
"Chintya dengan penasaran dan manja menarik tangan Lu Sun dan berkata,
"Sun ke ke ayolah jangan bikin penasaran, apa yang di katakan bajingan gendut jelek itu tentang aku ?"
Victor sedikit tidak senang melihat tingkah laku pacarnya yang over acting.
Lu Sun tersenyum dalam hati, tapi di luar dengan mimik serius dia berkata,
"Begini aku katakan tapi nona Chintya tidak boleh marah dengan ku, ok.."
Chintya mengangguk karena dia sangat ingin tahu.
Lu Sun pun tidak men sia-siakan kesempatan untuk memaki-maki Chintya habis-habisan.
"Dia bilang kamu itu sombong arogan tidak punya sopan santun, aku harus hati-hati dengan mu."
Apa teriak Chintya dengan mata melotot seperti ingin melompat keluar dari lubang nya, dia mengepalkan sepasang tinju nya erat-erat.
"Eh nona Chintya kamu jangan marah yang bilang begitu bukan aku."
ucap Lu Sun pura-pura takut dan merasa tidak enak hati.
Padahal di dalam hati dia sangat puas dan tertawa ngakak.
"Sudahlah kita lupakan saja, ayo kita ngobrol hal lain saja."
ucap Lu Sun pura-pura mau merubah topik pembicaraan.
Chintya tampak pemasaran, dia segera berkata,
"Eh maaf bukan maksudku seperti itu, ayo Sun ke ke katakan saja apalagi yang dia bilang.?"
Lu Sun pura-pura takut kemudian berkata,
"Dia bilang nona Chintya itu mata anjing suka memandang rendah orang lain."
Chintya hampir berteriak tapi dia menahan amarahnya, dengan menarik napas panjang dan membuangnya berulang kali sambil mengipas- ngipas wajahnya dengan tangannya.
"Terus..terus..."
ucap Chintya semakin penasaran.
"Dia juga bilang gadis berdada besar otaknya kosong, hanya tahu mendesah di kasur saja."
"Dia juga bilang gadis materialistik berdada besar dan tidak berotak dimana-mana sangat pasaran, heran Victor gak bosan-bosannya bersama dia."
Sekali ini Victor gak sanggup lagi menahan ngikik, Chintya dengan mata melotot menjewer telinga Victor dan berkata,
"Apanya yang lucu ?"
"Ehh ohh aduh ..aduh ..anu tidak..tidak ..ampun sayang..sakit ..aduh..aduh..!"
..ucap Victor lucu.
Lu Sun dengan pura-pura simpatik menyentuh tangan Chintya dengan lembut dan berkata,
__ADS_1
"Jangan percaya dengan kata-kata nya yang tidak beradab itu, aku percaya kok kamu gadis yang sangat baik."
"Ini bukan salah Victor, ini.murni salah Cin Bao, tolong lepaskan, kasihan Victor."
Chintya akhirnya melepaskan jeweran nya dari telinga Victor.
Lu Sun kemudian memanggil beberapa macam menu yang harganya mahal-mahal.
Kemudian sambil makan minum dia terus tersenyum dan memuji-muji Chintya setinggi langit.
Wanita mana yang tidak akan senang hatinya mendengar pujian pujian yang di lontarkan seorang pria.
Meski pria itu sangat jelek sekalipun wanita itu akan tetap senang hatinya.
Apalagi bila yang mujinya adalah seorang pria yang tampan keren dan simpatik.
Sudah kebayang perasaan Chintya saat ini yang berbunga-bunga seakan-akan melayang layang terbang di atas awan.
Tidak menyadari jebakan berbahaya yang sedang di siapkan oleh Lu Sun untuknya.
Selesai makan dan berbincang-bincang sebentar, Lu Sun pun berkata,
"Terimakasih banyak Nona Chyntia anda baik sekali, sekali lagi makasih atas traktirannya ini."
"Nona Chintya aku ada sedikit urusan rahasia yang ditugaskan sepupuku pada Victor dan aku , bolehkah aku pinjam sebentar Victor nya."
