KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERKUMPUL DI TAMAN RAHASIA


__ADS_3

Lu Sun sambil mengeluarkan barang bukti dan data, dia juga menceritakan semua yang dia tahu, termasuk pimpinan ******* berbagai daerah yang berhasil dia binasakan bersama anggotanya.


Setelah menyelesaikan ceritanya, Lu Sun berkata.


"Tapi aku tidak yakin apakah kelompok itu sudah benar benar musnah atau belum, karena memang sangat sulit menentukan mereka ******* atau penduduk biasa."


"Mereka berbaur dengan rapi bersama penduduk lokal etnis minoritas, aku tidak dapat melakukan pembantaian massal di sana."


"Sehingga hanya para pentolan dan pengawal di sampingnya saja yang berhasil ku musnahkan."


"Satu hal lagi, pentolan bernama Petrov Zulhenski, aku tidak yakin dia sudah mati atau kini malah ada di Rusia."


"Nah urusan selanjutnya ku serahkan pada pemerintah, apakah akan mengambil langkah seperti apa ,? saya tidak ikut campur lagi."


ucap Lu Sun menutup ceritanya.


Presiden Xi dan Paman Mao secara bergantian menyalami Lu Sun dan mengucapkan terimakasih ke Lu Sun.


Setelah berbasa-basi sejenak, Lu Sun pun keluar dari ruang baca presiden Xi menuju kedapur mencari ibu presiden Jeff Chang dan Dr Monica.


Sedangkan presiden Xi dan Paman Mao terlibat obrolan serius, hingga saat Lu Sun Jeff Chang dan Monica pamit dari kediaman presiden Xi, mereka hanya di temani ibu presiden saja.


Presiden Xi dan Paman Mao sama sekali tidak keluar dari ruang baca tersebut, saat keluar pun mereka dengan terburu-buru langsung kembali ke kantor kepresidenan dan melakukan rapat penting dengan semua petinggi militer.


Sedangkan kasus pembunuhan yang di lakukan oleh Lu Sun sudah masuk kedalam Top Secret negara, di anggap tidak pernah terjadi.


Semua di keep oleh negara, tidak di ekspos, media pun dilarang membahas dan mengeksposnya.


Yang beredar di dunia luar hanya gosip dan berita tanpa bukti, yang disebarkan oleh media Amerika serikat dan Turki.


Sedangkan Rusia memilih diam, Afghanistan sendiri terlalu sibuk dengan perang saudara di negaranya, yang tidak pernah kunjung selesai.


Lu Sun sendiri setelah berpisah dengan Jeff Chang dan Dr Monica.


Dia langsung kembali kerumahnya membawa Siau Yu ikut dengan nya.


Begitu tiba di rumah Lu Sun langsung menuju ruang rahasia.


Melihat Nenek Lu Giok Lan dan anak-anak nya semua berkumpul di ruang rahasia dalam keadaan aman Lu Sun pun tersenyum lega.


"Lan Lan nenek anak anak gimana kabar kalian semuanya..?"


tanya Lu Sun sambil tersenyum lebar.


Lu Sun membentangkan tangan nya lebar-lebar untuk menyambut pelukan hangat keluarganya yang sudah dia tinggalkan beberapa waktu ini.


"Sun ke ke....!"


Giok Lan yang berteriak histeris pertama kali saat melihat Lu Sun pulang.


Dia langsung berlari menghambur kedalam pelukan Lu Sun menangis dengan penuh kebahagiaan dan kerinduan.

__ADS_1


Setelah Giok Lan, anak anak dan nenek baru berjalan menyusul di belakang Giok Lan menghampiri Lu Sun sambil berkata,


"Ayahh...ayah...ayah...!"


ucap ketiga anak Lu Sun.


Yang paling kecil dan lucu adalah Lu Fei yang baru berumur 4 tahun an.


Lu Sun melepaskan pelukannya dari Giok Lan, lalu membungkuk menggendong putranya yang paling kecil dan mencium pipinya.


Setelah itu dia baru membelai kepala Lu Dan dan Lu San dengan lembut.


"Cucu ku..! akhirnya kamu pulang juga.."


ucap Nenek Lu sambil tersenyum.


