan keseimbangan tubuhnya, Deborah yang kurang siap juga tersandung kakinya sendiri saat mundur.


Sehingga mereka berdua jatuh terguling, saling berpelukan.


Untungnya Lu San sempat menggunakan kedua tangan menahan lantai sehingga tubuhnya tidak sampai menimpa tubuh Deborah yang kecil.


Tapi karena tubuh mereka yang saling menempel begitu dekat karena Deborah yang kaget melingkarkan sepasang tangannya erat-erat di belakang leher Lu San.


Sehingga tubuh mereka berdua saat jatuh saling menempel dengan erat, hingga wajah mereka hampir saling menempel satu sama lain


mereka masing-masing bisa merasakan ******* nafas hangat masing-masing dan melihat dengan jelas wajah masing-masing yang berubah merah dengan jantung berdebar keras.


"Maaf,.. "


ucap Lu San buru buru menjauhi Deborah.


Lalu berkata,


"Kamu tidak apa-apa kan,..?"


Deborah bangun duduk menggelengkan kepalanya pelan menanggapi pertanyaan Lu San.


Lalu Deborah menghampiri Lu San dengan hati-hati membantu Lu San untuk berdiri dan berjalan pelan-pelan menuju kursi rodanya.


Setelah duduk di kursi roda Lu San pun berkata,


"Deby,.. makasih ya,.. untuk beberapa waktu ini, kamu selalu meluangkan waktu mu datang kemari menjaga ku, sebelum pergi kesekolah.."


"Maaf ya Deb,.aku benar-benar telah merepotkan mu.."

__ADS_1


Debby menggelengkan kepalanya dengan cepat dan berkata,


"Tidak Kakak San, kamu jangan berkata seperti itu, kamu jadi seperti ini karena membela ku."


"Sudah sepantasnya aku datang menjaga dan merawat mu sejenak, untuk mengurangi rasa menyesal dan bersalah ku pada mu."


ucap Deborah dengan wajah tersipu malu.


Lu San ikut tersenyum, dia tahu gadis itu malu.


Sehingga dia menahan kata kata nya, agar tidak membuat Deborah semakin malu.


Lu San di dalam hati tahu dengan jelas, Deborah menaruh perasaan dengan nya.


Deborah adalah seorang gadis yang sangat baik dan cantik, di dalam hati Lu San juga mulai menaruh perasaan terhadap Deborah.


Lu San berjanji dalam hati, bila dia sembuh dan pulih seperti sedia kala, dia pasti akan menyatakan perasaannya pada Deborah.


Dia akan membuat Deborah bangga terhadap dirinya dan membuat Deborah merasa dirinya adalah gadis yang paling bahagia di sekolahnya.


Lu San harus akui, dia sebenarnya sangat tertarik dengan Alicia, tapi saat dia sedang terpuruk dan berada dalam posisi paling bawah.


Alicia tidak pernah datang menjenguk ataupun memperhatikannya, berbeda dengan Deborah yang sangat memperhatikan dirinya.


Perlahan-lahan Lu San pun mulai mengalihkan pandangannya ke Deborah, dan dia mulai menemukan kecocokan setelah bergaul beberapa waktu ini bersama Deborah.


Lu San menemukan di dalam diri Deborah, dia dapat menemukan kehangatan perhatian dan kasih sayang seperti yang Mama Giok Lan berikan pada nya.


Kedua kelebihan ini yang membuat Lu San, semakin lama semakin tertarik dengan gadis yang duduk di sampingnya ini.


"Kakak San aku kesekolah dulu ya, waktu udah mepet, besok aku baru kembali kemari lagi."


ucap Alicia membuyarkan lamunan Lu San.


Lu San menoleh menatap Deborah ada perasaan tidak rela, tapi pikiran warasnya, melarang dirinya bersikap egois.


"Baiklah kamu hati hati ya di jalan Debby, sampai ketemu besok."


ucap Lu San lembut.


Setelah Debby pergi, Lu San pun kembali ke ruangan rahasia, dia mencoba berjalan sendiri kesana kemari, melatih kekuatan kaki nya.


Setelah merasa kakunya mulai hilang, Lu San mulai mencoba melatih langkah ajaib, untuk membantu menormalkan kakinya.


Tapi setelah mencoba beberapa kali, dan selalu gagal dengan kesal dan kecewa Lu San, akhirnya memilih pergi menemui ayahnya.


Lu Sun dan kedua Istrinya sedang sarapan pagi, di ruang makan, mereka bertiga sedikit terkejut, saat melihat Lu San kini sudah bisa berjalan dengan normal.

__ADS_1


"San er kaki mu sudah bisa berjalan dengan normal ?"


tanya Ying Ying senang.


"Ya Bu, San er sudah bisa berjalan dengan normal, bahkan bisa berlari seperti orang normal.."


"Tapi ada satu hal yang San er kurang mengerti ayah, kenapa San er sekarang selalu gagal saat berlatih langkah ajaib,..?"


tanya Lu San kurang puas, sambil menarik kursi duduk di hadapan Lu Sun dan kedua Istrinya.


Lu Sun menatap Lu San dan berkata,


"Kamu tidak mau ikut sarapan dulu, bersama kami..?"


Lu San menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku sudah sarapan yah, tadi pagi pagi.."


Lu Sun dan kedua Istrinya saling pandang kemudian mereka tersenyum penuh pengertian.


"Dan er Debby adalah gadis yang sangat baik, kamu tidak boleh menyia nyiakan harapan nya pada mu.."


"Kamu mengertikan maksud ayah..?"


Lu San mengangguk dan berkata,


"San er mengerti ayah, ayah dan ibu tenang saja, San er tidak akan pernah mengecewakan nya."


Lu Sun kini menatap Lu San dan berkata,


"San er mengenai kaki mu, ayah akan berterus terang pada mu.."


"Kamu bisa pulih seperti orang normal pun, sudah merupakan sebuah keajaiban, hal lainnya sebaiknya kamu lupakan saja.."


"Sebaiknya kamu fokus belajar di sekolah, kelak kamu hanya perlu menjalankan semua bisnis ayah seperti orang lainnya.."


"Masih banyak ada hal lain yang sangat bermanfaat yang bisa kamu tekuni, selain ilmu bela diri.."


ucap Lu Sun sambil tersenyum getir.


"Apa apa maksud ayah, .. coba...coba katakan dengan lebih jelas,..ayah.."


ucap Lu San dengan wajah pucat dan sedikit gugup.


Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,


"San er kamu tidak bisa berlatih ilmu bela diri lagi setelah peristiwa kemaren.."

__ADS_1


"Dengan kata lain, meski kamu bisa sembuh seperti orang normal, tapi untuk menjadi ahli bela diri kamu sudah tidak bisa lagi.."


"Tapi kamu tidak perlu kecewa, tanpa ilmu bela diri pun, banyak orang yang bisa hidup dengan sukses."


__ADS_2