KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
USAHA MEMISKINKAN KAKEK XIE


__ADS_3

Lu Sun berubah menjadi seekor burung terbang menuju Kantor utama Groups Xie, sampai disana dia baru merubah dirinya menjadi seekor lalat lalu ikut masuk kedalam sebuah lift karyawan yang ramai dan penuh.


Lu Sun mengikuti lift tersebut hingga sampai ke lantai 10 dia keluar bersama para karyawan yang bekerja di lantai 10.


Dari data informasi Cindy, Lu Sun mengetahui dimana letak kantor dan di lantai berapa ruang kantor para tetua groups Xie.


Sehingga meski belum pernah masuk ke kantor groups Xie Lu Sun memiliki gambaran dan tata letak kantor ke 7 tetua itu.


Dengan tanpa kesulitan Lu Sun menemukan ruang kantor kakek Xie.


Melihat pintu ruangan tertutup rapat dan tidak punya celah untuk masuk Lu Sun terpaksa terbang menuju toilet, dia masuk kesebuah kamar mandi kosong.


Tak lama kemudian saat keluar dari kamar mandi Lu Sun sambil melihat bentuknya di cermin dia tersenyum.


Lu Sun melihat jam di ponselnya masih menunjukkan pukul 6.45 berarti Lu Sun punya waktu 15 menit sebelum kakek tua itu tiba.


Dengan buru-buru Lu Sun yang berubah bentuk menjadi kakek Xie, berjalan menuju ruangannya.


Sekretaris nya yang kantornya berseberangan dengan ruangan kakek Xie, terlihat sedang santai membaca majalah wanita, dia sangat terkejut melihat kakek Xie hari ini tiba lebih pagi.


Sekretaris itu buru-buru menyimpan majalah yang sedang dia baca, lalu berdiri memberi hormat sambil berkata dengan takut-takut,


"Selamat pagi direktur Feng.."


Lu Sun hanya melambaikan tangannya, tidak terlalu menanggapinya, dia langsung membuka pintu dan masuk keruangan kerja kakek Xie.


Lu Sun menutup kembali pintu dan korden kantor, kemudian dia mulai memeriksa laci meja.


Di sana dia menemukan sebuah tas transparan yang berisi setumpuk buku rekening termasuk ATM dan kartu indentitas Kakek Xie yang tersimpan dengan sangat rapi.


Lu Sun langsung menyimpan isi tas tersebut kedalam gelangnya, kemudian dia mengeluarkan segepok buku rekening palsu dan ATM di masukkan kembali ke tas transparan tersebut.


Lu Sun kemudian dengan santai berjalan keluar dari ruangan tersebut langsung menuju Toilet.


Tak lama kemudian Lu Sun terbang keluar dari toilet, Lu Sun sempat berpapasan dengan kakek Xie yang baru tiba.


Lu Sun menyambung pintu lift yang mengantar Kakek Xie masih terbuka, dia langsung terbang masuk kedalam lift .


Lu Sun terpaksa mengikuti penumpang lift naik keatas dulu, hingga lift sepi dan kembali bergerak turun sampai ke lobby, begitu pintu lift terbuka Lu Sun langsung melesat keluar dari dalam lift.

__ADS_1


Begitu keluar dari gedung groups Xie, Lu Sun pun berubah menjadi seekor burung terbang menuju setiap cabang usaha kakek Xie.


Dengan merubah dirinya menjadi kakek Xie,. Lu Sun mendatangi setiap cabang usaha kakek Xie yang sebagian besar adalah bisnis gelap.


Lu Sun dengan santai menarik semua pemasukan bahkan termasuk modal cash pun ditariknya semua sampai semua cabang usaha kosong melompong kas nya.


Lu Sun menggunakan alasan dia mau melakukan audit pemeriksaan dana tunai.


Dan berjanji dana itu akan di kembalikan lagi sekitar jam 10 an.


Para pimpinan cabang tidak ada yang berani membantahnya, karena kakek Xie adalah owner-nya.


