
Lu Sun tersenyum tak berdaya dan berkata,
"Baiklah kamu bersantailah hati-hati jaga diri, kalau ada yang gak beres segera telpon aku."
"Jangan tangani sendiri, kekuatan mu sudah gak sama dengan dulu.."
Giok Lan tertawa dan berkata,
"Kamu tenang saja, aku gakpapa jangan khawatir."
"Sana lanjutkan main sama monster kecil, tapi jangan ibunya kasihan nanti gak bisa jalan.."
ucap Giok Lan sambil tertawa nakal.
Lu Sun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya berkata,
"Kamu ini sudah mau jadi ibu masih aja nakal, baiklah kalau itu mau mu."
"Nanti malam aku akan temani kamu biar besok gak bisa jalan.."
Giok Lan sedikit terkejut dia buru-buru menggoyangkan tangannya dan berkata,
"Jangan lebih baik ke kak Xue Xue aja, biar bibirnya gak tambah panjang.."
Usai berkata dia kembali tertawa, lalu mematikan HP nya.
Lu Sun menggelengkan kepalanya sambil meletakkan HP nya di meja lalu dia berlari dan melompat kedalam kolam.
Tapi yang dipeluk bukan anaknya tapi ibunya,
"Aaiihhh..!!"
jerit Ying Ying kaget tiba-tiba air muncrat dan ada yang memeluknya dari belakang.
Saat melihat siapa pelakunya, Ying Ying pun tersenyum dan berkata,
"Kamu ini bikin kaget saja, sudah tua tapi masih saja seperti anak kecil saja,"
"Ya aku emang masih kecil makanya mau minta di susui ."
ucap Lu Sun sambil menempelkan dagunya di bahu Ying Ying yang putih dan mulus.
"Ihh gak mau.. malu-maluin ..Dasar genit banget jadi orang.."
ucap Ying Ying pura-pura menghindar dengan manja.
Lu Sun tertawa terbahak-bahak, lalu berkata,
"Genit kan juga cuma sama kalian bertiga saja.."
"Ayah kenapa malah peluk-peluk ibu, bukan peluk San er..!"
"Kan janjinya mau main sama San er bukan sama ibu.."
protes Lu San dengan mulut cemberut.
"Tuh San er benar, tuh sana main sama San er.."
ucap Ying Ying sambil tertawa.
"Anak bandel berani merusak kesenangan ayah, lihat bagaimana ayah membereskan mu...!"
teriak Lu Sun melepaskan pelukannya dari Ying Ying
Kemudian sambil tertawa dia berlari menangkap anaknya dan menggelitikinya.
__ADS_1
"Ampun...ampun...ayah...ha..ha..ha..ha...geli ayah...jangan...ampun..hi..hi..hi...hi...!"
jerit Lu San sambil tertawa-tawa.
Lu Sun kemudian melempar anak nya kemudian menyambutnya sambil tertawa.
"Ahhh..ahhh..ahhh..! "
teriak Lu San kaget
Saat merasa tubuhnya melayang tinggi keudara, lalu jatuh kebawah...
"Aaaahhhhh...!"
Dia menjerit ketakutan..
Tapi sesaat kemudian dia pun tertawa gembira..
"Ha..ha...ha..ha...! lagi ayah...! lagi ayah...! hore...hore....!"
Semakin lama semakin tinggi, tiba-tiba Lu Sun melesat keatas menggendong anaknya, lalu mengajaknya terbang diudara mengelilingi perbukitan kompleks, yang berpemandangan indah.
Sambil bermandikan cahaya matahari sore menjelang tenggelam.
Lu San tertawa gembira dan berkata,
"Hore Lu Dan bisa terbang...! ayah hebat...ayah hebat...!"
Lu Sun tersenyum gembira, melihat anaknya begitu senang di ajak terbang..
Ying Ying di bawah sana hanya tersenyum bahagia sambil memeluk kedua tangannya didepan dada.
Sambil memandang kearah Lu Sun dan putranya, dia termenung dan bergumam sendiri,
"Tak di sangka si gendut yang jelek inilah, yang memberikan kebahagiaan begitu besar dalam hidupku.."
"Ternyata dia yang begitu jelek, adalah seorang pria tampan yang memiliki kemampuan luar biasa.."
