KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MEMBANTU DI DAPUR.


__ADS_3

Tidak terasa 3 tahun pun berlalu, tapi Lu Sun tidak pernah berubah, bila ada waktu dia pasti menyelinap ke kamar rahasia secara diam-diam.


Menghabiskan waktunya untuk berbicara dengan Ying Ying sambil minum arak, meski cuma berbicara sendiri tanpa ada yang merespon dan menjawab.


Tapi Lu Sun sudah cukup puas, asal bisa menumpahkan isi hatinya, sambil menatap wajah Ying Ying yang tidak pernah berubah.


Tetap terlihat sangat cantik seperti seorang putri yang sedang tidur panjang.


Kini taman rahasia selain sebagai tempat berlatih dan tempat menyimpan jasad Ying Ying.


Tempat itu kini bertambah satu fungsi lagi, yaitu sebagai tempat penyimpanan arak Hang Zhou yang sangat banyak.


Lu Sun sengaja menyuruh Peter Ho dan David yang sedang dinas ke Hang Zhou untuk urusan bisnis.


Khusus mencarikan pemasok arak Hang Zhou kualitas terbaik, kemudian arak tersebut di kirim ke kediaman Lu Sun dalam jumlah besar.


Lu Sun memanfaatkan gelang penyimpanan nya untuk memindahkan arak pesanan nya ke taman rahasia.


Giok Lan dan Xue Yen sempat protes, tapi Lu Sun tetap secara diam-diam memindahkan seluruh arak pesanannya ke dalam taman rahasia.


Setiap kali datang menemui Ying Ying, Lu Sun pasti minum arak sampai mabuk dan tidur disana.


Bila sudah sadar, dia baru kembali ke kamar kedua istrinya yang lain secara bergantian.


Lu Sun sudah jarang pergi ke kantor, semua urusan bisnis dia serahkan ke Jimmy Huang dan David.


Sedangkan pabrik Lu Sun serahkan ke Jason, untuk urusan lelang dan keamanan, sepenuhnya diserahkan ke Kakek Huang Fei Nan dan Peter Ho.


Hari hari Lu Sun di habiskan dengan mengantar jemput anaknya sekolah les, dan menemani kedua istrinya belanja.


Bila malam tiba Lu Sun tidur di kamar Xue Yen dan Giok Lan secara bergantian, tapi saat mereka tertidur pulas.


Lu Sun secara diam-diam akan pergi kedua tempat favoritnya.


Bila tidak menghabiskan waktunya di kamar rahasia, tentu Lu Sun akan mengunci diri di dalam kamar Ying Ying.


Sama seperti di kamar rahasia, dia akan ngobrol seorang diri sambil minum arak.


Yang berbeda adalah bila di kamar rahasia,


Lu Sun curhat dengan jasad Ying Ying.


Sedangkan di kamar Ying Ying, Lu Sun curhat sambil melihat semua album fotonya bersama Ying Ying.


Mulai dari mereka bersama, di mana dia masih menggunakan bentuk Cin Bao, hingga foto terakhir pernikahan mereka.

__ADS_1


Sejak kejadian yang menimpa Ying Ying, Lu Sun sangat trauma


Dia tidak pernah mengijinkan dan membiarkan kedua istrinya pergi sendirian, kemana pun mereka pergi, dia pasti ikut menemani mereka.


Bila berhalangan, salah satu dari kedua istrinya pasti akan di kawal oleh Peter Ho yang bertugas menjadi sopir mereka.


Peter Ho sendiri terus di gembleng dan di bimbing langsung oleh Lu Sun sendiri serta mendapatkan pasokan sumber daya dari Lu Sun.


Kini ilmu 9 mataharinya telah memasuki level 15, boleh di bilang di jaman ini, Peter Ho tidak akan pernah bertemu lawan yang bisa mengalahkan dirinya.


Selain membimbing Peter Ho, Lu Sun hampir memberikan seluruh waktunya, hanya untuk keluarganya dan berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan Xue Yen dan Giok Lan.


