KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
DETEKTIP HENRY DAN SARAH


__ADS_3

Sekali ini Giok Lan yang membantu menterjemahkan nya buat Nicole dan John yang tidak mengerti bahasa Lu Sun.


Setelah mendengar terjemahan dari Giok Lan, Nicole dan John dengan kompak menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kami tidak tahu, pihak kepolisian hanya mengatakan bahwa, mereka masih melakukan investigasi dan meminta kami bersabar menunggu hasil."


Selagi mereka berlima sedang asyik ngobrol, tiba-tiba masuk seorang pelayan menghampiri mereka berlima, lalu dengan takut takut dia berkata,


"Maaf tuan nyonya di luar ada dua orang yang katanya dari departemen kepolisian, ingin bertemu dengan tuan dan nyonya."


"Owh,.. bibi Mathilda silahkan undang mereka kemari,.. terimakasih banyak bi..."


ucap Nicole cepat.


Pelayan yang bernama Mathilda itu mengangguk lalu terburu buru pergi kedepan menjumpai kedua orang dari kepolisian New York itu.


Dan membawa mereka masuk kedalam rumah menuju ruang tengah.


Setelah masuk kedua orang dari kepolisian itu pun mengulurkan tangannya menyalami mereka berlima secara bergantian.


Setelah itu dengan sopan pria yang berkepala botak, mengeluarkan kartu indentitas nya dan berkata,


"Maaf mengganggu waktu kalian, kami berdua dari departemen kepolisian New York, aku detektif Henry dan yang di sebelah ku adalah detektif Sarah.."


John Nicole menatap dengan bingung kearah dua orang petugas itu menunggu penjelasan mereka.


Sedangkan Lu Sun Giok Lan dan Ying Ying hanya berdiri diam tanpa berkata apa-apa.


Detektip Henry setelah menunjukkan kartu indentitas dan memperkenalkan diri, di mulai berkata,


"Kami berdua di tugaskan untuk menangani kasus kematian Clooney Gunman.."


"Dari hasil investigasi kami, kami sudah menemukan beberapa barang bukti dan saksi pelaku.."


"Kami berani pastikan bahwa kematian Clooney Gunman bukan kecelakaan, tapi itu adalah setting an rapi terencana.."


"Ini adalah kasus pembunuhan terencana.."


ucap detektif Henry tegas.


Baik Nicole John dan Lu Sun serta kedua istrinya menatap kearah detektip Henry dengan penasaran menunggu penjelasannya.


"Dari barang bukti dan saksi semua mengarah pada tuan John, oleh karena itu kedatangan kami adalah untuk membawa tuan John ikut dengan kami ke kantor polisi, untuk keperluan investigasi lebih lanjut."


ucap Detektip Henry, sambil memberi kode agar rekannya Sarah maju meringkus John.


Kejadian tak terduga ini tentu sangat mengagetkan semuanya.


Giok Lan ingin maju mencegah, tapi bahunya di tahan dengan lembut oleh Lu Sun yang memberi kode agar dia menahan diri.


Giok Lan ingin membantah, tapi sebelum dia bergerak lebih lanjut.


Nicole dengan marah maju menghadang langkah detektip Sarah dan berkata,


"Tunggu..! ini pasti ada kesalahan..! Kalian tidak berhak membawa suami ku begitu saja..!"


"Mana surat penahanan kalian..!"

__ADS_1


"Ini benar-benar tidak masuk akal..!"


"Tunggu sampai pengacara kami tiba kalian baru boleh membawanya..!"


teriak Nicole emosi.


Dia baru saja kehilangan ayahnya, hatinya masih terluka dan sedih, kini tiba tiba polisi malah datang ingin membawa pergi suaminya, dengan tuduhan yang tidak masuk akal.


Tentu saja dia tidak bisa menerima hal itu, sehingga menjadi emosi dan marah.


Detektip Sarah sedikit meragu karena terlihat Nicole berkeras menghadang di depan suaminya dengan perut besar.


Detektip Henry yang melihat hal itu mengeluarkan sepucuk amplop dari sakunya dan memberikan ke Nicole sambil berkata.


"Harap maklum kami hanya menjalankan tugas, ini surat perintah penahanan nya silahkan di baca.."