"Tapi aku tetap lebih merindukan saat-saat ketika dia masih menjadi Cin Bao.."
"Karena hanya saat dia menjadi Cin Bao lah, dia menjadi milikku seutuhnya.."
"Maafkan pemikiran ku yang egois Sun ke ke, tapi aku tidak bisa membohongi perasaan dan pikiran ku itu.."
Ying Ying menghela nafas panjang, kemudian menghapus dua butir airmata nya yang runtuh ke pipinya.
Sambil memaksa dirinya untuk tersenyum, dia membalikkan badannya lalu melangkah dengan kepala tertunduk masuk kedalam rumah.
Meski Ying Ying hanya bergumam pelan, tapi Lu Sun yang berpendengaran sangat tajam, meski sedang terbang dia dapat mendengar keluh kesah Ying Ying dengan sangat jelas.
Lu Sun menghela nafas panjang, dan berkata di dalam hati.
"Maafkan aku sayang, bukan kamu yang egois."
"Tapi akulah yang bersalah pada mu..dalam dua kehidupan kita.."
"Aku bersumpah di kehidupan ketiga, aku hanya akan menjadi milik mu seorang
"Aku akan membayar lunas semua hutang ku pada mu di kedua kehidupan ini,
"Aku akan mencintaimu tanpa penyesalan dan selalu memaafkan apapun kesalahan mu pada ku di kehidupan ketiga kita nanti."
"Ayah...! Ayah...! ayah kenapa ini sudah gelap, kita mau kemana ayah..?"
tanya Lu San cemas.
__ADS_1
Melihat ayahnya melamun dan terbang tanpa arah dan tujuan.
Lu Sun kembali tersadar dari lamunannya, dan berkata,
"Maaf anak ku, kamu pejamkan matamu, kita pulang sekarang.."
Lu Sun langsung melesat dengan kecepatan tinggi kembali terbang kerumahnya.
Saat dia kembali kepinggir kolam terlihat Ying Ying berdiri menunggu mereka berdua dengan wajah cemas.
"Sun ke ke kalian kemana saja, kenapa terbang begitu lama dan jauh...!"
Tegur Ying Ying begitu melihat Lu Sun dan anaknya kembali.
"Ayah tadi melamun , tidak tahu melamun kan apa, sehingga terbang sangat jauh meninggalkan rumah.."
ucap Lu San melapor pada ibunya.
Lu Sun tersenyum Canggung dan berkata,
"Maafkan aku sayang, telah membuat mu cemas.."
"Gakpapa yang penting kalian pulang dengan selamat hari ku pun lebih tenang sekarang."
"Ayo kita masuk,.."
ucap Ying Ying sambil menggandeng tangan anaknya untuk masuk kedalam rumah.
Lu Sun berjalan di samping Ying Ying dan merangkul bahunya dengan mesra.
Ying Ying melirik kearah suaminya dan tersenyum bahagia.
Sesaat kemudian dia bertanya,
"Sayang kamu melamun apa sampai begitu serius dan terbang tanpa arah tujuan..?"
"Melamunkan kamu,"
ucap Lu Sun santai.
"Aku ? tentang apa ?"
tanya Ying Ying heran.
"Di kehidupan berikutnya apakah kita masih bisa kembali bertemu dan hidup bersama lagi."
ucap Lu Sun sambil mengajak Ying Ying duduk diruang tengah.
Lu San langsung pergi di bawa dua pengasuh nya untuk di mandikan.
Ying Ying mengerutkan alisnya dan menatap Lu Sun dengan heran dan bertanya,
"Kenapa kamu bisa berpikir sampai sejauh itu ?"
Lu Sun membelai rambut Ying Ying dengan lembut dan berkata,
"Karena di dua kehidupan ini, aku tidak bisa memberikan kebahagiaan seutuhnya bagi mu seorang.."
Ying Ying menatap suaminya dengan mata terbelalak sambil menutup mulutnya yang sedikit terbuka karena kaget,
Kemudian dengan hati-hati dia bertanya,
"Apa yang membuat mu berpikir aku kurang bahagia ? "
"Bukankah kini semua sudah lengkap, mau Harta ada harta, Cinta kita pun sudah punya San er.."
__ADS_1
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Terkadang sebagai suami istri ada hal-hal yang meski tidak di katakan pun masing-masing bisa merasakannya.."