Baik Xue Yen dan Giok Lan mereka sangat bahagia dan senang, dengan semua perhatian dan perlakuan yang Lu Sun berikan pada mereka.


Mereka sebenarnya tahu Lu Sun diam-diam masih sering, mengunjungi taman rahasia.


Tapi mereka membiarkan nya, dan pura-pura tidak tahu agar Lu Sun tidak tertekan batin nya.


Mereka berdua tahu dengan jelas, untuk menghilangkan kesedihan Lu Sun untuk hal itu hanya ada satu cara yang tidak bisa di lakukan.


Yaitu menghidupkan Ying Ying kembali tapi itu sesuatu yang mustahil.


Pagi itu sehabis mengantar San Er dan Dan er kesekolah, Lu Sun berdiri di taman depan rumahnya berdua dengan Peter Ho.


Lu Sun memberikan sekotak buah Bodhi darah ke Peter Ho dan berkata,


"Dengan kemampuan mu saat ini, kamu hanya perlu mematangkan semua ilmu yang ku ajarkan."


"Hingga menyatu dan mendarah daging dengan tubuh mu."


"Mungkin setelah hari ini kita, tidak akan seintensif seperti dulu dalam melakukan pertemuan."


"Bila ada yang kurang mengerti, kamu bisa menelpon ku.."


"Ya sudah sampai di sini dulu, aku mau pergi temani kedua istri belanja di pasar.."


ucap Lu Sun sambil tersenyum menepuk-nepuk bahu Peter Ho.


Peter Ho membungkukkan badannya memberi hormat kepada Lu Sun dan berkata,


"Terimakasih banyak guru, murid akan mengikuti pesan guru.."


"Ha..ha..ha..! sudahlah jangan banyak peradatan.. sampai jumpa.."


Lu Sun kemudian membalikkan badannya kembali kedalam rumah.

__ADS_1


"Sayang...Sayang...!! kalian di mana ?! sudah siap belum ?! mau berangkat kapan ?!"


teriak Lu Sun begitu masuk kedalam rumah.


"Ya..ya..bentar..!!"


Jawab Xue Yen dari arah dapur.


Sedangkan Giok Lan yang muncul dari taman samping habis renang, dia tanpa bersuara langsung merangkul pinggang Lu Sun dari belakang.


Setelah itu sambil tertawa dia berkata,


"Ya aku disini..sebentar ya..baru habis renang.."


"Aku ganti bentar.. setelah itu kita bisa berangkat.."


Sambil tersenyum Lu Sun memutar badannya menghadap Giok Lan dan berkata,


"Mau di bantu bertukar pakaiannya ?"


Giok Lan melepaskan pelukan Lu Sun menjebikan bibirnya yang indah dan berkata,


"Mau cari mati..hari ini jatah kak Xue Yen.."


"Jatah ku udah habis..dasar nakal.."


Setelah berucap Giok Lan buru-buru berlari kelantai dua, tidak mau melayani godaan Lu Sun.


Bila di ladeni, bisa-bisa dia gak bisa ikut kepasar, dibuat suaminya yang genit itu.


Melihat sikap Giok Lan, Lu Sun hanya tertawa dan berjalan menuju dapur mencari Xue Yen.


"Ada apa ? tumben pagi-pagi sudah tertawa tawa.."


ucap Xue Yen sambil mengaduk sup yang sedang di masaknya.


"Gak da papa cuma sedang bercanda dengan Lan Lan saja."


ucap Lu Sun sambil memeluk pinggang Xue Yen dari belakang.


Lu Sun mencium tengkuk Xue Yen yang terbuka, karena rambutnya sedang diikat keatas karena gerah.


Xue Yen menggelinjang kegelian sambil memejamkan matanya dia berkata,


"Mmmphh..! udah..jangan Sun ke ke..aku sedang masak sup tar tumpah."

__ADS_1


"Daripada menganggu ku, lebih baik kamu bantu aku potong kan daun seledri dan bawang putih biar cepat selesai."


Lu Sun tidak membantah, setelah mencium pipi Xue Yen dengan lembut, dia pun beralih mengupas bawang putih dan mencuci daun seledri.


__ADS_2