KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MAKAN PAGI BERSAMA


__ADS_3

Lu Sun mulai memasak kwetiau goreng telur, setelah selesai dia baru mulai menumis udang cumi bakso dan sayur hijau yang berkuah kental untuk disiramkan diatas kwetiau goreng buatannya tadi.


Wangi masakan itu membuat para pelayan yang membantunya menelan ludah mereka sendiri.


Lu Sun menyisihkan sepiring kecil buat di cicipi oleh kedua pelayan yang membantunya menyiapkan bahan masakan.


Setelah kwetiau selesai, Lu Sun membuat Sup jagung dari daging kepiting dan Sup ikan dari ikan fillet seger dan udang kupas.


Kemudian Lu Sun menutupnya dengan menumis beberapa macam sayuran seperti brokoli , kangkung , baby kailan, dan toge serta tahu goreng.


Setelah semua selesai Lu Sun pun pergi ke dapur untuk mandi menghilangkan bau amis dan bau masakan ditubuhnya.


Setelah bersih dia baru pergi mengetuk pintu kamar Xue Yen pelan-pelan,


"Sayang .. sudah bangun belum ?"


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka terlihat Xue Yen yang baru bangun mengenakan baju piyama tidurnya terlihat sangat cantik.


Rambutnya yang sedikit acak-acakan membuat dia terlihat semakin manis.


Xue Yen hidungnya kembang kempis kemudian dia menatap Lu Sun dan bertanya,


"Sun ke ke sepagi ini masak apa wangi bener,? Emangnya Sun ke ke tidak tidur ya ?"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa aku banyak waktu santai nanti siang kalau ngantuk aku bisa pergi tidur."


Lu Sun mengulur tangannya menarik Xue Yen kedalam pelukannya dan berkata,


"Sayang kamu cantik sekali pagi ini, maafkan aku ya soal kemaren.."


Kemudian Lu Sun dengan lembut merangkul istrinya membimbingnya menuju dapur dan berkata,


"Sebagai permintaan maaf dari ku, aku sengaja masak beberapa macam sayuran tanpa daging ini untuk mu, bagaimana kamu suka tidak ?"


Xue Yen dengan senang menunduk mencium beberapa macam masakan sayuran didepan nya dan berkata,


"Wangi sekali aku jadi lapar sayang.."


Kemudian dia maju merangkul Lu Sun dan memberikan ciuman mesra di pipi Lu Sun dan berkata,


"Makasih sayang, kamu juga maafkan aku yang bersifat jelek dan berpenampilan jelek ini."


Lu Sun cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak kamu adalah istri ku yang sangat cantik, coba kamu lihat di cermin klo tidak percaya."


"Kamu sangat-sangat cantik sayang, kulihat kondisi tubuh mu juga mulai normal lagi."

__ADS_1


"Nih lihat ini dan ini mu mulai montok dan menggemaskan lagi seperti dulu, membuat aku sangat penasaran ingin meremasnya.."


"Ihh .. Sun Ke ke jangan...! nanti di lihat orang, tidak enak..!"


jerit Xue Yen malu-malu dengan wajah merah padam.


Lu Sun sambil berkata dan menunjuk lalu benar-benar meremasnya dengan lembut, sehingga Xue Yen pun bereaksi dan terkejut.


"Sun ke ke nakal..!"


Xue Yen meronta dari pelukan Lu Sun kemudian melarikan diri ke kamarnya dan berkata,


"Sun ke ke aku mandi dan gosok gigi dulu sebentar. !"


Dia menutup pintu dan menguncinya takut Lu Sun menyusulnya, dia merasa malu dan canggung.


Meski dulunya dia dan Lu Sun adalah suami istri, tapi saat ini dia adalah gadis yang masih perawan.


Sehingga dia masih merasa malu dan grogi bila Lu Sun menyentuh-nyentuh bagian sensitif nya.


Lu Sun hanya tersenyum menanggapi sikap Xue Yen yang sudah tenang kembali dan tidak marah-marah lagi.


Lu Sun kini naik kelantai dua menuju kamarnya bersama Ying Ying, Lu Sun membuka pintu perlahan-lahan kemudian masuk kedalam kamar.