Lu Sun melihat kearah nenek dan berkata,


"Nenek kamu semakin muda saja, bila nenek terus diam di taman rahasia berlatih, nanti orang akan mengira nenek pacarnya Lu San."


"cucu ku ini bila bicara tidak pernah benar, tidak Mandang tua muda asal bicara saja.."


ucap nenek mengomeli Lu Sun tapi dia tersenyum senang.


"Ya nek,...nenek mau pilih siapa prof Billy apa kakek Huang ?"


ucap Lu Dan sambil tertawa.


ucap nenek cemberut dengan wajah merah menahan malu.


Melihat reaksi nenek, semuanya ikut tertawa.


"Sayang Afei mana..?"


tanya Lu Sun ke Giok Lan saat melihat anak itu tidak ada.


"Afei dan Aliu sedang pergi belanja kebutuhan bulanan, sebentar lagi juga pulang..'


ucap Giok Lan menjelaskan.


Lu Sun pun tersenyum lega, saat tahu semua yang di rumah dalam keadaan baik-baik saja.


"Kelihatannya strateginya melakukan serangan pembersihan sebelum musuh datang menyerang, adalah langkah yang cukup jitu untuk mengamankan keluarganya."


pikir Lu Sun dalam hati.


"Tuan kapan aku bisa di keluarkan kolam di sebelah sana seperti nya cocok untuk ku.."


ucap Siau Yu merengek ke Lu Sun.


Lu Sun melirik kearah botol yang di sisipkan di pinggangnya, kemudian berkata,

__ADS_1


"Boleh tapi kamu janji jangan sembarangan makan ikan di sana, atau tubuh mu hangus terbakar jangan salahkan aku.."


"Sehari cuma boleh makan satu ekor saja, ngerti.."


"Pelit amat sih tuan, ikan di situ kan banyak, lihat klo gak di makan tar meluber keluar.."


ucap Siau Yu bersungut-sungut kurang puas.


"Ya sudah terserah kalau kamu hangus jadi abu jangan salahkan aku gak mengingatkan mu.."


"Aku bukan pelit, kamu meski cuma makan ikan itu satu, nanti Afei akan ku suruh ngurus ngirim ikan segar untuk mu sehari 3 kali.."


Siau Yu terlihat senang senang dan puas dengan penjelasan Lu Sun.


"Baiklah tuan aku ikut saja mana yang baik.."


Lu Sun kemudian menoleh kearah keluarganya dan berkata,


"Semuanya aku bawa mainan baru buat kalian lihatlah ikan langka ini.."


"Apa hebatnya ikan kecil begitu ayah..?"


tanya Lu San mencibir.


Lu Sun tersenyum, tapi Siau Yu cemberut tidak senang.


Tanpa memperdulikan cibiran Lu San, Lu Sun menuang Siau Yu kedalam kolam.


"Jangan ayah kasihan nanti di makan lele.raksasa.."


ucap Lu Dan cemas.


"Tenang saja Dan er...Siau Yu tidak akan apa apa.'


Baru saja Lu Sun berucap.


Seekor ikan lele putih berenang dengan cepat ingin menelan Siau Yu.


Tapi sebelum ikan lele itu sempat menelan Siau Yu, ikan leleh putih itu sudah tertelan oleh Siau Yu.


Yang tiba-tiba tubuhnya menjadi besar, tapi sekejab kemudian Siau Yu sudah berubah seukuran ikan lele di dalam kolam.


Kini tidak ada ikan lele yang berani mendekatinya lagi, insting bertahan hidup mereka berbisik pada mereka agar menjauh dari Siau Yu


Siau Yu sendiri sesaat kemudian tubuhnya mengeluarkan cahaya merah yang membungkus tubuhnya.


Setelah terdiam hampir setengah jam, dengan hembusan nafas yang mengeluarkan asap panas, akhirnya Siau Yu bisa kembali normal.


Kini Siau Yu pun paham kenapa Lu Sun melarangnya makan ikan lele itu banyak banyak.


"Siau Yu apakah airmata mu bisa memulihkan kekuatan dewa seseorang..?"

__ADS_1


tanya Lu Sun ke Siau Yu..


__ADS_2