
Dari cerita itu, akhirnya mereka berdua tahu, bapak penjual roti itu dulunya adalah seorang koki terkenal di restoran menara OXO.
Karena terlalu sibuk dengan hobi memasaknya dan karier ke bangganya, akhir dia harus kehilangan putri semata wayangnya.
Karena tertabrak mobil, saat putrinya pulang sekolah sendirian dan sedang mencoba menyeberang jalan.
Bapak itu hanya hidup berdua dengan putrinya, istrinya sudah lama pergi saat anak mereka masih kecil.
Karena sedih kecewa dan terpukul, akhirnya penjual roti itu mengundurkan diri dari restoran OXO dan memutuskan untuk menjual roti di tepi danau ini.
Karena di sini dia bisa bertemu dengan anak perempuan kecil, yang selalu mengingatkan dirinya akan putrinya yang telah meninggal.
Deborah termasuk gadis cilik yang menarik perhatiannya dan mengingatkan dirinya pada putrinya.
Makanya saat Deborah memohon bapak itu membuatkan roti hot dog untuk nya, bapak itu tidak kuasa menolak permintaan Deborah.
Yang mengingatkan dirinya akan putrinya yang telah pergi.
Bila Putri nya masih hidup umurnya kurang lebih sama dengan Deborah.
Setelah mendengar kisah pilu dan tragis dari bapak penjual roti hotdog yang baik hati itu.
Papa dan mama Deborah memutuskan akan menyediakan tempat untuk bapak itu berjualan, karena berjualan di tepi sungai termasuk ilegal di sana.
Bila di ketahui pihak berwajib bapak itu pasti akan di kejar-kejar oleh petugas.
Setelah berunding sejenak kedua orang tua kembali menemui bapak penjual roti itu dan berkata,
"Pak maaf kami kembali mengganggu waktu anda.."
Bapak penjual roti yang bernama Charles itu tersenyum ramah dan berkata,
"Tentu saja tidak, aku malah senang ada teman ngobrol.."
"Silahkan duduk.."
ucap Charles mempersilahkan kedua orang tua Deborah duduk santai di hadapannya .
Setelah duduk papa Deborah pun dengan hati-hati buka suara..
"Pak Charles, apakah kamu benar-benar tertarik berjualan di tepi sungai ini..?"
Charles tersenyum lebar dan berkata,
"Tentu saja, aku tadi kan sudah cerita alasannya kek kalian kalau tidak salah.."
Papa Deborah mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Benar sekali tidak salah, pak Charles tadi juga cerita jualan di sini harus main kucing kucingan dengan petugas keamanan benar tidak..?"
Charles mengerutkan alisnya, karena dia tidak mengerti arah pembicaraan yang akan di bawa oleh papa Deborah padanya.
Tapi dia tetap menganggukkan kepalanya membenarkan sambil menunggu ucapan lanjutan dari papa Deborah dengan penasaran.
Papa Deborah tersenyum penuh misteri Kemudian berkata,
"Bapak ada lihat deretan pertokoan di sana,.
disana cukup ramai dan juga dekat dengan lokasi tepi sungai ini.."
"Kenapa bapak tidak mencoba pindah dari berjualan di sana ?"
Pak Charles tersenyum pahit dan berkata,
"Pak James dan ibu Christy pasti sedang bercanda, deretan pertokoan itu sangat strategis dan ramai pengunjung.'
"Tentu saja saya sangat ingin berjualan di sana, tapi tempat itu harga sewanya begitu tinggi."
"Hanya mengandalkan jual roti seperti ini mana sanggup saya menyewa tempat di sana.."
"Pak Charles bila tidak keberatan, bisa ikut kami sebentar melihat lihat lokasi yang pak Charles suka, "
"Kebetulan kami punya beberapa pertokoan di sana yang belum ada yang menempati.."
"Soal biaya pak Charles tidak perlu khawatir, pak Charles boleh bayar sesuka hati, kami tidak akan mematok harga.."
ucap pak Charles kaget.