Dia melihat Ying Ying masih tidur dengan bagian tubuh belakang terbuka sedang membelakangi pintu kamar.


Ying Ying tertidur pulas dengan posisi miring ke kanan.


"Sayang ayo bangun, aku ada buat beberapa macam masakan kesukaan mu."


Ying Ying perlahan-lahan membuka matanya mengulet tubuhnya merenggangkan ototnya.


Kemudian dengan manja dia menarik Lu Sun baring di sisinya dan berkata,


"Sayang temani aku baring sebentar aku masih ingin di peluk.."


Lu Sun tersenyum dan memeluk tubuh Ying Ying yang Sexy mulus dan lembut sambil berkata,


"Boleh tapi jangan lama-lama nanti ada yang ngambek lagi, karena di tinggal sendirian di bawah."


Ying Ying cepat-cepat membuka matanya dan berkata,


"Maksud mu Xue Xue ?"


Lu Sun mengangguk kecil sambil tersenyum tak berdaya.


Ying Ying menatap Lu Sun dengan serius dan berkata,


"Maafkan aku sayang, aku terlalu egois jadi membuat mu susah."

__ADS_1


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ini bukan salah mu, ini resiko yang harus aku terima sebagai pria yang rakus dengan istri banyak."


"Kalian tidak ada yang salah, aku lah yang tidak bisa memberikan yang kalian inginkan dengan sempurna."


Ying Ying merasa kasihan dengan Lu Sun yang berada dalam posisi serba salah.


Dia segera bangun dari tidurnya dan berkata,


"Kamu turun saja dulu, selesai mandi aku akan menyusul mu bersama Lu San anak kita."


Lu Sun menarik tubuh istrinya yang polos kedalam pelukannya memeluknya dengan hangat dan berkata,


"Aku sangat mencintaimu...aku sungguh-sungguh sangat-sangat mencintai mu."


"Makasih banyak Sayang, aku sangat bersyukur bisa menjadi suami mu kembali di jaman ini."


"Dari dulu sampai sekarang kamu tidak pernah berubah, selalu paling penyabar pengertian dan selalu bersedia mengalah."


"Aku sungguh-sungguh sangat mencintai mu.."


ucap Lu Sun mengulanginya sekali lagi dengan setulus hati, sambil mencium kepala Ying Ying dengan penuh kasih sayang.


Ying Ying membalas pelukan Lu Sun dengan senyum bahagia dan sepasang mata basah berkata,


"Aku juga..sama.."


Ying Ying kemudian melepaskan pelukannya dan berkata,


"Sampai ketemu di bawah, aku kekamar mandi dulu."


Lu Sun tidak mencegahnya, dia sendiri turun kelantai bawah berjalan menuju dapur, kemudian duduk santai di dapur menunggu kedatangan Kedua istrinya dan Nenek.


Lu Sun menunggu sambil minum secangkir kopi susu.


Tak lama kemudian Nenek Lu, Xue Yen dan Ying Ying datang susul menyusul, Ying Ying datang sambil menggendong Lu San.


Sampai di meja makan, Lu San langsung meronta minta diturunkan, kemudian berlari mendekati Lu Sun merentangkan sepasang tangannya minta di gendong.


Lu Sun langsung menggendongnya, dan mendudukkannya di pangkuannya, kemudian dengan penuh kasih sayang mengambil makanan yang ditunjuk oleh anaknya.


Dan menyuapinya makan, Lu San terlihat makan dengan sangat lahap dan gembira.


Mungkin Lu San sudah sangat lam mengharapkan kasih sayang dari ayahnya, yang selama ini jarang bersama nya.


Melihat hal ini Ying Ying bahagia sampai hampir meneteskan air mata, Xue Yen cepat mengambilkan selembar tissue untuk nya.


Acara makan pagi itu berlangsung dalam suasana ceria dan diwarnai penuh kebahagiaan.

__ADS_1


Selesai acara sarapan seperti biasa Xue Yen dan Ying Ying ke kantor, Nenek Lu masuk ke kamar rahasia.


Sedangkan Lu Sun langsung bergerak menjalankan rencana tahap selanjutnya.


__ADS_2