KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEPUTUSAN LU SAN.


__ADS_3

"San ke ke apa,..apa .maksud ucapan mu..?"


ucap Deborah dengan wajah pucat dan sepasang matanya mulai basah, bibirnya sedikit tertarik seperti akan mewek.


Lu San hanya melirik sekilas, dia tidak berani menatapnya langsung, takut kebohongannya ketahuan oleh Deborah.


Bila menuruti perasaannya, ingin rasanya Lu San , maju mendekati Deborah memeluknya membelainya dan membisikkan kata-kata cinta untuk menghiburnya.


Tapi itu semua hanya angan angan yang hanya bisa ada dalam pikiran, tanpa dirinya sanggup melakukan nya.


Menggerak kan jari saja tidak bisa, bagaimana mau memeluk dan membelai rambutnya, paling hebat dia hanya bisa melakukan semua ini di dalam mimpinya.


Di dalam hati Lu San hanya bisa terus menjerit Deborah maafkan aku sayang,..maafkan aku .tapi ini semua ku lakukan demi kebaikan dan masa depan mu.


Biarlah saat ini kamu membenci ku, tapi suatu hari nanti kamu akan mengenangnya penuh rasa terimakasih.


Daripada kelak yang kamu kenang adalah kesedihan dan penyesalan.


Lu San tanpa berani menatap Deborah, dia menoleh kearah Cherry dan berkata,


"Selama sebulan bersama Cherry di rumah sakit, aku baru menyadari satu hal, bahwa sebenarnya cinta sejati ku hanya untuk Cherry'."


"Cherry kamu mau kan menjadi istri ku..?"


tanya Lu San sambil menatap kearah Cherry dengan mesra.


Cherry tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya, lalu dia menunduk mencium kening Lu San dengan lembut dan berkata,


"Aku bersedia sayang..."


"Kakak San...kamu...kamu...sungguh tega...!".


"Mengapa kamu harus lakukan ini pada ku..?!"


"Apa kesalahan ku .!?"


"Mengapa...!?. Mengapa..!? Jawab aku..kak San..tatap mata ku.. katakan padaku ini semua cuma kebohongan kan..!?"


teriak Deborah sambil berlari berlutut memegang kedua lutut Lu San dengan wajah semakin pucat dan airmata bercucuran.


Lu San memejamkan matanya, beberapa saat menenangkan gejolak perasaannya yang hampir saja tidak kuat.


Tapi akhirnya dia membuka kembali matanya dan berkata,


"Deborah maafkan aku, aku adalah pria brengsek yang dari awal tidak layak kamu kenal.."


"Sebaiknya kamu lupakan saja aku, masih banyak pria baik'baik yang lebih cocok untuk mu.."


"Aku tidak mau,... aku tidak mau..ku mohon kakak San jangan sekejam ini pada ku..jangan hancurkan mimpi ku,.. boleh..?"

__ADS_1


ucap Deborah menggelengkan kepalanya keras keras, hingga airmata nya jatuh menitik kedalam pangkuan Lu San.


Lu San kembali memejamkan matanya, menahan goncangan perasaannya.


Hatinya terasa seperti sedang di tusuk oleh tombak cagak tiga yang terus mengalirkan darah.


Terasa begitu perih dan sakit benar'benar sulit di ungkapkan lagi, apa yang sedang dia rasakan saat ini.


"San ke ke..ku mohon..please.. biarkan aku jadi yang kedua ketiga..atau yang ke berapa pun tidak masalah asal aku bisa ada di sisi mu.."


ucap Deborah nekad..


Lu San menggelengkan kepalanya, kemudian dia membuka kembali matanya dan berkata,


"Tidak bisa Deborah, perasaan ku hanya satu, selama nya hanya untuk Cherry' seorang..."


"Jujur ku katakan pada mu, sebenarnya kami harusnya segera melangsungkan pernikahan setelah keluar dari rumah sakit.."


"Tapi berhubung ayah ibu ku, ada masalah mendesak yang harus di selesaikan di Amerika."


"Maka urusan ini terpaksa aku menundanya hingga mereka kembali baru bisa di jalankan.."