Mereka semua hanya pekerja yang ditunjuk olehnya menjadi pengurus, bila menyinggung dan membuat kakek itu kesal.


Setiap saat dia bisa saja mencopot dan menendang mereka keluar dari usahanya.


Jadi meski heran, tapi tidak ada yang berani bersuara sedikitpun.


Lu Sun kini terlihat berdiri di depan sebuah bank besar yang pernah di datangi kakek Xie, dengan santai dia berjalan masuk kedalam bank tersebut.


Kemudian dia masuk keruangan khusus di mana kakek Xie pernah masuk dan di layani oleh seorang karyawan bank yang cantik dan seksi.


Gadis itu segera berdiri memberi hormat dan mempersilahkan kakek Xie untuk duduk.


"Tumben pagi sekali kakak Feng datang kemari ? ada yang bisa Vivi bantu kak Feng ?"


Pegawai bank yang bernama Vivi itu dulu pernah memanggil kakek tua itu sebagai kakek.


Tapi Kakek Xie menjadi tidak senang mencari-cari alasan mengadukan dirinya ke atasannya.


Waktu itu dia sampai mendapatkan surat peringatan.


Sejak saat itu dia merubah panggilannya menjadi kakak Feng, kakek Xie pun terlihat sangat puas dan senang.


Lu Sun yang menyamar menjadi kakek Xie tersenyum ramah menyerahkan segepok rekening kepada gadis itu dan berkata,


"Tolong semua di cairkan.."


Gadis itu terbelalak melihat kearah Kakek Xie dengan wajah pucat, kemudian dengan suara gemetar dia berkata,

__ADS_1


"Kakak Feng apa ViVi ada melakukan kesalahan kepada kakak, ? sehingga kakak ingin menutup semua rekening kakak..."


"Kalau ada pelayanan ViVi yang kurang memuaskan, mohon kakak beritahukan saja ke ViVi, ViVi pasti akan merubahnya."


"Tapi ViVi mohon kakak jangan menutup semua rekening kakak disini, ViVi pasti bisa kena pecat karena hal ini."


ucap gadis itu dengan suara memelas dan memohon sepasang matanya mulai merah.


Kemudian dia melanjutkan dengan suara pelan dan terbata-bata,


"Ba.. bagaimana bila malam nanti...ViVi temui di Club' pribadi Kakak Feng.."


"ViVi mohon maaf..selama ini terus menolak..ajakan kakak Feng."


"ViVi mohon kakak Feng mengerti..ViVi punya tunangan.. bila hal ini diketahuinya..ViVi tidak tahu ba.. bagaimana cara menjelaskan ke dia."


ucap gadis itu gugup malu bercampur takut.


Lu Sun yang mendengar hal itu didalam hati memaki-maki kakek bejat itu.


Lu Sun jadi ke pikiran dia membiarkan Ying Ying mengurus sebuah perusahaan seorang diri menghadapi 1001 jenis relasi pria.


Jangan-jangan Ying juga sering mengalami hal seperti ini, atau jangan-jangan Ying Ying yang sangat cantik dan menawan itu telah di...


Lu Sun jadi ketakutan sendiri dan tidak berani memikirkan nya lebih lanjut.


Tiba-tiba tangan Lu Sun dipegang oleh pegawai bank itu dengan lembut.


Lu Sun jadi tersentak tersadar dari lamunannya, saat merasa tangannya disentuh orang.


Lu Sun cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kamu tenang saja, aku tidak akan menarik keluar semua uang ku."


"Melainkan hanya di pindahkan secara merata ke 6 rekening ini yang masih merupakan nasabah bank kamu jadi kamu tidak perlu khawatir dan panik.."


ucap Lu Sun sambil menyerahkan 6 lembar kertas kecil yang berisi 6 nomor rekening.


Gadis itu mendengar penjelasan Lu Sun menjadi bernafas lega, tadi dia sangat bingung, tidak tahu lagi harus berbuat apa.

__ADS_1


Mungkin bila kakek bangsat ini memintanya melayani nafsu bejadnya di ruangan ini sekalipun, dia terpaksa meluluskan nya.


__ADS_2