"Sedangkan mengenai pengacara, kalian boleh menyusul ke kantor kepolisian kami, di sini alamatnya.."


"Ini kartu nama ku, di dalam ada alamat kantor dan nomor telpon ku.."


Setelah berkata dan menyerahkan kartu nama dan surat penahanan ke Nicole.


Dia memberi kode agar Sandra maju menahan John.


John tidak emosi dan melawan seperti Nicole, dia dengan tenang maju kedepan Nicole.


Mengulurkan kedua tangannya untuk di borgol oleh Sarah.


Setelah itu dia baru berkata,


"Tapi tolong beri aku waktu sebentar untuk berbicara dengan istri ku, dia sedang hamil besar."


"Aku tidak ingin dia khawatir dan terjadi sesuatu pada kandungan nya.."


"Mohon pengertiannya.."


ucap John berusaha tampil setenang mungkin.


Detektip Sarah mengangguk dia pun mundur, lalu menarik tangan Henry agar ikut dengan nya menunggu di depan.


Henry terlihat keberatan, tapi tatapan tegas dari rekannya, membuat dia menghela nafas tak berdaya.


Sebelum keluar dia berkata,


"Saya harap tuan John berkooperatif, dan tidak mencoba berbuat macam-macam,.. kami menunggu di depan.."


John mengangguk dan berkata,


"Terimakasih, aku tidak akan mempersulit kalian menjalankan tugas.."


Setelah itu dia membalikkan badannya meraih wajah Nicole dengan lembut dia menghapus air mata di pipi Nicole dan berkata,


"Jangan menangis jangan bersedih, baik baik'baik jaga diri dan calon anak kita."


Nicole mengangguk sambil mengigit bibirnya, berusaha menahan airmata yang jatuh bercucuran tiada henti.


John dengan lembut berbisik ditelinga Nicole.

__ADS_1


"Sayang percaya lah, orang yang tidak bersalah pasti akan di lindungi oleh tuhan.."


Nicole menatap John dengan sedih dan berkata,


"John aku takut..aku sangat takut,..aku takut kembali harus kehilangan orang yang ku sayangi.."


"Kamu paham kan maksud ku ?"


ucap Nicole putus asa.


Lalu dia kembali melanjutkan berkata,


"Aku tidak kuat menghadapi semua ini sendirian.."


Berjanjilah kamu akan kembali dengan selamat.."


"Kami akan selalu menanti kepulangan mu.."


ucap Nicole sedih sambil membelai perutnya yang besar.


John dengan lembut menarik Nicole kedalam pelukannya dan berkata,


"Aku mencintai mu sayang.."


"Aku janji, aku pasti akan kembali untuk mu dan anak kita.."


John kemudian menempelkan telinganya di depan perut Nicole, sambil membelai lembut perut istrinya dia berkata,


"Nak kamu jangan nakal, jangan menyusahkan ibu mu..selama ayah tidak ada.."


Lalu John mencium perut istrinya dengan lembut.


Setelah itu dia pun berjalan menghampiri Lu Sun dan kedua Istrinya, dan berkata,


"Kakak sekalian, tolong bantu aku jaga Nicole.."


Lu Sun tersenyum menepuk pundak John dan berkata,


"Tenang saja, aku pasti akan membantu kalian berkumpul kembali, percaya kan pada ku.."


John mengangguk, setelah mendapatkan terjemahan dari Giok Lan.


Sambil tersenyum dia memberi hormat membungkukkan badannya di depan mereka bertiga.


Lalu dia berjalan dengan gagah kedepan menemui kedua detektif yang sedang menunggunya.


Ying Ying dan Giok Lan yang melihat adegan ini dari tadi terus menghapus air mata mereka yang keluar dengan sendirinya.


Setelah John pergi Nicole langsung terduduk lemas di sofa dengan wajah tak bergairah dan sangat menyedihkan.


Giok Lan buru-buru duduk di sisinya, memeluk Nicole, membiarkan Nicole menangis melepaskan perasaan tertekan nya.


Setelah tangis Nicole mereda, Giok Lan langsung menghubungi pengacara kepercayaan ayahnya.


Setelah telpon tersambung Giok Lan langsung berkata,


"Halo pak Robert Lam aku saat ini sangat memerlukan bantuan anda.."

__ADS_1


__ADS_2