"Kita baru kenal, dan tidak punya hubungan apa-apa mengapa kalian..?"
ucap pak Charles heran dan sulit percaya.
Mama Deborah tersenyum dan berkata,
"Kami dan pak Charles sama sama punya putri tunggal, hanya saja kami sedikit lebih beruntung.."
"Putri kami masih hidup, tapi karena tidak bisa memaafkan dirinya sendiri atas kesalahan yang pernah dia lakukan dia berubah menjadi sosok yang berbeda.."
Sampai di sini mama Deborah tidak tahan untuk menghapus airmatanya sendiri,baru melanjutkan berkata.
"Meski putri kami masih hidup tapi dia tak ubahnya seperti mayat hidup yang sedang berjalan.."
"Hingga akhirnya hari itu dia berjumpa dengan bapak, kebaikan bapak telah membantunya untuk pulih kini dia sudah bisa tertawa gembira seperti dulu lagi.."
"Oleh karena itu kami sebagai orang tua nya, sangat bahagia dan berterimakasih kepada bapak..kami tidak punya kemampuan membalas Budi bapak dengan menghadirkan putri bapak kembali.."
__ADS_1
"Tapi kami punya sedikit tempat kosong di sana, yang mungkin bisa kami gunakan untuk membalas kebaikan bapak pada putri kami.."
ucap mama Deborah menatap pak Charles dengan penuh permohonan.
Agar tidak menolak niat baik mereka, pak Charles mengangguk dan tersenyum sambil menitikkan air mata.
Lalu dia berkata,
"Terimakasih banyak, kalian berdua sungguh baik, apakah putri anda berdua adalah gadis cilik yang setiap pagi dan sore selalu datang ketepi sungai sana, meneriakkan..."
"Sebentar..ya.. San ke ke..benar nama itu yang selalu dia teriakkan kearah sungai apakah dia putri anda berdua..?"
Kedua orang tua Deborah mengangguk cepat dan berkata,
"Benar Anda benar sekali pak Charles, dialah putri semata wayang kami.."
Charles mengangguk angguk mengerti dan tersenyum sambil memandang kearah bayangan punggung Deborah yang sedang duduk di tepi sungai sana
"Terimakasih banyak ya tuhan, kamu bukan hanya mengabulkan permohonan ku, bisa melihat refleksi putri ku di gadis itu."
"Kamu juga menghadirkan kedua orang tua nya yang baik hati, datang membantu kehidupan ku.."
"Terimakasih tuhan.. terimakasih..."
ucap pak Charles sambil melihat keatas langit yang berwarna biru cerah, dan di hiasi oleh awan putih yang seperti kapas.
"Pak Charles,.. ayo kita jalan jalan kesana sebentar gimana..?"
tanya papa Deborah sambil tersenyum.
Pak Charles menoleh kearah papa dan mama Deborah, sambil tersenyum dan menatap kedua orang itu dengan tatapan penuh terimakasih.
Dia sambil tersenyum lebar menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.
Lalu mereka bertiga pergi mengunjungi toko milik orang tua Deborah yang belum ada penyewanya.
Pak Charles sengaja memilih sebuah toko yang paling dekat dengan tempat Deborah nongkrong setiap hari.
Agar dia bisa berjualan sambil mengamati refleksi putri nya itu.
Tentu saja mama dan papa Deborah sangat senang, karena dengan begitu, hati mereka menjadi lebih tenang ada orang yang membantu mereka mengawasi Deborah saat mereka sedang tidak berada di sisinya.
Setelah bertukar nomor telpon dan menyerahkan kunci toko, maka resmilah pak Charles mulai hari itu bisa menempati toko tersebut buat berjualan.
Sejak hari itu Deborah, selalu mendapatkan roti gratis dari pak Charles.
Karena pak Charles pintar masak dan menempati lokasi strategis.
__ADS_1
Dalam sekejap bisnis makanannya pun berkembang pesat hingga dari penjual roti berubah menjadi restoran..
Tanpa terasa sebulan sudah berlalu, pagi itu seperti biasa setelah mengambil makanan dari toko pak Charles.