Lu San sehabis berkata kembali berpura-pura menoleh kearah Cherry agar kebohongannya tidak ketahuan..


"Cherry maafkan aku ya, tidak bisa memberikan status jelas pada mu dalam waktu dekat ini.."


"Aku sangat bersalah pada kalian berdua.."


Tapi saat Lu San mengedipi nya, dia pun sadar dan segera melengkapi Sandiwara Lu San dengan berkata,


"Tidak apa-apa, kami berdua bisa menantinya tidak ada masalah.."


"Nak kamu jangan salahkan papa mu ya, ? kamu tenang saja sebelum kamu lahir, papa mu pasti akan berikan kejelasan status pada kita.."


Mendengar ucapan Cherry, Alicia sampai terlonjak kaget wajahnya sedikit pucat , mulutnya sampai terbuka lebar.


Tidak berani mempercayai apa yang di dengarnya barusan.


Sebaliknya Deborah langsung terjatuh bersimpuh duduk di atas rumput dengan wajah pucat, bibir gemetaran tidak tahu mau berkata apa.


Pria yang begitu dia kagumi cintai, ternyata sanggup melakukan hal itu di belakangnya.


Bahkan di rumah sakit, saat dia dalam kondisi seperti ini.


Ini benar-benar sangat menyakiti perasaannya, dia sudah merendahkan diri sampai sebegitu nya.


Tapi yang dia dapatkan adalah kabar yang sangat sangat menyakiti perasaannya.


Sambil menghapus airmata di pipinya, Deborah akhirnya bangkit berdiri dan berkata,

__ADS_1


"San ke ke,.. ternyata selama ini aku telah salah.."


"Maaf,..aku doa kan semoga kalian berdua berbahagia selamanya.."


"San ke ke,..jagalah dirimu baik-baik.."


"Selamat tinggal,.."


setelah berkata, Deborah langsung melarikan diri meninggalkan taman sambil menutup mulutnya dengan tangan.


Agar suara tangisnya jangan sampai keluar dari terdengar oleh siapapun.


Yang mungkin tidak akan ada yang akan bersimpuh padanya.


Malah orang orang akan menertawai kebodohannya, Deborah bahkan sangat menyesal kemarin siang, dia sudah menghubungi kedua orang tua nya yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Nanjing dari London.


Dia sendiri sangat sedih dan benar benar tidak tahu, apa yang akan dia jelaskan nanti pada kedua orang tua nya, bila mereka tiba nanti..


Alicia menoleh kearah Lu San sebentar dan berkata,


"Jaga diri mu kak San, semoga kamu bahagia.."


Lalu dia pun berlari menyusul Deborah sambil berteriak-teriak memanggil sahabat nya, dari arah belakang.


Deborah setelah masuk kedalam mobilnya, dia duduk diam dengan airmata bercucuran terus menatap kearah jendela kamar Lu San.


Dalam diam dia bergumam dalam hati,


"Selamat tinggal San ke ke.."


Setelah Alicia ikut masuk kedalam mobil, Deborah pun berkata,


"Pak ayo kita pulang..."


Tanpa banyak bicara sopir pribadi Deborah, langsung mengendarai mobil Lexus nya, meninggalkan kediaman Lu San.


Lu San menatap kepergian mobil Deborah, yang membawa gadis yang sangat dia cintai dengan perasaan hancur berkeping-keping.


Setelah mobil itu hilang dari pandangannya, Lu San memejamkan matanya sejenak mencoba menahan airmata nya agar tidak meloncat keluar.


Setelah perasaannya sudah agak tenang, dia baru berkata,


"Kak Cherry bantu aku menemui Afei.."


Cherry mengangguk, dia pun mendorong kursi roda Lu San pergi mencari Afei yang sedang berlatih di halaman belakang bersama Peter Ho dan Aliu.


Melihat kedatangan Lu San, Afei segera menghentikan latihannya dan melesat kehadapan Lu San sambil berlutut dia berkata,


"Kak San mencari ku, ada yang bisa ku lakukan untuk kakak..?"

__ADS_1


"Afei tolong bantu kakak buka pintu taman rahasia, kakak dan Cherry mau masuk kesana."


ucap Lu San menatap Afei penuh permohonan.


__ADS_2