Chintya dengan senyum masam tak berdaya terpaksa mengangguk setuju, dia yang sudah terlanjur di puji-puji bagaikan makan buah simalakama.
Kini dia hanya bisa menerima tanpa bisa menolak.
Yang lebih parahnya lagi, harus merongoh koceknya sendiri membayar biaya tagihan yang setinggi langit itu.
Lu Sun menarik Victor ke toilet pria yang sepi, kemudian sambil tersenyum nakal dia berkata,
"Vic sorry aku tidak tahan untuk tidak mengerjainya."
"Ini aku Vic, ini wajah asli ku sekarang."
Victor menatap Lu Sun dengan melongo mendengar penjelasan Lu Sun.
Baru setelah Lu Sun merubah-rubah bentuknya, Victor terbelalak dengan mulut terbuka lebar.
Lu Sun sambil tersenyum berkata,
"Ssstt...!"
"Ingat hal ini jadi rahasia jangan beritahu dia dulu, sampai pesta pernikahan ku nanti, dia tentu akan tahu dengan sendirinya."
Victor menggeleng-gelengkan kepalanya, "untung kamu bos ku, kupikir kamu tadi benar sepupunya bos dan ingin merebut perhatian Chintya."
Victor dapat bernafas lega sekarang, dan dia malah ikut tertawa.
Karena seumur mereka pacaran bisa di hitung dengan jari Chintya mentraktirnya.
Paling hebat es krim sebatang atau air mineral sebotol, sisanya paling permen.
__ADS_1
Tapi kalau ke restoran mewah sudah jelas dia lah yang harus bayar, karena menurut Chintya, kalau dia yang bayar, Victor akan terlihat kurang gentleman.
Victor tahu itu hanya alasan, tapi apa boleh buat dia memang sangat mencintai Chintya.
Chintya juga sangat setia dan perhatian kepada nya, jadi ya sudahlah pikir Victor tidak akan ada pasangan yang 100% sempurna.
Yang paling penting, saling pengertian saja, saling memahami dan menerima kekurangan masing-masing.
"Vic kamu temani aku ke gym Dinasti yuk aku harus menemui klien penting di sana."
Victor mengangguk dan menjawab,
"Beres bos..tapi aku ambil tas gym ku dulu di mobil.."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Ok ku tunggu di mobil ku saja, mobil Wrangler basement 3 ya Vic.."
Victor mengangguk kemudian bergegas pergi mengambil tas Gym nya.
Tak lama kemudian terlihat mobil Lu Sun keluar dari mall Rainbow menuju ke arah Dinasty Gym Massage&Sauna.
Dalam perjalanan Lu Sun bertanya pada Victor,
"Vic David kemana, kenapa akhir-akhir ini sulit sekali menghubunginya."
Victor menghela nafas panjang sambil memainkan sabuk pengamannya dia berkata,
"Rumit boss ku sulit mau di mulai dari mana ceritanya."
Lu Sun mengernyitkan alisnya dan berkata,
"Apa yang terjadi, di mana dia saat ini ?"
Victor dengan wajah sedih berkata,
"Mau di mana lagi, gak siang gak malam dia selalu menenggelamkan diri nya, dalam alkohol di bar Rodeo seberang apartemen nya."
"Apa yang sebenarnya terjadi ?"
tanya Lu Sun semakin heran karena setahu dia David bukan type pecandu alkohol.
Dia memang bisa minum, tapi hanya sebatas temani klien, tidak pernah menjadi candu.
Victor menarik nafas panjang kemudian berkata,
"Semua bermula dari tempat kerjanya, karena kerjanya bagus dia di rekomendasikan naik jabatan."
"Mempunyai ruang kerja sendiri dan dikasih seorang sekretaris, karena tidak puas dengan cara kerja sekretaris lama."
"Dia mencari sekretaris baru, menginterview dan memilihnya sendiri dan mendidiknya langsung."
"Singkat cerita karena sering bersama dia pun jatuh cinta kepada sekretaris nya itu."
"Di sinilah awal di mulai nya masalah David yang rumit."
__ADS_1